Sebuah Catatan Singkat Tentang “APEL Di Soe NTT ” Malus Domestica (A Brief Note About “APPLE In Soe NTT” (Malus Domestica)


“Dahulu waktu kita masih kecil, pohon apel ada banyak di Soe NTT hanya pohon apel itu dikira jambu biji biasa saja. Karena terlalu banyak jumlahnya, sampai  buahnya kita jadikan makanan babi ternak kita di Soe”. Itulah kalimat yang sering saya dengar ketika bertemu dengan orang tua yang pernah melihat bahkan menikmati buah Apel di wilayah Timor Tengah Selatan namun hingga kini hampir sulit menemukan pohon apel di TTS karna Apel SoE nyaris hilang dari Bumi TTS. Oya, Apel Soe  sekilas terlihat mirip dengan Apel Malang tapi soal rasanya dijamin beda karna lebih manis dan renyah. Tapi cerita diatas adalah waktu dulu, hingga beberapa hari lalu saya diajak oleh atasan saya (Jis Baok) untuk melihat kebun apel milik Kelompok Tani “Iklas” di Desa Tubuhue, kecamatan. Amanuban Barat. Dan hasilnya mengejutkan! Sebuah lahan dengan luas hampir 200 m2 dipenuhi oleh pohon apel bahkan sebagian besar sudah menghasilkan buah!

“In the past, when we were kid, there were so many apple trees in Soe NTT that the apple tree was mistaken for cashew guava, and due to many of them, then their fruits taken for our pigs’ food in Soe”. That is phrase that I often hear at the time met with old man who known well and even have enjoyed  apples in the region of South Central Timor, but now it’s almost difficult to find an apple tree in TTS because Soe’s Apples almost lost from Earth of TTS. Well, Soe’s Apple at glance looks similar to Apple of Malang but its taste guaranteed different due to more sweet and crispy. But the story above is in past time, until a few days ago I was invited by my relatives (Jis Baok) to see apple orchard belonging to Farmer Group “Iklas” in Tubuhue Village, subdistrict of Amanuban Barat. And the results are shocking! An area of nearly 200 m2 is full of apple trees, most of  already producing fruits!

apel soe 1

apel soe 2

Jis Baok Soe NTT

Menurut informasi dari salah seorang anggota Kelompok Tani tersebut (Mama Adriana Kase), jumlah pohon apel yang tumbuh awalnya hanya 6 pohon lalu dikembangkan hingga sekarang sekitar 160 pohon dan belum termasuk anakan pohonnya. Dengan metode, teknik, bimbingan dari Jis Baok dan 2 orang rekannya (Luther Laka Zangga & Welem Toto), Kelompok Tani “Iklas” yang diketuai oleh bapak Lukius Nubatonis telah berhasil membudidayakan Apel Soe.

According to information gained from  members of Farmer Group (Mama Adriana Kase), the number of apple trees that grow initially only 6 trees and developed until now about 160 trees and not including  tree seedlings. Integrated methods, techniques, guidance by Jis Baok and his two colleagues (Luther Laka Zangga & Welem Toto),  Iklas Group of Farmers, headed by Mr. Lukius Nubatonis, has succeeded in cultivating Soe’s Apple.

apel soe 8

apel soe 7

Menurut penuturan dari Jis Baok sebagai salah satu penggagas budidaya Apel Soe, proses awal penanaman, perbanyakan dan pemeliharaan dari tanaman Apel ini tidaklah mudah tapi jika dilakukan dengan telaten dan pendampingan rutin maka pasti akan mendapatkan hasil yg maksimal.

According to Jis Baok as one of initiators of apple cultivation in Soe, the initial process of planting, propagation and maintenance of the apple plant is not an easy thing to do but by painstaking and routine assistance will definitely get maximum results.

apel soe 3

apel soe 4

apel soe 6

Apel Soe kembali bangkit dari mati surinya dan mulai tumbuh dengan subur menambah daftar hasil bumi yang dihasilkan di Soe NTT. Semoga kalimat yang saya sampaikan pada awal catatan ini, bukan hanya sekedar cerita yang dituturkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Setelah menggali  informasi sambil menikmati beberapa buah apel segar langsung dipetik dari pohonnya, saya kemudian langsung membingkainya lewat photo story yang indah. Foto ini menjadi bukti bahwa “Apel Soe tidak hilang tapi hanya mati sementara” dan ada harapan baru bahwa TTS bisa menjadi daerah penghasil Apel terbaik.

Soe’s Aple is re-rose from it’s dead and began to grow fertile adding to the list of crops produced in Soe NTT. Hopefully that sentences that I conveyed at the beginning of this note, not just a story that will tell from generation to generation. After digging more information while enjoying some fresh apples directly picked from its tree, then directly I framed it through a beautiful photo story. This photo proves that “Soe’s apple is not lost but only temporarily dead” and there is a new hope that TTS can be the best apple producing area.

apel soe 5

Ini realita, bukan sekedar cerita! TTS (Tanah ini Tuhan Sayang)! (It’s a reality, not just a story! TTS (This land is God’s Love)!

 

 

Article and Photos by Elgyzel Glen Ndjukambani

Special edition posted by Ketut Rudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s