Tag Archives: Travel and Tourism

Visit My Photo Story On My You Tube Channel


Click Here To Visit My Video

Melalui YouTube, kita bisa mendapatkan akses cepat untuk berbagai konten mulai dari film pendek, tutorial hingga video klip favorit kita. Saya mulai menggarap beberapa Vlog dan juga Slide Photo-photo indah saya saat melakukan perjalanan dan memotret sang waktu. Saya berharap pembaca di wordpress saya ini juga memberikan dukungan agar saya terus berkarya. Salam Dari Indonesia

Through YouTube, we can get instant access to a variety of content ranging from short films, tutorials to our favorite video clips. I started working on some Vlog and also creating my beautiful Photos when I traveled and took the time to become beautiful slide. I hope readers on my word press also provide support so that I could continue to work to create something important and entertaining. Greetings from Indonesia

Click Here

Willys Owner Indonesia “Menjelajah Keindahan Indonesia” (Willys Owner Indonesia “Exploring the Beauty of Indonesia”)


Komunitas JAJ Jakarta American Jeep Comp CODOT  telah berhasil menjaga kelestarian mobil Jeep Klasik Willys sampai saat ini. Kelompok ini sekarang telah membentuk Komunitas yang lebih besar lagi yang bernama “Willys Owner Indonesia” (WOI) dan terus berusaha mempertahankan nilai sejarah mobil ini namun membawa sebuah misi yang mulia yakni berkeliling melintasi indahnya Nusantara tercinta. Anggota Komunitas ini semakin mencintai mobil yang dulunya sering dipakai balatentara Amerika dan Inggris ini untuk menjelajahi Nusantara namun untuk menjajah bangsa. Moto mereka seperti ditulis dalam website mereka adalah “Bersama Bersaudara”. Berikut adalah photo story diambil dari account facebook sahabat saya Albert Ibrahim dan Andarmuji Aan sebagai penggagas terbentuknya Willys Owner Indonesia.

JAJ Jakarta American Jeep Comp CODOT community has managed to preserve theClassic Jeep
Willys up to date. This community has formed a larger community called “Willys Owner Indonesia” (WOI) and continues to maintain the historical value of Willys in addition to carry a noble mission nowadays is to travel the beauty of beloved Archipelago. Members of this Community increasingly love this classic cars that long time ago was used by American and British troops to explore the archipelago but to colonize the nation. Their motto as written on their website is “Together we are Brothers”. Here is a photo story taken from my friend Albert Ibrahim and Andarmuji Aan’s facebook account as the initiators of the formation of Willys Owner Indonesia.

“Bersiap untuk menjelajah tiap jengkal tanah Indonesia, meski saya seorang wanita tapi niat saya besar untuk mengetahui lebih pasti dan membuktikan bahwa Indonesia itu indah” (Cathy the Purple lady Willys Owner Indonesia) 

“I am Preparing to explore every inch of Indonesia’s land, though I am a woman but my great intention to explore more  and prove that Indonesia is beautiful ” (Cathy the Purple lady Willys Owner Indonesia)

Selamat Datang dan kunjungi Indonesia sekarang juga! Ada begitu banyak tempat indah untuk dikunjungi di Indonesia, selain itu, Indonesia adalah tempat terbaik untuk menghabiskan liburan anda. Tunggu saja perjalanan Willys Owner Indonesia untuk mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia yang mungkin menarik minat Anda dan pasti dengan teman nakal saya “Willys Owner Indonesia”

Welcome and visit Indonesia now! There are so many beautiful places to visit in Indonesia, in addition, Indonesia is the best place to spend your holiday. Just wait for Willys Owner Indonesia’s journey to visit beautiful places in Indonesia that might interest you and for sure with my naughty friend “Willys”

Article By Ketut Rudi

Many Thanks for Andarmuji Aan, Albert Ibrahim and All Members of Willys Owner Indonesia


Pohon-Pohon Indah Di Ladang Penggembalaan Tanjung Toda Sulamu (Beautiful Trees in Pasture Field Of Tanjung Toda Sulamu)


Tanjung Toda terletak di Sulamu Kabupaten Kupang dan jika ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan dari kota kupang.Tanjung Toda adalah sebuah kawasan penggembalaan ternak sapi atau kambing setelah melewati perkampungan Nelayan di Sulamu. Tempat ini bukan merupakan obyek wisata namun memang pantas saya juluki Sumbanya Pulau Timor. Namun meskipun tidak seluas Pulau Sumba, ternyata diujung barat pulau Timur terdapat surga kecil bagi kami pencinta Photography. Banyak pohon indah ditempat ini dan indah memberikan suasana liburan kami menjadi tak terlupakan. 

Tanjung Toda is located in Sulamu, Kupang Regency, and when traveled by land, it is more or less reached within three hours by vehicle from the city of Kupang. Tanjung Toda is a grazing area for cattle or goats after passing through the fisherman village in Sulamu. This place is not a tourist attraction but it deserves to be nicknamed the Sumba Island of Timor. But even though it is not as wide as Sumba Island, it turns out that in the western tip of Timor island, there is a small paradise for us Photography lovers. Many beautiful trees in this place and so beautiful that gave our holiday an unforgettable atmosphere.

Setelah melewati perkampungan Nelayan, maka kita memasuki sebuah jalan yang belum diaspal namun cukup lebar dan tidak ada masalah malahan tampak indah. Tidak ada perumahan namun yang ada adalah gubuk-gubuk para penjaga ternak. Sebuah ladang penggembalaan dimana ternak-ternak dilepas bebas oleh pemiliknya. Ternak yang kami jumpai adalah Sapi dan Kambing selain kami juga menjumpai beberapa Kuda. Dan kami berjumpa dengan para penjaga yang sedang bekerja di tempat ini. Mereka kebanyakan adalah warga yang berasal dari suku Rote namun telah menetap di Tanjung Toda dan Suku Bajo yang tinggal di kampung Nelayan Sulamu. Dari bibir pantai tampak matahari masih tinggi dan cuaca berawan sebab saat kunjungan ini adalah musim hujan. Tempat ini juga dapat memberikan pesona matahari tenggelam yang akan saya lihat lagi nanti saat kemarau. Warga tampak ramah dan saling menyapa disepanjang jalan tanah di Tanjung Toda. 

After passing the Fisherman’s village, then we entered a wide enough road that has not been paved yet but actually it is not a problem and it looks beautiful. There is no housing but only huts of the cattle keepers. A grazing field where animals are released freely by their owners. The animals that we met are Cows and Goats besides we also met a few Horses. And we met the guards who were working at this place. They are mostly residents originally from the Rote tribe but have settled for long time in Tanjung Toda and the Bajo people who live in the Sulamu Fishermen’s village. From the shoreline observed like the sun was still high and the weather was cloudy because this visit is on rainy season. This place can also provide the charm of sunset which I will see again later in the dry season. Residents were friendly and greeted each other along the unpaved road in Tanjung Toda.

Kami menemukan suasana Pulau Sumba di ujung barat Pulau Timur. Tempat lapang dan tampak hijau serta dikejauhan tampak pohon-pohon duri dan pohon kom sebagai ciri khas Pulau Timor. Tampak pula gunung batu kecil dikelilingi oleh ternak warga yang menarik perhatian kami untuk segera membidik foto-foto yang indah dan tentunya anti mainstream. 

We found the atmosphere of Sumba Island on the western tip of Timor Island. The place is spacious and green and in the distance are thorn trees and kom trees as distinctive features of Timor Island. There was also a small rock mountain surrounded by livestock that attracted our attention to immediately aim for beautiful and certainly anti-mainstream photos.

Yang menarik di tempat ini justru bukan pantainya atau ternak ternak yang ada seperti di Pulau Sumba, namun bentuk-bentuk pohon yang sangat memukau bahkan boleh dikatakan lebih indah dari Pulau Sumba. Dibeberapa tempat saat kami lewat, kami pun disambut gerombolan burung puyuh dan burung perkutut. Semoga warga disini tidak memburu burung-burung ini sebab mereka memberikan suasana alam yang indah. Laut, padang rumput yang luas, ada gunung-gunung batu kecil dan hewan peliharaan serta burung-burung adalah tanda keasrian alam nan indah ditepi sebuah pantai berpasir putih dan berkarang. 

