Carikan Aku Fakta Bahwa Dunia Itu Tidak Majemuk (Please Find Me A Fact That The World Isn’t In Pluralism)


Masyarakat majemuk adalah Kumpulan manusia baik indifidual maupun dalam kelompok yang memiliki berbagai macam karakteristik kebudayaan sehingga hidup dalam perbedaan baik etnis, golongan, agama, tingkat sosial.

Plural society defines as set of individual man or as a group which having diversity of cultures that live a daily life in the fine differences of ethnicity, class, religion, social level.

sean robert photo

Happy, Photo by Sean Roberts

Sebenarnya kita semua sadar akan hal ini dan ada kemauan yang kuat untuk hidup bersama-sama dalam beragamnya budaya Indonesia dengan tidak lagi menggunakan denotasi majemuk melainkan multikultural. Cinta kasih dan persahabatan yang tinggi mampu menghilangkan semua perbedaan yang ada.

Actually We are all aware of this and there is a strong will to live together in diversity of Indonesian culture by no longer using plural denotation but multicultural. The love or friendship is  able to drop all differences.

aku dan gitar

Need A Friend By Elgyzel Glen Ndjukambani

Pada saat berada didalam kesendirian, maka barulah sadar akan adanya seorang teman. Namun ada beberapa orang yang berusaha lari dari keramaian dan benci berada dalam perbedaan dan akhirnya menyendiri.

At the time of being lonely, only then aware of a friend. However there are some people who tried to escape from the hustle and hate in distinction and finally prefer to stay alone.

Majemuk

Keeping Together, Photo By Elgyzel Glen Ndjukambani

Selama satu periode waktu berjalan bersama, bekerja dan berkarya bersama, mungkin ada gesekan yang membuat hati tidak nyaman, benci dan timbul bibit perpecahan. Oleh karena itu, banyak acara-acara kebersamaan ada meski pada tingkat keluarga kecil. Acara-acara ini ada agar semua orang bisa saling memaafkan satu dengan yang lain.  Dalam keseharian kita dalam menjalani hidup bisa dikatakan sebagai pengalaman spiritual, dan diharapkan ada tradisi hidup bersama yang baik dan penuh toleransi dapat terus diterapkan.

Over a time together, work and ran life together, there may friction that makes  uncomfortable, hate and seeds of discord arise. Therefore, a lot of gathering events exists even at the level of a small family. By these events  so everyone can forgive one another. In our everyday life can regarded as a spiritual experience, and expected a good tradition of coexistence and tolerance can continue to apply.

Sesepuh Timor

Facial Expression By Elgyzel Glen Ndjukambani

Sulit diprediksi apakah Indonesia masih layak untuk disebut masyarakat majemuk yang indah atau tidak lagi, tetapi fakta menunjukkan jawabannya adalah ya tatkala melihat beberapa kejadian yang menguji keutuhan persatuan. Namun, jika pertanyaan baru diajukan adalah apakah masih ada perasaan untuk berpisah hidup karena perbedaan prinsip maka jawabannya adalah ya. Lantas bagaimana membelokkan dominasi paradigma masyarakat majemuk menjadi paradigma lain yang lebih toleran dan mungkin menciptakan integrasi nasional yang lebih baik bagi Indonesia, itulah yang perlu dibangun dengan saling menjaga dan saling menghormati.  Seperti Indonesia yang awalnya adalah sebuah gagasan, masyarakat multikultural yang bersatu, dan akhirnya akan disukai oleh masyarakat dunia. Sebuah tempat indah dengan penduduk yang saling menghormati.

Difficult to predict whether Indonesia is still worthy  called a good plural society that beautiful or no longer, but the facts shown the answer is yes when we saw some of the events that tested integrity of the union. However, when new questions comes is whether there is still a feeling for discord due to differences in principle the answer is yes. So how to deflect the dominance  pluralistic societies accepted point of view become more tolerant of other  and might create a better national integration, which needs to declare running life with care of each other and mutual respect. Such as Indonesia, which originally was an idea, the united of multicultural society, and eventually will be adore by the world community. A beautiful place with people who respect each other.

 

Article by Ketut Rudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s