Tag Archives: Travelogues

Willys Owner Indonesia “Menjelajah Keindahan Indonesia” (Willys Owner Indonesia “Exploring the Beauty of Indonesia”)


Komunitas JAJ Jakarta American Jeep Comp CODOT  telah berhasil menjaga kelestarian mobil Jeep Klasik Willys sampai saat ini. Kelompok ini sekarang telah membentuk Komunitas yang lebih besar lagi yang bernama “Willys Owner Indonesia” (WOI) dan terus berusaha mempertahankan nilai sejarah mobil ini namun membawa sebuah misi yang mulia yakni berkeliling melintasi indahnya Nusantara tercinta. Anggota Komunitas ini semakin mencintai mobil yang dulunya sering dipakai balatentara Amerika dan Inggris ini untuk menjelajahi Nusantara namun untuk menjajah bangsa. Moto mereka seperti ditulis dalam website mereka adalah “Bersama Bersaudara”. Berikut adalah photo story diambil dari account facebook sahabat saya Albert Ibrahim dan Andarmuji Aan sebagai penggagas terbentuknya Willys Owner Indonesia.

JAJ Jakarta American Jeep Comp CODOT community has managed to preserve theClassic Jeep
Willys up to date. This community has formed a larger community called “Willys Owner Indonesia” (WOI) and continues to maintain the historical value of Willys in addition to carry a noble mission nowadays is to travel the beauty of beloved Archipelago. Members of this Community increasingly love this classic cars that long time ago was used by American and British troops to explore the archipelago but to colonize the nation. Their motto as written on their website is “Together we are Brothers”. Here is a photo story taken from my friend Albert Ibrahim and Andarmuji Aan’s facebook account as the initiators of the formation of Willys Owner Indonesia.

“Bersiap untuk menjelajah tiap jengkal tanah Indonesia, meski saya seorang wanita tapi niat saya besar untuk mengetahui lebih pasti dan membuktikan bahwa Indonesia itu indah” (Cathy the Purple lady Willys Owner Indonesia) 

“I am Preparing to explore every inch of Indonesia’s land, though I am a woman but my great intention to explore more  and prove that Indonesia is beautiful ” (Cathy the Purple lady Willys Owner Indonesia)

Selamat Datang dan kunjungi Indonesia sekarang juga! Ada begitu banyak tempat indah untuk dikunjungi di Indonesia, selain itu, Indonesia adalah tempat terbaik untuk menghabiskan liburan anda. Tunggu saja perjalanan Willys Owner Indonesia untuk mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia yang mungkin menarik minat Anda dan pasti dengan teman nakal saya “Willys Owner Indonesia”

Welcome and visit Indonesia now! There are so many beautiful places to visit in Indonesia, in addition, Indonesia is the best place to spend your holiday. Just wait for Willys Owner Indonesia’s journey to visit beautiful places in Indonesia that might interest you and for sure with my naughty friend “Willys”

Article By Ketut Rudi

Many Thanks for Andarmuji Aan, Albert Ibrahim and All Members of Willys Owner Indonesia

Menyimpan Kenangan Indah Keluarga Di Era Digital (Saving Family’s Beautiful Memories in the Digital Age)


“Rambutmu Tetap Indah Meski Tak Hitam Lagi”. Saya mencoba menuliskan beberapa acara-acara keluarga dalam sebuah blog dengan selogan ini. Banyak orang mampu menulis, tapi sedikit orang yang memiliki waktu untuk mengungkapkan segala moment-moment yang indah tersebut, dan banyak orang yang bisa memotret, tapi jarang yang bisa membuat foto tersebut  bercerita. Fotografi adalah salah satu media untuk bercerita yang sangat baik. Seringkali, fotografi yang baik dapat menggugah perasaan dibandingkan dengan tulisan semata. Nusa Tenggara Timur adalah Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beraneka ragam budaya dan sungguh indah jika ditampilkan bersama-sama dalam sebuah tulisan kenangan indah yang dapat dibagikan ke handai tolan sekaligus menjaga budaya tetap lestari. Acara keluarga seperti sambut baru, Pembaptisan, Khitanan, Ulang Tahun sampai pernikahan atau bahkan sampai kepada acara pernikahan emas di usia lanjut merupakan momen  berharga yang harus diabadikan dalam lembaran indah bukan saja pada album foto yang akan usang oleh waktu.

“Your hair is still beautiful even though it’s not colorful anymore”. I try to write down some family events in a blog with above quote. Many people are able to write, but few people have time to express all of their beautiful moments, and many people can take pictures, but rarely they could make it a story tell. Photography is one kind of media which could tell a very good story. Often, good photography can arouse feelings compared to mere writing. East of Nusa Tenggara is one of many provinces in Indonesia that has a wide variety of cultures and is truly beautiful when displayed together in a beautiful memoir that can be shared with the whole family while keeping the culture sustainable. Family events such as welcoming new, Baptism, Circumcision, Birthdays to weddings or even to golden weddings in old age are precious moments that must be captured in beautiful sheets not only on photo albums that will be obsolete by time.

“Tulisanku Akan Dikenang Selamanya Namun Tidak Tubuhku”, Inilah kata mutiara pada blog pribadi saya yang saya buat untuk mengenang segala tempat yang pernah dikunjungi atau hanya sekedar melampiaskan kesukaan saya akan karya sastra. Rumah Online ini adalah rumah bebas berekspresi. Terimakasih kepada segenap pengunjung dan pembaca yang telah mampir dan menikmati karya saya meski ditampilkan sangat sederhana.

