Author Archives: ARISTON KUPANG OPTIMA

About ARISTON KUPANG OPTIMA

WE ARE WORKING ON ELECTRICITY DEVELOPEMENT

Willys Owner Indonesia “Menjelajah Keindahan Indonesia” (Willys Owner Indonesia “Exploring the Beauty of Indonesia”)


Komunitas JAJ Jakarta American Jeep Comp CODOT  telah berhasil menjaga kelestarian mobil Jeep Klasik Willys sampai saat ini. Kelompok ini sekarang telah membentuk Komunitas yang lebih besar lagi yang bernama “Willys Owner Indonesia” (WOI) dan terus berusaha mempertahankan nilai sejarah mobil ini namun membawa sebuah misi yang mulia yakni berkeliling melintasi indahnya Nusantara tercinta. Anggota Komunitas ini semakin mencintai mobil yang dulunya sering dipakai balatentara Amerika dan Inggris ini untuk menjelajahi Nusantara namun untuk menjajah bangsa. Moto mereka seperti ditulis dalam website mereka adalah “Bersama Bersaudara”. Berikut adalah photo story diambil dari account facebook sahabat saya Albert Ibrahim dan Andarmuji Aan sebagai penggagas terbentuknya Willys Owner Indonesia.

JAJ Jakarta American Jeep Comp CODOT community has managed to preserve theClassic Jeep
Willys up to date. This community has formed a larger community called “Willys Owner Indonesia” (WOI) and continues to maintain the historical value of Willys in addition to carry a noble mission nowadays is to travel the beauty of beloved Archipelago. Members of this Community increasingly love this classic cars that long time ago was used by American and British troops to explore the archipelago but to colonize the nation. Their motto as written on their website is “Together we are Brothers”. Here is a photo story taken from my friend Albert Ibrahim and Andarmuji Aan’s facebook account as the initiators of the formation of Willys Owner Indonesia.

“Bersiap untuk menjelajah tiap jengkal tanah Indonesia, meski saya seorang wanita tapi niat saya besar untuk mengetahui lebih pasti dan membuktikan bahwa Indonesia itu indah” (Cathy the Purple lady Willys Owner Indonesia) 

“I am Preparing to explore every inch of Indonesia’s land, though I am a woman but my great intention to explore more  and prove that Indonesia is beautiful ” (Cathy the Purple lady Willys Owner Indonesia)

Selamat Datang dan kunjungi Indonesia sekarang juga! Ada begitu banyak tempat indah untuk dikunjungi di Indonesia, selain itu, Indonesia adalah tempat terbaik untuk menghabiskan liburan anda. Tunggu saja perjalanan Willys Owner Indonesia untuk mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia yang mungkin menarik minat Anda dan pasti dengan teman nakal saya “Willys Owner Indonesia”

Welcome and visit Indonesia now! There are so many beautiful places to visit in Indonesia, in addition, Indonesia is the best place to spend your holiday. Just wait for Willys Owner Indonesia’s journey to visit beautiful places in Indonesia that might interest you and for sure with my naughty friend “Willys”

Article By Ketut Rudi

Many Thanks for Andarmuji Aan, Albert Ibrahim and All Members of Willys Owner Indonesia

Menyimpan Kenangan Indah Keluarga Di Era Digital (Saving Family’s Beautiful Memories in the Digital Age)


“Rambutmu Tetap Indah Meski Tak Hitam Lagi”. Saya mencoba menuliskan beberapa acara-acara keluarga dalam sebuah blog dengan selogan ini. Banyak orang mampu menulis, tapi sedikit orang yang memiliki waktu untuk mengungkapkan segala moment-moment yang indah tersebut, dan banyak orang yang bisa memotret, tapi jarang yang bisa membuat foto tersebut  bercerita. Fotografi adalah salah satu media untuk bercerita yang sangat baik. Seringkali, fotografi yang baik dapat menggugah perasaan dibandingkan dengan tulisan semata. Nusa Tenggara Timur adalah Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beraneka ragam budaya dan sungguh indah jika ditampilkan bersama-sama dalam sebuah tulisan kenangan indah yang dapat dibagikan ke handai tolan sekaligus menjaga budaya tetap lestari. Acara keluarga seperti sambut baru, Pembaptisan, Khitanan, Ulang Tahun sampai pernikahan atau bahkan sampai kepada acara pernikahan emas di usia lanjut merupakan momen  berharga yang harus diabadikan dalam lembaran indah bukan saja pada album foto yang akan usang oleh waktu.

“Your hair is still beautiful even though it’s not colorful anymore”. I try to write down some family events in a blog with above quote. Many people are able to write, but few people have time to express all of their beautiful moments, and many people can take pictures, but rarely they could make it a story tell. Photography is one kind of media which could tell a very good story. Often, good photography can arouse feelings compared to mere writing. East of Nusa Tenggara is one of many provinces in Indonesia that has a wide variety of cultures and is truly beautiful when displayed together in a beautiful memoir that can be shared with the whole family while keeping the culture sustainable. Family events such as welcoming new, Baptism, Circumcision, Birthdays to weddings or even to golden weddings in old age are precious moments that must be captured in beautiful sheets not only on photo albums that will be obsolete by time.

“Tulisanku Akan Dikenang Selamanya Namun Tidak Tubuhku”, Inilah kata mutiara pada blog pribadi saya yang saya buat untuk mengenang segala tempat yang pernah dikunjungi atau hanya sekedar melampiaskan kesukaan saya akan karya sastra. Rumah Online ini adalah rumah bebas berekspresi. Terimakasih kepada segenap pengunjung dan pembaca yang telah mampir dan menikmati karya saya meski ditampilkan sangat sederhana.

“My writing will be remembered forever but not my body”, this is a pearl of wisdom on my personal blog that I made to commemorate all places that have been visited or just vent my favorite literature. This Online Home is a free house of expression. Thank you to all visitors and readers who have stopped by and enjoyed my work even though it was displayed in very simply one.

https://ketutrudi.blogspot.com/p/home.html

“Cara Mengabadikan Keindahan Hanyalah Melalui Sebuah Foto”. Jangan dibuang foto-foto yang pernah anda ambil. Saat bertamasya, saat mengunjungi keluarga atau sahabat, atau lainnya. Dan sekarang semua pasti memegang kamera dan tidak diperlukan lagi kamera-kamera yang canggih atau masih diperlukan untuk tingkat yang lebih profesional. Tapi lupakanlah itu semua, yang penting hasilnya bisa kita nikmati baik hanya untuk sekedar melepas lelah dan mengingat kembali masa-masa itu. ya…semuanya bisa dilakukan lewat foto. Foto akan bercerita kembali. Ini gallery saya dan para sahabat. Foto anda luar biasa….Salam

“How To Capture Beauty Just Through A Photo”. Don’t throw away photos you’ve taken. When sightseeing, when visiting family or friends, or others. And on this era of course all people have and holding a camera and no more sophisticated cameras needed or may still needed for professional level. But forget it all, the important thing is we can enjoy the result as well just to unwind and remember those times. yes … everything can be done through photos. The photo will tell again. This is my gallery and friends. Your photos are amazing …. Greetings

Sebuah blog yang sedikit komersial, blog ini berisikan kumpulan artikel baik mengenai kegiatan usaha sebagai rekanan Perusahaan Listrik Negara PLN dan Unit – unit kerja pemerintah maupun swasta, serta artikel – artikel lainnya sebagai hiburan dan tentunya bermanfaat. Semoga Indonesia Maju Cerdas seperti moto kami “Pembangunan Menerangi Dan Mencerdaskan” sampai ke pelosok Tanah Air yang indah. Kami bangga menjadi bagian pembangunan Indonesia. Blog untuk mencerdaskan.

A blog bit commercial, this blog contains a collection of articles both about business activities as partners of the State Electricity Company PLN and government and also for private work units, as well as other articles as entertainment and of course useful. Hopefully Indonesia is Moving Smarter like our motto “Development Illuminates and Educates” up to the remote parts of the beautiful country. We are proud to be part of Indonesia’s development. Blog to educate.

