Menyusuri Jalur Utara Sumba Timur Sampai Sumba Barat Daya Dibulan Januari (Along North Route Of East To South West Of Sumba Island in January)


Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur Indonesia menyimpan beragam budaya adat istiadat dan mendapat julukan pulau dengan hamparan Padang Rumput yang terluas di Indonesia. Tidak cukup waktu untuk mengelilinginya dan kunjungan saat ini, photo story melakukan perjalanan menyusuri jalan utara Pulau Sumba. Dari Waingapu melewati desa-desa sebagai berikut : Desa hambapraing, Desa rambangaru, Desa kapunduk, Desa kadahang, Desa pahar, Desa lenang, Desa watu asa., dan Kec Mamboro. Mungkin ada beberapa nama desa yang terlewatkan namun orang di Sumba menyebutnya jalur Lenang – Mamboro. Dan banyak orang menyebutkan bahwa jalur utara Pulau Sumba kondisi jalannya tidak baik, tapi saya telah melewatinya bersama istri dan sahabat untuk bersama-sama berlibur di Pulau Sumba saat musim hujan sehingga dapat diketahui perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau di Pulau Sumba. Dan meski jalan sudah ada di jalur utara, namun kondisinya masih sempit. Selalu berhati-hati di jalan. Selamat berlibur. Let’s cek it out!

Sumba Island in East of Nusa Tenggara Indonesia holds a variety of cultural customs and nicknamed the island with the widest expanse of Grassland in Indonesia. There is not enough time to travel around it and the current visit, photo story traveled along the northern road of Sumba Island. From Waingapu it passes through some villages as follows: Hambapraing village, Rambangaru village, Kapunduk village, Kadahang village, Pahar village, Lenang village, Watu asa village, and Mamboro district. Maybe there are some village being missed here but people in Sumba call this rute the Lenang – Mamboro route. And many people say that the northern  of Sumba Island route is not in good condition, but I have passed it with my wife and friend to go on vacation on Sumba Island during the rainy season so that we can also sure the difference between the rainy season and the dry season on Sumba Island. And even though the road is already built in the northern lane, the condition is still narrow. Always be careful on the road. Have a good vacation. Let’s check it out!

Sebagai pulau yang menyandang predikat hamparan rumput yang terluas, maka disepanjang perjalanan sudah pasti disambut hamparan rumput yang sangat luas dan belum pernah dilihat sebelumnya. Saat musim hujan, maka hamparan rumput ini kurang lebih mirip dengan lapangan golf. Hijau dan kadang datar dan kadangkala berbukit. Warna hijau tampak seperti permadani yang sangat indah dan mengagumkan. Namun mesti hati-hati berada di ruang terbuka saat musim hujan. Dibalik indahnya rumput berhembus angin kencang dan memang saya tidak menjumpai adanya petir, namun sewaktu-waktu mungkin saja bisa terjadi.

As an island that holds the title of the widest stretch of grass, then along the way it’s definitely welcomed by a vast expanse of grass that has never been seen before. During the rainy season, this stretch of grass is more or less similar to a golf course. Green and sometimes flat and sometimes hilly. The green color looks like a very beautiful and awesome rug. But you must be careful in the open space during the rainy season. Behind the beauty of the grass blows high winds and indeed I did not find any lightning, but at any time it might happen.

Pagar hidup di beberapa lahan penggembalaan ternak cukup indah dan menghiasi perjalanan kami. Masing-masing lahan dibatasi oleh pagar hidup ini dan saat musim hujan maka tampak daun-daunnya yang rindang berwarna hijau dan berjejer rapi.  Di perkotaan memang sudah dibangun pagar rumah yang terbuat dari  besi dan beton atau batu karang yang disusun menjulang dan memang akan menjadikan rumah atau halaman semakin kokoh dan modern, namum  jika rumah atau halaman di kota akan terlihat lebih natural jika diberi pagar tanaman hidup ini.  Selain ramah lingkungan, tanaman hidup juga akan memberikan ruang yang lebih lapang, segar dan tidak sesak. Bukan hanya itu, dengan menggunakan pagar tanaman hidup, sudah dipastikan tidak akan patah, retak apalagi berkarat. Tentu saja, karena pagar ini asli buatan alam. Satu lagi, yang pastinya lebih ekonomis.

