Buleleng Bali Utara (Buleleng North Of Bali)


Kabupaten Buleleng, dahulu  adalah suatu kerajaan di Bali utara yang didirikan sekitar pertengahan abad ke-17 dan jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1849. Kerajaan ini dibangun oleh I Gusti Anglurah Panji Sakti dari Wangsa Kepakisan dengan cara menyatukan seluruh wilayah wilayah Bali Utara yang sebelumnya dikenal dengan nama Den Bukit. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, Kerajaan Buleleng berstatus sebagai Daerah Tingkat II Buleleng. Di Buleleng terkenal dengan Wisata Alam pantai yang tenang, areal perkebunan dan persawahan serta air terjun dan kolam air panas atau air dingin yang alami.  Dari Kota sampai ke desa di Buleleng kaya sekali akan Destinasi wisata yang indah dan alami, namun belum banyak yang berkunjung dikarenakan letaknya yang jauh dari Airport Ngurah Rai. Dalam waktu-waktu tertentu, banyak wisatawan datang berkunjung tapi kebanyakan dari mereka adalah para pencinta suasana tenang dan menyepi.

Buleleng Regency, formerly a kingdom in northern Bali that was established around the middle of the 17th century and fell into the hands of the Dutch in 1849. This kingdom was built by I Gusti Anglurah Panji Sakti from the House of Kepakisan by unifying the entire region of North Bali previously known with the name Den Bukit. After the independence of the Republic of Indonesia, the Kingdom of Buleleng status as Regional Level II Buleleng. Buleleng where is famous for its Nature Tourism such quiet beaches, plantation areas and rice fields as well as waterfalls and hot water pools or natural fresh water. Ranging from city to suburb area of Buleleng is rich in beautiful and natural tourist destinations, but not many visitor yet visiting it because of its location far from Ngurah Rai Airport. At certain times, many tourists come to visit but most of them are lovers of calm and solitude.

Keindahan Singaraja Bali Utara 1

Calm Environment of Paddy Fields in North Bali, Source : Margaritha Florens’s Facebook Account

Kawasan Bali utara yakni Kabupaten Buleleng dinilai sangat cocok bagi pengembangan pendidikan karena kondisi yang cukup representatif. Berbeda dengan daerah selatan yang sudah terkena dampak hingar bingar pariwisata, kawasan Buleleng memberikan suasana yang kondusif bagi para mahasiswa yang ingin konsentrasi belajar.

The area of north Bali, Buleleng Regency is considered very suitable for the development of education because the conditions are quite representative. In contrast to the southern region that has been affected by the frenetic tourism, Buleleng region provides a conducive atmosphere for students who want to concentrate on learning.

Keindahan Singaraja Bali Utara 3

Melasti, the effort on maintaining the balance of nature, Sangsit beach, Photo by Ketut Rudi

Sampai sekarang, lokasi wisata Air sanih atau yeh sanih merupakan pilihan tempat rekreasi bagi penduduk lokal bahkan para tamu manca negara . Uniknya objek wisata kolam renang air sanih ini adalah  sumber mata air alami terus menerus mengeluarkan air bersih mengandung mineral tinggi melewati kolam yang disediakan secara alami dan dikelilingi oleh air laut yang tenang tak bergelombang.  Setelah berendam pasti akan merasakan kesejukan mandi di air mineral yang jernih. Sangat baik untuk kesehatan.

Until now, tourist sites of Air sanih or yeh sanih is still becoming a choice for recreation place for local residents and even foreign guests. The uniqueness of this natural swimming pool of Air Sanih is a natural springs source continuously blow clean high-mineral water  through the pond provided naturally and surrounded by calm sea which is not wavy.. After soaking will definitely feel the coolness of bathing in clean mineral water. Very good for health.

Keindahan Singaraja Bali Utara 5

Natural Swimming pool of Air Sanih, Photo by Ketut Rudi

Singaraja, adalah sebuah kota tua yang terletak di ujung utara pulau dewata. Kota ini dahulu merupakan ibu kota Nusa Tenggara (Sunda Kecil) dan pusat pelayaran yang penting karena memiliki dermaga terbesar di pulau Bali pada saat itu. Dermaga ini dikenal dengan nama Pelabuhan Buleleng sejak masa Sunda Kecil dulu. Sekarang telah tertata rapi dan mengalami pengembangan.