What’s interesting in this place is not the beach or livestock that exist like on the island of Sumba, but the shapes of trees were very stunning and even can be said to be more beautiful than Sumba Island. In some places when we passed, we were welcomed by a group of quails and turtles birds. Hopefully the people here don’t hunt these birds because they provide a beautiful natural atmosphere. The sea, vast grasslands, small rock mountains and pets and birds are a sign of beautiful natural beauty on the edge of a white sandy beach.

Meski belum melihat indahnya sunset, kami merasa senang dan ingin rasanya kembali lagi meski jarak yang jauh kami tempuh dari Kupang. Tulisan ini kami share bahwa suasana Pulau Sumba kami rasakan disini di Tanjung Toda. Jadi untuk melihat ladang penggembalaan yang luas dan memukau selain pergi ke Pulau Sumba juga bisa dilakukan dengan pergi ke Tanjung Toda di Sulamu Pulau Timor. 

Even though we haven’t seen the beauty of sunset, we felt happy and want to come back again even though have to travel a long distance from Kupang. We share this article because we felt the atmosphere of Sumba Island here at Tanjung Toda. So to see the vast and fascinating grazing fields besides going to Sumba Island, we can also make it happens by visiting Tanjung Toda in Sulamu on the island of Timor.

Tanjung Toda ini adalah lahan penggembalaan, jadi diharapkan untuk berhati-hati memasuki kawasan ini sebab banyak ternak yang berkeliaran bebas dan janganlah membuang sampah sembarangan sebab di pantai tampak banyak sampah plastik yang menurut warga terbawa arus dari Kota Kupang yang tampak diseberang lautan dari Tanjung Toda Sulamu. 


Tanjung Toda is a grazing area, so it is expected to be careful in entering this area because many animals roam freely and do not dispose of litter because on the beach there seems to be a lot of plastic waste which according to residents is carried from the city of Kupang across the sea from tanjung Toda Sulamu .

Article By Ketut Rudi

Restorasi Mobil Klasik Albert Ibrahim (Albert Ibrahim Classic Car Restoration)


Restorasi mobil tua, makin digemari saat ini. Tak hanya oleh generasi tua yang menyukai mobil-mobil itu pada zamannya, tapi juga oleh generasi muda saat ini yang ingin tampil beda dan bangga mengendarainya bahkan dalam kesehariannya meski telah memiliki mobil keluaran baru.

Restoration of old cars is increasingly popular now. Not only by the older generation who love those cars in their time, but also by the younger generation today who want to be different and proud to drive even in their daily lives despite having a new car.

Albert Ibrahim’s Collection

Seorang sahabat tinggal di Jakarta Indonesia Brother Albert Ibrahim, menyebutkan bahwa “Ada dua alasan mengapa merestorasi mobil tua jenis Willys yang tangguh pada jamannya dan kini menjadi tren ditengah – tengah mobil tua lainnya. Pertama karena hobinya, dan yang kedua untuk mengingat masa lalu atau nostalgia bersama para penggemar dan sekarang ini Albert adalah personil Willys Owner Indonesia dan ahli terhadap mobil ini. Keduanya pun saling berhubungan dan seakan tidak bisa dipisahkan dalam hidupku,” ungkap Albert yang dikenal sebagai ahli Restorasi dan penggemar mobil tua sekaligus pemilik Mobil Tua Jenis Willys di Jakarta.

A friend lives in Jakarta Indonesia, Brother Albert Ibrahim, said that “There are two reasons why restoring an old Willy’s car that is resilient in its era and is now a trend in the midst of other old cars. First is because of his hobby, and the second is to remember the past or nostalgia with the fans and now Albert is the Indonesian Willys Owner member and an expert on this car. Both of them are interconnected and seem inseparable in my life, “said Albert, who is known as a Restoration expert and an old car enthusiast and owner of Willys old car in Jakarta.

Albert Ibrahim on his workshop

“ini bukan mobil tua, tapi ini adalah mobil clasic”, sebut Albert dan mobil hasil garapannya direstorasi kembali ke bentuk asalnya dan berbeda dengan tahun- tahun yang lampau, untuk mencari suku cadang dan komponen mobil klasik terbilang sulit karena minimnya pemasok. Kini, berkat Internet, semuanya mudah didapat. “Kalau mau mendapatkan suku cadang dan komponen mobil klasik yang orisinal, maka cara paling mudah memang harus rajin berburu selain itu perluas jaringan, mulai dari mulut ke mulut, membuat komunitas sampai browsing melalui internet,” Kata Albert. Dan bahkan keberadaan spare part membutuhkan pembelian di luar negeri.

“This is not an old car, but this is a classic car,” said Albert, and the resulting car was restored to its original form and it is different situation when compared to the past years, when finding spare parts and components for classic cars was really difficult because of the lack of suppliers. Now, thanks to the Internet, everything is easy to get. “If you want to get original classic car parts and components, the easiest way is to diligently hunt besides expanding the network, starting by mouth to mouth, making the community up to browsing through the internet,” Albert said. And even the presence of spare parts requires overseas purchases.

Hubungi Albert untuk Semua Pertanyaan tentang mengembalikan mobil klasik atau hanya memperluas jaringan Anda. Saya sangat merekomendasikan untuk mobil klasik kesayangan Anda. click disini untuk account facebooknya.

Contact Albert for Any Question about restoring classic car or just expanding your network. I strongly recommend for your beloved classic cars.  Click here for his facebook account

I am ready to travel the beauty of Indonesia

Sungguh indah memang bila memiliki sebuah mobil klasik yang telah direstorasi seperti aslinya tangguh dan jaya di jamannya. Melihat mobil itu kembali seperti masa jayanya dahulu, kenangan indah dan nostalgia akan langsung melintas di pikiran sahabat saya dan dia siap menjelajahi indahnya Indonesia dan Nusantara. Lantas kapan Brother Albert menjelajahi indahnya Nusa Tenggara Timur?….ayo menyebrang lautan!

It’s really beautiful to have a classic car that has been restored as it’s original tough and glorious era. Seeing the car then we pulled back to return to its heyday, good memories and nostalgia will immediately cross to my friend’s mind and he is ready to explore the beauty of Indonesia and also the archipelago. So when will Brother Albert explore the beauty of East of Nusa Tenggara? … let’s cross the ocean!

Article by Ketut Rudi

Photos taken from Albert Ibrahim’s Facebook account

Menyusuri Jalur Utara Sumba Timur Sampai Sumba Barat Daya Dibulan Januari (Along North Route Of East To South West Of Sumba Island in January)


Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur Indonesia menyimpan beragam budaya adat istiadat dan mendapat julukan pulau dengan hamparan Padang Rumput yang terluas di Indonesia. Tidak cukup waktu untuk mengelilinginya dan kunjungan saat ini, photo story melakukan perjalanan menyusuri jalan utara Pulau Sumba. Dari Waingapu melewati desa-desa sebagai berikut : Desa hambapraing, Desa rambangaru, Desa kapunduk, Desa kadahang, Desa pahar, Desa lenang, Desa watu asa., dan Kec Mamboro. Mungkin ada beberapa nama desa yang terlewatkan namun orang di Sumba menyebutnya jalur Lenang – Mamboro. Dan banyak orang menyebutkan bahwa jalur utara Pulau Sumba kondisi jalannya tidak baik, tapi saya telah melewatinya bersama istri dan sahabat untuk bersama-sama berlibur di Pulau Sumba saat musim hujan sehingga dapat diketahui perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau di Pulau Sumba. Dan meski jalan sudah ada di jalur utara, namun kondisinya masih sempit. Selalu berhati-hati di jalan. Selamat berlibur. Let’s cek it out!

