Tag Archives: photo story

Burung “Mereka Akan Selalu Kembali ke Sarang” (Birds “They Will Always Back to Their Nest”)


Momen pulang kembali ke kampung halaman adalah hal paling berkesan serta ditunggu saatnya tiba dan pastinya pernah dirasakan oleh siapa saja yang merantau berpisah dengan keluarga. Tentunya bagi setiap orang tidak termasuk orang durhaka pasti menyayangi orangtua mereka. Rasa sayang ini menimbulkan rasa rindu yang besar untuk bertemu kembali dan rindu merasakan dekapan hangat orang tua yang masih terasa sampai saat ini. Rasa sayang inilah menjadi sumber dari keinginan untuk pulang kembali ke kampung halaman. Diibaratkan seperti burung yang selalu kembali ke sarangnya  dan ya karena cinta yang besar burung itu terhadap anak-anaknya yang menunggu di sangkar. Di kehidupan manusia malahan terbalik yakni saat orang tua sudah semakin tidak mampu karena usia maka anak-anak diharapkan pulang kembali untuk mengobati rasa rindu itu.

Back home is the most memorable and awaited moment to arrive and certainly experienced by anyone who wandered apart from family. Of course, for everyone not including the ungodly, surely love their parents. This affection is causing great homesickness to meet again and longed to feel the warm arms of parents that feels until now. This love as source of  desire to return back home. It is likened to a bird that always returns to its nest and yes because of the bird’s great love for its children waiting in the cage. In human life is even reversed when parents are increasingly unable due to age, the children are expected to return home to treat that longing.

kembali ke sangkarmu 1

Setiap manusia memang akan disibukkan oleh aktifitasnya yang tiada henti silih berganti, dari masa kanak-kanak hinga dewasa. Diawali dari aktifitas belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk meraih kesuksesan di masa depan. Lantas terjadi interaksi sosial dan mulai menapaki luasnya bumi meninggalkan semua rumpun keluarga yang dulu berada dalam satu rumah baik rumah besar atau rumah kecil. Tanpa disadari semuanya akan bekerja di bawah kendali aturan dan keinginan orang lain. Tidak hanya berhenti sampai disini, dunia baru akan dilalui ketika tiba saatnya berumah tangga, memiliki pasangan, dan anak-anak yang menjadi tanggung jawabnya.

Every human being will be preoccupied by their endless activities, from childhood to adulthood. Starts from science and skill learning activities to achieve success in the future. Then there was social interaction and began to climb the vastness of the earth leaving all  family that living a life in one small or big house. Without realizing that all will work under the control of the rules and desires of others. Not just stop here, a new world will be passed when it comes time to get married, have a partner, and children as new responsibility.

kembali ke sangkarmu 2

Kehilangan orang-orang yang sangat dicintai sudah pasti akan mendatangkan rasa sedih dan duka yang mendalam, seolah menghapus semua kebahagiaan yang dirasakan selama masih bersama. Inilah yang dirasakan oleh para orang tua terhadap anak-anaknya yang pergi merantau meninggalkannya. Rasa cemas mereka para orang tua akan selalu ada dan bahkan seandainya waktu bisa diperpanjang maka mereka akan memintanya hanya untuk dapat mengutarakan rasa sayangnya yang selalu ada. Seperti burung yang tampa letih selalu kembali ke sarang untuk merawat anak-anaknya.

Miss somebody loved will surely bring a deep sense of sadness and sorrow, just like erasing all happiness felt while stay together. This is what parents feels at the time their children wandered apart leaving them. Anxieties of parents will always exist and even more if the time can be extended then they will ask for it just to express their ever-existing sadness. Like birds that never tired always return to its nest to care for its children.

kembali ke sangkarmu 3

Sisi lain dari rangkaian tulisan diatas maka dalam hidup kita sebagai manusia, sering kita lupa untuk berbuat baik khususnya buat orang tua yang semakin tua umurnya. Meski kita semua mengerti bahwa kita semua akan kembali ke sarang kita yang terakhir di alam setelah kematian. Akankah kita akan selalu berkumpul?…. “Suasana pun berubah menjadi haru ketika sang anak berpamitan dengan orang tua untuk pergi ke luar negeri dalam waktu yang lama dan sang ibu tak kuasa menahan tangis serta akhirnya meneteskan air mata saat sosok tubuh sang anak hilang ditelan sang waktu. Dalam hati bergumam jangan pergi. Jangan tinggalkan mama, dan jangan lupa pulang kembali kerumahmu”.

The other side of the series of writings above, so in our lives as humans, we often forget to do special thing especially for parents who are getting older. Although we all understand that all of us will return to our last nest in nature after death. Will we always stay together? “The atmosphere turned into emotion when a child said goodbye to parents to go abroad for a long time and the mother could not help crying and finally shed tears when the child’s body was lost swallowed by time. Inwardly muttered, don’t go. Don’t leave mom, and don’t forget to go back home “.

 

 

 

Article by Ketut Rudi

Photos taken from Margaritha Gomang’s facebook account

Model : Margaritha Gomang

Berpakaian Adat Saat Pawai Hari Kemerdekaan NTT Indonesia (Wearing Traditional Dress during Independence Day Parade – NTT Indonesia)


Ribuan warga  di setiap kota di Nusa Tenggara Timur tampak antusias menyaksikan pawai pembangunan yang diselenggarakan pada setiap Hari Perayaan Kemerdekaan RI. Bahkan, beberapa jam sebelum pawai dimulai, warga sudah tampak memadati sejumlah ruas jalan yang akan dilalui barisan pawai.

Thousands of residents in every cities in East of Nusa Tenggara were enthusiastic attending to see the development parade held on every Indonesia’s Independence Day. In fact, a few hours before the parade began, residents seemed had already in crowd along roads that would be passed by the parade.

pawai pembangunan di soe 2

Suasana semakin meriah ketika peserta pawai menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan. Dan menjadi sebuah keunikan saat peserta pawai menampilkan atraksi kesenian dan seluruh pesertanya mengenakan busana adat, seperti di Kota Soe, warga Soe yang berasal dari Sumba ikut memeriahkan acara dengan mengenakan busana adat Sumba dan menyerukan “dari Sumba Cinta Kota Soe”.