Lagi pusing ngga ada kerjaan, duit ngga punya tapi di android data ada.  Lagi pusing dimarahi bos, kerjaan jenuh istirahat saja dulu di depan  komputer. Disini solusinya. Meski belum lengkap yah mudah-mudahan  bermanfaat. Namun jangan nyanyi-nyanyi sendirian ya….mending blog ini  digunakan untuk rayu pacar, ada acara tinggal colok ke speaker dan slide  dan bagoyang….Enak toh….lanjuuut

Bit boring, there is no work to do, no money, but there is data on your android. Bit sad and being scolded by your boss, saturated then just rested for a while at the front of your computer. Here is the solution. Even though it’s not complete one, hopefully it will be useful. But don’t sing alone like crazy … it’s better when this blog will help you to seduce
a boy or girlfriend, and when there’s an event, just plug into the speakers and slide and shuffle …. It’s good … let’s go

Tulisan pada media sosial dapat memberikan dampak bagi kehidupan sosial. Ayo berlomba-lomba membuat karya untuk mendukung era milenial ini dimana semua serba bebas mengekspresikan segala sesuatu secara online. Semegah apapun rumahmu di dunia, maka sungguh tidak berarti jika berada di dunia yang sama. Dunia ini rumah kita bersama dan sekarang banyak yang menyebutkan bahwa dunia ini sebuah panggung sandiwara. Dunia yang indah dan harmonis tempat para malaikat bermain dan belajar kasih sayang dari segala mahluk hidup yang ada sebagai mahluk ciptaan Tuhan. 

Writing on social media can have an impact on social life. Let’s compete to make works to support this millennial era where all are free to express everything online. No matter how grand is your home in this world, then it really doesn’t have mean when built in the same world. This world is our home and now many say that the world is a stage. A beautiful and harmonious world where angels play and learn compassion from all living things that exist as creatures created by God.

Ketut Rudi @2019

UTIPRO ( Universal Taekwondo Indonesia Profesional ) NTT


UTIPRO (Universal Taekwondo Indonesia Profesional) adalah sebuah yayasan yang didirikan oleh Grand Master Lioe Nam Khiong sejak tahun 2011 silam. Sampai saat ini telah banyak yang diperbuat untuk Indonesia khususnya untuk memajukan aktifitas olah raga para generasi muda. Prestasi yang membanggakan adalah salah satunya telah berhasil mencetak olahragawan yang handal dan tidak sampai disini saja bahkan telah mengirim wasit ke Olimpiade Rio De Janeiro, Brasil, 2014 lalu. Hal yang tentu saja membawa harum Merah Putih bahwa taekwondo Indonesia bisa berperan di dunia internasional. Lantas bagaimanakah aktifitas di Nusa Tenggara Timur Indonesia?, yuk simak sebuah photo story dari Sahabat saya Master Fuad Sauqi bersama Team UTIPRO NTT dengan penuh semangat mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di kancah internasional khususnya di dunia olah raga Taekwondo.

UTIPRO (Universal Taekwondo Indonesia Professional) is a foundation founded by Grand Master Lioe Nam Khiong since 2011 ago. Until now there has been a lot of work done for Indonesia specifically to advance the sports activities for younger generation. A proud achievement is that one of them has succeeded in producing a best sportsman who is reliable even more sent the referee to the 2014 Rio De Jeneiro Olympics, in Brazil. This of course brings proud of The Red and White Flag for Indonesian taekwondo also able to play a role in the international world. Then what are the activities in East of Nusa Tenggara Indonesia ?, let’s take a look at a photo story from my friend Master Fuad Sauqi and the entire team at UTIPRO NTT which enthusiastically also made the name of East of Nusa Tenggara on the international scene especially in the world of Taekwondo sports.

Untuk di NTT, UTIPRO diKetuai oleh Bapak Jefry Riwukore ( Walikota Kupang ). Kegiatan telah banyak diselenggarakan dan yang terbaru adalah pada tanggal 17 Februari 2019, UTIPRO Kabupaten Ngada di Flores mengadakan Ujian kenaikan tingkat periode I 2019, yang diikuti sebanyak 30 Taekwondoin dari Dojang Ratu Damai, SMAK Regina Pacis Bajawa, sebagai pengujinya Sabeum Nim Fuad Sauqi dari UTIPRO Propinsi NTT ( DAN V Kukkiwon ).

In NTT, The UTIPRO is chaired by Mr. Jefry Riwukore (Mayor of Kupang). Many activities have been carried out and the most recent is on February 17, 2019, The UTIPRO Ngada Regency in Flores held level upgrade test period I in 2019, which was attended by 30 Taekwondoin from Dojang Ratu Damai, Senior High School of Regina Pacis Bajawa, and as examiners on the event was Sabeum Nim Fuad Sauqi from UTIPRO NTT Province (Black Belt V of Kukkiwon).

Foto-foto diatas adalah kegiatan latihan Taekwondo anak-anak SMAK Regina Pacis Bajawa di Lapangan Kartini Bajawa dan kegiatan Ujian kenaikan tingkat di Bajawa. Sabeum Nim Fuad Sauqi selain menjadi seorang master dalam olah raga bela diri, sahabat saya ini juga menyukai kegiatan travelling dan memiliki club motor dan tentunya sebagai sahabat dari semua anak-anak didiknya.

The photos above are Taekwondo training activities for student in Senior High School of Regina Pacis Bajawa which taken at Bajawa Kartini Field and Level-up Exam activities in Bajawa. Sabeum Nim Fuad Sauqi besides being a master in martial arts, my best friend also loves traveling and has a motorbike club and of course he as a friend of all of his students.

Kegiatan-kegiatan UTIPRO secara garis besar ditujukan untuk membentuk fisik dan mental anak-anak sebagai generasi penerus bangsa sehingga terbentuk karakter dan disiplin yang baik setelah mereka dilatih dan mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan olah raga yang sangat bermanfaat. Latihan-latihan Taekwondo itu menyehatkan dan Master Fuad bersama team membuat olahraga menjadi hal yang menyenangkan selain menjadikan tubuh semakin kuat namun tidak sombong akan kekuatan yang dimiliki. Menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab dan rasa kesetia kawanan sosial.

UTIPRO activities in general are intended to shape the physical and mental of children as the next nation’s generation so that their character and discipline are formed through a positive activity and trained well. Taekwondo exercises are a healthy activity to do and Master Fuad and his team have made this kind of sport to become an interesting fun activity which loved by students besides making their body stronger but then not arrogant about the strength they have. Instill the discipline, responsibility and a sense of loyalty to social herd.

Article by Ketut Rudi

Photos and References By Master Fuad Sauqi

Terima kasih kepada : Bapak Hendrianto Ndiwa ( Wakasek kesiswaaan) di SMAK Regina Pacis Bajawa dan Sabeum Yoan Siga ( Pelatih Taekwondo di SMAK Regina Pacis Bajawa )

Sabeum Nim itu sebutan untuk Taekwondo yang sudah Sabuk Hitam DAN 5, kalau sabeum itu sebutan untuk Taekwondo yang DAN 3 kebawah ( DAN 1, 2 dan 3)” Sabeum Nim is the name for Taekwondoin who already gain Black Belt Level 5 above, and Sabeum is the name for Taekwondoin who already gain black belt level 3 down ( 1, 2 and 3)

Kiong Hi Hwat Cai 2019 / 2570 (Selamat Tahun Baru Imlek) Keluarga Ariston Kupang Optima (Happy Chinese New Year 2019/2570, Ariston Kupang Optima’s Family Member)


Berdasarkan Astrologi China kuno yang ditetapkan oleh Dinasti Han pada kalender lunar China, pada Tahun Baru Imlek 2019 yang dikenal sebagai Tahun Babi dengan unsur Tanah (Bumi) menjanjikan keberuntungan dan berkat bagi semua tanda zodiak Cina. Budaya China mengenal slogan “Ai Pia Cia Eya” ( dalam dialek hokkian ) yang artinya berani bekerja keras baru bisa mendatangkan kemenangan. 