Sumba Island in East of Nusa Tenggara Indonesia holds a variety of cultural customs and nicknamed the island with the widest expanse of Grassland in Indonesia. There is not enough time to travel around it and the current visit, photo story traveled along the northern road of Sumba Island. From Waingapu it passes through some villages as follows: Hambapraing village, Rambangaru village, Kapunduk village, Kadahang village, Pahar village, Lenang village, Watu asa village, and Mamboro district. Maybe there are some village being missed here but people in Sumba call this rute the Lenang – Mamboro route. And many people say that the northern  of Sumba Island route is not in good condition, but I have passed it with my wife and friend to go on vacation on Sumba Island during the rainy season so that we can also sure the difference between the rainy season and the dry season on Sumba Island. And even though the road is already built in the northern lane, the condition is still narrow. Always be careful on the road. Have a good vacation. Let’s check it out!

Sebagai pulau yang menyandang predikat hamparan rumput yang terluas, maka disepanjang perjalanan sudah pasti disambut hamparan rumput yang sangat luas dan belum pernah dilihat sebelumnya. Saat musim hujan, maka hamparan rumput ini kurang lebih mirip dengan lapangan golf. Hijau dan kadang datar dan kadangkala berbukit. Warna hijau tampak seperti permadani yang sangat indah dan mengagumkan. Namun mesti hati-hati berada di ruang terbuka saat musim hujan. Dibalik indahnya rumput berhembus angin kencang dan memang saya tidak menjumpai adanya petir, namun sewaktu-waktu mungkin saja bisa terjadi.

As an island that holds the title of the widest stretch of grass, then along the way it’s definitely welcomed by a vast expanse of grass that has never been seen before. During the rainy season, this stretch of grass is more or less similar to a golf course. Green and sometimes flat and sometimes hilly. The green color looks like a very beautiful and awesome rug. But you must be careful in the open space during the rainy season. Behind the beauty of the grass blows high winds and indeed I did not find any lightning, but at any time it might happen.

Pagar hidup di beberapa lahan penggembalaan ternak cukup indah dan menghiasi perjalanan kami. Masing-masing lahan dibatasi oleh pagar hidup ini dan saat musim hujan maka tampak daun-daunnya yang rindang berwarna hijau dan berjejer rapi.  Di perkotaan memang sudah dibangun pagar rumah yang terbuat dari  besi dan beton atau batu karang yang disusun menjulang dan memang akan menjadikan rumah atau halaman semakin kokoh dan modern, namum  jika rumah atau halaman di kota akan terlihat lebih natural jika diberi pagar tanaman hidup ini.  Selain ramah lingkungan, tanaman hidup juga akan memberikan ruang yang lebih lapang, segar dan tidak sesak. Bukan hanya itu, dengan menggunakan pagar tanaman hidup, sudah dipastikan tidak akan patah, retak apalagi berkarat. Tentu saja, karena pagar ini asli buatan alam. Satu lagi, yang pastinya lebih ekonomis.

Hedgerows on some livestock grazing grounds which were observed quite beautiful and decorating our trip. Each land is bordered by this living fence and during the rainy season it appears green leaves and neatly lined. In urban areas, house fences made of iron and concrete or coral that are arranged towering and indeed will make the house or yard more sturdy and modern, but if the house or yard in the city will look more natural when given a living plant fence. In addition to being environmentally friendly, living plants will also provide a space that is more spacious, fresh and looked not crowded. Not only that, by using live hedges, it is certain that it will not break, crack or even rust. Of course, because this fence is made by nature. One more, which is certainly more economic.

Beruntung hujan tidak terus menerus mengguyur bumi saat perjalanan kami, hujan reda kembali dan memberikan warna yang luar biasa. Tanaman tampaknya bergembira akan suasana musim hujan ini. Semua tampak hijau. Meski langit berwarna kelam, warna hijau ini memberikan suasana tersendiri. Namun menjengkelkan tatkala hujan turun, kamipun harus menutup jendela mobil dan tidak dapat melihat apa-apa kecuali rela berbasah ria. Don’t worry be happy.

Lucky the rain does not continually flush the earth during our trip, the rain sometimes subsides and gives extraordinary color. Plants seem to be excited about the atmosphere of this rainy season. Everything looks green. Although the sky was dark in color, this green color provided its own atmosphere. But it was annoying when rains, we also have to close the car’s window and cannot see anything except willing to wet. Don’t worry be happy.

Pulau Sumba adalah tempat ribuan ekor ternak hidup bebas di padang sabana luas dan juga menjadi jantung kehidupan bagi pulau ini. Kuda Sumba yang dikenal dengan sebutan Kuda Sandalwood (kayu cendana) sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Bahkan sejak abad 16, orang Portugis, Inggris, Arab, dan Cina telah datang ke Sumba untuk mencari ternak dan kayu cendana. Tak jarang kita menjumpai kerbau bermain asyik di dalam kubangan.

visit my photo gallery : Click here


Sumba is where thousands of livestock live freely in the vast Savannah and is also the heart of life for this island. Sumba horse known as Sandalwood Horse (sandalwood) has been known in the world since hundreds of years ago. Even from the 16th century, Portuguese, English, Arabs and Chinese had come to Sumba to look for [horse] cattle and sandalwood. Infrequently we also found buffaloes playing in a puddle.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak sekali pantai cantik yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tak perlu jauh-jauh liburan hingga ke luar negeri untuk menikmati pantai berpasir putih dengan air laut bening dan berwarna biru karena Indonesia juga punya banyak pantai-pantai seperti itu. Salah satu daerah di Indonesia yang jadi surganya pantai-pantai cantik adalah Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur. Pantai-pantai di Sumba masih banyak yang perawan alias belum ramai dikunjungi wisatawan.Dan saya lihat dibeberapa daerah di utara Pulau Sumba ini. 

As an archipelago, Indonesia has many beautiful beaches that spread from Sabang to Merauke. There is no need to go far away abroad just to enjoy white sandy beaches with clear and blue sea, Indonesia also has many beaches like that. One area in Indonesia that is a paradise for beautiful beaches is Sumba Island in East of Nusa Tenggara. There are still many beaches on Sumba which are virgin or not crowded by visitors and tourists. And I saw it in some areas in north of Sumba Island.

Sungai-sungai besar juga dilewati yang menandakan bahwa di Pulau Sumba terdapat air yang melimpah. Sungai-sungai ini tampak telah dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Namun saat musim kemarau aliran Sungai akan mengecil karena debit air pada sumbernya akan berkurang. Warga menuturkan bahwa ada buaya yang hidup di beberapa sungai, oleh sebab itu kalau belum ahli jangan bermain main di sungai yang belum kita kenal. cukup menikmati keindahannya saja sembari melepas lelah.

Large rivers were also passed which indicates that there is abundant water on Sumba Island. These rivers appeared  been used by residents to grow crops. But during dry season the river flow will decrease because the water flow at the source will decrease. Residents said that there are crocodiles that live in several rivers, so if not experts don’t play on rivers that we don’t know. just enjoying its beauty while unwind.

Melewati Mamboro, tampak hamparan sawah yang indah. Tampak perumahan warga yang menyatu dengan sawah-sawah yang ada. Sawah terluas pernah saya jumpai di bagian selatan Pulau Sumba yakni di Wanokaka. Sawah dan ternak ini menghentikan perjalanan kami untuk mengambil foto dan menikmati alam persawahan.

Passing through Mamboro, there is a beautiful stretch of rice fields. It appeared that residents’ housing blends with existing fields. The widest paddy field I have ever met in the southern part of Sumba Island is in Wanokaka. These rice fields and livestock stopped our trip to take photos and enjoy the rice fields.

Saat musim hujan, maka diatas pulau Sumba tampak langit yang cukup indah. Beraneka rupa formasi awan dan warna-warna memukau akan tampak dari hamparan tanah luas dan kosong. Sejenak kami melupakan alam hijau nan indah tapi pandangan mata tertuju kepada lukisan alam yang indah di angkasa. Hamparan luas menyebabkan kita dapat melihat keindahan ini. Kadang kami berteriak “Hei lihat ada naga diangkasa”, dan kami pun bersama melihat keangkasa. 