The atmosphere was more splendor when the parade participants were displaying attractions in front of the honor stage. And it became unique when the parade participants performed art attractions and all participants wore customary attire, such as in Soe City, Soe residents origin from Sumba enlivened the event by wearing traditional Sumbanese traditional clothes and using a theme “A Love from Sumba For Soe”.

pawai pembangunan di soe 5

pawai pembangunan di soe 3

pawai pembangunan di soe 4

Di Kota Kupang tampak acara diramaikan oleh para komunitas biker termasuk “grab” serta atraksi lainnya. Acara – acara ini menunjukan bahwa masyarakat semakin mengerti dan antusias menjaga persatuan ditengah keragaman yang ada serta kembali menjaga budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

In Kupang city, the program was enlivened by the biker community including “grab” and also other attractions. The event shows that the community is increasingly understanding and enthusiastic about maintaining unity amid the diversity that exists and as well as maintaining the culture inherited by the ancestors.

pawai pembangunan di kupang 1

pawai pembangunan di kupang 2

pawai pembangunan di soe 4

Dirgahayu RI ke 73. Semoga Indonesia semakin jaya dengan mengedepankan nilai persatuan dan warga semakin mencintai budaya yang beraneka ragam. Tentunya diawali dengan mencintai pakaian tradisional.

Longevity 73rd Republic of Indonesia. Hopefully Indonesia will be more victorious by prioritizing the value of unity and citizens will increasingly love diverse cultures. Of course it begins with loving traditional clothes.

 

 

Article by Ketut Rudi

Photos by Elgyzel Glen Ndjukambani

Akli Dan Persaga NTT Donorkan Darah Untuk Kemanusian (Blood Donation Conducted by Akli and Persaga NTT for Humanity)


“Setetes Darah Anda Menyelamatkan Jiwa Mereka”  AKSI DONOR DARAH DPD IKA AKLI NTT & PD PERSAGA APEI NTT (“A Drop of Your Blood Saves Their life” BLOOD DONATION BY DPD IKA OF NTT & PD PERSAGA APEI NTT)

blood donation 5

Source : AKLI

Sebagai wujud kepedulian kepada sesama dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke – 73, Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Keluarga Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia Nusa Tenggara Timur (DPD IKA AKLI NTT) dan Perwakilan Daerah Persatuan Keluarga Asosiasi Profesionalis Electrical Indonesia Nusa Tenggara Timur ( PD PERSAGA APEI NTT) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan Kegiatan Sosial Aksi Donor Darah. Kegiatan donor darah ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama karena setetes darah yang diberikan sangat berarti bagi kehidupan orang lain. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia Donor Darah HUT RI Ke-73 pada tanggal 20 Agustus 2018 bertempat di Kantor DPD AKLI NTT & PD APEI NTT, jam 08.00 Pagi sampai selesai. Ketua Panitia Erlina B. Sudjito mengungkapkan kegiatan yang mengusung tema “Setetes Darah Anda, Menyelamatkan Jiwa Mereka”, mendapat respon positif bukan hanya dari Anggota AKLI/APEI tapi juga dari Instansi Pemerintah, Mahasiswa dan Masyarakat umum. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar yaitu 70 orang dengan target pendonor minimum 50% dari jumlah pendaftar.

As a form on concerning others and enlivening the 73rd Republic of Indonesia’s Independence Anniversary, the Regional Representative Council of the Indonesian East of Nusa Tenggara Electric Contractors Association (DPD IKA AKLI NTT) and the Regional Representative of the Association of Indonesian Electrical Professionalists Association East of Nusa Tenggara (PD PERSAGA APEI NTT) in collaboration with the Indonesian Red Cross (PMI) have organizing a Blood Donation for their Social Activity. This blood donor activity is a form of concerning others because a drop of blood donated is meaningful for the lives of others. This activity was carried out by the Blood Donation Committee of the 73rd Anniversary of the Republic of Indonesia on August 20, 2018 at the Office of  DPD AKLI NTT & PD APEI NTT, at 8:00 am to finish. The Chairperson of the Committee Erlina B. Sudjito revealed  the activity with the theme “A Drop of Your Blood, Saving Their Souls” received a positive response not only from AKLI / APEI Members but also from Government Agencies, Students and  Public. This can be seen from the number of participants who registered as many as 70 people with a minimum donor target of 50% of the number of registrants.

blood donation 2

Photo Taken From Irma Kudu’s Facebook Account

Ketua IKA AKLI NTT, Marsiati sangat mengapresiasi Kegiatan Sosial yang sangat bermanfaat ini. “Jumlah ini mungkin tidak terlalu signifikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan stok darah daerah, namun, kegiatan tersebut merupakan wujud sumbangsih nyata dari Ibu-ibu IKA AKLI dan PERSAGA juga masyarakat umum kepada bangsa Indonesia. Melalui kegiatan donor darah ini, saya mengharapkan adanya semangat dan kesadaran dalam diri kita masing-masing akan pentingnya persaudaraan dan saling tolong-menolong antar sesama manusia”, lanjutnya.