Based on ancient Chinese Astrology set by the Han Dynasty on the Chinese lunar calendar, on the 2019 Chinese New Year known as the Year of the Pig with elements of the land (Earth) promises good luck and blessings for all Chinese zodiac signs. Chinese culture knows the slogan “Ai Pia Cia Eya” (in the hokkian dialect) which means daring to work hard is the only thing that can bring a victory.

Orang Indonesia keturunan Tionghoa turut merayakan acara Tahun Baru Chinese (Chinese Lunar Year) setiap tahunnya  termasuk di Nusa Tenggara Timur. Tahun Baru Imlek 2019 dimulai pada hari Selasa, 5 Februari dan berakhir pada hari Jumat, 24 Januari 2020. Ini merupakan Tahun Babi Tanah yang datang tepat setelah Tahun Anjing Tanah (2018) dan sebelum Tahun Tikus Logam (2020). Orang-orang bershio Babi kemungkinan lahir pada tahun 1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007, 2019, dan 2031.

Indonesians of Chinese descent also celebrate the Chinese Lunar Year every year, including in East of Nusa Tenggara. Chinese Lunar New Year 2019 starts on Tuesday, February 5 and ends on Friday, January 24, 2020. This is the Pig Year that comes right after the Year of Dogs (2018) and before the Year of Rat will come (2020). Person who categorized to have pig elements may be born in 1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007, 2019 and 2031.

Tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Banyak rangkaian perayaan yang dilakukan orang Tionghoa dalam menyambut tahun baru Imlek. Kebiasaan dan tradisi yang unik banyak dilakukan dalam perayaan itu dan tentu saja ada beberapa alasan dilakukannya tradisi tersebut. Salah satu kebiasaan ini adalah membagikan angpaoyakni sebuah tanda kebahagiaan yang dibagikan kepada anak-anak, keluarga atau orang-orang yang disayangi.

Chinese New Year is the most important celebration for Chinese people. Many series of celebrations carried out by Chinese people in welcoming the Chinese New Year. Unique habits and traditions are often carried out during the celebration and of course there are several reasons for that tradition. One of these habits is to share “angpao” present in the form of amount of money inside the red envelope as a sign of happiness that is shared to children, families or loved ones.

Makna Imlek sangat beragam, namun intinya adalah berkumpul dengan keluarga dan sahabat untuk saling memberikan kebahagiaan dan suport dalam menyongsong tahun yang baru juga sembari mengucap syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan tahun lalu. Banyak sekali hal hal menarik di acara Imlek. Misalnya harus banyak ornamen yang menggunakan warna merah yang bermakna keberuntungan dan kebahagiian, warna kuning yang melambangkan kemakmuran. maka dari itu acara Imlek selalu dipenuhi dengan warna warna cerah dan berkesan mencolok penuh kebahagiaan. Tata cara yang lain seperti harus membersihkan rumah, potong rambut, membayar hutang hutang sebelum Imlek dimaknai untuk membuang sial supaya rejeki atau hokky bisa bagus di tahun depan. Dari segi makanan yang dihidangkan untuk acara juga harus bernuansa manis, berwarna cerah, enak dan terkesan mewah, hal ini melambangkan kehidupan awal tahun baru yang akan selalu membuat kita sukses dan banyak rejeki. Berkeliling ketempat saudara dan handaitaulan juga sangat penting untuk semakin merpererat talisilaturahmi antar kita, hal ini sangat sangat bermakna untuk memberikan motivasi agar semakin sukses kedepannya. Yang paling menarik adalah kebersamaan dalam mengucapkan selamat disertai membagikan angpao yang berisi uang agar kita bisa membagi kebahagiaan kita dengan orang orang yang kita kenal dan kita cintai. Membagikan kebahagiaan dalam bentuk angpao akan bermakna baik supaya rejeki akan semakin banyak dan melimpah ditahun baru ini.

“Imlek” meaning is very diverse, but the point is to gather with family and friends to give each other happiness and support in welcoming the new year as well as thanking God Almighty for the success of last year. Lot of interesting things at the Chinese New Year celebration. For example, there must be a lot of ornaments that use red color which means luck and happiness, the yellow color that symbolizes prosperity. therefore the Chinese New Year celebration is always filled by bright colors and striking impressions of happiness. Other activity carried out by family such as having to clean the house, cut hair, pay off debt before the Chinese New Year arrive are heaving a meant to throw bad luck so fortune or hokey can be good on next year. In terms of the served for the event, it must also be sweet, brightly colored, delicious and seem luxurious, this symbolizes the beginning life of new year which will always make us successful and lots of luck. Traveling around to visit family and friends is also very important to further strengthen among family and relatives, this is very meaningful to provide motivation each other to be more successful in the future. The most interesting thing is that togetherness in congratulating and distributing “angpao’ which is filled with amount of money so that we can share our happiness with people they know and love. Sharing happiness in the form of “angpao” will be meaningful so that fortune will be more abundant in this new year.

Memang menarik bila kita membicarakan tentang Imlek, banyak hal yang harus kita ketahui dan kita pelajari tentangnya. Namun dibalik semua itu ada satu kesamaan yang sangat mendasar yang akan kita temukan apabila kita gali apa itu Imlek. Yang pasti Imlek adalah sarana untuk membekali diri kita dengan kebahagiaan, suport dan kebersamaan supaya kita bisa semakin maju dan semakin bekerja keras untuk mewujudkan cita cita dan tujuan hidup kita. Tuhan pasti akan memberkati dan menyertai umat-Nya yang telah bekerja keras untuk mewujudkan cita cita hidupnya. Maka dari itu jangan sia siakan kesempatan yang telah Tuhan berikan kepada kita, kita harus berjuang demi masa depan kita. Tahun babi tanah ini diramalkan bahwa sangat cocok untuk menghasilkan  keberhasilan disemua bidang dan semua unsur yang ada, maka itu kita harus berjuang untuk merealisasikan keberhasilan kita sendiri. Semoga Tuhan memberkati dan menyertai kita semua … Amien


It’s interesting when we discuss about Chinese New Year, there are lots of things we have to know and we learn about it. But behind all of that there is one very basic similarity that we will find when we explored what is Chinese New Year. Certainly, Chinese New Year is a means to equip ourselves with happiness, support and togetherness so that all can living a life more advanced and work harder to realize dreams and goals. God will surely bless and accompany all people who worked hard to realize their dreams. Therefore, do not waste the opportunity that God has given to us, we must fight for our future. The year of this earth pig is predicted to be very suitable to produce success in all fields and all the elements that exist, so we must strive to realize our own success. May God bless and be with us all … Amien

Kiong Hi Hwat Cai  ….. Angpao Toa Toa Lai …..😀😀😀😀😀




Article and photos by Ketut Rudi, Edward Wijaya (Also from many sources) , Many thanks for Molina Olivia for delicious food tonight ……


Pantai Ling Al Alor Barat Daya (Ling Al Beach South West Of Alor Island)


Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur Indonesia memiliki banyak pantai – pantai indah dan bahkan belum dijamah orang. Belum dijamah orang dan ya mungkin saja karena fasilitas jalan belum terbangun terutama ke berbagai desa-desa pedalaman yang jauh letaknya dari kota. Salah satu pantai indah ini yang kata penduduk di kota menyebutkan pernah dikunjungi Presiden Jokowidodo adalah Pantai Ling Al di Alor Barat Daya. 

Alor Island in East of Nusa Tenggara Indonesia has many beautiful beaches and has not even been touched by people. People have not come and it is possible because of the road facilities have not been built yet, especially in various rural villages far from the city. One of these beautiful beaches that residents in the city says that President Jokowidodo have ever visited is Ling AL Beach in South West Of Alor.

