Tanjung Sakalak Nusa Tenggara Timur (Tanjung Sakalak East Of Nusa Tenggara)


Tanjung Sakalak adalah sebuah daerah yang terletak di Pulau Timor Nusa Tenggara Timur. Kecamatan Nekamese yang berbatasan dengan Amarasi Barat adalah wilayah dimana Tanjung Sakalak berada. Ini menandakan bahwa Tanjung Sakalak berada di barat daya Pulau Timor dan dari Kota Kupang dapat ditempuh selama 2 Jam dikarenakan oleh kondisi Jalan yang sempit dengan kondisi baik hanya sampai di Desa Usapi Sonbai dan selanjutnya jalan berbatu dan belum diaspal dan Tanjung Sakalak juga dapat dijangkau melalui rute Baun ibukota dari Amarasi. Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah pada saat musim kemarau. Kegiatan pertanian yang ada di Sakalak lebih banyak mengandalkan tanaman-tanaman pertanian umur panjang berupa pisang dan kelapa, ada juga tanaman singkong, labu, jagung dan padi tetapi hanya ditanam pada saat musim hujan. Selain pertanian, kegiatan Peternakan, khususnya usaha ternak sapi banyak dijumpai di Tanjung Sakalak sehingga mobil kami sering berpapasan dengan truk yang sedang memuat sapi atau pakannya.

Tanjung Sakalak is an area located on Timor Island East of Nusa Tenggara. Nekamese Sub-district where is bordering to West Amarasi is the area where Tanjung Sakalak located. So this indicates that Tanjung Sakalak located in southwest of Timor Island and from Kupang City can be reached for 2 hours due to condition of  narrow road and good condition of it up to  Usapi Sonbai vilagge and then rocky and unpaved road will be and Tanjung Sakalak also can be reached by other route is from Baun the capital of Amarasi. The right time to visit is during dry season. Agricultural activities that exist in Sakalak rely more on longevity agricultural in the form of bananas and coconut, there are also cassava, pumpkin, corn and rice but only planted during rainy season. In addition to agriculture, Livestock farming, especially cattle business  often exist in Tanjung Sakalak so that our cars often come across trucks which was loading cattle or feed.

Tanjung sakalak 1

Sebelum tiba di Tanjung Sakalak, terdapat obyek wisata rohani yakni Taman Doa di Usapi Sonbai. Konon menurut penuturan warga bahwa terjadi penampakan Bunda Maria di tempat ini sehingga taman doa ini dibangun dan sering dikunjungi khususnya oleh umat Katholik di NTT. Taman doa dibangun sangat sederhana dan dikelilingi oleh hektaran lembah dan bukit sehingga suara angin meniup daun pepohonan dapat terdengar keras yang berasal dari lembah-lembah sekitar. Sangat alami dan sangat baik untuk menenangkan pikiran dan berdoa ditengah-tengah alam.

Before arriving at Tanjung Sakalak, there is a spiritual tourism object called Praying Garden at Usapi Sonbai village. According to the residents said that there was a sighting of Virgin Mary in this place so this praying garden was built and often visited especially by Catholics in NTT. The praying garden built in very simply building and surrounded by hectares of valleys and hills so the sound of wind blowing the leaves of the trees can be heard loudly coming from  valleys. It is very natural and very good to calm mind and pray in the midst of nature.

tanjung sakalak 19

tanjung sakalak 18

tanjung sakalak 20

tanjung sakalak 21

Menurut beberapa pustaka, tanaman lontar atau siwalan keberadaannya tersebar di belahan bumi ini mulai dari India dan kemudian menyebar ke Papua Nugini, Afrika, Australia, Asia Tenggara, dan Asia tropis. Lontar dapat tumbuh di daerah kering. Di Indonesia, lontar terutama tumbuh di bagian timur Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Timur merupakan daerah berkembangbiaknya tumbuhan lontar ini secara alami, yaitu menyebar di Pulau Timor, Flores, Sumba, Sabu, Rote dan pulau-pulau lainnya. Pohon lontar terlihat disepanjang perjalanan dari Kupang menuju ke Tanjung Sakalak.
According to some literature, lontar trees or siwalan trees’s existence spread in this hemisphere starting from India and then spread to Papua New Guinea, Africa, Australia, Southeast Asia, and tropical Asia. Lontar can grow in dry areas. In Indonesia, lontar mainly grows in the eastern part of Java Island, Madura, Bali, West Nusa Tenggara, and East of Nusa Tenggara. In East of Nusa Tenggara is a natural breeding area of this palmy plant, which spread in Timor Island, Flores, Sumba, Sabu, Rote and other islands. Lontar trees seen along the journey from Kupang to Tanjung Sakalak.