“My writing will be remembered forever but not my body”, this is a pearl of wisdom on my personal blog that I made to commemorate all places that have been visited or just vent my favorite literature. This Online Home is a free house of expression. Thank you to all visitors and readers who have stopped by and enjoyed my work even though it was displayed in very simply one.

https://ketutrudi.blogspot.com/p/home.html

“Cara Mengabadikan Keindahan Hanyalah Melalui Sebuah Foto”. Jangan dibuang foto-foto yang pernah anda ambil. Saat bertamasya, saat mengunjungi keluarga atau sahabat, atau lainnya. Dan sekarang semua pasti memegang kamera dan tidak diperlukan lagi kamera-kamera yang canggih atau masih diperlukan untuk tingkat yang lebih profesional. Tapi lupakanlah itu semua, yang penting hasilnya bisa kita nikmati baik hanya untuk sekedar melepas lelah dan mengingat kembali masa-masa itu. ya…semuanya bisa dilakukan lewat foto. Foto akan bercerita kembali. Ini gallery saya dan para sahabat. Foto anda luar biasa….Salam

“How To Capture Beauty Just Through A Photo”. Don’t throw away photos you’ve taken. When sightseeing, when visiting family or friends, or others. And on this era of course all people have and holding a camera and no more sophisticated cameras needed or may still needed for professional level. But forget it all, the important thing is we can enjoy the result as well just to unwind and remember those times. yes … everything can be done through photos. The photo will tell again. This is my gallery and friends. Your photos are amazing …. Greetings

Sebuah blog yang sedikit komersial, blog ini berisikan kumpulan artikel baik mengenai kegiatan usaha sebagai rekanan Perusahaan Listrik Negara PLN dan Unit – unit kerja pemerintah maupun swasta, serta artikel – artikel lainnya sebagai hiburan dan tentunya bermanfaat. Semoga Indonesia Maju Cerdas seperti moto kami “Pembangunan Menerangi Dan Mencerdaskan” sampai ke pelosok Tanah Air yang indah. Kami bangga menjadi bagian pembangunan Indonesia. Blog untuk mencerdaskan.

A blog bit commercial, this blog contains a collection of articles both about business activities as partners of the State Electricity Company PLN and government and also for private work units, as well as other articles as entertainment and of course useful. Hopefully Indonesia is Moving Smarter like our motto “Development Illuminates and Educates” up to the remote parts of the beautiful country. We are proud to be part of Indonesia’s development. Blog to educate.

Lagi pusing ngga ada kerjaan, duit ngga punya tapi di android data ada.  Lagi pusing dimarahi bos, kerjaan jenuh istirahat saja dulu di depan  komputer. Disini solusinya. Meski belum lengkap yah mudah-mudahan  bermanfaat. Namun jangan nyanyi-nyanyi sendirian ya….mending blog ini  digunakan untuk rayu pacar, ada acara tinggal colok ke speaker dan slide  dan bagoyang….Enak toh….lanjuuut

Bit boring, there is no work to do, no money, but there is data on your android. Bit sad and being scolded by your boss, saturated then just rested for a while at the front of your computer. Here is the solution. Even though it’s not complete one, hopefully it will be useful. But don’t sing alone like crazy … it’s better when this blog will help you to seduce
a boy or girlfriend, and when there’s an event, just plug into the speakers and slide and shuffle …. It’s good … let’s go

Tulisan pada media sosial dapat memberikan dampak bagi kehidupan sosial. Ayo berlomba-lomba membuat karya untuk mendukung era milenial ini dimana semua serba bebas mengekspresikan segala sesuatu secara online. Semegah apapun rumahmu di dunia, maka sungguh tidak berarti jika berada di dunia yang sama. Dunia ini rumah kita bersama dan sekarang banyak yang menyebutkan bahwa dunia ini sebuah panggung sandiwara. Dunia yang indah dan harmonis tempat para malaikat bermain dan belajar kasih sayang dari segala mahluk hidup yang ada sebagai mahluk ciptaan Tuhan. 

Writing on social media can have an impact on social life. Let’s compete to make works to support this millennial era where all are free to express everything online. No matter how grand is your home in this world, then it really doesn’t have mean when built in the same world. This world is our home and now many say that the world is a stage. A beautiful and harmonious world where angels play and learn compassion from all living things that exist as creatures created by God.

Ketut Rudi @2019

Pantai Ling Al Alor Barat Daya (Ling Al Beach South West Of Alor Island)


Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur Indonesia memiliki banyak pantai – pantai indah dan bahkan belum dijamah orang. Belum dijamah orang dan ya mungkin saja karena fasilitas jalan belum terbangun terutama ke berbagai desa-desa pedalaman yang jauh letaknya dari kota. Salah satu pantai indah ini yang kata penduduk di kota menyebutkan pernah dikunjungi Presiden Jokowidodo adalah Pantai Ling Al di Alor Barat Daya. 

Alor Island in East of Nusa Tenggara Indonesia has many beautiful beaches and has not even been touched by people. People have not come and it is possible because of the road facilities have not been built yet, especially in various rural villages far from the city. One of these beautiful beaches that residents in the city says that President Jokowidodo have ever visited is Ling AL Beach in South West Of Alor.

Pembangunan sekarang semasa pemerintahan Presiden Jokowidodo sedang gencar-gencarnya ke berbagai plosok di negri ini. Negri ini memiliki banyak potensi yang belum digarap secara maksimal dan salah satunya adalah obyek wisata pantai yang belum memiliki akses jalan yang baik. Kebetulan saya sedang terlibat dalam salah satu pembangunan kelistrikan di pulau alor dan meski pantai indah ini adalah bagian dari Pulau Alor, tetapi  letaknya jauh dari ibukota Alor yakni Kota Kalabahi yang membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama.  Transportasi yang bisa digunakan untuk menuju pantai Ling’al bisa menggunakan jalur laut atau jalur darat. perjalanan darat, akan memakan waktu lebih dari 5 jam dengan kondisi jalan yang cukup ekstrim sehingga saya sarankan jika mau berkunjung ke pantai ini tepatnya saat musim kemarau saja. Namun bagi penyuka off road, maka rute darat memberikan pengalaman tersendiri. Hanya mobil 4×4 dan motor trail yang disarankan melewati jalur ini.

Current development during the administration of President Jokowidodo is being intensified to various parts of the country. This country has a lot of potential thing that has not been developed maximally and one of them is a coastal tourism object that does not have good road access. Incidentally, I was involved in one of electrical developments on the island of Alor and although this beautiful beach is part of Alor Island, it is located far from the capital city of Alor Kalabahi which requires a long travel time. Transportation that can be used to get to Ling’aL beach can travel by sea or land. Land travel, will take more than 5 hours through out a quite extreme road conditions so I suggest if you want to visit this beach please do it on the dry season. But for off road enthusiasts, the land route provides its own experience. Only 4×4 cars and trail bikes are suggested to pass this route.