Pembangunan sekarang semasa pemerintahan Presiden Jokowidodo sedang gencar-gencarnya ke berbagai plosok di negri ini. Negri ini memiliki banyak potensi yang belum digarap secara maksimal dan salah satunya adalah obyek wisata pantai yang belum memiliki akses jalan yang baik. Kebetulan saya sedang terlibat dalam salah satu pembangunan kelistrikan di pulau alor dan meski pantai indah ini adalah bagian dari Pulau Alor, tetapi  letaknya jauh dari ibukota Alor yakni Kota Kalabahi yang membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama.  Transportasi yang bisa digunakan untuk menuju pantai Ling’al bisa menggunakan jalur laut atau jalur darat. perjalanan darat, akan memakan waktu lebih dari 5 jam dengan kondisi jalan yang cukup ekstrim sehingga saya sarankan jika mau berkunjung ke pantai ini tepatnya saat musim kemarau saja. Namun bagi penyuka off road, maka rute darat memberikan pengalaman tersendiri. Hanya mobil 4×4 dan motor trail yang disarankan melewati jalur ini.

Current development during the administration of President Jokowidodo is being intensified to various parts of the country. This country has a lot of potential thing that has not been developed maximally and one of them is a coastal tourism object that does not have good road access. Incidentally, I was involved in one of electrical developments on the island of Alor and although this beautiful beach is part of Alor Island, it is located far from the capital city of Alor Kalabahi which requires a long travel time. Transportation that can be used to get to Ling’aL beach can travel by sea or land. Land travel, will take more than 5 hours through out a quite extreme road conditions so I suggest if you want to visit this beach please do it on the dry season. But for off road enthusiasts, the land route provides its own experience. Only 4×4 cars and trail bikes are suggested to pass this route.

Saat memilih jalur laut, maka dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dari beberapa pelabuhan di Kalabahi. Ada banyak jasa penyewaan kapal atau carter kapal di Kalabahi. Dalam ilustrasi dibawah ini, saya menggunakan kapal pribadi yang sebenarnya difungsikan untuk mengangkut material ke lokasi pekerjaan yang letaknya tidak jauh dari pantai ini. 

When choosing a sea lane, it takes approximately 3 hours of travel from several ports in Kalabahi. There are many boat rental services or chartered ships in Kalabahi. In the illustration below, I traveled by  private boat which is actually used to transport material to a work location that is not far from this beach.

Sembari melepas lelah dalam pembangunan ini, saya dan team menikmati untuk pertama kali pantai indah ini sebelum dikenal oleh banyak orang. Inilah senangnya dapat terlibat dalam pembangunan negri. Dan terima kasih Bapak Jokowi telah membuka dan membangun potensi-potensi yang dimiliki oleh pulau-pulau yang dulunya jarang diperhatikan. Semoga kepulauan Alor terus dibangun bekerja bersama pemerintah daerah. 

While taking a break from this tiring development, me and my team have enjoyed this beautiful beach for the first time before being crowded by many people. This is a pleasure of being able to be involved in the development of the country. And thank you, Mr. Jokowi, for opening and developing the potentials owned by islands which were rarely noticed. Hopefully the Alor islands will continue to be developed working with the regional government.

ika Anda pecinta wisata pantai, tak lengkap rasanya bila tidak memasukkan Pulau Alor kedalam agenda wisata Anda. Sebab, di Pulau Alor ini terdapat beberapa pantai yang memesona karena keindahan alamnya. Saya juga belum mengunjunginya satu persatu dan salah satunya adalah Pantai Ling’al ini. Pantai ini juga terkenal dengan keindahan bawah lautnya selain memiliki pasir pantai yang berwarna putih nan cantik. Tak salah jika pantai ini menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Alor.  Pantai Ling’al ini berada di kawasan Desa Halerman, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor.

If you are a beach lover, it’s not complete if you don’t enter Alor Island into your travel agenda. Because, on Alor Island there are several charming beaches because of their natural beauty. I also haven’t visited them one by one and one of them is Ling aL Beach. This beach is also famous for its underwater beauty besides having beautiful white sandy beaches. It is not wrong then this beach becomes one of the icons of Alor community’s pride. This Ling aL Beach is in the Halerman Village area, South West Of Alor District, Alor Regency.



Article by Ketut Rudi
traveled by Land and Photographed by Sugiharto
traveled by Sea and Photographed by Ketut rudi

Pohon-Pohon Indah Di Ladang Penggembalaan Tanjung Toda Sulamu (Beautiful Trees in Pasture Field Of Tanjung Toda Sulamu)


Tanjung Toda terletak di Sulamu Kabupaten Kupang dan jika ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan dari kota kupang.Tanjung Toda adalah sebuah kawasan penggembalaan ternak sapi atau kambing setelah melewati perkampungan Nelayan di Sulamu. Tempat ini bukan merupakan obyek wisata namun memang pantas saya juluki Sumbanya Pulau Timor. Namun meskipun tidak seluas Pulau Sumba, ternyata diujung barat pulau Timur terdapat surga kecil bagi kami pencinta Photography. Banyak pohon indah ditempat ini dan indah memberikan suasana liburan kami menjadi tak terlupakan. 

Tanjung Toda is located in Sulamu, Kupang Regency, and when traveled by land, it is more or less reached within three hours by vehicle from the city of Kupang. Tanjung Toda is a grazing area for cattle or goats after passing through the fisherman village in Sulamu. This place is not a tourist attraction but it deserves to be nicknamed the Sumba Island of Timor. But even though it is not as wide as Sumba Island, it turns out that in the western tip of Timor island, there is a small paradise for us Photography lovers. Many beautiful trees in this place and so beautiful that gave our holiday an unforgettable atmosphere.

Setelah melewati perkampungan Nelayan, maka kita memasuki sebuah jalan yang belum diaspal namun cukup lebar dan tidak ada masalah malahan tampak indah. Tidak ada perumahan namun yang ada adalah gubuk-gubuk para penjaga ternak. Sebuah ladang penggembalaan dimana ternak-ternak dilepas bebas oleh pemiliknya. Ternak yang kami jumpai adalah Sapi dan Kambing selain kami juga menjumpai beberapa Kuda. Dan kami berjumpa dengan para penjaga yang sedang bekerja di tempat ini. Mereka kebanyakan adalah warga yang berasal dari suku Rote namun telah menetap di Tanjung Toda dan Suku Bajo yang tinggal di kampung Nelayan Sulamu. Dari bibir pantai tampak matahari masih tinggi dan cuaca berawan sebab saat kunjungan ini adalah musim hujan. Tempat ini juga dapat memberikan pesona matahari tenggelam yang akan saya lihat lagi nanti saat kemarau. Warga tampak ramah dan saling menyapa disepanjang jalan tanah di Tanjung Toda. 

After passing the Fisherman’s village, then we entered a wide enough road that has not been paved yet but actually it is not a problem and it looks beautiful. There is no housing but only huts of the cattle keepers. A grazing field where animals are released freely by their owners. The animals that we met are Cows and Goats besides we also met a few Horses. And we met the guards who were working at this place. They are mostly residents originally from the Rote tribe but have settled for long time in Tanjung Toda and the Bajo people who live in the Sulamu Fishermen’s village. From the shoreline observed like the sun was still high and the weather was cloudy because this visit is on rainy season. This place can also provide the charm of sunset which I will see again later in the dry season. Residents were friendly and greeted each other along the unpaved road in Tanjung Toda.

Kami menemukan suasana Pulau Sumba di ujung barat Pulau Timur. Tempat lapang dan tampak hijau serta dikejauhan tampak pohon-pohon duri dan pohon kom sebagai ciri khas Pulau Timor. Tampak pula gunung batu kecil dikelilingi oleh ternak warga yang menarik perhatian kami untuk segera membidik foto-foto yang indah dan tentunya anti mainstream. 

We found the atmosphere of Sumba Island on the western tip of Timor Island. The place is spacious and green and in the distance are thorn trees and kom trees as distinctive features of Timor Island. There was also a small rock mountain surrounded by livestock that attracted our attention to immediately aim for beautiful and certainly anti-mainstream photos.

