Pohon-Pohon Indah Di Ladang Penggembalaan Tanjung Toda Sulamu (Beautiful Trees in Pasture Field Of Tanjung Toda Sulamu)


Tanjung Toda terletak di Sulamu Kabupaten Kupang dan jika ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan dari kota kupang.Tanjung Toda adalah sebuah kawasan penggembalaan ternak sapi atau kambing setelah melewati perkampungan Nelayan di Sulamu. Tempat ini bukan merupakan obyek wisata namun memang pantas saya juluki Sumbanya Pulau Timor. Namun meskipun tidak seluas Pulau Sumba, ternyata diujung barat pulau Timur terdapat surga kecil bagi kami pencinta Photography. Banyak pohon indah ditempat ini dan indah memberikan suasana liburan kami menjadi tak terlupakan. 

Tanjung Toda is located in Sulamu, Kupang Regency, and when traveled by land, it is more or less reached within three hours by vehicle from the city of Kupang. Tanjung Toda is a grazing area for cattle or goats after passing through the fisherman village in Sulamu. This place is not a tourist attraction but it deserves to be nicknamed the Sumba Island of Timor. But even though it is not as wide as Sumba Island, it turns out that in the western tip of Timor island, there is a small paradise for us Photography lovers. Many beautiful trees in this place and so beautiful that gave our holiday an unforgettable atmosphere.

Setelah melewati perkampungan Nelayan, maka kita memasuki sebuah jalan yang belum diaspal namun cukup lebar dan tidak ada masalah malahan tampak indah. Tidak ada perumahan namun yang ada adalah gubuk-gubuk para penjaga ternak. Sebuah ladang penggembalaan dimana ternak-ternak dilepas bebas oleh pemiliknya. Ternak yang kami jumpai adalah Sapi dan Kambing selain kami juga menjumpai beberapa Kuda. Dan kami berjumpa dengan para penjaga yang sedang bekerja di tempat ini. Mereka kebanyakan adalah warga yang berasal dari suku Rote namun telah menetap di Tanjung Toda dan Suku Bajo yang tinggal di kampung Nelayan Sulamu. Dari bibir pantai tampak matahari masih tinggi dan cuaca berawan sebab saat kunjungan ini adalah musim hujan. Tempat ini juga dapat memberikan pesona matahari tenggelam yang akan saya lihat lagi nanti saat kemarau. Warga tampak ramah dan saling menyapa disepanjang jalan tanah di Tanjung Toda. 

After passing the Fisherman’s village, then we entered a wide enough road that has not been paved yet but actually it is not a problem and it looks beautiful. There is no housing but only huts of the cattle keepers. A grazing field where animals are released freely by their owners. The animals that we met are Cows and Goats besides we also met a few Horses. And we met the guards who were working at this place. They are mostly residents originally from the Rote tribe but have settled for long time in Tanjung Toda and the Bajo people who live in the Sulamu Fishermen’s village. From the shoreline observed like the sun was still high and the weather was cloudy because this visit is on rainy season. This place can also provide the charm of sunset which I will see again later in the dry season. Residents were friendly and greeted each other along the unpaved road in Tanjung Toda.

Kami menemukan suasana Pulau Sumba di ujung barat Pulau Timur. Tempat lapang dan tampak hijau serta dikejauhan tampak pohon-pohon duri dan pohon kom sebagai ciri khas Pulau Timor. Tampak pula gunung batu kecil dikelilingi oleh ternak warga yang menarik perhatian kami untuk segera membidik foto-foto yang indah dan tentunya anti mainstream. 

We found the atmosphere of Sumba Island on the western tip of Timor Island. The place is spacious and green and in the distance are thorn trees and kom trees as distinctive features of Timor Island. There was also a small rock mountain surrounded by livestock that attracted our attention to immediately aim for beautiful and certainly anti-mainstream photos.

Yang menarik di tempat ini justru bukan pantainya atau ternak ternak yang ada seperti di Pulau Sumba, namun bentuk-bentuk pohon yang sangat memukau bahkan boleh dikatakan lebih indah dari Pulau Sumba. Dibeberapa tempat saat kami lewat, kami pun disambut gerombolan burung puyuh dan burung perkutut. Semoga warga disini tidak memburu burung-burung ini sebab mereka memberikan suasana alam yang indah. Laut, padang rumput yang luas, ada gunung-gunung batu kecil dan hewan peliharaan serta burung-burung adalah tanda keasrian alam nan indah ditepi sebuah pantai berpasir putih dan berkarang. 

What’s interesting in this place is not the beach or livestock that exist like on the island of Sumba, but the shapes of trees were very stunning and even can be said to be more beautiful than Sumba Island. In some places when we passed, we were welcomed by a group of quails and turtles birds. Hopefully the people here don’t hunt these birds because they provide a beautiful natural atmosphere. The sea, vast grasslands, small rock mountains and pets and birds are a sign of beautiful natural beauty on the edge of a white sandy beach.

Meski belum melihat indahnya sunset, kami merasa senang dan ingin rasanya kembali lagi meski jarak yang jauh kami tempuh dari Kupang. Tulisan ini kami share bahwa suasana Pulau Sumba kami rasakan disini di Tanjung Toda. Jadi untuk melihat ladang penggembalaan yang luas dan memukau selain pergi ke Pulau Sumba juga bisa dilakukan dengan pergi ke Tanjung Toda di Sulamu Pulau Timor. 

Even though we haven’t seen the beauty of sunset, we felt happy and want to come back again even though have to travel a long distance from Kupang. We share this article because we felt the atmosphere of Sumba Island here at Tanjung Toda. So to see the vast and fascinating grazing fields besides going to Sumba Island, we can also make it happens by visiting Tanjung Toda in Sulamu on the island of Timor.

Tanjung Toda ini adalah lahan penggembalaan, jadi diharapkan untuk berhati-hati memasuki kawasan ini sebab banyak ternak yang berkeliaran bebas dan janganlah membuang sampah sembarangan sebab di pantai tampak banyak sampah plastik yang menurut warga terbawa arus dari Kota Kupang yang tampak diseberang lautan dari Tanjung Toda Sulamu. 


Tanjung Toda is a grazing area, so it is expected to be careful in entering this area because many animals roam freely and do not dispose of litter because on the beach there seems to be a lot of plastic waste which according to residents is carried from the city of Kupang across the sea from tanjung Toda Sulamu .

Article By Ketut Rudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s