Hedgerows on some livestock grazing grounds which were observed quite beautiful and decorating our trip. Each land is bordered by this living fence and during the rainy season it appears green leaves and neatly lined. In urban areas, house fences made of iron and concrete or coral that are arranged towering and indeed will make the house or yard more sturdy and modern, but if the house or yard in the city will look more natural when given a living plant fence. In addition to being environmentally friendly, living plants will also provide a space that is more spacious, fresh and looked not crowded. Not only that, by using live hedges, it is certain that it will not break, crack or even rust. Of course, because this fence is made by nature. One more, which is certainly more economic.

Beruntung hujan tidak terus menerus mengguyur bumi saat perjalanan kami, hujan reda kembali dan memberikan warna yang luar biasa. Tanaman tampaknya bergembira akan suasana musim hujan ini. Semua tampak hijau. Meski langit berwarna kelam, warna hijau ini memberikan suasana tersendiri. Namun menjengkelkan tatkala hujan turun, kamipun harus menutup jendela mobil dan tidak dapat melihat apa-apa kecuali rela berbasah ria. Don’t worry be happy.

Lucky the rain does not continually flush the earth during our trip, the rain sometimes subsides and gives extraordinary color. Plants seem to be excited about the atmosphere of this rainy season. Everything looks green. Although the sky was dark in color, this green color provided its own atmosphere. But it was annoying when rains, we also have to close the car’s window and cannot see anything except willing to wet. Don’t worry be happy.

Pulau Sumba adalah tempat ribuan ekor ternak hidup bebas di padang sabana luas dan juga menjadi jantung kehidupan bagi pulau ini. Kuda Sumba yang dikenal dengan sebutan Kuda Sandalwood (kayu cendana) sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Bahkan sejak abad 16, orang Portugis, Inggris, Arab, dan Cina telah datang ke Sumba untuk mencari ternak dan kayu cendana. Tak jarang kita menjumpai kerbau bermain asyik di dalam kubangan.

visit my photo gallery : Click here


Sumba is where thousands of livestock live freely in the vast Savannah and is also the heart of life for this island. Sumba horse known as Sandalwood Horse (sandalwood) has been known in the world since hundreds of years ago. Even from the 16th century, Portuguese, English, Arabs and Chinese had come to Sumba to look for [horse] cattle and sandalwood. Infrequently we also found buffaloes playing in a puddle.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak sekali pantai cantik yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tak perlu jauh-jauh liburan hingga ke luar negeri untuk menikmati pantai berpasir putih dengan air laut bening dan berwarna biru karena Indonesia juga punya banyak pantai-pantai seperti itu. Salah satu daerah di Indonesia yang jadi surganya pantai-pantai cantik adalah Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur. Pantai-pantai di Sumba masih banyak yang perawan alias belum ramai dikunjungi wisatawan.Dan saya lihat dibeberapa daerah di utara Pulau Sumba ini. 

As an archipelago, Indonesia has many beautiful beaches that spread from Sabang to Merauke. There is no need to go far away abroad just to enjoy white sandy beaches with clear and blue sea, Indonesia also has many beaches like that. One area in Indonesia that is a paradise for beautiful beaches is Sumba Island in East of Nusa Tenggara. There are still many beaches on Sumba which are virgin or not crowded by visitors and tourists. And I saw it in some areas in north of Sumba Island.

Sungai-sungai besar juga dilewati yang menandakan bahwa di Pulau Sumba terdapat air yang melimpah. Sungai-sungai ini tampak telah dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Namun saat musim kemarau aliran Sungai akan mengecil karena debit air pada sumbernya akan berkurang. Warga menuturkan bahwa ada buaya yang hidup di beberapa sungai, oleh sebab itu kalau belum ahli jangan bermain main di sungai yang belum kita kenal. cukup menikmati keindahannya saja sembari melepas lelah.

