Porter Dan Keberadaan Kapal Perintis Di Pelabuhan Dulionong Kalabahi (Porter And The Existence of Pioneer Ship In Dulionong Port Of Kalabahi)


Kapal Perintis pertama telah berlayar melayani rute Maumere-Larantuka, Waiwerang – Lewoleba – Balauring – Baranusa – Kalabahi – Maritain – Atapupu dan Kupang (pergi dan pulang). Sedangkan Kapal Perintis kedua juga telah melayani rute, Maumere – Palue – Maurole – Marapokot -Reo – Labuan Bajo dan Bima, juga pergi dan pulang. Kapal-kapal perintis ini melayani tempat-tempat yang sepi yang tergolong masih terisolir. Perusahaan yang telah memberikan pelayanannya adalah wujud nyata integritas pemerintah dan swasta dalam melayani seluruh daerah di Indonesia termasuk daerah terisolir terutama Indonesia Timur dan sudah pasti dalam keadaan rugi, karena mereka bukan provit oriented (orientasi untung-red). Beroperasinya dua kapal perintis ini, bertujuan agar komoditi pertanian dan perkebunan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) di wilayah terisolir bisa diperdagangkan keluar daerah. Kapal-kapal perintis ini cukup nyaman dan aman. Standar pelayanan juga tidak berorientasi kepada keuntungan dan subsidi BBM dari pemerintah dilakukan agar perusahaan yang mengoperasikan kapal-kapal ini mampu bertugas secara terus menerus sampai target tercapai. Kadangkala tidak ada penumpang atau barang sekalipun kapal-kapal ini tetap beroperasi.

The first Pioneer ship has  sailing to serve  Maumere-Larantuka route, Waiwerang – Lewoleba – Balauring – Baranusa – Kalabahi – Maritain – Atapupu and Kupang (round trip). While the second one has also serving the route, Maumere – Palue – Maurole – Marapokot – Reo – Labuan Bajo and Bima, also round trip. These pioneer vessels serve  places that are still isolated. Companies that have provided their services are the real manifestations of  government integrated project in serving all regions in Indonesia including isolated area, especially Eastern of Indonesia and certainly in a state of loss, because they are non-profit oriented. Operation of these two pioneer vessels, aiming to make the agricultural commodities and plantations of East of Nusa Tenggara (NTT) communities in isolated areas possibly traded out of the region. These pioneer ships are quite comfortable and safe. Service standards are also not oriented to profit and fuel subsidies by government so integrated companies are able to work these ships in a continuous basis until the target reached. Sometimes there are no passengers or goods but these ships are still operating.

dulionong alor

Dalam waktu yang sama, pemerintah melalui perusahaan listrik negara PLN menjalankan program pembangunan jaringan listrik ke daerah-daerah terisolir tersebut sehingga keberadaan kapal perintis ini sangat membantu kelancaran pengiriman material sampai ke pelabuhan -pelabuhan daerah tertinggal di NTT.  Sebagai contohnya di Kepulauan Alor, meski diberikan waktu bongkar muat dalam satu hari saja, material PLN yang ditimbun di lokasi fanating di Moru Alor Barat Daya dapat terbantu terkirim ke beberapa daerah di kepulauan Alor yakni seperti ke Baranusa Pulau Pantar. Kapal perintis ini dilengkapi dengan fasilitas crane sehingga sangat efektif untuk bongkar muat di pelabuhan yang tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.

At the same time, government through the state electricity company PLN have run the power grid development program covering the isolated areas so that presence of these pioneer vessel is greatly facilitating the smooth delivery of materials to the ports of isolated areas in NTT. For example, in  Alor Islands, although the loading and unloading time given in a single day, PLN’s material which stockpiled in Fanating Moru  Southwest of Alor possibly  sent to some areas in Alor archipelago such as to Baranusa Pantar Island. This pioneering vessel equipped with crane facilities so it is very effective for loading and unloading at ports that are not equipped with adequate facilities.

Muat Tiang Listrik Dari Moru Ke Baranusa 1

Muat Tiang Listrik Dari Moru Ke Baranusa 5

Muat Tiang Listrik Dari Moru Ke Baranusa 2

Muat Tiang Listrik Dari Moru Ke Baranusa 4

Masuknya kapal perintis ini dapat membuka lapangan pekerjaan, yakni ramainya para pedagang makanan ringan atau minuman serta aktifitas dipelabuhan lainnya. Lapangan pekerjaan yang lainnya adalah para porter atau buruh angkat yang sangat antusias memberi pelayanan bongkar muat di pelabuhan. Para porter terbentuk dan kebanyakan berasal dari daerah sekitar dimana pelabuhan berada.

The entry of this pioneer ship can open employment, such as crowded of snack merchants or drinks and other port activities will start to grow. The other are porters or lift workers who are very enthusiastic to offer loading and unloading services at the port. The porters are formed instantly and most come from the area around where the port is located.

Porter Pelabuhan Dulolong

Untuk tarif angkutan barang yang diberikan oleh Kapal Perintis adalah sesuai dengan budget yang dimiliki oleh pemilik barang dan tentunya kesepakatan kedua belah pihak dengan tetap mengikuti aturan administratif yang ditetapkan oleh syahbandar pelabuhan setempat. Harga jasa para buruh juga demikian, yang penting adalah adanya kejujuran dari para pemilik barang tentang budget yang dimiliki dan tepat waktu dalam pelunasan pembayarannya. Memang banyak kesan menyebutkan bahwa porter di pelabuhan sering membikin susah para pengirim barang, namun setelah saya mengunjungi mereka ternyata kesan tersebut adalah salah. Terima kasih kepada Kapal Perintis Indonesia, para petugas pelabuhan dan para buruh angkat di pelabuhan Dulionong di kalabahi.

For freight rates provided by Pioneer Ships is under the budget owned by the owner of the goods and of course agreement of both parties needed and following on the administrative rules set by the local port administrator (syahbandar). The price of loading and unloading services by porter is also the same on its mechanism, the matter is the honesty of the owners of goods about the budget owned and on time in payment settlement. There is a lot of impression that saying porters at the isolated port often make it hard for the shippers, but after I visited them then it turns out that impression is wrong. Thanks to the Indonesian Pioneer Ship, harbor officers and foster workers at Dulionong harbor in kalabahi.

 

 

 

Ketut Rudi

Special Thanks To Brother Deva (Porter Leader of Dulionong harbor)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s