Chairperson of the IKA AKLI NTT, Marsiati highly appreciated this  useful Social Activity. “The number of participants may not significant to meet the regional blood stock needs, however, this activity is a manifestation of the tangible contribution by moms of IKA AKLI and PERSAGA as well as public who joined the program for Indonesia. By this blood donation activity, I hope that there will be enthusiasm and awareness in each of us about the importance of brotherhood and mutual help among fellow human beings “, she continued.

blood donation 4

Photo Taken From Irma Kudu’s Facebook Account

Rusma Rindra Prabandari, Ketua PERSAGA APEI NTT menambahkan bahwa selain untuk membantu sesama, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor. “Banyak manfaat yang bisa didapat yaitu Pendonor dapat mengetahui golongan darahnya, mendapat pemeriksakan kesehatan meliputi : tekanan darah, nadi, suhu, tinggi dan berat badan, hemoglobin, penyakit dalam, penyakit hepatitis A dan C, Penyakit HIV / AIDS, serta sel-sel dalam tubuh akan terbaharui sehingga sirkulasi akan menjadi lancar, serta tubuh menjadi lebih lebih sehat dan segar.

Rusma Rindra Prabandari, Chairperson of PERSAGA APEI NTT, added that in addition on helping others, blood donors are also beneficial for donor health. “Many benefits can be obtained, such as donors can find out their blood type, get a health check including: blood pressure, pulse, temperature, height and weight, hemoglobin, internal diseases, hepatitis A and C, HIV / AIDS, and cells in the body will be renewed, and the body becomes healthier and fresher.

blood donation 1

Photo Taken From Irma Kudu’s Facebook Account

Keduanya mengharapkan, agar kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan diikuti oleh lebih banyak peserta baik dari anggota AKLI/APEI maupun masyarakat umum. Mereka juga menghimbau agar peserta yang telah melakukan donor darah dapat meningkatkan kesadaran untuk melakukan donor secara rutin 3 bulan sekali, untuk alasan kemanusiaan juga memelihara kesehatan.

Both hoped that this activity could be carried out routinely and attended by more participants from AKLI / APEI members and also public. They also appealed to participants who had made blood donations to raise awareness to donate regularly every three months, for humanity reasons also to maintain health.

blood donation 3

Photo Taken From Irma Kudu’s Facebook Account

Artikel : Press Release Akli and Persaga NTT

Posted by Ketut Rudi

Bersih-Bersih Pantai Di Perbatasan Indonesia….Laporan Dari Wini (Cleaning the Indonesian Border’s Beach … Report from Wini)


Dikutip langsung dari kompas.com bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersih-bersih pantai pada 18 Agustus 2018. Hal itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan pantai dan laut Indonesia yang bersih dari sampah. “Pada tanggal 18 Agustus setelah pesta kemerdekaan, kita berdiri jam 4 sore di sepanjang pantai yang ada di daerah masing-masing untuk bersihkan sampah yang ada,” kata Susi saat deklarasi Pandu Laut Nusantara di area car free day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, Minggu

Quoted directly from kompas.com mentioning that the Minister of Maritime Affairs and Fisheries Susi Pudjiastuti invites all Indonesian people to clean the beach on August 18, 2018. This is created as an effort to realize Indonesia’s beaches and sea  are free from waste. “On August 18 after the independence celebration, all stood at 4 pm along the beach in their respective areas to clean up the garbage,” said Susi during the “Pandu Laut Nusantara” declaration in HI junctions car free day (CFD) area, Jakarta , Sunday

 

Pantai Wini Bersih 2

Solidaritas Merah Putih Nusa Tenggara Timur di Wini yang diketuai oleh seorang pemuda kreatif bernama Ishak Marjon Boik bersama komunitas pesona wini yakni komunitas anak muda perbatasan wini  melakukan aksi sosial bersih pantai sepanjang kurang lebih 4 km dari perbatasan negara Wini-Oekusi Timor leste sampai resort marjon beach.

Red and White Solidarity East of Nusa Tenggara in Wini which is chaired by a creative young man “Ishak Marjon Boik” along with the charm Wini community is the youth community located in Wini the border of Indonesia conducted cleaning the beach as a social action for approximately 4 km from the border of Wini-Oecution of Timor Leste until  marjon beach resort.

Pantai Wini Bersih 3

“Memang sebuah kegiatan yang tidak menyenangkan untuk membersihkan sampah yang dibuang oleh orang lain. Akan tetapi  ini merupakan tanggung jawab kita semua di Wini untuk menjaga kebersihan dan kitalah yang tinggal didepan pantai ini”, ucap Marjon. Sebagai contoh yang baik agar orang lain melihat kegiatan ini dan mendapatkan petunjuk untuk melakukan hal yang serupa, makin banyak yang melakukan-nya makin baik seluruh pantai yang ada di Indonesia.

“It is an unpleasant activity  to clean up garbage that discarded by other people. However, this is our responsibility  in Wini to maintain cleanliness and we are the ones who live in front of this beach”, said Marjon. As a good example for other people to see this activity and get directions to do the same, more and more doing it the better conditions to all beaches in Indonesia.

Pantai Wini Bersih 1

Relawan kerja Nyata Solidaritas Merah Putih  benar benar sebuah organisasi masyarakat  yang mampu menghimpun masyarakat untuk menjadi obat persatuan dan kesatuan serta menumbuhkembangkan kreatifitas. Jokowidodo presiden Republik Indonesia adalah pembina langsung organisasi masyarakat ini.

Actual activity by Red And White Solidarity’s volunteers which is truly able to gather all community to become a better medicine for Indonesia Unity and to develop creativity among youth. Jokowidodo, president of the Republic of Indonesia, is the direct coach of this community organization.

 

Article by Ketut Rudi

Special thanks to Ishak Marjon Boik Wini Indonesia

Nona-Nona Cantik Berbusana Daerah (Beautiful Ladies Dressed in Customary Clothing)


Pakaian Adat Tradisional Indonesia merupakan  kekayaan yang dimiliki oleh negara kita Indonesia dan pakaian adat telah banyak dipuji oleh negara-negara lainnya. Dengan banyaknya suku-suku dan provinsi yang ada di wilayah Indonesia, maka otomatis pula banyak macam-macam baju adat yang di pakai oleh masing-masing suku di seluruh provinsi Indonesia ini. Karena dari banyaknya suku-suku yang ada di Indonesia memiliki ciri-ciri khusus dalam pembuatan ataupun dalam mengenakan pakaian adat tersebut. Pakaian adat atau yang biasa disebut pakaian tradisional dari masing-masing provinsi ini memiliki suatu cerita masing-masing. Sampai saat ini masyarakat masih menampilkan dan mementaskannya. Salah satunya saat pesta nikah meski pesta tersebut bergaya Internasional.