Large rivers were also passed which indicates that there is abundant water on Sumba Island. These rivers appeared  been used by residents to grow crops. But during dry season the river flow will decrease because the water flow at the source will decrease. Residents said that there are crocodiles that live in several rivers, so if not experts don’t play on rivers that we don’t know. just enjoying its beauty while unwind.

Melewati Mamboro, tampak hamparan sawah yang indah. Tampak perumahan warga yang menyatu dengan sawah-sawah yang ada. Sawah terluas pernah saya jumpai di bagian selatan Pulau Sumba yakni di Wanokaka. Sawah dan ternak ini menghentikan perjalanan kami untuk mengambil foto dan menikmati alam persawahan.

Passing through Mamboro, there is a beautiful stretch of rice fields. It appeared that residents’ housing blends with existing fields. The widest paddy field I have ever met in the southern part of Sumba Island is in Wanokaka. These rice fields and livestock stopped our trip to take photos and enjoy the rice fields.

Saat musim hujan, maka diatas pulau Sumba tampak langit yang cukup indah. Beraneka rupa formasi awan dan warna-warna memukau akan tampak dari hamparan tanah luas dan kosong. Sejenak kami melupakan alam hijau nan indah tapi pandangan mata tertuju kepada lukisan alam yang indah di angkasa. Hamparan luas menyebabkan kita dapat melihat keindahan ini. Kadang kami berteriak “Hei lihat ada naga diangkasa”, dan kami pun bersama melihat keangkasa. 

During rainy season, then above the island of Sumba the sky shown pretty beautiful. A variety of cloud formations and stunning colors appeared from a vast expanse  and empty land. For a moment we forgot the beautiful green grass and nature but our eyes were fixed on beautiful natural paintings in space. A wide expanse causes us able to see this sky beauty. Sometimes we shout “Hey look there is a dragon in the sky”, and we together looked at the sky.


Sebenarnya jarak tempuh dari Sumba Timur menggunakan jalur utara Pulau Sumba menuju ke Sumba Barat Daya adalah lebih pendek namun karena banyak berhentinya maka tak terasa sang surya akan pergi meninggalkan kami. Namun sebelumnya tampak warna kuning dan sangat memukau dan seperti sebuah alaram mengingatkan kami bahwa senja di Pulau Sumba memberikan hiburan dan pemandangan yang cukup menarik. Kami pun bergegas menangkap cahaya-cahaya matahari ini sebelum hujan kembali turun. 


Actually the distance from East Sumba when following the northern road of Sumba Island to Southwest Sumba is shorter than other route, but due to many stops, so the sun would love to leave us behind. But before the time comes, it appeared yellow in the sky and was very stunning and just like an alarm reminded us that the twilight on Sumba Island provided entertainment and quite interesting scenery. We rushed to catch the sunlight before it rain again.

Seperti yang kita tahu, jalanan di Tanah Air tidak sepenuhnya halus tanpa hambatan. Begitu pula di Pulau Sumba ini. Terkadang kita menemui jalanan yang tidak dalam kondisi baik seperti berlubang atau masih dalam kondisi tanah. Namun di Sumba rata-rata jalan telah diaspal namun masih sempit dan ada yang rusak berlubang dan erosi. Mobil yang sip dan bahan bakar yang cukup merupakan ceklist persiapan yang tepat. Hal yang patut dipertimbangkan lainnya adalah kapasitas penumpang yang dimiliki. Rata-rata Mobil yang diperlukan adalah yang luas dan mampu membawa banyak penumpang dan juga barang. Dengan begitu bepergian dengan keluarga atau bersama teman sudah tidak menjadi isapan jempol belaka. Touring dengan sepeda motor atau sepeda pastinya memiliki ceklist persiapan yang sama. 


