Menjadikan Warisan Budaya Sebuah Seni Yang Bernilai Jual (Making Cultural Heritage A Worth Selling Art)


Dua tempat yang kita kunjungi terletak di pusat kota Kupang dengan latar kesenian daerah NTT memberikan nuansa baru berwisata di Kota Kupang setelah berkeliling mengunjungi tempat-tempat indah tersebar di kepulauan Nusa Tenggara Timur. Tempat ini khusus menyediakan berbagai pernak-pernik hasil kerajinan tangan pengrajin local kota Kupang yang dapat dijadikan cinderamata khas NTT.

The two places we have visited are located in downtown of Kupang surrounded by arts background of NTT which was giving a new nuance of traveling in Kupang City after traveling around visiting beautiful spots scattered in the islands of East of Nusa Tenggara. This special place provides a variety of knick-knacks local craftsmen  of Kupang city that can be used as typical souvenirs of NTT.

oleh oleh Kupang 16

oleh oleh Kupang 11

Cinderamata merupakan hal yang tidak terlepas keberadaannya pada sebuah daerah pariwisata karena selain potensinya yang besar, cendramata merupakan wujud penghormatan atau kenangan bagi siapa saja yang berkunjung ke sebuah tempat. Seperti misalnya produk kerajinan kain tenun, ukiran yang memiliki corak tersendiri hasil warisan dari nenek moyang dalam kehidupan di sebuah daerah. Cinderamata bagi wisatawan mancanegara dan nusantara yang berkunjung ke daerah tujuan wisata di Indonesia sudah pasti merupakan sebuah kebanggaan tersendiri pernah berkunjung ke NTT meski baru mengunjungi Kota Kupang saja.

Souvenirs are somethings that can not be separated for its presence in a tourism industry because in addition to its great potential, souvenirs is a form of respect or memories for anyone who visits a place. For example woven handicraft products, carvings that have a distinctive pattern of inherited products from ancestors who life in an area. Souvenirs for foreign tourists and archipelago who are visiting tourist destination in Indonesia are definitely felt pride on their visit in NTT even though just visiting the city of Kupang only.

oleh oleh Kupang 7

oleh oleh Kupang 2

oleh oleh Kupang 10

Contoh lainnya adalah Noken, tas rajutan asal Papua yang biasanya dalam kehidupan sehari-hari digunakan oleh ibu-ibu Papua telah ditetapkan oleh UNESCO pada 4 Desember 2012 sebagai salah satu warisan budaya diusulkan menjadi cinderamata untuk pelaksanaan PON 20 pada 2020 di provinsi paling timur Indonesia. Tentunya kita semua bangga akan hal ini.

Another example is the Noken, a knitted bag from Papua that is usually in daily life used by Papuan women has been established by UNESCO on December 4, 2012 as one of the cultural heritage proposed to be a souvenir for the implementation of PON 20 in 2020 in Indonesia’s easternmost province. Surely we are all proud of this.

oleh oleh Kupang 3

oleh oleh Kupang 4

oleh oleh Kupang 8

Nusa Tenggara Timur memiliki beraneka ragam corak dan motif indah tersendiri sama dengan corak dan motif yang dimiliki Papua yang dapat diolah menjadi produk yang dapat diaplikasikan dalam aspek-aspek kehidupan baik design interior rumah atau hotel, busana kantor dan lain sebagainya. Hal ini selain melestarikan warisan budaya tentunya dapat menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak bagi masyarakat lokal.

East Nusa Tenggara has a wide range of patterns and beautiful motifs just the same pattern and motifs as Papua had that can be processed into products that can be applied in aspects of life either  home or  hotel’s  design interior, office clothing and so forth. This is an efforts in addition to preserve cultural heritage of course can provide a lot of jobs opportunities for local communities.

oleh oleh Kupang 5

oleh oleh Kupang 6

oleh oleh Kupang 12

Industri Kreatif subsektor kerajinan adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Berdasarkan bahan baku (raw material), produk kerajinan.

Creative Industries on its crafting sub-sector is a creative activity related to the creation, production and distribution of products made and produced by craftsmen originated from the initial design up to the process of completion of products, including handicrafts made from: precious stones, natural and artificial fibers , leather, rattan, bamboo, wood, metal (gold, silver, copper, bronze, iron) wood, glass, porcelain, fabric, marble, clay, and lime. Based on raw materials (raw material), handicraft products.

oleh oleh Kupang 13

oleh oleh Kupang 9

Dalam kaitan dengan ekonomi kreatif yakni mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Struktur perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang tadinya berbasis Sumber Daya Alam (SDA) sekarang menjadi berbasis SDM, dari era pertanian ke era industri dan informasi bahkan sampai kepada dunia pariwisata. Warisan budaya diharapkan mampu diolah menjadi sebuah cendramata yang memiliki nilai jual dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

In connection with the creative economy that is intensifying information and creativity by relying on the idea and stock of knowledge of Human Resources (HR) as the main production factor in its  activities. The structure of the  economy world is undergoing through rapid transformation in line with economic growth, from the former based on natural resources (SDA) now has changed to human-based, from the era of agriculture to the era of industry and information even to the world of tourism. Cultural heritage is expected to be processed into a product such souvenir that has a selling value and can increase people’s income.

oleh oleh Kupang 15

Untuk memperkenalkan budaya Indonesia di lokal maupun global tentunya dapat dilakukan dalam banyak cara, salah satunya tergambar dalam artikel ini dan tentunya mulai dalam diri kita sendiri yang mencintai budaya warisan nenek moyang kita.

To introduce Indonesian culture in local as well as global can certainly be done in many ways, one of which is depicted in this article and certainly start within ourselves who love the culture of our ancestral heritage.

 

 

 

Ketut Rudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s