Indonesian Traditional Clothing is the wealth owned by our country Indonesia and traditional clothing has been widely loved by other countries. With the many tribes and provinces that exist in the territory of Indonesia, there are also many kinds of traditional clothes that are used by each tribe in all provinces of Indonesia. Then due to many tribes that exist in Indonesia that have special characteristics in making or wearing their traditional clothing. Traditional clothing or what is commonly called traditional clothing from each of these provinces has a story to tell. Until now people still displays and performs it. One of them is during a wedding party even though the party is in an international style.

pakaian adat belu 2

Kita semua pasti pernah menghadiri acara pernikahan di suatu tempat di Indonesia. Dan hari ini di sebuah hotel di Kupang saya menemukan nona-nona cantik berbusana daerah dan langsung saja diabadikan dalam sebuah foto.

All of us must have experienced on attending a wedding ceremony somewhere in Indonesia. And today in a hotel in Kupang I found beautiful ladies dressed in Customary Clothing and immediately immortalized in a photo.

pakaian adat belu 1

Semua tampak cantik dalam pesta pernikahan itu, namun sungguh cantik para penari dengan busana daerah mereka dan banyak tamu yang berkunjung berfoto dengan mereka dan termasuk saya yang tidak mengenalnya. Dengan ramah mereka memberikan ruang untuk difoto dan saya sangat senang akan hal ini karena bangga memotret icon sebuah keindahan budaya.

Everyone looked beautiful at the wedding, but it was really beautiful for the dancers in their regional outfits and many guests who visited took pictures with them and including me even I don’t know them. They kindly provided space to be photographed and I was very happy about this because I was proud to photograph the icon of a cultural beauty.

 

 

Article by Ketut Rudi

Models : Unknown @ family wedding Naka Hotel Kupang

Pakaian Adat Belu Nusa Tenggara Timur

Kerja Nyata Organisasi Masyarakat Sebagai Wadah Untuk Mengasah Kreatifitas Generasi Muda (The Real Action of Community Organizations as a Place for Sharpening On Youth Creativity)


Dirgahayu Republik Indonesia Ke : 73 , 17 Agustus 2018, Edisi Spesial (Longevity Republic of Indonesia 73 Year Independence Day, August 17, 2018, Special Edition)

 

Berdasarkan rilis dari Kementerian Dalam Negeri per Juli 2017 ada lebih dari tiga ratus ribu organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Indonesia. Jumlah yang cukup banyak dan ormas-ormas tersebut terdaftar di beberapa lembaga, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, dan ada juga yang terdaftar di provinsi, kabupaten dan kota. Secara harafiah bahwa Organisasi Kemasyarakatan atau disingkat Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak melanggar undang-undang organisasi masyarakat. Dalam Edisi kali ini dan bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, photo story mengulas satu kegiatan ormas di Nusa Tenggara Timur yang sederhana namun kaya makna. Yuk simak !

Based on Ministry of Home Affairs release as of July 2017 there were more than three hundred thousand community organizations (“Ormas” Indonesian abbreviation) in Indonesia. A quite large number and these mass organizations registered in several institutions, such as the Ministry of Home Affairs, Ministry of Foreign Affairs, Ministry of Law and Human Rights, and some are registered in provinces, districts and cities. Literally that Community Organizations or abbreviated to “Ormas” is an organization that voluntarily established and formed by  community based on similarity of aspirations, wishes, needs, interests, activities, and objectives in order to participate on development in order to achieve the goals of the The State of Indonesia and not violate the laws of community organization in Indonesia. In this edition and coinciding on Indonesia’s independence day, photo story reviews on simple activity of one organization that exist in East of Nusa Tenggara but rich in meaning. Let’s read!

ormas

Sebuah kegiatan organisasi masyarakat di Nusa Tenggara Timur yang bertajuk “Perpustakaan Jalanan” memang bukan ide baru. Jauh sebelum kegiatan ini dilakukan di NTT, di pulau Jawa serta daerah lainnya telah melakukan kegiatan serupa, dan dilakukan oleh organisasi masyarakat, gabungan relawan bahkan oleh perorangan. Dan faktanya banyak dilakukan oleh mereka yang berstatus mahasiswa.

An activity of a community organization in East of Nusa Tenggara (NTT) entitled “Street Library” is not a new idea. Long before this activity was carried out in NTT, on the island of Java and other areas had carried out similar activities, and were carried out by community organizations, combination of volunteers and even individuals. And the fact is that many of them are students.

Youth Creativity 6

Youth Creativity 3

Sebuah fenomena menunjukan bahwa kalangan mahasiswa di NTT  telah ikut berperan aktif dalam kegiatan organisasi masyarakat dan hal ini  dipengaruhi oleh adat istiadat yang mewajibkan mereka memberikan sumbangan tenaga dan material  baik dalam urusan adat dan keagamaan. Fenomena ini dapat diasumsikan bahwa minat berorganisasi di kalangan mahasiswa NTT adalah sangat baik. Dalam sebuah kegiatan sosial yang sering mahasiswa ikuti adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan dunia pendidikan seperti salah satunya  “kampanye untuk gemar membaca” melalui pembuatan perpustakaan jalanan ini. Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan serta digarap secara sistematis dalam wujud kerja nyata dan dapat menunjukan tingkat intelektual mereka serta secara nyata diharapkan mengedepankan hasil dari kegiatan yang dilaksanakan dan disertai evaluasi dan perbaikan.