Saat memilih jalur laut, maka dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dari beberapa pelabuhan di Kalabahi. Ada banyak jasa penyewaan kapal atau carter kapal di Kalabahi. Dalam ilustrasi dibawah ini, saya menggunakan kapal pribadi yang sebenarnya difungsikan untuk mengangkut material ke lokasi pekerjaan yang letaknya tidak jauh dari pantai ini. 

When choosing a sea lane, it takes approximately 3 hours of travel from several ports in Kalabahi. There are many boat rental services or chartered ships in Kalabahi. In the illustration below, I traveled by  private boat which is actually used to transport material to a work location that is not far from this beach.

Sembari melepas lelah dalam pembangunan ini, saya dan team menikmati untuk pertama kali pantai indah ini sebelum dikenal oleh banyak orang. Inilah senangnya dapat terlibat dalam pembangunan negri. Dan terima kasih Bapak Jokowi telah membuka dan membangun potensi-potensi yang dimiliki oleh pulau-pulau yang dulunya jarang diperhatikan. Semoga kepulauan Alor terus dibangun bekerja bersama pemerintah daerah. 

While taking a break from this tiring development, me and my team have enjoyed this beautiful beach for the first time before being crowded by many people. This is a pleasure of being able to be involved in the development of the country. And thank you, Mr. Jokowi, for opening and developing the potentials owned by islands which were rarely noticed. Hopefully the Alor islands will continue to be developed working with the regional government.

ika Anda pecinta wisata pantai, tak lengkap rasanya bila tidak memasukkan Pulau Alor kedalam agenda wisata Anda. Sebab, di Pulau Alor ini terdapat beberapa pantai yang memesona karena keindahan alamnya. Saya juga belum mengunjunginya satu persatu dan salah satunya adalah Pantai Ling’al ini. Pantai ini juga terkenal dengan keindahan bawah lautnya selain memiliki pasir pantai yang berwarna putih nan cantik. Tak salah jika pantai ini menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Alor.  Pantai Ling’al ini berada di kawasan Desa Halerman, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor.

If you are a beach lover, it’s not complete if you don’t enter Alor Island into your travel agenda. Because, on Alor Island there are several charming beaches because of their natural beauty. I also haven’t visited them one by one and one of them is Ling aL Beach. This beach is also famous for its underwater beauty besides having beautiful white sandy beaches. It is not wrong then this beach becomes one of the icons of Alor community’s pride. This Ling aL Beach is in the Halerman Village area, South West Of Alor District, Alor Regency.



Article by Ketut Rudi
traveled by Land and Photographed by Sugiharto
traveled by Sea and Photographed by Ketut rudi

Pohon-Pohon Indah Di Ladang Penggembalaan Tanjung Toda Sulamu (Beautiful Trees in Pasture Field Of Tanjung Toda Sulamu)


Tanjung Toda terletak di Sulamu Kabupaten Kupang dan jika ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan dari kota kupang.Tanjung Toda adalah sebuah kawasan penggembalaan ternak sapi atau kambing setelah melewati perkampungan Nelayan di Sulamu. Tempat ini bukan merupakan obyek wisata namun memang pantas saya juluki Sumbanya Pulau Timor. Namun meskipun tidak seluas Pulau Sumba, ternyata diujung barat pulau Timur terdapat surga kecil bagi kami pencinta Photography. Banyak pohon indah ditempat ini dan indah memberikan suasana liburan kami menjadi tak terlupakan. 

Tanjung Toda is located in Sulamu, Kupang Regency, and when traveled by land, it is more or less reached within three hours by vehicle from the city of Kupang. Tanjung Toda is a grazing area for cattle or goats after passing through the fisherman village in Sulamu. This place is not a tourist attraction but it deserves to be nicknamed the Sumba Island of Timor. But even though it is not as wide as Sumba Island, it turns out that in the western tip of Timor island, there is a small paradise for us Photography lovers. Many beautiful trees in this place and so beautiful that gave our holiday an unforgettable atmosphere.

Setelah melewati perkampungan Nelayan, maka kita memasuki sebuah jalan yang belum diaspal namun cukup lebar dan tidak ada masalah malahan tampak indah. Tidak ada perumahan namun yang ada adalah gubuk-gubuk para penjaga ternak. Sebuah ladang penggembalaan dimana ternak-ternak dilepas bebas oleh pemiliknya. Ternak yang kami jumpai adalah Sapi dan Kambing selain kami juga menjumpai beberapa Kuda. Dan kami berjumpa dengan para penjaga yang sedang bekerja di tempat ini. Mereka kebanyakan adalah warga yang berasal dari suku Rote namun telah menetap di Tanjung Toda dan Suku Bajo yang tinggal di kampung Nelayan Sulamu. Dari bibir pantai tampak matahari masih tinggi dan cuaca berawan sebab saat kunjungan ini adalah musim hujan. Tempat ini juga dapat memberikan pesona matahari tenggelam yang akan saya lihat lagi nanti saat kemarau. Warga tampak ramah dan saling menyapa disepanjang jalan tanah di Tanjung Toda. 

After passing the Fisherman’s village, then we entered a wide enough road that has not been paved yet but actually it is not a problem and it looks beautiful. There is no housing but only huts of the cattle keepers. A grazing field where animals are released freely by their owners. The animals that we met are Cows and Goats besides we also met a few Horses. And we met the guards who were working at this place. They are mostly residents originally from the Rote tribe but have settled for long time in Tanjung Toda and the Bajo people who live in the Sulamu Fishermen’s village. From the shoreline observed like the sun was still high and the weather was cloudy because this visit is on rainy season. This place can also provide the charm of sunset which I will see again later in the dry season. Residents were friendly and greeted each other along the unpaved road in Tanjung Toda.