tanjung sakalak 14

tanjung sakalak 13

 

Tanjung Sakalak 4

Perjalanan ke Tanjung Sakalak merupakan perjalanan yang menantang disamping karena akses jalan yang belum sempurna, tempat ini belum menjadi obyek wisata dan sudah pasti keberadaan fasilitas – fasilitas yang belum memadai. Namun meskipun demikian, warga Tanjung Sakalak sangat ramah. Terdapat pagar-pagar kayu yang memukau dan jangan heran kalau di beberapa ruas jalan terdapat palang jalan yang harus dibuka agar kendaraan dapat lewat serta gerbang harus ditutup kembali. Gerbang dan pagar berfungsi agar ternak tidak keluar daerah atau masuk pekarangan merusak tanaman. Warga melepas ternak mereka begitu saja tanpa kandang. Sebuah system yang sangat baik tentunya. Namun perjalanan menantang ini sebanding dengan kepuasan terhadap keindahan panorama disepanjang perjalanan.

The trip to Tanjung Sakalak is a challenging journey in addition to the road access, this place is not  a tourist attraction and  certainly the existence of facilities are not in adequate one. Nevertheless, the residents of Tanjung Sakalak are very friendly. There are stunning fences of wood and do not be surprised when found some crossbar attached on some streets which must be opened by visitor to make  vehicles could pass the streets and then crossbar must be closed again. The crossbars and fences available by local community to keep their livestock from leaving the area or entering garden and damaging people’s plants. Residents release their cattle  without a cage. A very good system of course. Yet this challenging journey was comparable to the satisfaction of the panoramic beauty along the way.

tanjung sakalak 15

tanjung sakalak 11

tanjung sakalak 17

tanjung sakalak 12

Tanjung sakalak 5

Ada banyak pantai di selatan Pulau Timor yang berhadapan langsung dengan Laut Timor. Salah satu pantai yang bersih berpasir putih yang ada di Tanjung Sakalak adalah Pantai Lontar. Belum banyak aktifitas di pantai ini.

There are many beaches in the southern of Timor Island that face directly to Timor Sea. One of  clean, white sandy beaches in Tanjung Sakalak is Lontar Beach. There are no many activities on this beach.

Pantai tanjung lontar sakalak 1

Pantai tanjung lontar sakalak 3

Pantai tanjung lontar sakalak 4

Warga masih dalam belenggu kemiskinan. Kebanyakan warga Tanjung Sakalak akhirnya menuju ke Kupang untuk mencari penghasilan untuk hidup. Tampak lahan kosong yang terpampang lebar dan memberikan warna yang sangat indah kekuningan namun juga menandakan musim kemarau tiba.

Residents are still in the shackles of poverty. Most residents of Tanjung Sakalak finally headed to Kupang to earn income for life. There is a wide vacant area that gave a very beautiful yellowish color but also indicates the dry season arrives.

Tanjung sakalak 10

tanjung sakalak 2

Tanjung sakalak 8

Tulisan ini adalah tentang keindahan alam di pedesaan. Hidup dan bermukim di lingkungan alam yang indah dan asri seperti di desa atau pedesaan adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Namun akan menjadi bahagia apabila di desa tersebut sudah terjamah dengan fasilitas-fasilitas yang memadai seperti fasilitas kesehatan, komunikasi, pasar dan lain-lain. Namun apakah benar jika fasilitas-fasilitas itu ada maka Kehidupan masyarakat akan terbebas dari rasa bosan dan penat seperti yang biasa kita rasakan saat hidup di kota besar yang penuh dengan rasa kesumpekan?.

This paper is about the beauty of nature in countryside. Living a life in beautiful natural surroundings such as in a village or countryside of course is a very pleasant one. But it will be more happy if then in  village has been touched by adequate facilities such as health facilities, communications, markets and others. But is it true when the facilities are there then the life of the community will be free from the boredom and fatigue as we usually feel when living in a big city filled with a sense of overwhelming ?.

 

Article and Photos by Ketut Rudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s