Singaraja, is an old town located on the northern tip of the island of the gods. The city was formerly as the capital of Nusa Tenggara (Lesser Sunda) and an important cruising center because it has the largest dock on the island of Bali at the time. This dock is known as Pelabuhan Buleleng since the time of Lesser Sunda. Now it’s neat and developing.

Keindahan Singaraja Bali Utara 2

Pelabuhan Singaraja, Photo by Ketut Rudi

Keindahan Singaraja Bali Utara 4

Pelabuhan Singaraja, Photo by Ketut Rudi

Perjalanan ke timur menyusuri pinggir pantai berbatu dan sampai di Pura Ponjok Batu. Terdapat pemandangan indah laut jawa yang membentang luas. Jalan raya besar ke arah timur di sebelah Pura akan menuju ke Amlapura. Di areal parkir Pura, akan terdapat banyak warung yang akan menjajakan makanan-makanan ringan yang dapat anda beli dengan harga yang murah.
Travel to the east along the rocky beach and reach Ponjok Batu Temple. There is a beautiful view of the vast Java Sea. The big road to the east next to the temple will go to Amlapura. In the parking area of the temple, there will be many stalls that will peddle snacks that you can buy at a cheap price.
Keindahan Singaraja Bali Utara 7

Musing At Ponjok Batu, Photo By Ketut Rudi

Pulau Menjangan,  pulau yang satu ini adalah definisi sempurna dari keindahan panorama bawah laut dengan hamparan pasir putih yang masih alami dan keanekaragaman hayati laut yang sangat berlimpah. Pulau ini terletak di Buleleng Barat setelah melewati kolam air panas alami “Banjar”. Nama ‘menjangan’ sendiri sebenarnya berasal dari Bahasa Jawa yang berarti hewan kijang atau rusa. Dinamakan demikian, karena dahulu setiap musim semi banyak kawanan rusa liar yang berenang ke pulau ini dengan jarak tempuh 1,2 mil. Di pulau ini terdapat banyak rusa liar yang hidup bebes. Namun sayang, semakin lama jumlahnya semakin menurun. Keberadaan rusa rusa inilah yang mendorong pemerintah menjadikan Pulau Menjangan sebagai Taman Nasional Bali Barat. Ini merupakan upaya pemerintah untuk membangun konservasi guna menjaga kelestarian rusa dan keanekaragaman hayati yang ada di pulau ini.

Menjangan Island,  one island is the perfect definition about beauty of underwater panorama with the stretch of white sand and still natural and also where marine biodiversity is very abundant. The island  located in West of Buleleng after passing the natural hot spring pool of “Banjar”. The name ‘menjangan’  is actually derived from the Javanese language which means  deer. Given the name because of every spring there were many wild deer swim to this island with a mileage of 1.2 miles. On this island there are many wild deer  live freely. But unfortunately, the longer the number decreases. The existence of the deer is what prompted the government to make Menjangan Island as West Bali National Park. This is a government effort to build conservation to preserve  deer and biodiversity that exist in the island.

Keindahan Singaraja Bali Utara 6

Pier to Menjangan Island, Photo by Ketut Rudi

Pantai Lovina adalah andalan daerah wisata di Buleleng. Laut yang tenang dimana lumba-lumba sering bermain dan sudah semakin jinak dengan para nelayan yang menjadikan lumba-lumba ini obyek wisata yang perlu dijaga sepanjang masa. Lautnya yang tenang sangat baik untuk mengajak anak-anak sembari mengajarkan tentang alam.

Lovina Beach is a mainstay tourist area in Buleleng. The calm sea where the dolphins often play and  more tame with the fishermen who make them an attractions that need to be maintained all the time. Calm sea is very good for taking the children while teaching them about nature.

Keindahan Singaraja Bali Utara 10

Calm Sea of Lovina, Photo by Molina Olivia

Keindahan Singaraja Bali Utara 9

Calm Sea of Lovina, Photo by Molina Olivia

Buleleng Desa Sangsit adalah rumah yang  saya tuju saat lelah melalangbuana ke berbagai tempat, (Ketut Rudi)

Buleleng Sangsit Village is a place to return when tired of traveling to various places in the world, (Ketut Rudi)

 

Article by Ketut Rudi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s