Kami menemukan suasana Pulau Sumba di ujung barat Pulau Timur. Tempat lapang dan tampak hijau serta dikejauhan tampak pohon-pohon duri dan pohon kom sebagai ciri khas Pulau Timor. Tampak pula gunung batu kecil dikelilingi oleh ternak warga yang menarik perhatian kami untuk segera membidik foto-foto yang indah dan tentunya anti mainstream. 

We found the atmosphere of Sumba Island on the western tip of Timor Island. The place is spacious and green and in the distance are thorn trees and kom trees as distinctive features of Timor Island. There was also a small rock mountain surrounded by livestock that attracted our attention to immediately aim for beautiful and certainly anti-mainstream photos.

Yang menarik di tempat ini justru bukan pantainya atau ternak ternak yang ada seperti di Pulau Sumba, namun bentuk-bentuk pohon yang sangat memukau bahkan boleh dikatakan lebih indah dari Pulau Sumba. Dibeberapa tempat saat kami lewat, kami pun disambut gerombolan burung puyuh dan burung perkutut. Semoga warga disini tidak memburu burung-burung ini sebab mereka memberikan suasana alam yang indah. Laut, padang rumput yang luas, ada gunung-gunung batu kecil dan hewan peliharaan serta burung-burung adalah tanda keasrian alam nan indah ditepi sebuah pantai berpasir putih dan berkarang. 

What’s interesting in this place is not the beach or livestock that exist like on the island of Sumba, but the shapes of trees were very stunning and even can be said to be more beautiful than Sumba Island. In some places when we passed, we were welcomed by a group of quails and turtles birds. Hopefully the people here don’t hunt these birds because they provide a beautiful natural atmosphere. The sea, vast grasslands, small rock mountains and pets and birds are a sign of beautiful natural beauty on the edge of a white sandy beach.

Meski belum melihat indahnya sunset, kami merasa senang dan ingin rasanya kembali lagi meski jarak yang jauh kami tempuh dari Kupang. Tulisan ini kami share bahwa suasana Pulau Sumba kami rasakan disini di Tanjung Toda. Jadi untuk melihat ladang penggembalaan yang luas dan memukau selain pergi ke Pulau Sumba juga bisa dilakukan dengan pergi ke Tanjung Toda di Sulamu Pulau Timor. 

Even though we haven’t seen the beauty of sunset, we felt happy and want to come back again even though have to travel a long distance from Kupang. We share this article because we felt the atmosphere of Sumba Island here at Tanjung Toda. So to see the vast and fascinating grazing fields besides going to Sumba Island, we can also make it happens by visiting Tanjung Toda in Sulamu on the island of Timor.

Tanjung Toda ini adalah lahan penggembalaan, jadi diharapkan untuk berhati-hati memasuki kawasan ini sebab banyak ternak yang berkeliaran bebas dan janganlah membuang sampah sembarangan sebab di pantai tampak banyak sampah plastik yang menurut warga terbawa arus dari Kota Kupang yang tampak diseberang lautan dari Tanjung Toda Sulamu. 


Tanjung Toda is a grazing area, so it is expected to be careful in entering this area because many animals roam freely and do not dispose of litter because on the beach there seems to be a lot of plastic waste which according to residents is carried from the city of Kupang across the sea from tanjung Toda Sulamu .

Article By Ketut Rudi

Mulut Seribu Dan Laut Mati Sebuah Keajaiban Di Rote Timur (Thousand Mouth And Dead Sea A Miracle In East Of Roti Island)


147 a

Kepulauan Rote terdiri atas 96 pulau, 6 di antaranya berpenghuni. Wilayah ini beriklim kering yang dipengaruhi angin muson dan musim hujan relatif pendek (3-4 bulan). Bagian utara dan selatan berupa pantai dengan dataran rendah, sementara bagian tengah merupakan lembah dan perbukitan. pulau ini dapat dikelilingi dalam jangka waktu yang relatif singkat (Wikipedia). Disebelah timur Pulau ini terdapat dua tempat yang sangat menakjubkan dan sebuah keajaiban yang ada di Rote Nusa Tenggara Timur yakni Teluk Mulut Seribu dan Laut Mati. Yuk simak perjalanan seorang teman Bapak Fuad Sauqi mengendarai sepeda motor kesayangannya bersama rekan-rekan satu club mengelilingi Nusa Tenggara Timur dan salah satunya menuju Rote Timur.

The Roti Islands consist of 96 islands, 6 of which  inhabited. This region has a dry climate which is affected by monsoon winds and the rainy season is relatively short (3-4 months). The north and south are low-lying beaches, while the middle is a valley and hills. this island can be surrounded in a relatively short period (Wikipedia). To the east of this island there are two most amazing places and such a miracle that exist in Roti island, East of Nusa Tenggara, are Thousand mouth bay and the Dead Sea. Let’s take a look to my friend’s journey, Mr. Fuad Sauqi riding his favorite motorcycle with his club colleagues around East of Nusa Tenggara and one of them is the journey to East of Roti Island.

Teluk Mulut Seribu Rote Timur (Thousand Mouth Bay East Of Roti Island)

Mulut Seribu berada di sebelah Timur Pulau Rote dan  masyarakat setempat memberikan nama ini untuk sebuah teluk dengan air yang tenang berwana hijau jernih dan dikelililngi pulau-pulau berukuran kecil yang ditumbuhi tanaman bakau. Pulau -pulau kecil ini terbentuk dikarenakan oleh desakan arus laut yang kuat. Untuk mengelilingi Pulau-pulau kecil yang tersebar di teluk Mulut Seribu ini diwajibkan menggunakan perahu setempat dan pemandu wisata yang telah mengenal arah masuk dan keluar area mulut seribu ini. Diibaratkan seperti bermain labirin di taman bunga di Eropa bisa tersesat jika tidak mengetahui rutenya. Dan pada cuaca tertentu saat cuaca tidak mendukung maka tidak diijinkan untuk berpetualang di mulut seribu ini,