A phenomenon shows that students in NTT have played an active role gathering in community organizations activity and this is influenced by customs which require them to contribute energy and material both in customs and religious affairs. This phenomenon can be assumed that student’s interest on organization among NTT students is very good. In a social activity students often follow  activities which related to the world of education such one of them is “love reading campaign” through street library. Students are expected to be able on applying their obtained knowledge and worked out systematically in the form of real work and this could show their intellectual level and realistically expected to prioritize the results of carried out activities and accompanied by evaluation and improvement.

Youth Creativity 7

mengumpulkan buku 1

Kegiatan sosial ini mulai dikemas dengan kegiatan-kegiatan unik untuk  menumbuhkan kreatifitas mahasiswa selain tujuan utama untuk membantu mengkampanyekan budaya gemar membaca. Salah satunya adalah kegiatan merubah barang bekas menjadi barang yang bermakna dan memiliki fungsi memotivasi.

This kind of social activity began to be packed with unique activities to foster student creativity in addition to achieve activities main goal is volunteering on improving the reading culture on society. One of them is the activity of changing used goods into items that are meaningful and have a motivating function.

Rubah Botol Bekas 5

Youth Creativity 5

Youth Creativity 4

Youth Creativity 9

Rubah Botol Bekas 4

Rubah Botol Bekas 3

Dalam  meningkatkan budaya membaca di masyarakat maka selain usaha penyediaan buku-buku yang menarik dan memiliki konten yang teruji, dibutuhkan kemampuan persuasi yang baik dikalangan mahasiswa penyelenggara kegiatan sosial untuk mengajak masyarakat umum memulai membiasakan diri untuk membaca minimal selama 30 menit dalam sehari dan selanjutnya mau memberikan donasi buku-buku bekas  mereka untuk disalurkan kepada  orang lain dalam kegiatan perpustakaan jalanan lainnya serta mendapatkan sumbangan dana untuk menjalankan kegiatan organisasi tersebut selain dana yang diperoleh dari sponsorship atau sumbangan pemerintah kepada sebuah organisasi masyarakat.   Kegiatan-kegiatan organisasi masyarakat seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat tetapi memberikan manfaat yang besar kepada mahasiswa yang ikut terlibat dalam kegiatan sosial yang dilakukan.

An effort on improving the reading culture in  one community, in addition to provide interesting and proven content of books , good persuasion skills among students who organizing that social activities are needed to make people in one comunity will get use to read for at least 30 minutes a day and then willing to donate their used books to be distributed to other people in other street library activities and also get donations to carry out future organization activities adding to funds that obtained from sponsorship or government contributions. This  community organization activity is not only beneficial for community but provide great benefits for students who are involved in carrying out social activities .

perpustakaan jalanan 10

perpustakaan jalanan 9

perpustakaan jalanan 11

perpustakaan jalanan 5

perpustakaan jalanan 3

Youth Creativity 12

perpustakaan jalanan 7

Hal ini merupakan sebuah kerja nyata Organisasi Masyarakat sebagai wadah untuk mengasah kreatifitas generasi muda.

This is an example of good on the job training by joining Community Organizations as a Place for Sharpening On Youth Creativity

aksi sosial di jalan

Youth Creativity 2

 

Aksi tolong menolong merupakan salah satu bentuk cinta kasih dan kepedulian kepada sesama. Sikap peduli kepada sesama tak hanya meringankan beban seseorang namun juga menjadikan hidup terasa lebih berharga. Bentuk  kepedulian yang dikemas dalam aksi-aksi sosial sekarang ini makin beragam dan bahkan dengan tujuan untuk menggalang dana atau sekedar melewati hari tanpa tujuan dan hasil yang jelas. Apalagi jika bersumber dari partai poitik yang semakin dipenuhi oleh kegiatan yang semata untuk  mengejar kemenangan paslon untuk menang dalam pemilihan oleh masyarakat.

Helping each other is one manifestation of love and care. Caring on others is not only lightening a person’s problem but also makes life  more valuable. The form of care activity  packaged in social actions today is increasingly grow in diverse way and even with the aim of  raising funds only or just passing a day without  goals and results. Especially when it comes from political parties that are increasingly filled by activities that are solely to pursue the victory of the candidate to win the election by the community.

 

 

 

Article by Ketut Rudi

#SOLMET (Solidaritas Merah Putih) Nusa Tenggara Timur “Let’s Reading Campaign” 2018

Visit SOLMET NTT

 

Main Lompat Tali (Skipping Rope)


Lompat tali adalah permainan sederhana yang masih banyak kita jumpai dilakukan oleh anak-anak.  Permainan ini tidak membutuhkan peralatan khusus dan gerakannya pun sederhana. Akan tetapi  manfaatnya cukup banyak bagi kesehatan.

Skipping rope is a simple game that  many children do in nowadays. This game does not require special equipment and also on its movement is simple. But the benefits are quite lot for health.

made Adhryana Lompat Tali

Illustration by Made Adhryana “Lompat Tali”

Dengan menggunakan untaian gelang karet sejak generasi 90-an sampai sekarang masih menjadi salah satu jenis permainan yang digemari anak – anak di desa atau di pinggiran dan sudut kota. Dan saat ini akhirnya juga banyak tersedia jenis skipping rope modern yang bisa didapatkan secara instan berbagai rupa termasuk bisa dimainkan pada sebuah gadget yang tidak memiliki faedah terhadap kesehatan. Yuk perkenalkan permainan ini kepada anak-anak penerus masa depan dunia !

Simply using strands of rubber bracelets since the 90s until now is still become  type of game favored by children of suburb  or the outskirts and corners of the city. And at this time finally there are also many modern types of skipping rope that can be obtained instantly in various forms including being played on a gadget that has no health benefits. Let’s keep introduce this game to child of the world’s next generation.