During rainy season, then above the island of Sumba the sky shown pretty beautiful. A variety of cloud formations and stunning colors appeared from a vast expanse  and empty land. For a moment we forgot the beautiful green grass and nature but our eyes were fixed on beautiful natural paintings in space. A wide expanse causes us able to see this sky beauty. Sometimes we shout “Hey look there is a dragon in the sky”, and we together looked at the sky.


Sebenarnya jarak tempuh dari Sumba Timur menggunakan jalur utara Pulau Sumba menuju ke Sumba Barat Daya adalah lebih pendek namun karena banyak berhentinya maka tak terasa sang surya akan pergi meninggalkan kami. Namun sebelumnya tampak warna kuning dan sangat memukau dan seperti sebuah alaram mengingatkan kami bahwa senja di Pulau Sumba memberikan hiburan dan pemandangan yang cukup menarik. Kami pun bergegas menangkap cahaya-cahaya matahari ini sebelum hujan kembali turun. 


Actually the distance from East Sumba when following the northern road of Sumba Island to Southwest Sumba is shorter than other route, but due to many stops, so the sun would love to leave us behind. But before the time comes, it appeared yellow in the sky and was very stunning and just like an alarm reminded us that the twilight on Sumba Island provided entertainment and quite interesting scenery. We rushed to catch the sunlight before it rain again.

Seperti yang kita tahu, jalanan di Tanah Air tidak sepenuhnya halus tanpa hambatan. Begitu pula di Pulau Sumba ini. Terkadang kita menemui jalanan yang tidak dalam kondisi baik seperti berlubang atau masih dalam kondisi tanah. Namun di Sumba rata-rata jalan telah diaspal namun masih sempit dan ada yang rusak berlubang dan erosi. Mobil yang sip dan bahan bakar yang cukup merupakan ceklist persiapan yang tepat. Hal yang patut dipertimbangkan lainnya adalah kapasitas penumpang yang dimiliki. Rata-rata Mobil yang diperlukan adalah yang luas dan mampu membawa banyak penumpang dan juga barang. Dengan begitu bepergian dengan keluarga atau bersama teman sudah tidak menjadi isapan jempol belaka. Touring dengan sepeda motor atau sepeda pastinya memiliki ceklist persiapan yang sama. 


As we know, roads in the country are not completely smooth without obstacles. Similarly, on Sumba Island. Sometimes we met roads that are not in good condition such as holes or still in soil conditions. However, on Sumba the average road has been paved but is still in narrow conditions and some are damaged such holes and erosion. Best cars and enough fuel are the right preparation checklist. Another thing that should be considered is the capacity of passengers owned by car. The average car needed is broad and capable of carrying many passengers and goods. So traveling with family or with friends is not a mere figment. Touring on a motorcycle or bicycle certainly has the same preparation checklist.

Banyak hal baru dan unik bisa dijumpai di sepanjang perjalanan. Salah satunya adalah kambing-kambing warga pada berteduh di bawah atap sebuah sekolah yang tampak sepi. Mungkin saja anak-anak sekolah sedang libur atau sudah selesai belajar atau ternak – ternak itu adalah milik murid-murid disana, sebab murid-murid didesa selain belajar juga rajin membantu orang tua untuk memelihara ternak mereka. Unik dan pasti tidak akan dijumpai di kota-kota besar. 


Many new and unique things can be found throughout the trip. One of them is the residents’ goats sheltering under the roof of a school that looked quite and deserted. It may be that school children was on holiday or have finished learning by the day or that the goats are belong to the students there, for information that students in the village besides learning are also diligent in helping parents to raise their livestock. Unique and certain will not be found in big cities.

Saat tahun lalu, berkunjung ke pulau Sumba dan berkunjung ke berbagai tempat maka semuanya tampak coklat kering dan panas tentunya. Namun satu hal yang perlu digarisbawahi adalah jangan lupa persiapan yang baik terutama minuman dan makanan yang akan menemani perjalanan kita. Meski di beberapa desa sudah mulai ada kios – kios makanan dan minuman ringan. Persiapan kendaraan dengan baik karena bengkel hampir tidak ada dan jangan celaka sebab rumah sakit jauh letaknya. Landscape Sumba adalah sebuah pulau seluas 11.000 hektare yang terletak di gugusan Kepulauan NTT. Pulau ini terbagi atas tiga kabupaten, yaitu Sumba Barat dengan ibu kotanya Waikabubak, Sumba Barat daya dengan ibu kotanya Waitabulah dan Sumba Timur dengan ibu kotanya Waingapu. Kedepan Anakalang juga akan bertumbuh pesat. Alam Sumba bervariatif. berbukit-bukit di sebelah barat dan dataran rendah dengan hamparan padang sabana terbuka di timur. Iklimnya panas dan kering dengan musim hujan yang relatif lebih pendek.


Last year, I was visiting the island of Sumba and also visiting various places, everything seemed to be dry and hot, of course. But one thing that needs to be underlined is don’t forget to make good preparation especially mineral water and food that will always accompany our journey. Although in some villages now there are available stalls of food and soft drinks in some villages. Preparation of vehicle is also put on checklist because the workshop is almost not available in the middle of savanna and don’t get accident because the hospital is far away. Sumba Landscape is an island of 11,000 hectares land located in the NTT Islands cluster. The island is divided into three districts, West Sumba with its capital Waikabubak, Southwest Sumba with its capital Waitabulah and East Sumba with its capital Waingapu. In the future Anakalang will also grow rapidly. Sumba Nature varies. hilly on the west and low land with a stretch of open Savannah in the east. The climate is hot and dry with a relatively shorter rainy season.

Berkunjung ke Pulau Sumba, kapanpun baik musim hujan atau musim kemarau ternyata sama saja yakni menampilkan pesona alam dan budaya yang luar biasa. Salam Nusantara dan nantikan kisah kami selanjutnya. 


Visiting Sumba Island, whenever the rainy or dry season, it turns out to be the same as showing extraordinary natural and cultural charm. Regards Nusantara and look forward to our next story.




Article and Photos by Ketut Rudi
Team : Molina Olivia Odja, Yafet Horo and Nomenson Wetangmau

Danau Weekuri Di Sumba Barat Daya 2019 (Weekuri Lake South West Of Sumba 2019)


Danau Weekuri Terletak di Desa Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Danau Weekuri ini ramai diupload di media masa seperti di Facebook, Instagram dan Twiter sehingga mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan terutama wisatawan lokal  belakangan ini. Danau Weekuri yang berwarna hijau kebiru-biruan ini merupakan danau yang tergolong unik jika dibandingkan dengan danau-danau yang ada pada umumnya di Indonesia. Warna ini dihasilkan dari bercampurnya air tawar dan air laut sehingga airnya menjadi payau. 

Weekuri Lake Located in Kalenarogo Village, North Kodi District, South West of Sumba Regency, East of Nusa Tenggara Province, Indonesia. Weekuri Lake is being viral  uploaded in mass media such as Facebook, Instagram and Twitter then it starts to be crowded by tourists, especially domestic tourists. Lake of Weekuri, where is bluish green in color, is a unique lake compared to other lakes in general in Indonesia. This color is produced by mixing fresh water and sea water so that the water becomes brackish.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya telah membangun jembatan-jembatan kayu yang mengelilingi obyek wisata ini. Pada pelataran luar terdapat bangunan pendopo untuk pengunjung beristirahat. Usaha yang sangat baik sehingga sekarang warga bebas berlibur dan berenang bak dikolam renang alami nan indah. Namun ada satu kekurangan saat saya berkunjung sempat bingung mencari jalan menuju danau dan sangat perlu dipasangi rambu penunjuk jalan menuju danau ini dari kota Waetabulah atau mungkin saja sudah dipasangi tapi hilang dengan alasan yang tidak jelas. Tapi tidak menjadi masalah sebab warga akan menunjukan arah menuju ke danau saat ditanyai mengenai lokasi danau ini.