Mulut Seribu (Thousand Mouth Bay)  located in the east of Rote Island and the local community gives this name to a bay with calm water all together with clear green underwater color and surrounded by small islands overgrown with mangroves. These small islands were formed due to strong ocean currents. To surround the small islands which scattered in the Gulf of thousand Mouth  required to use local boats and tour guides who having ability on direction of entering and exiting the thousand mouth area. Similar to playing a maze in a flower garden in Europe than definitely you can get lost if you do not know the route. And in certain weather when the weather does not support it, it is not permitted to take an adventure in the mouth of this thousand island,

Berikut foto-foto koleksi Fuad Sauqi (Here are Fuad Sauqi’s photos collection) :

Laut Mati Rote Timur (The Dead Sea Of East Roti Island)

Laut Mati, ya tatkala kita cari dimana saja terdapat laut mati maka jawabannya adalah di dua tempat di muka bumi ini yakni danau laut mati di Timur Tengah yang terletak di perbatasan Israel, Yordania dan Palestina serta di timur Pulau Rote Indonesia. Letak laut mati ini berada di Dusun Sipuk, Desa Sotimori, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Namun ada perbedaan pada dua tempat yang berjauhan ini yakni menurut penuturan beberapa warga menyebutkan bahwa laut mati di pulau rote ada ikan yang hidup didalamnya. Perlu dibuktikan kebenarannya. Laut mati memiliki kadar garam yang cukup tinggi sehingga semua benda tidak tenggelam dalam air. Dan seperti namanya maka disekeliling danau tampak sepi dan hening.

The Dead Sea, yes when we are looking for a place anywhere about the existence of a dead sea, then the answer is in two places on this earth, there are the Dead Sea Lake in the Middle East on the borders of Israel, Jordan and Palestine and on the east of Roti Island, Indonesia. Location of the dead sea is in Sipuk, Sotimori Village, East of Roti island, Rote Ndao District. But there are differences in these two far places, according to some residents say that the dead sea on the island of Roti Island has fish that live in it. Need to prove the truth. Dead sea has a high salt content so that all objects are not submerged in water. And as the name implies, around the lake looks quiet and silent.

Inilah beberapa  ulasan dari perjalanan teman saya ke ujung timur Pulau Rote dan tunggu petualangan selanjutnya. Terima kasih

Here are some reviews from my friend’s trip to the eastern end of Roti Island and wait for his next adventure. thank you

Article by Ketut Rudi

Photos by Fuad Sauqi and one photo taken from Instagram.com/savedrone

Nongkrong Makan Nasi Goreng Pinggir Jalan Menjadi Pilihan Melewati Malam Dikota Kupang (Hang Out And Having Fried Rice Of Street Food Stall Becomes the Choice In Passing the Night in Kupang City)


Dari sekian banyak makanan Indonesia,  salah satu makanan khas Indonesia yang paling banyak dijumpai di penjual makanan cepat saji jalanan adalah nasi goring. Nasi goreng telah berubah menjadi  salah satu makanan kesukaan masyarakat Indonesia dan berhasil membuat banyak kalangan menjual nasi goreng dengan berbagai variasi. Tidak hanya restoran tetapi juga banyak penjual nasi goreng di pinggir jalan yang menyajikan nasi goreng dengan variasi yang unik.

Of the many Indonesian foods, one of the most common Indonesian foods found in street fast food sellers is fried rice. Fried rice has turned into one  favorite foods of Indonesian people and managed to make many people sell fried rice in various variations and way. Not only restaurants but also many street vendors selling fried rice by serving it with unique variations.

Penjual Nasi Goreng 1

Saat malam tiba dan rasa Lapar menyelimuti suasana para pelajar yang sedang berdiskusi di kamar kos, ingin memasak sendiri makanan tapi waktu sepertinya tidak ada lagi untuk memasak sendiri makanan, nah warung nasi goreng adalah jawabannya sembari melewati malam dan menikmati hidangan nasi goreng yang memiliki harga yang sesuai dengan keadaan keuangan para pelajar yang merantau di Kupang untuk pendidikan. Bahkan kejadian ini bukan saja terjadi kepada para pelajar bahkan sampai kepada masyarakat umum. Sebenarnya Nasi goreng adalah makanan yang mudah dalam pembuatannya.

When night comes and hungry is enveloping the atmosphere of students who are discussing on something in a boarding room, initiate to cook their own food but it seems there is no more time to cook their own food, then the fried rice stalls are the answer while passing the night and enjoying fried rice which having a price in accordance to the students financial situation who live in Kupang for study. This incident not only happened to students but also to public. Actually fried rice is an easy food on its process.

penjual nasi goreng 2

Bahan dasar nasi goreng ini juga tergolong mudah didapatkan dan cepat dalam proses pembuatannya sehingga menjadi pilihan warga yang mengalami suasana seperti ilustrasi diatas.

The basic ingredients of fried rice are also relatively easy to obtain and fast in the cooking process so it becomes the choice of residents who experienced such the above illustration.

penjual nasi goreng 6

penjual nasi goreng 5

Penjual Nasi Goreng 3

Kebanyakan para penjual nasi goreng di Kota Kupang berasal dari Pulau Jawa dan mereka merintis usaha ini dengan memanfaatkan lahan-lahan di pinggir jalan dan kebanyakan mulai berjualan saat senja menuju malam hari. Bahkan berhasil membuka lapangan pekerjaan buat warga sekitar di Kota Kupang yang berasal dari desa-desa menuju kota untuk mengadu nasib mendapatkan penghasilan untuk hidup.

Most sellers of fried rice in the city of Kupang came from Java and they pioneered this business by utilizing land on the roadside and most of them started selling at dusk to night. Even succeeded in opening jobs for local residents in the city of Kupang who came from villages  to try their luck to earn money for life.

penjual nasi goreng 4

Saat ini perihal mendapatkan pekerjaan memang menjadi sebuah kompetisi bagi masyarakat.  Setiap orang berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang di idamkan namun tingginya jumlah pelamar kerja pada instansi pemerintah atau swasta bahkan jumlah lowongan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan pencari kerjanya memaksa kebanyakan orang berusaha sendiri. Bagi beberapa orang yang sudah bekerja pun, terkadang tidak cukup hanya dengan mengandalkan gajinya saja. Usaha Jualan Makanan sampai kapanpun merupakan bisnis yang tidak akan pernah ada matinya. Karena tidak bisa di pungkiri bahwa makanan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Untuk dapat melangsungkan dan bertahan hidup di dunia. Maka jangan merasa heran jika dimanapun tempatnya usaha berjualan makanan ini tetap selalu akan tumbuh sesuai dengan populasi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Meskipun demikian musti dijaga kualitas kesehatan bahan – bahan yang digunakan sebab kompetisi selalu ada dan ada saja yang menggunakan segala macam cara hanya untuk meraup keuntungan. Saat ini sangat ramai di kota dipenuhi oleh para penjual makanan di pinggir jalan dan menjadi pilihan untuk melewati malam hari dikota Kupang.