Yang menarik di tempat ini justru bukan pantainya atau ternak ternak yang ada seperti di Pulau Sumba, namun bentuk-bentuk pohon yang sangat memukau bahkan boleh dikatakan lebih indah dari Pulau Sumba. Dibeberapa tempat saat kami lewat, kami pun disambut gerombolan burung puyuh dan burung perkutut. Semoga warga disini tidak memburu burung-burung ini sebab mereka memberikan suasana alam yang indah. Laut, padang rumput yang luas, ada gunung-gunung batu kecil dan hewan peliharaan serta burung-burung adalah tanda keasrian alam nan indah ditepi sebuah pantai berpasir putih dan berkarang. 

What’s interesting in this place is not the beach or livestock that exist like on the island of Sumba, but the shapes of trees were very stunning and even can be said to be more beautiful than Sumba Island. In some places when we passed, we were welcomed by a group of quails and turtles birds. Hopefully the people here don’t hunt these birds because they provide a beautiful natural atmosphere. The sea, vast grasslands, small rock mountains and pets and birds are a sign of beautiful natural beauty on the edge of a white sandy beach.

Meski belum melihat indahnya sunset, kami merasa senang dan ingin rasanya kembali lagi meski jarak yang jauh kami tempuh dari Kupang. Tulisan ini kami share bahwa suasana Pulau Sumba kami rasakan disini di Tanjung Toda. Jadi untuk melihat ladang penggembalaan yang luas dan memukau selain pergi ke Pulau Sumba juga bisa dilakukan dengan pergi ke Tanjung Toda di Sulamu Pulau Timor. 

Even though we haven’t seen the beauty of sunset, we felt happy and want to come back again even though have to travel a long distance from Kupang. We share this article because we felt the atmosphere of Sumba Island here at Tanjung Toda. So to see the vast and fascinating grazing fields besides going to Sumba Island, we can also make it happens by visiting Tanjung Toda in Sulamu on the island of Timor.

Tanjung Toda ini adalah lahan penggembalaan, jadi diharapkan untuk berhati-hati memasuki kawasan ini sebab banyak ternak yang berkeliaran bebas dan janganlah membuang sampah sembarangan sebab di pantai tampak banyak sampah plastik yang menurut warga terbawa arus dari Kota Kupang yang tampak diseberang lautan dari Tanjung Toda Sulamu. 


Tanjung Toda is a grazing area, so it is expected to be careful in entering this area because many animals roam freely and do not dispose of litter because on the beach there seems to be a lot of plastic waste which according to residents is carried from the city of Kupang across the sea from tanjung Toda Sulamu .

Article By Ketut Rudi

Restorasi Mobil Klasik Albert Ibrahim (Albert Ibrahim Classic Car Restoration)


Restorasi mobil tua, makin digemari saat ini. Tak hanya oleh generasi tua yang menyukai mobil-mobil itu pada zamannya, tapi juga oleh generasi muda saat ini yang ingin tampil beda dan bangga mengendarainya bahkan dalam kesehariannya meski telah memiliki mobil keluaran baru.

Restoration of old cars is increasingly popular now. Not only by the older generation who love those cars in their time, but also by the younger generation today who want to be different and proud to drive even in their daily lives despite having a new car.

Albert Ibrahim’s Collection

Seorang sahabat tinggal di Jakarta Indonesia Brother Albert Ibrahim, menyebutkan bahwa “Ada dua alasan mengapa merestorasi mobil tua jenis Willys yang tangguh pada jamannya dan kini menjadi tren ditengah – tengah mobil tua lainnya. Pertama karena hobinya, dan yang kedua untuk mengingat masa lalu atau nostalgia bersama para penggemar dan sekarang ini Albert adalah personil Willys Owner Indonesia dan ahli terhadap mobil ini. Keduanya pun saling berhubungan dan seakan tidak bisa dipisahkan dalam hidupku,” ungkap Albert yang dikenal sebagai ahli Restorasi dan penggemar mobil tua sekaligus pemilik Mobil Tua Jenis Willys di Jakarta.

A friend lives in Jakarta Indonesia, Brother Albert Ibrahim, said that “There are two reasons why restoring an old Willy’s car that is resilient in its era and is now a trend in the midst of other old cars. First is because of his hobby, and the second is to remember the past or nostalgia with the fans and now Albert is the Indonesian Willys Owner member and an expert on this car. Both of them are interconnected and seem inseparable in my life, “said Albert, who is known as a Restoration expert and an old car enthusiast and owner of Willys old car in Jakarta.

Albert Ibrahim on his workshop

“ini bukan mobil tua, tapi ini adalah mobil clasic”, sebut Albert dan mobil hasil garapannya direstorasi kembali ke bentuk asalnya dan berbeda dengan tahun- tahun yang lampau, untuk mencari suku cadang dan komponen mobil klasik terbilang sulit karena minimnya pemasok. Kini, berkat Internet, semuanya mudah didapat. “Kalau mau mendapatkan suku cadang dan komponen mobil klasik yang orisinal, maka cara paling mudah memang harus rajin berburu selain itu perluas jaringan, mulai dari mulut ke mulut, membuat komunitas sampai browsing melalui internet,” Kata Albert. Dan bahkan keberadaan spare part membutuhkan pembelian di luar negeri.

“This is not an old car, but this is a classic car,” said Albert, and the resulting car was restored to its original form and it is different situation when compared to the past years, when finding spare parts and components for classic cars was really difficult because of the lack of suppliers. Now, thanks to the Internet, everything is easy to get. “If you want to get original classic car parts and components, the easiest way is to diligently hunt besides expanding the network, starting by mouth to mouth, making the community up to browsing through the internet,” Albert said. And even the presence of spare parts requires overseas purchases.

Hubungi Albert untuk Semua Pertanyaan tentang mengembalikan mobil klasik atau hanya memperluas jaringan Anda. Saya sangat merekomendasikan untuk mobil klasik kesayangan Anda. click disini untuk account facebooknya.

Contact Albert for Any Question about restoring classic car or just expanding your network. I strongly recommend for your beloved classic cars.  Click here for his facebook account

I am ready to travel the beauty of Indonesia

Sungguh indah memang bila memiliki sebuah mobil klasik yang telah direstorasi seperti aslinya tangguh dan jaya di jamannya. Melihat mobil itu kembali seperti masa jayanya dahulu, kenangan indah dan nostalgia akan langsung melintas di pikiran sahabat saya dan dia siap menjelajahi indahnya Indonesia dan Nusantara. Lantas kapan Brother Albert menjelajahi indahnya Nusa Tenggara Timur?….ayo menyebrang lautan!

It’s really beautiful to have a classic car that has been restored as it’s original tough and glorious era. Seeing the car then we pulled back to return to its heyday, good memories and nostalgia will immediately cross to my friend’s mind and he is ready to explore the beauty of Indonesia and also the archipelago. So when will Brother Albert explore the beauty of East of Nusa Tenggara? … let’s cross the ocean!

Article by Ketut Rudi

Photos taken from Albert Ibrahim’s Facebook account

Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Agama (Religion and Science)


Dengan technologi yang semakin maju, maka semua orang mampu menghadapi segala kesulitan bahkan akhirnya ada manusia yang terbang tinggi ke angkasa dan menginjakkan kakinya di Bulan. Technologi mampu memberi kemudahan bagi manusia bukan saja memecahkan masalahnya namun memenuhi setiap keinginannya. Tehnologi yang paling sederhana contohnya adalah sebuah payung yang mampu melindungi manusia saat berjalan di tengah hujan.


By increasingly on the advanced of technology, then all people are able to face all difficulties even finally there are humans who fly high into the sky and set foot on Moon. Technology is able to make it easy for humans not only to solve the problem but to fulfill every wish. The simplest technology, for example, is an umbrella that can protect humans when walking in the rain.

Sebuah kata mutiara yang diambil dari sebuah payung adalah sebagai berikut “sedia payung sebelum hujan” yang artinya persiapkan segala sesuatu sebelum masalah tiba  atau hendaknya berjaga-jaga sebelum datang suatu bencana atau bahaya.


A proverb taken from an umbrella is as follows “prepare your umbrella before rain” which means preparing everything before the problem arrives or should be on guard before a disaster or danger comes.