The South West Sumba District Tourism Board has built wooden bridges that installed to surround of this tourist attraction. On the outer yard there is a pavilion building for visitors to rest. Very good effort so that now residents are free to enjoy vacation and swim like free swim in a beautiful natural swimming pool. But there is one drawback when I visited the place, I was confused to find a road to guide me to the lake and really need to be fitted with signs to this lake from the city of Waetabulah or maybe it has been installed but lost for unclear reasons. But it is not a big problem because residents will show directions to the lake when asked about the location of the lake.

Selain  bermain air ataupun berenang, pengunjung juga dapat menikmati dan menjelajahi keindahannya dari ketinggian karena pemerintah telah membangun jembatan-jembatan kayu melingkari danau. Berjalan kaki menyusuri jalan setapak untuk mengikuti bunyi deru ombak, dan pengunjung dapat menaiki bukit karang yang menjorok ke lautan lepas. Dari atas beberapa puncak bukit karang ini, maka pengunjung akan merasakan sensasi berbeda. Batas antara danau dan lautan lepas juga sudah terdapat jembatan kayu yang aman sehingga dapat menikmati indahnya lautan biru dengan ombaknya yang menghantam gugusan karang yang mengelilingi danau ini. Danau Weekuri ini pun terlihat seperti kolam biru apabila dilihat dari ketinggian dan ramai pengunjung saat weekend sehingga foto saat ini sangat berbeda dengan foto-foto yang telah dimuat oleh beberapa bloger lainnya yang diambil dahulu sebelum ramai pengunjung.

In addition to playing water or swimming, visitors can also enjoy and explore its beauty from a height because the government has built wooden bridges encircling the lake. Walk along the path to follow the sound of the roar of the waves, and visitors can climb the cliff that juts into the open sea. From the top of some of the cliff tops, visitors will feel a different sensation. The boundary between the lake and the open sea also has a safe wooden bridge so that visitors can enjoy the beauty of the blue ocean with its waves that hit a cluster of coral that surrounding this lake. Weekuri lake also looks like a blue pond when viewed from a height and crowded with visitors during weekends so that the current photo is very different from the photos that have been uploaded by several other bloggers that were taken before the visitors came to many.

Sebelum memasuki obyek wisata danau Weekuri, disambut para pedagang kain dan parang Sumba sebagai souvenir telah berkunjung ke Weekuri. Dan terdapat penjual kelapa muda dengan harga yang terjangkau. Persis seperti obyek-obyek wisata lainnya di Indonesia maka para pedagang souvenir sebagai pintu gerbangnya sebuah obyek wisata. Bisa berbelanja langsung atau nanti saat mau pulang.

Before entering the Lake of Weekuri tourism object, we welcomed by cloth traders and Sumba machetes as souvenirs for visiting Weekuri. And there are young coconut sellers at affordable prices. Just like other tourist objects in Indonesia, souvenir traders as the gate of a tourist attraction. We could shop directly or later when go home.

Sungguh indah kain-kain yang bermotif khas Sumba Barat Daya, dan menurut saya, danau ini menyediakan obyek wisata kolam renang alami nan indah jadi lebih baik kalau ada yang menjual celana pendek dan baju kaos motif Sumba Barat Daya yang unik untuk mereka yang lupa membawanya, Dan perlu disiapkan ruang ganti yang memadai. Tempat ini sekarang masih gratis tidak dipungut biaya masuk dan tentunya sangat baik. Perlu diberikan pelatihan bagi para penjual souvenir agar tidak berebutan dalam menjual barang dagangannya atau lebih baik dibuat sebuah koperasi jadi semua pelaku usaha mendapatkan hasil yang sama dengan pelayanan yang baik.

It’s really beautiful fabrics with typical South West Sumba motifs, and in my opinion, this lake provides beautiful natural swimming pool tourism objects so it’s better if someone sells shorts and T-shirts decorated by Southwest Sumba motif that are unique to those who forget to bring them for swim, And an adequate changing room needs to be prepared. This place is still  free of charge now and certainly very good for visitors. Training needs for souvenir sellers so that they don’t compete in selling their merchandise or it is better to make a cooperation so that all sellers in cooperation will get the same results with of course a good service.

Ketut Rudi

Kodi Sumba Barat Daya Indonesia (Kodi South West Of Sumba Island Indonesia )


Kabupaten Sumba Barat Daya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia dengan ibukotanya Tambolaka yang telah memiliki bandara yang memadai sehingga mudah untuk berkunjung ke kabupaten ini dari pulau-pulau lainnya di Indonesia yang telah menjadi gerbang internasional seperti dari Bali atau Surabaya dan Jakarta. Sumba barat daya memiliki pantai-pantai cantik nan indah, air terjun dan obyek wisata lainnya yang layak untuk anda kunjungi dan nikmati dan obyek-obyek wisata di Sumba Barat Daya masih sangat asri, pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih sehingga sangat cocok buat Anda beristirahat dan menenangkan diri dari hingar bingarnya kota besar. Namun sebelum ke pantai penting untuk kita ketahui bersama adat istiadat di Sumba Barat Daya salah satunya adalah Kecamatan Kodi yang menyimpan sejuta pesona wisata budaya. Yuk simak artikel ini semoga bermanfaat dan menambah wawasan nusantara dan belajar kembali dari budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita yakni sebuah kesederhanaan.

Sumba Barat Daya Regency is one districts in East of Nusa Tenggara Province of Indonesia with its capital is Tambolaka which has an adequate airport so it is easy to visit this district from other islands in Indonesia which have become international gateways such as from Bali or Surabaya and Jakarta. Southwest Sumba has beautiful beaches, waterfalls and other attractions that you deserve to visit and enjoy and tourism objects in Southwest Sumba are still very beautiful, white sandy beaches with clear sea water are very suitable for your rest and calm down from the frenzied big city. But before going to the beach it is important for us to know about customs in South West of Sumba, one of them is in Kodi District, where holds a million cultural tourism charms. Let’s read this article hopefully useful and add knowledge about Indonesia archipelago and underlining some important point from the culture inherited by our ancestors, which is called a simplicity.

Ada banyak kampung adat di Sumba Barat Daya, seperti saat saya mengunjungi salah satu kampung adat yakni “Kampung adat Bahewa” dan “Kampung adat Rangga Baki” yang terletak di Desa Wula Homba Kecamatan Kodi Sumba Barat Daya. Kampung-kampung adat letaknya saling berdekatan seperti Kampung adat Rangga Baki yang berdekatan dengan beberapa kampung adat lainnya yakni : Kampung adat Pakari, Rategaro, Ngahu watu, Parona Baroro, Rada Kapal, Malongge, Kabota dan Kampung adat Mehang Mata.

There are many customary villages in Southwest Sumba, such as when I visited one of the traditional villages name “Bahewa traditional village” and “Rangga Baki traditional village” which is located in Wula Homba Village, Kodi South West Sumba District. Traditional villages are located near between one to another for example the Rangga Baki traditional village where is adjacent to several other traditional villages, name: Pakari, Rategaro, Ngahu watu, Parona Baroro, Rada Kapal, Malongge, Kabota and Mehang Mata traditional village.

Kampung adat Rangga Baki merupakan salah satu dari sekian banyak kampung adat yang memiliki warna budaya tersendiri di Sumba Barat Daya. Sebuah daerah yang memiliki banyak perkebunan Jambu mente, kelapa dan jagung. Saya bertemu langsung dengan Bapak Pelipus Horo dan ibu serta rumpun keluarga yang ramah mengantar berkeliling dan menjelaskan salah satu rumah adat yang ada. Rumah adat dalam bahasa Kodi disebut dengan Umma dan Umma Ramba adalah rumah adat keluarga besar Horo serta bergabung dalam satu kampung adat Rangga Baki yang terdiri dari rumah adat masing-masing keluarga besar lainnya.

Rangga Baki traditional village is one of many indigenous villages that have it’s own cultural colors in Southwest Sumba. An area that has many cashew, coconut and corn plantations. I met directly to Mr. Pelipus Horo and his wife also friendly families who drove around and explained one of the traditional houses. The traditional house in the Kodi language is called “Umma” and Umma Ramba is a traditional house of the large Horo family and joins one traditional village of Rangga Baki which is consisting of many traditional house of each other large family.

