Budaya Nusantara Bentengi Efek Negatif Globalisasi (Nusantara Culture Strengthens Negative Effects of Globalization)


Globasisasi secara arafiah dapat diartikan sebagai sebuah pertemuan segala aspek kehidupan dunia yang tidak dapat dibendung lagi  karena adanya kemudahan dalam berinteraksi antar negara sehingga berpengaruh terhadap terjadinya akulturasi dan asimilasi budaya. Globalisasi diakibatkan oleh bertambah canggihnya teknologi informasi dan komunikasi serta transportasi dan kegiatan ekonomi yang sudah memasuki pasar dunia.

Globalization literally may be interpreted as a meeting of all aspects of world life that cannot be avoided due to ease of interaction between countries that affect the occurrence of cultural acculturation and assimilation. Globalization is caused by the increasing of sophisticated information and communication technology and transportation along with economic activities that have entered into the world market.

cantiknya keseimbangan 1

 

Setiap Negara memiliki tradisi dan budaya yang berbeda bahkan perbedaan yang significant antara satu bangsa dengan bangsa lainnya dan saling bertentangan. Seperti busana sebagai contohnya. Hidup di tengah masyarakat Indonesia banyak  hal yang dianggap tabu dalam hal busana, namun yang dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia malah dianggap sebagai hal yang lumrah dibelahan bumi yang dibilang memiliki peradaban yang maju. Memang demikian adanya. Diluar negeri budaya berbikini adalah hal yang wajar saat menikmati hangatnya sinar matahari atau sedang berenang di kolam renang. Pemandangan wisatawan asing yang berjejer di pantai bukanlah hal yang aneh untuk masyarakat Indonesia yang telah lama hidup di Bali sebagai destinasi wisata sebagai contohnya. Itu pemandangan lumrah setiap musim panas sebagai wujud senang melihat matahari karena di negara mereka sering dilanda musim dingin yang extrim. Bahkan para wisatawan tidak hanya sekadar duduk atau tidur berjemur, mereka ada yang bermain permainan, olah raga dan pijat.

Every country has different traditions and cultures, even significant between one nation to another more over contradictory. Like clothing as an example. Living in the midst of Indonesian society many things are considered taboo in terms of clothing, but what is considered taboo by the people of Indonesia is even considered as a normal thing in the earth which is said to have advanced civilization. It really is. Western, bikinis are normal thing when enjoying the warmth of the sun or swimming in the pool. The sight of foreign tourists lined up on the beach is becoming an usual thing for Indonesian people who have long lived in Bali as a tourist destination for example. It’s a common sight every summer as a form of pleasure to see the sun because in their country it is often hit by extreme winter. Even tourists don’t just sit or sunbathe, they play games, sports and massage.

cantiknya keseimbangan 2

cantiknya keseimbangan 3

Akan hal ini lambat laun terjadi akulturasi dan asimilasi budaya khususnya pada gaya hidup dan gaya berbusana. Akulturasi  adalah proses sosial dimana budaya asing datang kepada masyarakat berbudaya tertentu. Budaya baru tersebut lambat laun diterima oleh masyarakat tanpa meninggalkan budaya lama.   Pada akulturasi masing-masing kebudayaan saling mempertahankan budayanya, sedangkan pada asimilasi keduanya melebur menjadi satu.  Akulturasi dan Asimilasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia bisa berdampak positif maupun negatif. Berdampak positif apabila dapat menambah kerukunan, keragaman, dan peningkatan kualitas hidup.

By this then gradually acculturation and assimilation of culture happened, especially in lifestyle and style of dressing. Acculturation is a social process in which foreign culture comes to certain cultural communities. This new culture is slowly being accepted by society without leaving the old culture. In acculturation, each culture maintains its culture, while in assimilation, the two merge into one. Acculturation and assimilation in the lives of Indonesian people can have both positive and negative effects. Positive impact when it can increase harmony, unity in diversity and improvement in quality of life.

cantiknya keseimbangan 5

 

Efek globalisasi terus menerus dari waktu ke waktu mempengaruhi budaya luhur Indonesia. Pelestarian budaya Nusantara memiliki peran penting untuk menekan efek negatif globalisasi. “Kekayaan Nusantara ini harus dapat diwariskan secara turun temurun hingga ke generasi berikutnya, sehingga generasi berikutnya menjadi bagian dari kebudayaan Nusantara” (Quote oleh : Puan Maharani).  Kebudayaan Nusantara inilah menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke Nusantara dan diharapkan budaya ini tetap dijaga ditengah ramainya kunjungan wisatawan dengan budaya dari masing-masing negara.

The effects of globalization continuously affect Indonesia’s noble culture over time. Preservation of Nusantara culture has an important role to reduce the negative effects of globalization. “This archipelago’s wealth must be passed down from generation to generation, so that the next generation becomes part of the Nusantara culture” (Quote by: Puan Maharani). This archipelago culture has become a magnet for tourists to visit the archipelago and it is hoped that this culture will be maintained amidst the heavy number of tourist visits with their  each culture.

 

 

Article by Ketut Rudi

Photos taken from Margaritha Gomang’s facebook account

Model : Margaritha Gomang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s