Menjadi Maksimal Di Era MEA (Being Maximum in MEA Era)


Kepada Seluruh pengunjung setia blog ini,

Semoga dalam keadaan sehat dan selalu enerjik! Kami ingin mengabarkan informasi tentang menjadi maksimal di era MEA.

To All faithful visitors  of this blog,

Hopefully in good health and always energetic in every step you take! We’re pleased to report article about to be maximum in the era of MEA.

menghantar-anak-menuju-masa-depan

Photos by Molina Olivia

Ketika  menghadiri sebuah presentasi di salah satu seminar wirausaha tentang Time to accelerate your business, ada cuplikan kekawatiran dari salah satu pengusaha tentang adanya MEA. Apa sih MEA itu?

When attending on a presentation of one  entrepreneurial seminar talking about Time to Accelerate Your Business, then rose worries  from one of entrepreneur on this MEA existence. What is MEA?

MEA itu singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (bahasa Inggris: ASEAN Economic Community (AEC)), adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Dalam menghadapi persaingan yang teramat ketat selama MEA ini, negara-negara ASEAN haruslah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang trampil, cerdas, dan kompetitif.

MEA stands for the ASEAN Economic Community (English: the ASEAN Economic Community (AEC)), is an ASEAN economic integration in the face of free trade between ASEAN countries. In the face of an extremely tight competition for the AEC, the ASEAN countries must prepare for human resources (HR) who are skilled, intelligent, and competitive.

Kita harus melakukan evaluasi diri untuk terlibat di MEA. Fokus nya adalah siapkan mental harus bisa, kemudian memaksimalkan sumber daya yang biasa kita gunakan dalam dunia digital.

We need  to conduct  self-evaluation in order to engage in AEC. Our focus is to  prepare in mentally to be able in every corner of business, and then maximize the resources that we use in a digital world.

memperkenalkan-budaya

Photo by Elghyzel Glen Ndjukambani

Maksimalisasi Email ( Email maximization)

Sudah berapa lama kah kita punya alamat email? Dan sudah berapa lamakah kita saling tukar alamat email dengan teman, saudara, kolega ataupun calon pelanggan? Trus, email Anda menggunakan apa? Gmail.com? Yahoo.com? Selama itulah Anda mempopulerkan dan meningkatkan bisnis anda. Ya, Anda adalah obyek dan alat mereka untuk menarik pengiklan.

How long do we have an email address? And how long do we exchange email addresses with friends, relatives, colleagues or potential customers? Then, what provider that your email belong to? Gmail.com? Yahoo.com? so That’s how you popularize and improve your business. Yes, you are the object and their tools to attract advertisers.

Mulai sekarang, gunakanlah email menggunakan dot com sendiri. Untuk apa? Jelas untuk menerangkan bahwa Anda juga punya website dimana didalamnya adalah profil usaha Anda. Tengoklah para korporasi besar, mereka mewajibkan seluruh staf dan direksi nya gunakan email internal perusahaan. Dan itu bukanlah gmail ataupun yahoo. Menggunakan email sendiri adalah salah satu hal yang berkaitan dengan profesionalitas.

From now on, use the email using your own dot com. What for? easy to explain that you also have a website in which there is a profile of your business. Take a look at the big corporations, they require all of their staff and directors to use the company’s internal email. And it’s not a g mail or yahoo. Using the e-mail itself is one of the things pertaining to professionalism.

Kemudian hampir 60% pengguna internet mengakses internet dari telepon seluler (smartphone). Artinya tidak menutup kemungkinan aktivitas email untuk bisnis pun menggunakan smartphone. Sudahkah Anda mengganti signature email yang bertuliskan “powered by, atau sent from my Android/iphone, dan lain sebagainya” dengan informasi nama, email dan bisnis Anda?. Jika belum, berarti Anda sudah membeli smartphone mereka dan ikut promosi smartphone mereka. Anda untung gaya dan mereka untung sales nya meningkat.

Then nearly 60% of Internet users access the Internet from a mobile phone (smartphone). This means that it is possible for any business email activity using a smartphone. Did you change the email signature reads “powered by, or sent from my Android / iPhone, etc.” with your name, email and your business ?. If not, then you already purchased their smartphone and share their smartphone promotions. You lucky have a lucky style and their sales have increased.

Maksimalisasi Website (Website maximization)

Pertanyaan dan permintaan klasik pemilik website adalah “Website saya harus nomor satu di Google”. Jika Anda fokus pada hal tersebut maka waktu mendapatkan sales dari website terbuang percuma. Jangan mendiamkan website Anda kedinginan, tanpa ada update berita. Menulislah di website Anda maka dia akan hangat dan lambat laun nongol di Google. Tulislah tentang produk Anda dan kabarkan manfaatnya kepada masyarakat melalui media sosial. Itu lebih berguna daripada pusing mikirin menjadi nomor satu di Google.

Questions and requests from the owner of the website is  classic “My website should be number one on Google”. If you focus on that then it is time to get sales on the website wasted. Do not let the cold weather on your website, without any news updates. Keep write on your website then it will be warm and gradually appear on Google. Write about your product and tell the benefits to the community through social media. It is more useful than a headache thinking about being number one in Google.

Maksimalisasi Media Sosial (Social Media maximization)

Pandanglah media sosial sebagai kekuatan ganda, yaitu untuk personal branding diri Anda dan publikasi usaha. Sebarkan berita usaha Anda melalui media sosial (Facebook Page, Google+ Page, Twitter, Instagram, Path, dll). Tentukan tema personal Anda di media sosial. Apakah mau jadi personal yang suka mengkritik pemerintah tanpa solusi, jadi pribadi yang alay/narsis atau lebih fokus kepada hobi dan profesi Anda?. Segera posisikan!

Look at social media as a double force, such for your personal branding  and your trade publications. Spread the word of your business through social media (Facebook Page, Google+ Page, Twitter, Instagram, Path, etc.). Determine the theme of your personal social media. Do you want to be personalized as love to criticize  government without a solution, Alay / narcissistic  personal or focused on your hobby and your profession ?. Immediately take position!

Maksimalisasi Komunitas (Comunity maximization)

Anda tidak hidup di hutan. Anda adalah bagian dari masyarakat industri yang punya jiwa sosial. Berkelompoklah untuk berbagi tentang masalah bisnis dan saling beri solusinya. Sebarkan jejaring bisnis disekitar Anda dulu. Berbuatlah sesuatu untuk lingkaran kecil dulu dan lambat laun akan membesar dengan sendirinya.

You do not live in the woods. You are part of  industry that have a social life. So  joint community in order to share your business problems and give mutual solution. Spread the business network around you first. Do something for the first small circles and gradually will grow by itself.

memperkenalkan-kecintaan-mobil-antik

Photo by Wendy Portnoy

Dengan dada tegap, saya siap tempur di MEA! ( With the strapping chest, I am ready to fight in the AEC ! )

Ketut Rudi

(Sources : BOC Indonesia )

Photos taken from Wendy Portnoy, Molina Olivia And Elghyzel Glen Ndjukambani’s Facebook Account

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s