Kampung adat Rangga Baki dikelilingi batu karang sebagai pagar kampung dan halaman depan kampung terdapat kuburan-kuburan keluarga dan juga didalam perkampungan keluarga besar dalam kampung adat terdapat beberapa kuburan yang melingkari sebuah altar atau dalam bahasa Kodi disebut dengan “Natar ” sebagai tempat penyemblihan hewan saat ada pesta atau acara-acara adat. Sehingga tampak disetiap teras rumah tengkorak kerbau yang sangat unik sebagai tanda acara-acara yang diadakan setiap tahunnya. Di Kodi terdapat 6 “Kabisu” yang mana masing-masing kabisu terdiri dari kumpulan beberapa kampung adat yang dalam bahasa Kodi disebut “Parona”. Seperti sebuah kecamatan kemudian desa dan RT RW didalamnya kalau diterjenmahkan ke struktur organisasi di negara Indonesia.

Rangga Baki traditional village surrounded by rocks as a village fence and the front yard of the village there are family graves and also inside yard of large family members in this traditional village there are also several graves encircling an altar or in the Kodi language called “Natar” as a place to slaughter animals when there traditional parties or events conducted. So that it appears on each terrace of the house welcoming by a very unique buffalo skull as a sign of events held annually. In Kodi contains of 6 “Kabisu”, each of which consists of a collection of several traditional villages that in Kodi called “Parona”. Like a sub-district then a village and a neighborhood  if it is transferred to an organizational structure in the country of Indonesia.

Alat musik di Kodi yang mana digunakan dalam acara-acara adat yakni  Ndungga  alat musik yang menyerupai gitar yang hanya menggunakan 4 buah senar untuk mengiringi tarian dibarengi dengan alat musik lainnya seperti gong dalam bahasa kodi disebut dengan Tala dan Tambur atau Mbedu. Souvenir yang dijual oleh warga setempat saat saya berkunjung adalah kain motif Sumba Barat Daya sebagai ikat kepala, parang sumba dan Mamoli atau Hamoli yang merupakan hiasan yang digunakan dalam acara pernikahan yang mana aslinya terbuat dari emas namun diduplikasi menggunakan bahan dasar tanduk kerbau. Tarian Pasola adalah tarian masal di Kodi yang sudah cukup terkenal di publik yang pernah atau bahkan belum pernah berkunjung ke Sumba. Pasola berasal dari kata “sola” atau “hola”, yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan.Setelah mendapat imbuhan `pa’ (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan. Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu (agama lokal masyarakat sumba).Permainan pasola diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat.Keempat kampung tersebut antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.

The musical instrument in Kodi which is used in traditional events is “Ndungga”, a musical instrument that resembles a guitar that only uses 4 strings to accompany dances accompanied by other instruments such as gongs in Kodi language called Tala and Tambur or Mbedu. Souvenirs sold by local residents during my visit are Cloth of South West Sumba motifs as headbands, sumbanese machetes and Mamoli or Hamoli which are decorations used in weddings which are originally made of gold but are duplicated using buffalo horn base material. The Pasola dance is a mass dance in Kodi that is already quite well-known in the public who have or have never visited Sumba. Pasola comes from the word “sola” or “hola”, which means a type of wooden javelin that is used to throw each other from the horse which is being driven fast by two opposing groups. After receiving the `pa ‘(pa-sola, pa-hola) , meaning to just a game. So pasola or pahola means the game of dexterity throwing wooden javelins from on horseback which is being spurred between two opposing groups. Pasola is part of a series of traditional ceremonies carried out by Sumba people who still adhere to the original religion called Marapu (local sumba community religion). ). Pasola games were held in four villages in West Sumba district. The four villages included Kodi, Lamboya, Wonokaka, and Gaura. The implementation of the pasola in the four villages is carried out in turns, between February and March each year.

Struktur rumah adat di Sumba Barat Daya yakni rata-rata terbuat dari bambu bulat (Onggol) dengan atap alang (Ngingo) dengan tali pengikat menggunakan tali dari pohon -pohon di hutan yang disebut dengan tali hutan. Rumah adat ini terdiri dari 4 tiang utama yang cukup besar ukurannya yakni jenis kayu Bayam (orang Kodi menyebutnya kayu kanimbil) yang sudah cukup tua sehingga kuat dan berdiri kokoh. Terdapat teras depan dan belakang yang disebut dengan katendeng. Ruangan paling atas dan luas ukurannya adalah tempat bermusyawarah serta persis ditengah-tengah terdapat tempat makan bersama disertai tempat untuk menyimpan bahan makanan disertai tungku pengasapan dibawahnya. Kurang lebih seperti kulkas di era modern ini. Terdapat kamar-kamar tidur dan penyimpanan barang-barang penting untuk kepentingan adat. Dan terdapat satu kamar utama yang hanya boleh didiami oleh para tetua adat atau yang paling dituakan di dalam sebuah rumpun keluarga. 

The structure of traditional houses in Southwest Sumba is on average made of round bamboo (Onggol) weed grass roof (Ngingo) tied up using ropes from specific trees in the forest called rope of forests. This traditional house consists of 4 main pillars which are quite large in size, the type of wood is Spinach trees (the Kodi call it kanimbil wood) which is old enough so that house will strong and stands firm. There is a front and back terrace called katendeng. The top and broadest size of the room is the place of discussion and exactly in the middle there is a shared dining area accompanied by a place to store food accompanied by a fuming furnace located below of food store. More or less like a refrigerator in this modern era. There are bedrooms and storage of important items for customary purposes. And there is one main room that can only be inhabited by traditional elders or the most elderly in a family member.

Pariwisata terbukti telah mengangkat kehidupan masyarakat, karena sektor ini mampu menggerakkan roda perekonomian di segala lapisan masyarakat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah. Seperti di daerah lainnya yang telah berhasil. Bali sebagai contohnya. Namun demikian, perlu disadari bahwa upaya-upaya pengembangan pariwisata yang dilaksanakan oleh pemerintah sangat membutuhkan dukungan penuh dan partisipasi aktif dari masyarakat. Ciptakan suasana pariwisata yang baik melalui gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar siap untuk berperan sebagai tuan rumah (Host) dan memahami, mampu serta bersedia untuk mewujudkan SAPTA PESONA di lingkungannya yang meliputi unsur-unsur : Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan.

Tourism has proven to lift people’s lives, because this sector is able to drive the economy in all side of life and has a direct impact on people’s welfare, while in other hand is also able to encourage regional growth and development. Like in other areas that have succeeded on this sector. Bali for example. However, it should be realized that tourism development efforts carried out by government desperately need full support and active participation from community. Create a good tourism atmosphere through movements to raise public awareness so that they are ready to act as Hosts and understand, are able and willing to realize the SAPTA PESONA  in their environment which includes elements: Safe, Orderly, Clean, Cool, Beautiful, Friendly , and Memories.

AMAN 

Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata yang memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain:

a. Sikap tidak mengganggu kenyamanan wisatawan dalam kunjungannya.

b. Menolong dan melindungi wisatawan.

c. Menunjukkan rasa bersahabat terhadap wisatawan.

d. Memelihara keamanan lingkungan.

e. Membantu memberi informasi kepada wisatawan.

f. Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya penyakit menular.

g. Meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik.

SECURE

An environmental condition in a tourism destination or tourist destination that gives a sense of calm, free from fear and anxiety for tourists in traveling or visiting the area. The form of action that shall be realized, among others:


a. The attitude does not disturb the comfort of tourists during their visit.
b. Helping and protecting tourists.
c. Shows a sense of friendliness towards tourists.
d. Maintain environmental security.
e. Help to provide adequate information to tourists.
f. Maintain an environment free from dangers of infectious diseases.
g. Minimizing the risk of accidents in the use of public facilities.

