Pasar Apung, Sungai Bisa Menjadi Sebuah Obyek Wisata (Floating Market, River Can Become A Tourism Object)


banner iklan 2

Di Indonesia terdapat pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Sumatera, dan Papua yang memiliki sungai -sungai panjang dan lebar. Sungai ini sejak dulu berfungsi sebagai jalur transportasi yang menghubungkan daerah yang satu dengan daerah lainnya. Masyarakat menggunakan perahu sebagai moda transportasi di daerah sepanjang aliran sungai. Dan dari sungai ini masyarakat melangsungkan kehidupan mereka seperti menangkap ikan, menanam kangkung atau memanfaatkan airnya untuk perkebunan disepanjang aliran sungai. Namun ada sebuah keunikan yang sekarang telah terkenal ke seluruh pelosok negri yakni pasar apung. Salah satu Pasar Apung yang ada dan secara turun temurun menjadi sebuah warisan budaya adalah pasar apung Muara Kuin di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Indonesia consist of large islands such as Kalimantan, Sumatra, and Papua where  long and wide rivers available. That rivers since long time ago  used as a transportation route that connects one area to another. People use boats as transportation mode to serve area along the river. And by the river then community goes on their living such as catching fish, planting watercress or using water for plantations along the river. But there is a uniqueness that now has been famous to all corners of the country  is floating market. One of the existing floating Market and hereditary run as a cultural heritage is Muara Kuin floating market in Banjarmasin, South of Kalimantan.

pasar apung

Seperti pasar-pasar tradisional lainnya yang kebanyakan berada didarat, pasar ini berada disungai sehingga disebut dengan Pasar Terapung. Para pedagang menjajakan dagangannya dengan menggunakan perahu kayu dan awalnya masyarakat melakukan transaksi jual beli  berbagai macam hasil perkebunan dan pertanian, namun seiring perkembangan jaman sekarang ini juga dapat dijumpai barang dagangan lainnya seperti, pakaian, kue,  makanan khas Banjarmasin yaitu soto banjar dan nasi sop banjar layaknya pasar-pasar tradisional lainnya. Sekarang semua telah mengenal alat tukar uang. Dan dari sungai terlihat area disepanjang sungai dihiasi pemandangan indah dan unik rumah – rumah masyarakat Barito yang semuanya terbuat dari kayu  sehingga membuat betah para pencinta dunia photografi. Tanpa disadari pasar ini sekarang telah berubah menjadi sebuah obyek wisata. Aliran sungai yang tenang sepanjang tahun dan tentu saja warga yang ahli berenang dan berperahu menjadikan tempat ini menjadi sebuah obyek wisata. Tentu saja sangat berbahaya apabila pasar apung ada pada sungai-sungai yang berbahaya seperti banyak buaya, atau sungai kotor banyak sampahnya seperti di kota-kota besar jadi mana mungkin sebuah sungai dapat dijadikan sebuah obyek wisata. Benar nggak?…….

Just like other traditional markets which are mostly in land, this market is happening in the river so-called Floating Market. The merchants sell their merchandise by using wooden boats and initially the community made a sale and buy transactions of various plantation and agricultural products, but along with development of the era, now we can also find other merchandise such as, clothing, cake, Banjarmasin typical food of soto banjar and rice with soup of banjar and seems like other traditional markets. Now everyone is familiar with what currency is. And from the river observed beautiful scenery of area along the river which decorated by beautiful surrounding and unique houses of Barito which all made by wood so that made all  photography lovers were willing to stay more longer. Unwittingly this market now has turned into a tourist attraction. The calm river flow throughout the year and of course residents are experts in swimming and boating made this place turned into a tourist attraction. Of course, it will be very dangerous when the floating market is available in dangerous rivers such many crocodiles, or dirty rivers where so many garbage such rivers in big cities so will be impossible for a river can be a tourist attraction. Right? …….

 

 

Article by Ketut Rudi

Photo by Lelly Jeane

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s