 

 

Article by Ketut Rudi

 

Berpenampilan Trendy Dengan Noken (Look Trendy With Noken)


Noken yaitu tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu. Sama dengan tas pada umumnya tas ini digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.(Wikipedia)

Noken is a traditional Papuan handbag brought by head and made of bark fiber. Just like bag in general and this bag is used to carry goods of daily needs. (Wikipedia)

Noken di Bali

Namun di Bali Noken ini disulap menjadi sebuah kerajinan tangan ala Bali cuma yang tampak berbeda adalah motif kain Bali sebagai bahan dasar Noken ini. Sebuah usaha creatif dan sebuah usaha menciptakan produk baru sebagai oleh-oleh saat berwisata ke Pulau Bali. Klik disini untuk mengetahui lebih lengkap tentang Noken !

But in Bali “Noken” is transformed into a Balinese-style craft that looks different which is the Balinese motif as the basic material of this “Noken”. A creative effort and an effort to create new product as souvenirs when traveling to the island of Bali. Click here to find out more about Noken!

 

Article by Ketut Rudi

Models : Hendrikus Beribe And Dian Parjo

Acara Pernikahan Modern (Modern Wedding Ceremony)


Acara Pernikahan menjadi salah satu aktifitas yang pasti dialami dalam kehidupan sebuah keluarga. Nah aktifitas pernikahan sudah pasti melewati tahapan-tahapan sesuai dengan adat istiadat dan budaya dari masing-masing daerah di seluruh belahan dunia ini.  Kalau kita lihat lebih dalam lagi, bahwa tren acara pernikahan zaman sekarang sudah berubah dalam pelaksanaannya karena telah terjadi ikatan kawin mawin antara satu keluarga dengan keluarga lainnya yang memiliki budaya yang berbeda. Namun sebenarnya esensi sebuah pernikahan adalah memberikan restu kepada mempelai agar hidup bahagia dalam menjalani hidup baru. Bereda dengan masa saat saya masih kecil dulu saat menghadiri sebuah acara pernikahan, sekarang ada sejumlah kejadian  yang dapat dijumpai pada acara pernikahan jaman sekarang ini yang lebih menunjukan bahwa kebersamaan itu indah sebab dalam acara pernikahan ini telah mempertemukan rumpun keluarga yang saling berjauhan di Negara Kepulauan ini.

Wedding events become one activities that definitely experienced in the life of a family. Well marriage activities certainly through the stages in accordance with the customs and cultures of each region throughout the world. When we look more, that the trend of wedding event now has changed on its implementation because has become a family bond between one family to another family who have different culture. But actually the essence of a marriage is to give blessing to the bride to live happily in living a new life. Different from the time when I was a kid when attending to a wedding event, now there are number of events that can be found in today’s wedding which is more to show that togetherness is beautiful because in this event also families can meet each other that are far apart in this archipelago country.

acara pernikahan modern

Sources : IDNtimes.com

Di tengah ramainya konsep pernikahan bergaya internasional, perkawinan tradisional masih tetap dilaksanakan di tengah masyarakat Indonesia pada umumnya. Masyarakat masih meyakini bahwa pernikahan secara  adat tradisional memiliki makna mempertahankan nilai  sakral sebuah pernikahan. Pernikahan merupakan momentum yang hanya dilakukan sekali seumur hidup dan  sejalan dengan budaya orang Indonesia yang lebih mengutamakan tradisi. Saat tiba di kampung halaman, saya mendapatkan semua anak-anak senang mengenakan busana adat dan seperti simbul pemersatu dalam keluarga. Disamping itu segala persiapan dilakukan bersama-sama dengan riang gembira bersama keluarga.

In the midst of the bustling international-style wedding concept, traditional wedding is still held by Indonesian society in general. People still believe that traditional wedding has a meaning to maintain the sacred value of a marriage. Marriage is a momentum that is only done once in a lifetime and in line with the culture of the Indonesian people who prefer on tradition. Upon arriving at my hometown, I got all  kids happy wearing traditional dress and such a unifying symbol in the family. Besides that, all  preparations were done together happily.

Anak dan usaha pelestarian budaya 1

Photo by Ketut Rudi

Anak dan usaha pelestarian budaya 3

Photo by Ketut Rudi

 

Pada akhirnya yang terpenting dalam sebuah pernikahan adalah proses pemberkatannya. Karena disaat itulah pasangan benar-benar dinyatakan sah menjadi pasangan resmi  sehidup semati. Orangtua dari kedua mempelai pasti datang untuk menyaksikan hal membahagiakan ini bersama rumpun keluarga inti dan masyarakat sekitar.

Ultimately the most important thing in a marriage is the process of blessing. Because at that moment the couple actually declared legitimately to become husband and wife. The parents of the bride must come to witness this happiness event together with all family and surrounding community.

Dijaman sekarang ini, acara pernikahan tidak cukup dilakukan sampai pada acara adat saja namun dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan dan dibalut dalam acara bersama di sebuah tempat yang indah sebagai moment yang tidak terlupakan.

At this time, the wedding is not enough to be done by traditional event only but continued with the wedding reception and well organized in a joint event in a beautiful place as an unforgettable moment.

Anak dan usaha pelestarian budaya 8

Photo by Ketut Rudi

acara pernikahan modern 2

Photo by Ketut Rudi

Kadang pasangan yang menikah bersama keluarga tidak bisa menentukan sendiri bagaimana pernikahan diselengarakan, pasti ada asimilasi budaya dan semakin banyaknya relasi dan keluarga menjadi sebuah alasan kenapa resepsi itu diadakan. Sebuah kewajaran, orang tua ingin memberikan yang terbaik dan ingin melihat anaknya bahagia. Plusnya lagi, mereka memiliki kebanggaan tersendiri dengan mengadakan pesta sedemikian rupa. Dan di jaman modern ini  mengadakan resepsi ini menjadi sebuah tradisi bukan sebagai ajang gengsi dan pamer sehingga membuat acara resepsi yang mewah. Menikah adalah momen di mana semua orang turut merasakan bahagia atas pasangan pengantin. Bukan  hanya untuk  keluarga dan saudara saja yang menikmati suasana itu. Sebuah anggapan bahwa orang tua akan sungkan sama teman-teman dan tetangga yang tidak diundang. Pada akhirnya diadakanlah resepsi untuk meramaikan suasana sekaligus melaksanakan sesi foto keluarga.

