Mobilisasi Tiang Listrik Di NTT Gampang-gampang Susah (Mobilization of Electric Poles In NTT’s Development is not An Easy Thing)


Astra 1

PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) , seperti diberitakan di berbagai media bahwa dalam tahun 2017 ini, sebanyak 500 desa di NTT akan teraliri listrik dari jaringan PLN. Sebuah program yang tentunya membuat semua warga desa riang gembira menyambut pembangunan ini mengingat warga desa telah lama menantikan energi listrik ini sampai ke seluruh pelosok desa. Namun dibalik semua ini pastinya ada kendala-kendala yang dihadapi sebagai salah satu contohnya adalah mobilisasi tiang listrik menuju ke semua desa. Yuk baca artikel ini, jangan lupa tinggalkan komentar kritik dan saran agar semua usaha yang baik ini dapat terselenggara sesuai dengan harapan.

The Electricity State Company PT PLN (Persero) East of Nusa Tenggara (NTT) region, as reported in various media mentioning that in the year of 2017, approximately of 500 villages in NTT will be powered from the PLN network. A program that certainly made all of community of the village cheerfully welcome to this development and as villagers, they have long waited for this program to reach all corners of the village in NTT. But behind of all there are certainly problems encountered as one example is the mobilization of electricity poles to all villages. Let’s read this article, do not forget to leave comments criticism and suggestions so this good program can be held in accordance to expectations.

Angkut Tiang 1

 

Mobilisasi tiang listrik sebagai material utama dalam pembangunan jaringan listrik tentunya tidak terlepas dari keberadaan akses jalan ke desa yang hendak dibangun. Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi kepulauan yang tidak hanya jalan raya, laut juga merupakan jembatan penghubung ke semua desa yang ada. Jalan penghubung desa yang ada di kabupaten-kabupaten di Nusa Tenggara Timur sebagai contohnya adalah Kabupaten Alor sebagian besar dalam keadaan rusak dengan kategori berat, sedang, dan ringan disertai tanjakan dan tikungan tajam.

Mobilization of power pole as the main material in the construction of electricity network of course associated to the existences of access road to every village where the program take part. East of Nusa Tenggara is an island province that is not only road existences, but the sea is also as a bridge that connecting to all existing villages. The village connecting roads in the districts of East of Nusa Tenggara, for example, Alor Regency are most of them in damaged such heavy, medium, and light categories condition in addition are with steep inclines and turns.

angkut tiang 2

angkut tiang 5

Sampai saat ini memang benar bahwa kondisi jalan yang paling memprihatinkan di NTT adalah jalan kabupaten. Bahkan jalan kabupaten yang menghubungkan kecamatan dengan desa-desa belum dibangun sama sekali atau baru dibangun menggunakan semen atau disebut rabat sehingga masyarakat kebanyakan masih berjalan kaki dalam segala aktifitas sehari-hari mereka karena belum ada perusahaan transportasi yang beroperasi di beberapa desa yang ada. Oleh sebab itu dalam hal pembangunan kelistrikan maka mobilisasi material yang berbobot berat memerlukan usaha yang dikatakan “tidak mudah” meski dalam dunia teknologi mobilisasi material bukanlah hal yang susah untuk jenis-jenis alat angkut canggih yang telah tersedia di Indonesia khususnya di Kota besar.

To date then it is true that the most apprehensive road conditions in NTT are the district roads. Even the district roads that connecting sub-districts to villages have not been built yet at all or newly built which is using cement or called concrete road so that most people still walk for their daily activity due to there are no transport companies operating in some villages. Therefore, in the case of electricity development, heavy material mobilization requires an effort which said “is not easy job” even in the world of material mobilization technology is not difficult when handled by sophisticated transport equipment type that  available in Indonesia, especially in big cities.

angkut tiang 4

Angkut tiang 11

kondisi jalan di ABAD2

kondisi jalan di ABAD1

Road To Kafelulang Alor Barat Daya

Kondisi jalan berbatu, tanjakan dan tikungan yang curam inilah membatasi penggunaan fasilitas kendaraan angkut yang lebih besar seperti tronton sehingga dibutuhkan lebih banyak strategi pengerjaan secara manual yang baik ketimbang alat-alat kerja modern. Namun patut disyukuri bahwa beberapa material utama telah mampu didistribusikan ke berbagai desa meski menghadapi kendala yang berat.

The rocky road,  climb and sharp turns condition prohibits the use of larger transport facilities such as large truck (tronton), and more requires  good manual handling strategies better than modern tools. But thanks God, however, some of  main materials have been distributed to villages even by this difficult constraints.

Angkut Tiang 12

Angkut Tiang 13

angkut tiang 10

angkut tiang 9

angkut tiang 8

angkut tiang 7

angkut tiang 6

Material utama dalam pembangunan jaringan listrik memiliki bobot yang berat sehingga membutuhkan waktu agar dapat terdistribusi ke lokasi pekerjaan dan menjadi prioritas utama yang harus dilaksanakan sebelum musim hujan tiba yakni pada bulan-bulan oktober atau november mendatang.

The main material of power grid construction has a heavy weight that takes time to distribute to the job site and become a top priority that must be done before the rainy season arrives in the months of October or next November.

angkut tiang 3

Proyek Ini penting dan pengawalan pekerjaan ini merupakan tanggung jawab bersama antara semua pihak terkait baik di sektor kelistrikan dan lainnya termasuk masyarakat dan PLN sudah mensinkronisasikan ke seluruh kabupaten di NTT. Namun melihat kondisi yang ada, maka akan membutuhkan waktu terutama mobilisasi material yang boleh dikatakan “gampang-gampang susah” dan diperlukan tenaga terampil dan fasilitas pendukung yang tangguh baik dari NTT atau dari luar daerah.

This Project is important and the implementation of it is a joint responsibility between all stakeholders in electricity and other sectors including government and society and PLN has synchronized to all districts in NTT. However, looking at the existing conditions, it will take time especially on mobilization of materials that may be said “Easy but Not” and requires more skilled workers and support facilities both from NTT or outside of the region.

 

 

 

Article by Ketut Rudi

Location : Subo, Lella, Manmas, Tamanapui, Kelaisi And Other Village in Alor

Year : 2017

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s