Ilmu Pengetahuan dan Agama adalah dua pandangan yang menduduki posisi penting dalam filsafat ilmu. Keduanya merupakan objek yang menarik untuk diperbincangkan. Posisi kedua cabang disiplin ilmu tersebut saling memberikan nilai positif dalam menjawab persoalan-persoalan kehidupan dan kemanusiaan. Hal itu disebabkan oleh kodrat manusia sebagai mahluk berfikir yang selalu menghendaki rasionalitas.


Science and Religion are two views that occupy important positions in the philosophy of science. Both are interesting objects to discuss. The position of the two branches of disciplines gives each other a positive value in answering issues of life and humanity. This is caused by human nature as a thinking creature that always wants rationality.

Jalan raya yang indah terbangun dari berkembangnya ilmu pengetahuan yang semakin pesat namun saat pembangunan sebuah jalan raya, terdapat banyak doa dari para pekerja atau dari semuanya agar pekerjaan tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Jalan raya adalah cikal bakal bertumbuhnya tehnologi kendaraan bermotor sampai saat ini. 


Beautiful highways are built from the development of increasingly rapid science but at the time were building a highway, there were many pray and wishes from workers or all parties involved so that the work can be completed properly. Roads are the forerunner of the growth of motor vehicle technology to date.

Ilmu pengetahuan berbanding terbalik dengan ilmu agama, yakni dalam ilmu pengetahuan dibutuhkan sebuah pembuktian yang rasional agar dapat diyakini dan tentunya semua tehnologi yang lahir dari ilmu pengetahuan dan sebuah penelitian di yakini oleh semua manusia yang menggunakannya seperti lampu sebagai contohnya. Lampu ini boleh dikatakan sama secara universal oleh semua orang. Namun ilmu agama perlu diyakini terlebih dahulu sebelum dibuktikan akan kebenarannya nanti. Tentunya didalam hidup ini dibutuhkan sebuah ilmu pengetahuan karena diyakini kebenarannya secara rasional oleh segenap manusia. Seperti keberadaan payung saat hujan atau jalan raya saat hendak menuju ke sebuah tempat. 


Science is inversely proportional to the religion, such in science a rational proof is needed so that it can be believed by human and of course all technologies born from science and a study are then believed by all humans who use it like lights for example. This lamp can be said to be equally universal by everyone. But in religion needs to be believed first before it can be proven later. Of course in this life a science is needed because the truth is believed  by all humans rationally. Like the existence of an umbrella when it rains or a highway when everyone need to go to a place somewhere.

article by Ketut Rudi
Model : Molina Olivia Odja

Location : Tanjung Sasar Sumba Timur

Menyusuri Jalur Utara Sumba Timur Sampai Sumba Barat Daya Dibulan Januari (Along North Route Of East To South West Of Sumba Island in January)


Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur Indonesia menyimpan beragam budaya adat istiadat dan mendapat julukan pulau dengan hamparan Padang Rumput yang terluas di Indonesia. Tidak cukup waktu untuk mengelilinginya dan kunjungan saat ini, photo story melakukan perjalanan menyusuri jalan utara Pulau Sumba. Dari Waingapu melewati desa-desa sebagai berikut : Desa hambapraing, Desa rambangaru, Desa kapunduk, Desa kadahang, Desa pahar, Desa lenang, Desa watu asa., dan Kec Mamboro. Mungkin ada beberapa nama desa yang terlewatkan namun orang di Sumba menyebutnya jalur Lenang – Mamboro. Dan banyak orang menyebutkan bahwa jalur utara Pulau Sumba kondisi jalannya tidak baik, tapi saya telah melewatinya bersama istri dan sahabat untuk bersama-sama berlibur di Pulau Sumba saat musim hujan sehingga dapat diketahui perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau di Pulau Sumba. Dan meski jalan sudah ada di jalur utara, namun kondisinya masih sempit. Selalu berhati-hati di jalan. Selamat berlibur. Let’s cek it out!

Sumba Island in East of Nusa Tenggara Indonesia holds a variety of cultural customs and nicknamed the island with the widest expanse of Grassland in Indonesia. There is not enough time to travel around it and the current visit, photo story traveled along the northern road of Sumba Island. From Waingapu it passes through some villages as follows: Hambapraing village, Rambangaru village, Kapunduk village, Kadahang village, Pahar village, Lenang village, Watu asa village, and Mamboro district. Maybe there are some village being missed here but people in Sumba call this rute the Lenang – Mamboro route. And many people say that the northern  of Sumba Island route is not in good condition, but I have passed it with my wife and friend to go on vacation on Sumba Island during the rainy season so that we can also sure the difference between the rainy season and the dry season on Sumba Island. And even though the road is already built in the northern lane, the condition is still narrow. Always be careful on the road. Have a good vacation. Let’s check it out!

Sebagai pulau yang menyandang predikat hamparan rumput yang terluas, maka disepanjang perjalanan sudah pasti disambut hamparan rumput yang sangat luas dan belum pernah dilihat sebelumnya. Saat musim hujan, maka hamparan rumput ini kurang lebih mirip dengan lapangan golf. Hijau dan kadang datar dan kadangkala berbukit. Warna hijau tampak seperti permadani yang sangat indah dan mengagumkan. Namun mesti hati-hati berada di ruang terbuka saat musim hujan. Dibalik indahnya rumput berhembus angin kencang dan memang saya tidak menjumpai adanya petir, namun sewaktu-waktu mungkin saja bisa terjadi.

As an island that holds the title of the widest stretch of grass, then along the way it’s definitely welcomed by a vast expanse of grass that has never been seen before. During the rainy season, this stretch of grass is more or less similar to a golf course. Green and sometimes flat and sometimes hilly. The green color looks like a very beautiful and awesome rug. But you must be careful in the open space during the rainy season. Behind the beauty of the grass blows high winds and indeed I did not find any lightning, but at any time it might happen.

Pagar hidup di beberapa lahan penggembalaan ternak cukup indah dan menghiasi perjalanan kami. Masing-masing lahan dibatasi oleh pagar hidup ini dan saat musim hujan maka tampak daun-daunnya yang rindang berwarna hijau dan berjejer rapi.  Di perkotaan memang sudah dibangun pagar rumah yang terbuat dari  besi dan beton atau batu karang yang disusun menjulang dan memang akan menjadikan rumah atau halaman semakin kokoh dan modern, namum  jika rumah atau halaman di kota akan terlihat lebih natural jika diberi pagar tanaman hidup ini.  Selain ramah lingkungan, tanaman hidup juga akan memberikan ruang yang lebih lapang, segar dan tidak sesak. Bukan hanya itu, dengan menggunakan pagar tanaman hidup, sudah dipastikan tidak akan patah, retak apalagi berkarat. Tentu saja, karena pagar ini asli buatan alam. Satu lagi, yang pastinya lebih ekonomis.

Hedgerows on some livestock grazing grounds which were observed quite beautiful and decorating our trip. Each land is bordered by this living fence and during the rainy season it appears green leaves and neatly lined. In urban areas, house fences made of iron and concrete or coral that are arranged towering and indeed will make the house or yard more sturdy and modern, but if the house or yard in the city will look more natural when given a living plant fence. In addition to being environmentally friendly, living plants will also provide a space that is more spacious, fresh and looked not crowded. Not only that, by using live hedges, it is certain that it will not break, crack or even rust. Of course, because this fence is made by nature. One more, which is certainly more economic.

Beruntung hujan tidak terus menerus mengguyur bumi saat perjalanan kami, hujan reda kembali dan memberikan warna yang luar biasa. Tanaman tampaknya bergembira akan suasana musim hujan ini. Semua tampak hijau. Meski langit berwarna kelam, warna hijau ini memberikan suasana tersendiri. Namun menjengkelkan tatkala hujan turun, kamipun harus menutup jendela mobil dan tidak dapat melihat apa-apa kecuali rela berbasah ria. Don’t worry be happy.