Sometimes couples who get married along with their families can not decide themselves how marriages are organized, there must be cultural assimilation and and more relationships and families formed along the time as a reason why the reception is held. A fairness, parents want to give the best and want to see their child happy on their wedding day. Plus, they have their own pride by having a party in such a way. And in this modern era, this reception turns into a tradition and not as a venue for prestige and show by creating a luxurious reception. Getting married is a moment where everyone shares their happiness. Not just for families and of course relatives also invited to enjoy the atmosphere. An assumption that parents will feel uncomfortable when friends and neighbors are not invited. In the end a reception held to enliven the atmosphere as well as carrying out family photo sessions.

acara pernikahan modern 1

Photo by Ketut Rudi

Selain acara pernikahan,  dijumpai adanya momen kebersamaan mengobati rasa rindu antara keluarga yang terpisah menjalani hidup masing-masing. Acara pernikahan tersebut sebenarnya sederhana saja namun menjadi luar biasa tatkala dapat berjumpa dan mengenal seluruh rumpun keluarga yang ada meski tidak semuanya.

In addition to weddings, there was a moment of togetherness to treat the longing between separated families who living their respective lives. The wedding is actually simple event but it becomes extraordinary when it can meet and get to know family even not all of them.

acara pernikahan modern 8

Photo by Ketut Rudi

Foto keluarga

Photo by Ketut Rudi

Inilah pernikahan di Jaman modern. Tentunya mulai sekarang mempersiapkan tabungan yang banyak sebab anak-anak yang masih kecil sekarang kedepan akan melakukan pernikahan dan menghadapi situasi yang sama. Senang melihat kebahagiaan keluarga karena inilah intisari sebuah pernikahan.

This is a wedding event in modern times. Of course, from now I have to prepare a lot of savings because children will grow old and going forward to marry and face the same situation. Was happy to see familly happiness and this is the essence of a wedding event.

Anak dan usaha pelestarian budaya 4

Photo by Ketut Rudi

Pada dasarnya manusia selain sebagai mahluk individu juga sebagai mahluk sosial, sehingga mereka harus hidup bersama-sama  untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Tuhan telah menciptakan manusia dengan berlainan jenis kelamin, yaitu pria dan wanita yang masing-masing telah menyadari perannya masing-masing. Telah menjadi kodratnya sebagai mahluk sosial bahwa setiap pria dan wanita mempunyai naluri untuk saling mencintai dan saling membutuhkan dalam segala bidang. Sebagai tanda seseorang menginjak masa ini diawali dengan proses perkawinan. Perkawinan merupakan peristiwa suci dan kewajiban bagi setiap insan “Untuk menjadi Ibu, wanita diciptakan dan untuk menjadi ayah, laki-laki itu diciptakan. Upacara keagamaan pernikahan ditetapkan sebagai sesuatu yang sakral untuk dilakukan oleh suami dengan istrinya dan seluruh rumpun keluarga dan sahabat.

Basically humans is an individual creatures as well as social beings, so they must live together to achieve certain goals. God has created human beings with different sexes, such men and women who each of them realized their respective roles. Has become human nature as a social creature that every man and woman have  instinct to love each other and need each other in all fields. As a sign of this then someone stepping on period begins with the marriage process. Marriage is a holy event and a rensposibility of every human being “To be a mother, a woman is created and to be a father, the man is created. The religious ceremony of marriage is defined as something sacred to be done by the husband and wife and also the whole family and friends.

 

Article by Ketut Rudi Utama Also from many sources

Models : my Family, some photos taken from google

Grand Whiz Nusa Dua Bali 2018, happy wedding Ami Wibhi

 

Langit Berbintang Di Timor Indonesia (The starred skies of Timor Island Indonesia)


Sebuah fasilitas pengamatan antariksa dibangun di bagian Tenggara Indonesia tepatnya di Pulau Timor yakni di lereng pegunungan Timau Nusa Tenggara Timur dimana iklim daerah ini banyak dipengaruhi oleh iklim benua Australia sehingga para pakar Astronomi menyebutkan bahwa Timau merupakan tempat indah untuk melakukan pengamatan antariksa yang indah di dunia. Selain itu , pulau Timor merupakan sebuah kawasan yang bebas dari polusi cahaya dan signal radio sehingga langit cerah berbintang ada di Pulau Timor ini. Selain langit berbintang yang indah sekaligus merupakan pemanfaatan Kawasan Hutan Lindung yang menjadi area penyangga pegunungan Timau.

A space observation facility built in the Southeast part of Indonesia precisely on the island of Timor on the slopes of Timau mountains East of Nusa Tenggara where the climate of the region is mostly influenced by Australia continental so Astronomy experts say that Timau is a beautiful place to develope beautiful space observations in the world. In addition, the island of Timor is an area thet free from light pollution and radio signals so that the beauty starry sky exist on this Timor Island. In addition to the beauty of starry sky as well as the utilization of Protected Forest Area which is a buffer area of Timau mountains.

Observatorium Nasional Timau

Membangun observatorium sebagai laboratorium astronomi sudah pasti merupakan pembangunan yang berbeda jauh dengan pembangunan laboratorium lainnya. Salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah Langit yang cerah. Tentunya tidak terdapat di daerah perkotaan yang gemerlapan dihiasi oleh indahnya lampu-lampu gedung, jalan dan bangunan.  Kestabilan langit yang bebas dari awan juga menjadi syarat yang harus bisa dipenuhi.  Pulau Timor sangat memenuhi syarat ini karena letak geografisnya dipengaruhi oleh iklim benua Australia. Untuk observatorium di daerah lainnya sudah mulai terganggu oleh polusi cahaya. Timau merupakan lokasi yang paling cocok justru karena area ini  masih belum banyak dijamah oleh kemajuan kota.