At present the matter of getting a job is indeed a competition for community. Every person competing to get a job that is in accordance with what is desirable but the high number of job applicants in government or private agencies even the number of job vacancies is less than the job seekers forcing most people to try self bus sines. For some people who have worked, sometimes it’s not enough just to rely on their salary. Food Sales Business is a business that will never die. Because undeniable that food is a basic need for every human being. To be able to continue and survive in the world. So do not be surprised  wherever the place of selling food business will always going to grow in accordance with the living population of the surrounding community. Nevertheless, the quality of the ingredients used must be maintained because the competition is always there and there are those who use all kinds of methods just to make a profit. Nowadays it is very crowded in the city filled by food vendors on the roadside and is an option for passing the night in the city of Kupang.

 

 

Article and Photos by Ketut Rudi

Melihat Tanjung Margetha Dari Desa Halerman Alor Barat Daya (Seeing the Cape of Margetha from Halerman Village Southwest Of Alor)


Margetha merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Alor Barat Daya, kabupaten Alor, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Desa ini merupakan satu dari 20 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Alor Barat Daya. Photo story edisi kali ini melakukan perjalanan menuju Tanjung Margetha yang berada di Barat Daya Pulau Alor menghadap langsung ke laut Sawu yang biru.

Margetha is one of the villages located in South West Of Alor, Alor Archipelago, East of Nusa Tenggara province, Indonesia. This village is one of 20 villages located in Alor sub-district. This edition of photo story was traveling to Margetha cape in the Southwest of Alor Island facing directly into the blue sea of Savu.

tanjung margetha 10

Perjalanan cukup melelahkan dikarenakan harus melewati jalan yang memiliki kondisi yang rusak parah. Perjalanan menggunakan kendaraan 4×4 sehingga mampu melewati ruas jalan yang rusak parah dan bersyukur perjalanan dilakukan saat musim kemarau.

The trip was quite tiring due to having to go through a road that had a severe damaged condition. Travel using 4×4 vehicles so that we were able to pass through off roads and were grateful that the trip is done during the dry season.

Tanjung Margetha Alor 4

Namun saat mencapai desa Halerman yang juga merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Alor Barat Daya, kami menjumpai pemandangan indah sebuah tanjung yang sangat memukau hati. Tanjung Margetha merupakan tanjung terpanjang yang ada di Kepulauan Alor.

But when we arrived at Halerman village which is also one of the villages in South West of Alor sub-district, we found a beautiful view of a cape and very fascinating one. Margetha Cape is the longest promontory in the Alor Islands.

Tanjung Margetha Alor 7

Tampak Jalan yang sudah dibenahi desa. Pembangunan jalan Rabat Beton dijumpai ada di beberapa ruas jalan di desa Halerman menuju Margetha namun belum mencakup semua jalan yang ada. Namun semuanya patut diapresiasi sebagai sebuah usaha pembangunan yang telah dilakukan didesa tersebut.

We observed roads that have been repaired by village official. Construction of Concrete rebate road was found on several roads in Halerman village towards to Margetha but did not cover all of the existing roads. But everything should be appreciated as a development effort that has been carried out in the village.

Tanjung Margetha Alor 6

tanjung margetha 9

Kami melewati beberapa sungai kecil yang ada dilembah-lembah pegunungan kering. Anak-anak disana yang menemani perjalanan kami tampak tidak ragu dan langsung meminum air yang ada. Air yang jernih namun memiliki debit yang kecil saat musim kemarau.

We passed several small rivers that existed in dry mountain valleys. The local children who accompanying our trip seemed without any doubt and immediately drank the water. Clear water but has a small discharge during the dry season.

Tanjung Margetha Alor 5

Saya sangat senang dapat berkunjung ke tempat ini dan semoga usaha pembangunan jaringan listrik dapat diselesaikan meski menghadapi tantangan yang cukup berat yakni akses jalan yang belum sempurna dan tentu saya bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan di Alor Barat Daya. Berdasarkan pengamatan awal bahwa di desa – desa ini memiliki potensi sebagai penghasil hasil bumi seperti kenari, Asam, dan Jambu Mente ditandai dengan banyaknya pohon-pohon tersebut tumbuh di daerah ini dan tampak didalam teluk telah dibangun pertanian rumput laut dan mutiara. Saya belum mengetahui siapa yang mengelolanya namun hal ini menunjukan bahwa sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan.

I am very happy for being able to visit this place and hopefully the electricity network development effort can be resolved despite facing considerable challenges such lack of perfect road access and of course I am proud to contribute on development in South West of Alor. Based on preliminary observations found that in these villages is having potential as producers of crops such as walnuts, tamarind, and cashew nuts showing by the number of these trees grows in this area and in the bay far away has been built seaweed and pearl farming. I do not know who is managing it but this shows that most of the population are livelihoods as farmers and fishermen.

 

Article and Photos by Ketut Rudi

Nusa Tenggara Timur Indonesia, Tempat – Tempat Indah Ada di Sini ! (East Of Nusa Tenggara Indonesia, Beautiful Places Are Here!)


Yuk Berlayar ke Nusa Tenggara Timur ! (Lets Sailing East Of Nusa Tenggara!)

