Semuanya Diawali Dari Hal Yang Sangat Sederhana (Everything Begins From The Very Simple Things)


Dari tahun ke tahun, semua berubah kearah yang dibilang lebih modern. Lebih mudah, lebih cepat dan semuanya serba lebih. Jaman dahulu bahkan sampai sekarang tradisi menangkap ikan oleh masyarakat nelayan tradisional masih dilakukan untuk kelangsungan hidup mereka. Tradisi ini seiring dengan kemajuan jaman menghasilkan kapal-kapal raksasa dengan teknologi mutahir beroperasi dan berhasil menangkap ikan dalam jumlah yang banyak bahkan sampai ketengah samudra. Namun dibalik semua ini coba kita lihat dan hubungkan dengan satu hal yang mana anda mungkin sering mendengar nasehat ini, “api kecil adalah kawan, api besar adalah lawan”, yang memiliki makna sesungguhnya adalah pada saat api masih berupa bara kecil maka api ini adalah energi yang bersahabat dan menghangatkan tubuh kita. Akan tetapi, saat api menjadi besar dan tidak terkendali, maka akan menjadi malapetaka yang menyengsarakan dan mampu melahap apa saja serta menghanguskannya. Semakin maju dan modernnya dunia ini, akankah seperti api ini?.

From year to year, all turned towards arguably more modern. Turned to become easier, faster and everything is more and more. Antiquity tradition of fishing even today by traditional fishing communities still conducted for their survival. This tradition along with  advancement of time then produce giant ships equipped by leading edge of technology in their operation and successfully managed to catch fish in large numbers even sails and reaching the middle of the ocean. But behind all of this then we try to see and connect with a quote which you have probably heard this advice, “a small fire is a friend, a large fire is the opposite”, which has real meaning is when the fire is still in a small charcoal then this fire is friendly energy  and warm us. However, when the fire becomes large and unmanageable, it will be a catastrophe of misery and able to devour anything. The more developed and modern world, would it be like this fire ?.

tradisional-fishing

Tradisi tahunan menjala ikan di Danau Bakuok, Desa Aursati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau berlangsung meriah. Ribuan orang yang berasal dari penjuru Kampar dan Kota Pekanbaru berkumpul untuk ”mengepung” ikan di danau itu. Tradisi yang disebut maauwo ini dilakukan di sepanjang danau yang memanjang kurang lebih satu kilometer itu. Dan jangan salah, danau ini merupakan kawasan yang dilindungi hukum adat. (KAMPAR, POTRETNEWS.com)

An annual tradition of catching fish in the lake of Bakuok, Aursati Village, Tambang District, Kampar Riau run lively. Thousands of people from across the Kampar and Pekanbaru city gathered to “encircle” the fish in the lake. Tradition called maauwo is done along the lake that extends about one kilometer. And surprise, this lake is a protected area with customary law. (KAMPAR, POTRETNEWS.com)

 

 

 

Ketut Rudi

Photo by Lelly Jeane

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s