TERTIB

Suatu kondisi lingkungan dan pelayanan di destinasi pariwisata/ daerah tujuan wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi serta kualitas fisik dan layanan yang konsisten dan teratur serta efisien sehingga memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain: 

a. Mewujudkan budaya antri.

b. Memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang berlaku.

c. Disiplin waktu/ tepat waktu.

d. Serba jelas, teratur, rapi, dan lancar.

ORDERLY

An environmental condition and service in a tourism destination / tourist destination that reflects a high level of discipline and consistent and orderly and efficient physical quality and services so as to provide a sense of comfort and certainty for tourists to travel or visit the area. The form of action that shall be realized, among others:

a. Realizing a culture of queuing.
b. Maintain the environment by complying with applicable regulations.
c. On Time performance / timely discipline.
d. All clear, organized, neat, and smooth.

BERSIH

Suatu kondisi lingkungan serta kualitas produk dan pelayanan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sehat / hygienic sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain: 

a. Tidak membuang sampah / limbah sembarangan.

b. Menjaga kebersihan lingkungan objek dan daya tarik wisata serta sarana dan prasarana pendukungnya.

c. Menjaga lingkungan yang bebas dari polusi udara (akibat asap kendaraan atau rokok, bau lainnya).

d. Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang higienis.

e. Menyiapkan perlengkapan penyajian makanan dan minuman yang bersih.

f. Pakaian dan penampilan petugas bersih dan rapi.

CLEAN

An environmental condition and the quality of products and services in a tourism destination / tourist destination that reflects a healthy / hygienic situation so as to provide a sense of comfort and pleasure for tourists to travel or visit the area. The form of action that is realized, among others:

a. Do not dispose of garbage / waste carelessly.
b. Maintain the cleanliness of the environment of objects and tourist attractions as well as supporting facilities and infrastructure.
c. Maintain an environment free of air pollution (due to vehicle or cigarette smoke, other odors).
d. Prepare hygienic foods and drinks.
e. Prepare clean food and beverage presentation equipment.
f. The clothes and appearance of the attendants are clean and neat.

SEJUK

Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyaman dan ”betah” bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain: 

a. melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon

b. memelihara penghijauan di lingkungan objek dan daya tarik wisata serta jalur wisata.

c. Menjaga kondisi sejuk dalam area publik / fasilitas umum, hotel, penginapan, restoran dan sarana prasarana dan komponen / fasilitas kepariwisataan lainnya.

COOL

An environmental condition in a tourism destination / tourist destination that reflects a cool and shady situation that will provide a feeling of comfort and “feel at home” for tourists to travel or visit the area. The form of action that is realized, among others:

a. Go green by planting trees
b. maintain reforestation in the environment of tourist objects and attractions and tourist routes.
c. Maintain cool conditions in public areas / public facilities, hotels, inns, restaurants and other infrastructure facilities and tourism components / facilities.

INDAH

Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam begi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mewujudkan potensi kunjungan ulang serta mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain: 

a. Menjaga obyek dan daya tarik wisata dalam tatanan yang estetik, alami, dan harmoni.

b. Menata lingkugan dan tempat tinggal secara teratur dan serasi serta menjaga karakter kelokalan.

c. Menjaga keindahan vegetasi, tanaman hias dan peneduh sebagai elemen estetika lingkungan yang bersifat alami.

BEAUTIFUL

An environmental condition in a tourism destination / tourist destination that reflects beautiful and attractive conditions that will give a sense of awe and a deep impression of tourists in traveling or visiting the area, thus realizing the potential for repeat visits and encouraging more promotion to the tourist market large. The form of action that is realized, among others:

a. Maintain objects and tourist attractions in an aesthetic, natural and harmonious order.
b. Organize the environment and residence regularly and harmoniously and maintain the character of locality.
c. Maintain the beauty of vegetation, ornamental plants and shade as natural elements of environmental aesthetics.

RAMAH 

Suatu kondisi lingkungan yang bersumber dari sikap masyarakat di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan suasana yang akrab, terbuka dan pnerimaan yang tinggi yang akan memberikan perasaan nyaman, perasaan diterima dan ”betah” (seperti di rumah sendiri) bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain: 

a. Bersikap sebagai tuan rumah yang baik dan rela serta selalu siap membantu wisatawan.

b. Memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan.

c. Menunjukkan sikap menghargai dan toleransi terhadap wisatawan.

d. Menampilkan senyum yang tulus.

Makna yang terkandung dalam konsep SADAR WISATA adalah dukungan dan pertisipasi seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah. 

FRIENDLY

An environmental condition originating from the attitude of the community in a tourism destination / tourist destination that reflects an atmosphere that is intimate, open and high acceptance that will give a feeling of comfort, feeling accepted and “at home” (like at home) for tourists in traveling or visit to the area. The form of action that is realized, among others:

a. Being a good and willing host and always ready to help tourists.
b. Providing information about customs politely.
c. Demonstrate respect and tolerance for tourists.
d. Showing a sincere smile.

The meaning contained in the SADAR WISATA concept is the support and participation of all components of society in realizing a conducive climate for the growth and development of tourism in a region.

Hotel Sinar Tambolaka adalah salah satu hotel yang berada di Waetabulah ibukota Sumba Barat Daya dan letaknya dekat dengan bandara. Disamping itu hotel ini telah membangun fasilitas penunjang yang boleh dikatakan paling lengkap. Tersedia paket-paket wisata yang melayani setiap pengunjung datang ke Sumba Barat Daya. Bangunan hotel terlihat mengikuti budaya yang ada sehingga suasana menjadi tidak terlupakan. Sebuah usaha dalam rangka mewujudkan program sadar wisata dari pengusaha yang telah lama berkecimpung di dunia pariwisata di Sumba Barat Daya dan berhasil menyerap sumber daya manusia di Sumba. 

Sinar Tambolaka hotel is one of the hotels on Waetabulah, the capital of Sumba Barat Daya and  located so close to the airport. Besides that this hotel has built supporting facilities which can be said to be the most complete in South West Of Sumba. Tour packages are available that serve every visitor coming to South West of Sumba Island. The hotel building looks to follow the existing culture so the atmosphere becomes unforgettable. An effort in order to realize a tourism conscious program from entrepreneurs who have long been in the world of tourism in South West Of Sumba and managed to absorb human resources in Sumba Island.


“Didalam rumah tangga yang Baik Ada dekapan hangat Cinta kasih……”. Ketut Rudi Utama
“In a good family there is a warm cuddle of love ……”.
Ketut Rudi Utama






Article by Ketut Rudi
References by  Ishak P.B Horo (Many thanks for giving us beautiful experiences in Kodi)


Team :
Yafet Horo, Molina Olivia, Nomenson Wetangmau
Visit Beautiful and amazing Sumba Island Indonesia

Nusa Tenggara Timur Indonesia, Tempat – Tempat Indah Ada di Sini ! (East Of Nusa Tenggara Indonesia, Beautiful Places Are Here!)


Yuk Berlayar ke Nusa Tenggara Timur ! (Lets Sailing East Of Nusa Tenggara!)

Taman Nasional Pulau Komodo (Komodo Island National Park)

Pulau Rinca Labuan Bajo 7

Pulau Rinca Labuan Bajo 4

Pulau Rinca Labuan Bajo 3

Pulau Rinca Labuan Bajo 5

Pulau Rinca Labuan Bajo 6

rusa pulau komodo

komodo

Photos by Putu Utama

Pulau Kelor (Kelor Island)

pantai pulau kelor

Photo by Putu Utama

Pantai Ling Al dan Tanjung Margetha Kepulauan Alor (Ling Al Beach and Margetha Bay Alor Archipelago)

kalabahi alor

pantai Ling Al Alor

pantai Ling Al Alor 5

pantai Ling Al Alor 1

pantai Ling Al Alor 2

pantai Ling Al Alor 3

pantai Ling Al Alor 4

Photos by Ketut Rudi

Pulau Pura, Pulau Ternate Kepulauan Alor (Pura Island, Ternate Island Alor Archipelago)

pantai Ling Al Alor 6

Pulau Pura 1

Pulau Pura 2

pulau pura 3

Pulau Pura 4

Pulau Pura 5

Pulau Pura 6

Pulau Pura 7

Photos by Ketut Rudi Utama

 

 

 

To be continued …………………

 

Pulau Sumba Menyimpan Keindahan Hamparan Padang Rumput Yang Mengagumkan (Sumba Island Saves the Beauty of the Awesome Pasture)


Sumba Nusa Tenggara Timur, sebuah pulau belum banyak dijamah pembangunan yang terletak di Nusa Tenggara Timur, sebelah barat daya Flores dimana kita dapat menjumpai desa-desa tradisional dan dihiasi dinding batu bersejarah. Sebuah Pulau dengan hamparan padang penggembalaan terluas di Indonesia.