Taman Nasional Pulau Komodo (Komodo Island National Park)

Pulau Rinca Labuan Bajo 7

Pulau Rinca Labuan Bajo 4

Pulau Rinca Labuan Bajo 3

Pulau Rinca Labuan Bajo 5

Pulau Rinca Labuan Bajo 6

rusa pulau komodo

komodo

Photos by Putu Utama

Pulau Kelor (Kelor Island)

pantai pulau kelor

Photo by Putu Utama

Pantai Ling Al dan Tanjung Margetha Kepulauan Alor (Ling Al Beach and Margetha Bay Alor Archipelago)

kalabahi alor

pantai Ling Al Alor

pantai Ling Al Alor 5

pantai Ling Al Alor 1

pantai Ling Al Alor 2

pantai Ling Al Alor 3

pantai Ling Al Alor 4

Photos by Ketut Rudi

Pulau Pura, Pulau Ternate Kepulauan Alor (Pura Island, Ternate Island Alor Archipelago)

pantai Ling Al Alor 6

Pulau Pura 1

Pulau Pura 2

pulau pura 3

Pulau Pura 4

Pulau Pura 5

Pulau Pura 6

Pulau Pura 7

Photos by Ketut Rudi Utama

 

 

 

To be continued …………………

 

Pulau Sumba Menyimpan Keindahan Hamparan Padang Rumput Yang Mengagumkan (Sumba Island Saves the Beauty of the Awesome Pasture)


Sumba Nusa Tenggara Timur, sebuah pulau belum banyak dijamah pembangunan yang terletak di Nusa Tenggara Timur, sebelah barat daya Flores dimana kita dapat menjumpai desa-desa tradisional dan dihiasi dinding batu bersejarah. Sebuah Pulau dengan hamparan padang penggembalaan terluas di Indonesia.

Sumba East of Nusa Tenggara, an island that not yet touched by development located in East of Nusa Tenggara southwest of Flores island where we can find traditional villages and decorated by historic stone walls. An island with the largest expanses of grazing in Indonesia

Purukambera Sumba Timur 2

Waitabula, kota di Sumba Barat Daya merupakan pintu gerbang barat Anda menuju Sumba dan menjadi bandara terbesar  di pulau ini, yaitu Bandara Tambolaka. Di sisi lain, kota Waingapu merupakan pintu gerbang di sebelah timur pulau ini namun memiliki bandara yang lebih kecil yakni Bandara Umbu Mehang Kunda. Ada banyak obyek wisata alam dan budaya di Pulau ini namun yang paling berkesan adalah hamparan padang rumput yang sangat luas dan mengagumkan baik saat musim kemarau atau musim hujan yang memberikan warna yang sangat berbeda.

Waitabula, a town in Southwest of Sumba is your western gateway to Sumba and the largest airport on the island, Tambolaka Airport. On the other hand, the city of Waingapu is the east gateway to island but has smaller airport name Umbu Mehang Kunda Airport. There are many natural and cultural attractions on the island but the most memorable is the vast expanse of prairie that is very wide and admirable either during  dry season or rainy season that gives a very different color.

Purukambera Sumba Timur 3

Sejauh mata memandang, saya lihat hamparan padang savana yang super luas apalagi di beberapa daerah di pulau ini yang berbatasan dengan  laut nan biru tampak sangat menakjubkan.

As far my eyes could see, I saw a vast expanse of savannas especially in some areas of the island where bordering to the blue sea gave a beautiful scenery.

Purukambera Sumba Timur 4

sumba 2

Sumba 1

sumba 3

Purukambera Sumba Timur 1

Namun jangan lupa membawa perbekalan yang cukup khususnya mineral water jika menapaki ruas-ruas jalan di Pulau Sumba. Tempat makan dan penginapan tersedia di Kota-kota di Pulau ini namun sisanya adalah hamparan padang rumput yang mengagumkan disamping obyek wisata alam lainnya seperti air terjun dan wisata budaya. Salam dari Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur Indonesia.

But do not forget to bring enough supplies, especially mineral water when you plan to walk out the streets of Sumba island. Places to eat and lodging are available in Towns of the Island but the rest is an amazing expanse of prairie as well as other natural attractions such as waterfalls and cultural attractions. Greetings from Sumba Island East of Nusa Tenggara Indonesia.

 

 

Article and photos by Ketut Rudi

Langit Berbintang Di Timor Indonesia (The starred skies of Timor Island Indonesia)


Sebuah fasilitas pengamatan antariksa dibangun di bagian Tenggara Indonesia tepatnya di Pulau Timor yakni di lereng pegunungan Timau Nusa Tenggara Timur dimana iklim daerah ini banyak dipengaruhi oleh iklim benua Australia sehingga para pakar Astronomi menyebutkan bahwa Timau merupakan tempat indah untuk melakukan pengamatan antariksa yang indah di dunia. Selain itu , pulau Timor merupakan sebuah kawasan yang bebas dari polusi cahaya dan signal radio sehingga langit cerah berbintang ada di Pulau Timor ini. Selain langit berbintang yang indah sekaligus merupakan pemanfaatan Kawasan Hutan Lindung yang menjadi area penyangga pegunungan Timau.

A space observation facility built in the Southeast part of Indonesia precisely on the island of Timor on the slopes of Timau mountains East of Nusa Tenggara where the climate of the region is mostly influenced by Australia continental so Astronomy experts say that Timau is a beautiful place to develope beautiful space observations in the world. In addition, the island of Timor is an area thet free from light pollution and radio signals so that the beauty starry sky exist on this Timor Island. In addition to the beauty of starry sky as well as the utilization of Protected Forest Area which is a buffer area of Timau mountains.

Observatorium Nasional Timau

Membangun observatorium sebagai laboratorium astronomi sudah pasti merupakan pembangunan yang berbeda jauh dengan pembangunan laboratorium lainnya. Salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah Langit yang cerah. Tentunya tidak terdapat di daerah perkotaan yang gemerlapan dihiasi oleh indahnya lampu-lampu gedung, jalan dan bangunan.  Kestabilan langit yang bebas dari awan juga menjadi syarat yang harus bisa dipenuhi.  Pulau Timor sangat memenuhi syarat ini karena letak geografisnya dipengaruhi oleh iklim benua Australia. Untuk observatorium di daerah lainnya sudah mulai terganggu oleh polusi cahaya. Timau merupakan lokasi yang paling cocok justru karena area ini  masih belum banyak dijamah oleh kemajuan kota.