As we know, roads in the country are not completely smooth without obstacles. Similarly, on Sumba Island. Sometimes we met roads that are not in good condition such as holes or still in soil conditions. However, on Sumba the average road has been paved but is still in narrow conditions and some are damaged such holes and erosion. Best cars and enough fuel are the right preparation checklist. Another thing that should be considered is the capacity of passengers owned by car. The average car needed is broad and capable of carrying many passengers and goods. So traveling with family or with friends is not a mere figment. Touring on a motorcycle or bicycle certainly has the same preparation checklist.

Banyak hal baru dan unik bisa dijumpai di sepanjang perjalanan. Salah satunya adalah kambing-kambing warga pada berteduh di bawah atap sebuah sekolah yang tampak sepi. Mungkin saja anak-anak sekolah sedang libur atau sudah selesai belajar atau ternak – ternak itu adalah milik murid-murid disana, sebab murid-murid didesa selain belajar juga rajin membantu orang tua untuk memelihara ternak mereka. Unik dan pasti tidak akan dijumpai di kota-kota besar. 


Many new and unique things can be found throughout the trip. One of them is the residents’ goats sheltering under the roof of a school that looked quite and deserted. It may be that school children was on holiday or have finished learning by the day or that the goats are belong to the students there, for information that students in the village besides learning are also diligent in helping parents to raise their livestock. Unique and certain will not be found in big cities.

Saat tahun lalu, berkunjung ke pulau Sumba dan berkunjung ke berbagai tempat maka semuanya tampak coklat kering dan panas tentunya. Namun satu hal yang perlu digarisbawahi adalah jangan lupa persiapan yang baik terutama minuman dan makanan yang akan menemani perjalanan kita. Meski di beberapa desa sudah mulai ada kios – kios makanan dan minuman ringan. Persiapan kendaraan dengan baik karena bengkel hampir tidak ada dan jangan celaka sebab rumah sakit jauh letaknya. Landscape Sumba adalah sebuah pulau seluas 11.000 hektare yang terletak di gugusan Kepulauan NTT. Pulau ini terbagi atas tiga kabupaten, yaitu Sumba Barat dengan ibu kotanya Waikabubak, Sumba Barat daya dengan ibu kotanya Waitabulah dan Sumba Timur dengan ibu kotanya Waingapu. Kedepan Anakalang juga akan bertumbuh pesat. Alam Sumba bervariatif. berbukit-bukit di sebelah barat dan dataran rendah dengan hamparan padang sabana terbuka di timur. Iklimnya panas dan kering dengan musim hujan yang relatif lebih pendek.


Last year, I was visiting the island of Sumba and also visiting various places, everything seemed to be dry and hot, of course. But one thing that needs to be underlined is don’t forget to make good preparation especially mineral water and food that will always accompany our journey. Although in some villages now there are available stalls of food and soft drinks in some villages. Preparation of vehicle is also put on checklist because the workshop is almost not available in the middle of savanna and don’t get accident because the hospital is far away. Sumba Landscape is an island of 11,000 hectares land located in the NTT Islands cluster. The island is divided into three districts, West Sumba with its capital Waikabubak, Southwest Sumba with its capital Waitabulah and East Sumba with its capital Waingapu. In the future Anakalang will also grow rapidly. Sumba Nature varies. hilly on the west and low land with a stretch of open Savannah in the east. The climate is hot and dry with a relatively shorter rainy season.

Berkunjung ke Pulau Sumba, kapanpun baik musim hujan atau musim kemarau ternyata sama saja yakni menampilkan pesona alam dan budaya yang luar biasa. Salam Nusantara dan nantikan kisah kami selanjutnya. 


Visiting Sumba Island, whenever the rainy or dry season, it turns out to be the same as showing extraordinary natural and cultural charm. Regards Nusantara and look forward to our next story.




Article and Photos by Ketut Rudi
Team : Molina Olivia Odja, Yafet Horo and Nomenson Wetangmau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.