Sumba East of Nusa Tenggara, an island that not yet touched by development located in East of Nusa Tenggara southwest of Flores island where we can find traditional villages and decorated by historic stone walls. An island with the largest expanses of grazing in Indonesia

Purukambera Sumba Timur 2

Waitabula, kota di Sumba Barat Daya merupakan pintu gerbang barat Anda menuju Sumba dan menjadi bandara terbesar  di pulau ini, yaitu Bandara Tambolaka. Di sisi lain, kota Waingapu merupakan pintu gerbang di sebelah timur pulau ini namun memiliki bandara yang lebih kecil yakni Bandara Umbu Mehang Kunda. Ada banyak obyek wisata alam dan budaya di Pulau ini namun yang paling berkesan adalah hamparan padang rumput yang sangat luas dan mengagumkan baik saat musim kemarau atau musim hujan yang memberikan warna yang sangat berbeda.

Waitabula, a town in Southwest of Sumba is your western gateway to Sumba and the largest airport on the island, Tambolaka Airport. On the other hand, the city of Waingapu is the east gateway to island but has smaller airport name Umbu Mehang Kunda Airport. There are many natural and cultural attractions on the island but the most memorable is the vast expanse of prairie that is very wide and admirable either during  dry season or rainy season that gives a very different color.

Purukambera Sumba Timur 3

Sejauh mata memandang, saya lihat hamparan padang savana yang super luas apalagi di beberapa daerah di pulau ini yang berbatasan dengan  laut nan biru tampak sangat menakjubkan.

As far my eyes could see, I saw a vast expanse of savannas especially in some areas of the island where bordering to the blue sea gave a beautiful scenery.

Purukambera Sumba Timur 4

sumba 2

Sumba 1

sumba 3

Purukambera Sumba Timur 1

Namun jangan lupa membawa perbekalan yang cukup khususnya mineral water jika menapaki ruas-ruas jalan di Pulau Sumba. Tempat makan dan penginapan tersedia di Kota-kota di Pulau ini namun sisanya adalah hamparan padang rumput yang mengagumkan disamping obyek wisata alam lainnya seperti air terjun dan wisata budaya. Salam dari Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur Indonesia.

But do not forget to bring enough supplies, especially mineral water when you plan to walk out the streets of Sumba island. Places to eat and lodging are available in Towns of the Island but the rest is an amazing expanse of prairie as well as other natural attractions such as waterfalls and cultural attractions. Greetings from Sumba Island East of Nusa Tenggara Indonesia.

 

 

Article and photos by Ketut Rudi

“Kolam Pancing” Berwisata Sembari Mengkampanyekan Untuk Gemar Mengkonsumsi Ikan Bersama Keluarga ( “Fishing Pond” A Recreation Place While Campaigning To Love On Consuming Fish For Family)


Melakukan perjalanan dinas ke luar daerah tentunya memberikan kesenangan tersendiri yakni sembari bekerja mendapatkan pengalaman rekreasi di tempat baru yang dikunjungi. Saat berada di Blitar, saya bingung mengisi waktu luang yang ada sampai akhirnya seorang teman mengajak saya untuk mengunjungi sebuah kolam pemancingan yang ada di Blitar. Memang aktifitas lainnya seperti ke supermarket atau ke tempat wisata lainnya terasa membosankan. Jadi edisi kali ini adalah sebuah gambaran tentang kolam pemancingan yang telah memberikan inspirasi untuk membuat sebuah tulisan singkat dan semoga bermanfaat.

Having out of town job certainly gives its own pleasure that while working at the same time will  get a traveling experience in a new place where visited. At the time While I was in Blitar, I confused to fill the  available time until finally a friend invited me to visit a fishing pond in Blitar. Indeed other activities such as shopping in big supermarket or visiting other tourist attractions was boring. So this edition is a brief description on a fishing pond activity that provides me inspiration to write brief and useful article.

tambak di blitar 2

Saya bersama seorang teman mengunjungi sebuah tempat yakni kolam pemancingan yang letaknya tidak jauh dari tempat saya menginap.  Ditempat pemancingan ini dijumpai beragam aktifitas baik para pengelola yang sedang sibuk beraktifitas dan dijumpai pengunjung yang menikmati hidangan di restoran yang ada di tengah-tengah kolam. Namun yang paling banyak dijumpai adalah orang-orang yang sedang memancing ikan. Memancing ikan memberikan hiburan tersendiri, dan ikan yang dipancing bisa di bawa pulang selain dimasak dan dinikmati direstoran yang telah disediakan.  Adapun ikan yang ditebar di kolam pancing adalah sejenis ikan bawal, Ikan Mas, Karper dan ikan patin yang merupakan komoditas ikan tawar Indonesia dan sehat untuk dikonsumsi. Saya senang melihat aktifitas pemilik kolam memberikan makanan ikan di kolam pembibitan. Menyaksikan  ikan berkerumun saling berebut makan memberikan pemandangan tersendiri. Tampak anak-anak senang akan suasana ini.

I was with my friend visiting a place that called a fishing pond  located not far from where I stay. In this fishing area found variety of activities both employees who were busy with their activities and visitors were enjoying their meal at restaurant in the middle of the pond. But the most observed people who were fishing. Fishing provides its own entertainment, and captured fish can be taken home in addition to be processed and enjoyed at the restaurant that has been provided. Fish stocked in fishing pond is a kind of pomfret, Gold Fish, Carp and catfish which is a freshwater fish commodity in Indonesia and healthy food to be consumed. I was happy to see the activity of the pool owner were giving  food for fish in nursery pond. Watching fish clustered each other  gave its own scenery. Children seemed happy too about the atmosphere.

tambak di blitar 7

tambak di blitar 3

tambak di blitar 4

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar merupakan pasar potensial untuk produk perikanan dan produk wisata. Saya menjumpai beberapa keluarga yang berkunjung ke tempat pemancingan menunjukkan bahwa keluarga tersebut membutuhkan dan mendapatkan tempat rekreasi baru sekaligus mengkonsumsi ikan tawar bersama keluarga. Namun informasi dari data online yang tersedia menunjukan bahwa perkapita Indonesia masih sangat rendah dalam hal mengkonsumsi ikan jika dibandingkan dengan konsumsi penduduk negara berkembang lainnya.

Indonesia as a country with a very large population is a potential market for fishery and tourism products. I came across several families who visited the fishing pond indicating that one family needed and found a new recreation spot while consuming fresh fish together in one place. However, on line information  shows that Indonesia’s per capita is still very low in terms of consuming fish compared to other developing country population consumption.

 

tambak di blitar 6

Usaha budidaya ikan air tawar merupakan salah satu jenis usaha yang semakin hari semakin bertumbuh di Indonesia. Menurut laporan Badan Pangan PBB, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun 2018 produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap. Kolam pancing, bersantai dan menyantap menu lezat ikan air tawar juga merupakan aktifitas rekreasi yang menyenangkan.

Cultivation of freshwater fish is one of  growing business day by day in Indonesia. According to the United Nations Food Agency report, in 2021 consumption of fish per capita of the world population will reach 19.6 kg per year. Although the current consumption of fish is more supplied by marine fish, but by 2018 freshwater fish production will overtake the production of capture fisheries. Fishing ponds, relaxing and enjoying delicious freshwater fish are also fun recreational activities.

 

 

 

Article and photos by Ketut Rudi

Special thanks to Catur Mudi Laksono for escorting me to Blitar East Java