Building an observatory for an astronomical laboratory definitely a different development when viewing other laboratory development. One of the absolute conditions to be fulfilled is the bright Sky. Certainly is not fit in glittery urban areas where decorated by the beautiful lights of cars, streets and buildings. The stability of the sky conditions such free of clouds is also a requirement that must be met. Timor Island is highly qualified for that requirement because of its geographical location influenced by Australia continental’s climate. For other observatories areas in the world have begun to be disturbed by light pollution. Timau is the most suitable location just because this area is still not much touched by the progress of the city.

kantor observasi tilong 1

Untuk kedepannya, area ini diperlukan usaha bersama antara masyarakat dan pemerintah serta semua jajaran terkait dalam menjaga kondisi ini dan dapat menjadikan sebuah potensi besar dalam dunia pendidikan dan pariwisata. Pembangunan fasilitas riset modern seperti ini tentunya tidak sekedar berdampak pada peneliti dan dunia pendidikan saja. Dampak penting lainnya juga akan dirasakan oleh masyarakat, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalur transportasi yang menghubungkan area observatorium dan lokasi di sekitarnya dan berdampak terhadap dunia pariwisata.

Furthermore, needed more joint effort between community and government and also all parties in relevant ranks in maintaining this condition and can achieve a great potential in the world of education and tourism. This modern research facilities development certainly will not impact on researchers and the world of education only. But other important impacts will also be felt by local community, one of which is the construction of supporting infrastructure such as transportation routes that connect the observatory area and the surrounding location and impact on the world of tourism.

kantor observasi tilong 2

 

duta langit berbintang timor 2

duta langit berbintang timor 3

Seorang Pakar dari University of Manchester Dr. Rene Breton Reader of Astrophysics dalam kunjungannya bersama pihak-pihak terkait di Indonesia dengan penuh semangat mengkampanyekan untuk menjadikan kawasan Timau bebas polusi cahaya dan bebas signal radio. “Bukan untuk mengajak kembali ke jaman batu”, tapi membuat sebuah ruang untuk menyaksikan keindahan antariksa baik untuk tujuan penelitian dan konservasi alam serta lingkungan.

A Specialist from the University of Manchester Dr. Rene Breton Reader of Astrophysics during his visit together with relevant parties in Indonesia vigorously campaigned to make the Timau area free of light pollution and free of radio signals. “It is not inviting back to the stone age”, but to create a space to witness the beauty of space both for research purposes and for the conservation of nature and environment.

Rene

duta langit berbintang timor 4

Ilustrasi tentang Polusi Cahaya kurang lebih dijelaskan seperti di kota Denpasar Bali, kisaran 20 tahun yang lalu tatkala semua orang dapat melihat ke langit saat malam untuk menyaksikan indahnya taburan bintang berkedap kedip aneka warna dan sering menjadi bahan nasehat oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Kunang-kunang pun yang laksana bintang berkerlap kerlip masih bercengkerama di sana sini. Secara global pada saat sekarang, betapa ratusan juta anak-anak di seluruh dunia tidak akan pernah lagi mengalami pemandangan langit tersebut, termasuk hilangnya kesempatan untuk menikmati bentangan galaksi tempat tinggal kita, Bima Sakti. Kesan natural suasana langit malam nan gelap sebagai karya cipta dan karunia Tuhan semakin sulit diperoleh, bahkan lenyap sama sekali. Peningkatan dan meluasnya penggunaan cahaya buatan pada malam hari tidak hanya mengusik pandangan  kita tentang alam semesta, melainkan nyatanya secara nyata, secara fisik sudah mulai mengganggu lingkungan, keselamatan, konsumsi energi, kesehatan, hingga taraf mengubah budaya kita.

Illustration of Light Pollution is more or less explained as in the city of Denpasar Bali, the range of 20 years ago when everyone can look up to the sky at night to watch the beautiful sprinkling of stars blinking in different colors and often become example for parents in advicing their children through a superstition. Even fireflies like flickering stars were still mingling here and there. Globally at present time, millions of children around the world will never again experience the beautiful sky, including the loss of opportunities to enjoy the stretch of our galaxy, the Milky Way. The natural impression of the dark night sky as a work of creation and the gift of God increasingly difficult to obtain, even disappear altogether. The rise and widespread use of artificial light at night not only disturbs our view on the universe, but in fact, physically has begun to disrupt the environment, safety, energy consumption, health, to the extent of changing our culture.

duta langit berbintang timor 6

Untuk melaksanakan pembangunan Observatorium Nasional di Gunung Timau, kementrian PUPR juga memberikan dukungan yang selaras dengan rencana pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Pembangunan infrastruktur PUPR difokuskan pada konektivitas yakni pembangunan jalan dan jembatan, perumahan, ketahanan air dan pangan serta infrastruktur permukiman yang meliputi akses air minum dan sanitas layak. Peningkatan kualitas hidup masyarakat, pengembangan kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan juga jadi bagian dari strategi pengembangan wilayah NTT. Termasuk di dalamnya pariwisata di wilayah NTT (sumber : Langit selatan.com).

Kita Bangga memiliki langit yang indah ini dan ayo kita menjadi Duta langit berbintang di Timor indonesia untuk Dunia !. Salam dari Pulau Timor.

To carry out the construction of the National Observatory on Mount Timau, the PUPR ministry also provides support in line with  infrastructure development plan on the region. Infrastructure development by PUPR focused on connectivity to the region such road and bridge construction, housing, water and food security and settlement on region’s infrastructure including access for drinking water and proper sanitation. Improving the quality of community life, the development of agricultural activities, plantations, and livestock which also part of NTT’s regional development strategy. This includes tourism in the NTT region (source: Southern Sky.com).

We are proud to have this beautiful sky and let’s be the starry sky guardiant in Timor indonesia for the World! Greetings from Timor Island.

 

 

Article by Ketut Rudi (taken from many sources)

Special thanks to Dr. Rene Breton