Building an observatory for an astronomical laboratory definitely a different development when viewing other laboratory development. One of the absolute conditions to be fulfilled is the bright Sky. Certainly is not fit in glittery urban areas where decorated by the beautiful lights of cars, streets and buildings. The stability of the sky conditions such free of clouds is also a requirement that must be met. Timor Island is highly qualified for that requirement because of its geographical location influenced by Australia continental’s climate. For other observatories areas in the world have begun to be disturbed by light pollution. Timau is the most suitable location just because this area is still not much touched by the progress of the city.

kantor observasi tilong 1

Untuk kedepannya, area ini diperlukan usaha bersama antara masyarakat dan pemerintah serta semua jajaran terkait dalam menjaga kondisi ini dan dapat menjadikan sebuah potensi besar dalam dunia pendidikan dan pariwisata. Pembangunan fasilitas riset modern seperti ini tentunya tidak sekedar berdampak pada peneliti dan dunia pendidikan saja. Dampak penting lainnya juga akan dirasakan oleh masyarakat, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalur transportasi yang menghubungkan area observatorium dan lokasi di sekitarnya dan berdampak terhadap dunia pariwisata.

Furthermore, needed more joint effort between community and government and also all parties in relevant ranks in maintaining this condition and can achieve a great potential in the world of education and tourism. This modern research facilities development certainly will not impact on researchers and the world of education only. But other important impacts will also be felt by local community, one of which is the construction of supporting infrastructure such as transportation routes that connect the observatory area and the surrounding location and impact on the world of tourism.

kantor observasi tilong 2

 

duta langit berbintang timor 2

duta langit berbintang timor 3

Seorang Pakar dari University of Manchester Dr. Rene Breton Reader of Astrophysics dalam kunjungannya bersama pihak-pihak terkait di Indonesia dengan penuh semangat mengkampanyekan untuk menjadikan kawasan Timau bebas polusi cahaya dan bebas signal radio. “Bukan untuk mengajak kembali ke jaman batu”, tapi membuat sebuah ruang untuk menyaksikan keindahan antariksa baik untuk tujuan penelitian dan konservasi alam serta lingkungan.

A Specialist from the University of Manchester Dr. Rene Breton Reader of Astrophysics during his visit together with relevant parties in Indonesia vigorously campaigned to make the Timau area free of light pollution and free of radio signals. “It is not inviting back to the stone age”, but to create a space to witness the beauty of space both for research purposes and for the conservation of nature and environment.

Rene

duta langit berbintang timor 4

Ilustrasi tentang Polusi Cahaya kurang lebih dijelaskan seperti di kota Denpasar Bali, kisaran 20 tahun yang lalu tatkala semua orang dapat melihat ke langit saat malam untuk menyaksikan indahnya taburan bintang berkedap kedip aneka warna dan sering menjadi bahan nasehat oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Kunang-kunang pun yang laksana bintang berkerlap kerlip masih bercengkerama di sana sini. Secara global pada saat sekarang, betapa ratusan juta anak-anak di seluruh dunia tidak akan pernah lagi mengalami pemandangan langit tersebut, termasuk hilangnya kesempatan untuk menikmati bentangan galaksi tempat tinggal kita, Bima Sakti. Kesan natural suasana langit malam nan gelap sebagai karya cipta dan karunia Tuhan semakin sulit diperoleh, bahkan lenyap sama sekali. Peningkatan dan meluasnya penggunaan cahaya buatan pada malam hari tidak hanya mengusik pandangan  kita tentang alam semesta, melainkan nyatanya secara nyata, secara fisik sudah mulai mengganggu lingkungan, keselamatan, konsumsi energi, kesehatan, hingga taraf mengubah budaya kita.

Illustration of Light Pollution is more or less explained as in the city of Denpasar Bali, the range of 20 years ago when everyone can look up to the sky at night to watch the beautiful sprinkling of stars blinking in different colors and often become example for parents in advicing their children through a superstition. Even fireflies like flickering stars were still mingling here and there. Globally at present time, millions of children around the world will never again experience the beautiful sky, including the loss of opportunities to enjoy the stretch of our galaxy, the Milky Way. The natural impression of the dark night sky as a work of creation and the gift of God increasingly difficult to obtain, even disappear altogether. The rise and widespread use of artificial light at night not only disturbs our view on the universe, but in fact, physically has begun to disrupt the environment, safety, energy consumption, health, to the extent of changing our culture.

duta langit berbintang timor 6

Untuk melaksanakan pembangunan Observatorium Nasional di Gunung Timau, kementrian PUPR juga memberikan dukungan yang selaras dengan rencana pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Pembangunan infrastruktur PUPR difokuskan pada konektivitas yakni pembangunan jalan dan jembatan, perumahan, ketahanan air dan pangan serta infrastruktur permukiman yang meliputi akses air minum dan sanitas layak. Peningkatan kualitas hidup masyarakat, pengembangan kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan juga jadi bagian dari strategi pengembangan wilayah NTT. Termasuk di dalamnya pariwisata di wilayah NTT (sumber : Langit selatan.com).

Kita Bangga memiliki langit yang indah ini dan ayo kita menjadi Duta langit berbintang di Timor indonesia untuk Dunia !. Salam dari Pulau Timor.

To carry out the construction of the National Observatory on Mount Timau, the PUPR ministry also provides support in line with  infrastructure development plan on the region. Infrastructure development by PUPR focused on connectivity to the region such road and bridge construction, housing, water and food security and settlement on region’s infrastructure including access for drinking water and proper sanitation. Improving the quality of community life, the development of agricultural activities, plantations, and livestock which also part of NTT’s regional development strategy. This includes tourism in the NTT region (source: Southern Sky.com).

We are proud to have this beautiful sky and let’s be the starry sky guardiant in Timor indonesia for the World! Greetings from Timor Island.

 

 

Article by Ketut Rudi (taken from many sources)

Special thanks to Dr. Rene Breton