Lucky the rain does not continually flush the earth during our trip, the rain sometimes subsides and gives extraordinary color. Plants seem to be excited about the atmosphere of this rainy season. Everything looks green. Although the sky was dark in color, this green color provided its own atmosphere. But it was annoying when rains, we also have to close the car’s window and cannot see anything except willing to wet. Don’t worry be happy.

Pulau Sumba adalah tempat ribuan ekor ternak hidup bebas di padang sabana luas dan juga menjadi jantung kehidupan bagi pulau ini. Kuda Sumba yang dikenal dengan sebutan Kuda Sandalwood (kayu cendana) sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Bahkan sejak abad 16, orang Portugis, Inggris, Arab, dan Cina telah datang ke Sumba untuk mencari ternak dan kayu cendana. Tak jarang kita menjumpai kerbau bermain asyik di dalam kubangan.

visit my photo gallery : Click here


Sumba is where thousands of livestock live freely in the vast Savannah and is also the heart of life for this island. Sumba horse known as Sandalwood Horse (sandalwood) has been known in the world since hundreds of years ago. Even from the 16th century, Portuguese, English, Arabs and Chinese had come to Sumba to look for [horse] cattle and sandalwood. Infrequently we also found buffaloes playing in a puddle.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak sekali pantai cantik yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tak perlu jauh-jauh liburan hingga ke luar negeri untuk menikmati pantai berpasir putih dengan air laut bening dan berwarna biru karena Indonesia juga punya banyak pantai-pantai seperti itu. Salah satu daerah di Indonesia yang jadi surganya pantai-pantai cantik adalah Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur. Pantai-pantai di Sumba masih banyak yang perawan alias belum ramai dikunjungi wisatawan.Dan saya lihat dibeberapa daerah di utara Pulau Sumba ini. 

As an archipelago, Indonesia has many beautiful beaches that spread from Sabang to Merauke. There is no need to go far away abroad just to enjoy white sandy beaches with clear and blue sea, Indonesia also has many beaches like that. One area in Indonesia that is a paradise for beautiful beaches is Sumba Island in East of Nusa Tenggara. There are still many beaches on Sumba which are virgin or not crowded by visitors and tourists. And I saw it in some areas in north of Sumba Island.

Sungai-sungai besar juga dilewati yang menandakan bahwa di Pulau Sumba terdapat air yang melimpah. Sungai-sungai ini tampak telah dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Namun saat musim kemarau aliran Sungai akan mengecil karena debit air pada sumbernya akan berkurang. Warga menuturkan bahwa ada buaya yang hidup di beberapa sungai, oleh sebab itu kalau belum ahli jangan bermain main di sungai yang belum kita kenal. cukup menikmati keindahannya saja sembari melepas lelah.

Large rivers were also passed which indicates that there is abundant water on Sumba Island. These rivers appeared  been used by residents to grow crops. But during dry season the river flow will decrease because the water flow at the source will decrease. Residents said that there are crocodiles that live in several rivers, so if not experts don’t play on rivers that we don’t know. just enjoying its beauty while unwind.

Melewati Mamboro, tampak hamparan sawah yang indah. Tampak perumahan warga yang menyatu dengan sawah-sawah yang ada. Sawah terluas pernah saya jumpai di bagian selatan Pulau Sumba yakni di Wanokaka. Sawah dan ternak ini menghentikan perjalanan kami untuk mengambil foto dan menikmati alam persawahan.

Passing through Mamboro, there is a beautiful stretch of rice fields. It appeared that residents’ housing blends with existing fields. The widest paddy field I have ever met in the southern part of Sumba Island is in Wanokaka. These rice fields and livestock stopped our trip to take photos and enjoy the rice fields.

Saat musim hujan, maka diatas pulau Sumba tampak langit yang cukup indah. Beraneka rupa formasi awan dan warna-warna memukau akan tampak dari hamparan tanah luas dan kosong. Sejenak kami melupakan alam hijau nan indah tapi pandangan mata tertuju kepada lukisan alam yang indah di angkasa. Hamparan luas menyebabkan kita dapat melihat keindahan ini. Kadang kami berteriak “Hei lihat ada naga diangkasa”, dan kami pun bersama melihat keangkasa. 

During rainy season, then above the island of Sumba the sky shown pretty beautiful. A variety of cloud formations and stunning colors appeared from a vast expanse  and empty land. For a moment we forgot the beautiful green grass and nature but our eyes were fixed on beautiful natural paintings in space. A wide expanse causes us able to see this sky beauty. Sometimes we shout “Hey look there is a dragon in the sky”, and we together looked at the sky.


Sebenarnya jarak tempuh dari Sumba Timur menggunakan jalur utara Pulau Sumba menuju ke Sumba Barat Daya adalah lebih pendek namun karena banyak berhentinya maka tak terasa sang surya akan pergi meninggalkan kami. Namun sebelumnya tampak warna kuning dan sangat memukau dan seperti sebuah alaram mengingatkan kami bahwa senja di Pulau Sumba memberikan hiburan dan pemandangan yang cukup menarik. Kami pun bergegas menangkap cahaya-cahaya matahari ini sebelum hujan kembali turun. 


Actually the distance from East Sumba when following the northern road of Sumba Island to Southwest Sumba is shorter than other route, but due to many stops, so the sun would love to leave us behind. But before the time comes, it appeared yellow in the sky and was very stunning and just like an alarm reminded us that the twilight on Sumba Island provided entertainment and quite interesting scenery. We rushed to catch the sunlight before it rain again.

Seperti yang kita tahu, jalanan di Tanah Air tidak sepenuhnya halus tanpa hambatan. Begitu pula di Pulau Sumba ini. Terkadang kita menemui jalanan yang tidak dalam kondisi baik seperti berlubang atau masih dalam kondisi tanah. Namun di Sumba rata-rata jalan telah diaspal namun masih sempit dan ada yang rusak berlubang dan erosi. Mobil yang sip dan bahan bakar yang cukup merupakan ceklist persiapan yang tepat. Hal yang patut dipertimbangkan lainnya adalah kapasitas penumpang yang dimiliki. Rata-rata Mobil yang diperlukan adalah yang luas dan mampu membawa banyak penumpang dan juga barang. Dengan begitu bepergian dengan keluarga atau bersama teman sudah tidak menjadi isapan jempol belaka. Touring dengan sepeda motor atau sepeda pastinya memiliki ceklist persiapan yang sama. 


As we know, roads in the country are not completely smooth without obstacles. Similarly, on Sumba Island. Sometimes we met roads that are not in good condition such as holes or still in soil conditions. However, on Sumba the average road has been paved but is still in narrow conditions and some are damaged such holes and erosion. Best cars and enough fuel are the right preparation checklist. Another thing that should be considered is the capacity of passengers owned by car. The average car needed is broad and capable of carrying many passengers and goods. So traveling with family or with friends is not a mere figment. Touring on a motorcycle or bicycle certainly has the same preparation checklist.

Banyak hal baru dan unik bisa dijumpai di sepanjang perjalanan. Salah satunya adalah kambing-kambing warga pada berteduh di bawah atap sebuah sekolah yang tampak sepi. Mungkin saja anak-anak sekolah sedang libur atau sudah selesai belajar atau ternak – ternak itu adalah milik murid-murid disana, sebab murid-murid didesa selain belajar juga rajin membantu orang tua untuk memelihara ternak mereka. Unik dan pasti tidak akan dijumpai di kota-kota besar. 


Many new and unique things can be found throughout the trip. One of them is the residents’ goats sheltering under the roof of a school that looked quite and deserted. It may be that school children was on holiday or have finished learning by the day or that the goats are belong to the students there, for information that students in the village besides learning are also diligent in helping parents to raise their livestock. Unique and certain will not be found in big cities.

