Pawai Ogoh-Ogoh Menjelang Nyepi Di Bali 2018 (Ogoh-Ogoh Parade Toward Silent Day In Bali 2018)


Umat Hindu di Bali Indonesia, memiliki banyak tradisi keagamaan yang terus dijalankan dengan sungguh-sungguh yang memiliki makna menjaga kesucian dunia dari kekuatan jahat (Adharma).

Hindus in Bali Indonesia, has many religious traditions that continuously run earnestly that has a meaning of keeping the holiness of the world from evil forces (Adharma).

ogoh ogoh 3

Salah satunya adalah Hari Raya Nyepi, yang merupakan Tahun Baru umat Hindu berdasarkan kalender Caka. Saat Nyepi, masyarakat Bali melakukan “Tapa Brata Penyepian” untuk menyucikan dunia termasuk didalamnya adalah tidak melakukan aktivitas apapun baik di tempat wisata atau pelayanan umum yang mana semuanya ditutup, kecuali rumah sakit. Sebelum umat Hindu di Bali merayakan hari raya Nyepi, mereka memiliki beberapa tradisi yang biasa dilakukan.  Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu menjalani sejumlah kegiatan yang pada hakikatnya merupakan upaya pensucian diri dan lingkungan sekitar.

One of them is the Silent Day (Balinese – Nyepi), is the Hindu’s New Year based on the Caka calendar. During Nyepi, Balinese people will live as an ascetic for one day “Balinese – Tapa Brata Penyepian” to purify the world and one of them is not doing any activity either in tourist place or public service which is all will close, except hospital. Before Balinese Hindus live as an ascetic for the whole one day in Nyepi, they have some common traditions. Ahead of Nyepi Day, Hindu people undergo a number of activities that essentially is a self purification effort and surrounding environment.

ogoh ogoh 1

Seminggu sebelum hari raya Nyepi, masyarakat mulai melakukan kegiatan menyucikan diri, rumah serta yang paling utama perangkat sembahyang di Pura melalui Upacara Melasti. Sementara, satu hari sebelum Nyepi, dilakukan ritual Buta Yadnya. Buta Yadnya merupakan rangkaian upacara untuk menghalau kehadiran kekuatan gelap yang merupakan manifestasi unsur-unsur negatif dalam kehidupan manusia. Dalam rangkaian Buta Yadnya ini, terdapat tradisi pawai ogoh-ogoh disertai parade musik tradisional Bali yang bernama “bleganjur” yang sampai tahun ini menjadi semacam festival tahunan yang semarak dan menjadi daya tarik pariwisata.

A week before Nyepi day, people start to purify themselves, the house and most of praying devices in temples through “Melasti” Ceremony. Meanwhile, one day before Nyepi, people will perform “Bhuta Yadnya” Ceremony. Bhuta Yadnya is a series of ceremonies to dispel the presence of dark forces which is a manifestation of negative elements in human life. In this series of Bhuta Yadnya, there is a tradition of ogoh-ogoh parade accompanied by a traditional Balinese music parade named “bleganjur” which until this year became a kind of  annual festival and became a tourist attraction.

ogoh ogoh 2

Tepatnya sehari sebelum Hari Raya Nyepi, masyarakat Bali akan melakukan pawai Ogoh-ogoh. Namun Ogoh-ogoh biasanya mulai dibuat jauh-jauh hari sebelum pawai. Ogoh-ogoh, adalah sebuah boneka berukuran raksasa yang merupakan simbol dari Bhuta Kala yang digambarkan sebagai wujud kejahatan dan menyeramkan. Tahun 2018 ini,  hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 17 Maret. Pawai ogoh-ogoh dilaksanakan pada tanggal 16 Maret jangan lewatkan kesempatan ini untuk menonton dan merasakan kemeriahannya. Di Setiap Desa anda pasti akan menjumpai ogoh-ogoh yang seni dan indah ini disertai para pemuda berlatih musik bleganjur serta tari-tarian. selamat menyongsong hari raya nyepi.

Exactly a day before Nyepi Day, the Balinese will perform Ogoh-ogoh parade. But Ogoh-ogoh usually begins to create long before the parade. Ogoh-ogoh, is a gigantic doll as a symbol of Bhuta Kala that is portrayed as a form of evil and creepy. In 2018, the Nyepi day falls on March 17th. The ogoh-ogoh parade takes place on March 16th, do not miss this opportunity to watch and experience the festivities. In Each Village you will definitely find ogoh-ogoh art and accompanied by youth in practicing bleganjur music and dances. happy on welcoming Nyepi day.

 

 

Article by Ketut Rudi

Photos taken from Komang Ging’s Facebook account

Location : Sangsit Singaraja Bali 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s