Saat tahun lalu, berkunjung ke pulau Sumba dan berkunjung ke berbagai tempat maka semuanya tampak coklat kering dan panas tentunya. Namun satu hal yang perlu digarisbawahi adalah jangan lupa persiapan yang baik terutama minuman dan makanan yang akan menemani perjalanan kita. Meski di beberapa desa sudah mulai ada kios – kios makanan dan minuman ringan. Persiapan kendaraan dengan baik karena bengkel hampir tidak ada dan jangan celaka sebab rumah sakit jauh letaknya. Landscape Sumba adalah sebuah pulau seluas 11.000 hektare yang terletak di gugusan Kepulauan NTT. Pulau ini terbagi atas tiga kabupaten, yaitu Sumba Barat dengan ibu kotanya Waikabubak, Sumba Barat daya dengan ibu kotanya Waitabulah dan Sumba Timur dengan ibu kotanya Waingapu. Kedepan Anakalang juga akan bertumbuh pesat. Alam Sumba bervariatif. berbukit-bukit di sebelah barat dan dataran rendah dengan hamparan padang sabana terbuka di timur. Iklimnya panas dan kering dengan musim hujan yang relatif lebih pendek.


Last year, I was visiting the island of Sumba and also visiting various places, everything seemed to be dry and hot, of course. But one thing that needs to be underlined is don’t forget to make good preparation especially mineral water and food that will always accompany our journey. Although in some villages now there are available stalls of food and soft drinks in some villages. Preparation of vehicle is also put on checklist because the workshop is almost not available in the middle of savanna and don’t get accident because the hospital is far away. Sumba Landscape is an island of 11,000 hectares land located in the NTT Islands cluster. The island is divided into three districts, West Sumba with its capital Waikabubak, Southwest Sumba with its capital Waitabulah and East Sumba with its capital Waingapu. In the future Anakalang will also grow rapidly. Sumba Nature varies. hilly on the west and low land with a stretch of open Savannah in the east. The climate is hot and dry with a relatively shorter rainy season.

Berkunjung ke Pulau Sumba, kapanpun baik musim hujan atau musim kemarau ternyata sama saja yakni menampilkan pesona alam dan budaya yang luar biasa. Salam Nusantara dan nantikan kisah kami selanjutnya. 


Visiting Sumba Island, whenever the rainy or dry season, it turns out to be the same as showing extraordinary natural and cultural charm. Regards Nusantara and look forward to our next story.




Article and Photos by Ketut Rudi
Team : Molina Olivia Odja, Yafet Horo and Nomenson Wetangmau

Danau Weekuri Di Sumba Barat Daya 2019 (Weekuri Lake South West Of Sumba 2019)


Danau Weekuri Terletak di Desa Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Danau Weekuri ini ramai diupload di media masa seperti di Facebook, Instagram dan Twiter sehingga mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan terutama wisatawan lokal  belakangan ini. Danau Weekuri yang berwarna hijau kebiru-biruan ini merupakan danau yang tergolong unik jika dibandingkan dengan danau-danau yang ada pada umumnya di Indonesia. Warna ini dihasilkan dari bercampurnya air tawar dan air laut sehingga airnya menjadi payau. 

Weekuri Lake Located in Kalenarogo Village, North Kodi District, South West of Sumba Regency, East of Nusa Tenggara Province, Indonesia. Weekuri Lake is being viral  uploaded in mass media such as Facebook, Instagram and Twitter then it starts to be crowded by tourists, especially domestic tourists. Lake of Weekuri, where is bluish green in color, is a unique lake compared to other lakes in general in Indonesia. This color is produced by mixing fresh water and sea water so that the water becomes brackish.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya telah membangun jembatan-jembatan kayu yang mengelilingi obyek wisata ini. Pada pelataran luar terdapat bangunan pendopo untuk pengunjung beristirahat. Usaha yang sangat baik sehingga sekarang warga bebas berlibur dan berenang bak dikolam renang alami nan indah. Namun ada satu kekurangan saat saya berkunjung sempat bingung mencari jalan menuju danau dan sangat perlu dipasangi rambu penunjuk jalan menuju danau ini dari kota Waetabulah atau mungkin saja sudah dipasangi tapi hilang dengan alasan yang tidak jelas. Tapi tidak menjadi masalah sebab warga akan menunjukan arah menuju ke danau saat ditanyai mengenai lokasi danau ini.

The South West Sumba District Tourism Board has built wooden bridges that installed to surround of this tourist attraction. On the outer yard there is a pavilion building for visitors to rest. Very good effort so that now residents are free to enjoy vacation and swim like free swim in a beautiful natural swimming pool. But there is one drawback when I visited the place, I was confused to find a road to guide me to the lake and really need to be fitted with signs to this lake from the city of Waetabulah or maybe it has been installed but lost for unclear reasons. But it is not a big problem because residents will show directions to the lake when asked about the location of the lake.

Selain  bermain air ataupun berenang, pengunjung juga dapat menikmati dan menjelajahi keindahannya dari ketinggian karena pemerintah telah membangun jembatan-jembatan kayu melingkari danau. Berjalan kaki menyusuri jalan setapak untuk mengikuti bunyi deru ombak, dan pengunjung dapat menaiki bukit karang yang menjorok ke lautan lepas. Dari atas beberapa puncak bukit karang ini, maka pengunjung akan merasakan sensasi berbeda. Batas antara danau dan lautan lepas juga sudah terdapat jembatan kayu yang aman sehingga dapat menikmati indahnya lautan biru dengan ombaknya yang menghantam gugusan karang yang mengelilingi danau ini. Danau Weekuri ini pun terlihat seperti kolam biru apabila dilihat dari ketinggian dan ramai pengunjung saat weekend sehingga foto saat ini sangat berbeda dengan foto-foto yang telah dimuat oleh beberapa bloger lainnya yang diambil dahulu sebelum ramai pengunjung.

In addition to playing water or swimming, visitors can also enjoy and explore its beauty from a height because the government has built wooden bridges encircling the lake. Walk along the path to follow the sound of the roar of the waves, and visitors can climb the cliff that juts into the open sea. From the top of some of the cliff tops, visitors will feel a different sensation. The boundary between the lake and the open sea also has a safe wooden bridge so that visitors can enjoy the beauty of the blue ocean with its waves that hit a cluster of coral that surrounding this lake. Weekuri lake also looks like a blue pond when viewed from a height and crowded with visitors during weekends so that the current photo is very different from the photos that have been uploaded by several other bloggers that were taken before the visitors came to many.

Sebelum memasuki obyek wisata danau Weekuri, disambut para pedagang kain dan parang Sumba sebagai souvenir telah berkunjung ke Weekuri. Dan terdapat penjual kelapa muda dengan harga yang terjangkau. Persis seperti obyek-obyek wisata lainnya di Indonesia maka para pedagang souvenir sebagai pintu gerbangnya sebuah obyek wisata. Bisa berbelanja langsung atau nanti saat mau pulang.

Before entering the Lake of Weekuri tourism object, we welcomed by cloth traders and Sumba machetes as souvenirs for visiting Weekuri. And there are young coconut sellers at affordable prices. Just like other tourist objects in Indonesia, souvenir traders as the gate of a tourist attraction. We could shop directly or later when go home.

Sungguh indah kain-kain yang bermotif khas Sumba Barat Daya, dan menurut saya, danau ini menyediakan obyek wisata kolam renang alami nan indah jadi lebih baik kalau ada yang menjual celana pendek dan baju kaos motif Sumba Barat Daya yang unik untuk mereka yang lupa membawanya, Dan perlu disiapkan ruang ganti yang memadai. Tempat ini sekarang masih gratis tidak dipungut biaya masuk dan tentunya sangat baik. Perlu diberikan pelatihan bagi para penjual souvenir agar tidak berebutan dalam menjual barang dagangannya atau lebih baik dibuat sebuah koperasi jadi semua pelaku usaha mendapatkan hasil yang sama dengan pelayanan yang baik.

It’s really beautiful fabrics with typical South West Sumba motifs, and in my opinion, this lake provides beautiful natural swimming pool tourism objects so it’s better if someone sells shorts and T-shirts decorated by Southwest Sumba motif that are unique to those who forget to bring them for swim, And an adequate changing room needs to be prepared. This place is still  free of charge now and certainly very good for visitors. Training needs for souvenir sellers so that they don’t compete in selling their merchandise or it is better to make a cooperation so that all sellers in cooperation will get the same results with of course a good service.

Ketut Rudi