Pemasangan Travo Pada Tiang Beton


Gardu adalah transformator baik dipasang pada satu tiang penyangga atau dua yang akan berfungsi untuk membagikan energi listrik pada konsumen yang memerlukan tegangan rendah. Dengan demikian pada gardu  dipasang/ditempatkan satu atau dua trafo distribusi yang dipergunakan untuk merubah tegangan menengah menjadi tegangan rendah selain dari peralatan hubungnya untuk melayani konsumen tegangan rendah.

melihat-gardu-dari-atas4

Edisi kali ini, mari kita lihat salah satu gardu portal menggunakan tiang beton sehingga menjadi contoh untuk pengerjaan gardu menggunakan tiang beton. Tiang beton pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan tiang besi namun pengerjaannya memerlukan peralatan yang lebih seperti crane agar mempermudah mendirikannya dibandingkan secara manual.

melihat-gardu-dari-atas3

Pemasangan aksesoris lainnya seperti isolator, cross arm Cut Out Arrester dan yzerwerk sebagai dudukan travo serta dudukan lv board adalah sama dengan gardu yang menggunakan tiang besi. Namun ada perbedaan pada pemasangan arde atau pentanahan serta tidak membutuhkan begel pada cross arm. Namun pada bagian LV board, penghalang panjat membutuhkan begel yang lebih besar dari Tiang besi.

melihat-gardu-dari-atas2

Pada Tiang beton sudah terdapat Bare conductor terpasang didalam tiang beton itu sendiri dan dalam penulisan disebut dengan sebagai contohnya adalah Tiang 12 meter 200 Dan + E artinya tinggi tiang beton adalah 12 meter dengan kekuatan tahan beban 200 ton dan terdapat pentanahan didalam tiang beton tersebut. Untuk mengetahui lebih dalam tentang spesifikasi teknis tiang beton, masing – masing pabrik telah memiliki Type test Report sebagai hasil uji periksa bersama Litbang dan dinyatakan sesuai standar Perusahaan Listrik Negara indonesia.

melihat-gardu-dari-atas1

Pada tiang beton terdapat lubang-lubang yang fungsinya untuk menahan cross arm menggunakan full drat sehingga tidak membutuhkan clam begel. Namun penggunaan begel juga bisa dilakukan seperti layaknya pada Tiang besi. Serta terdapat lubang yang berisikan lambang arde yang mana bare conductor cukup diarahkan kepada lubang tersebut. Namun pada kondisi tertentu masih diperlukan penambahan arde ke arah bawah yaitu menggelar bare conductor ke tanah dilapisi dengan pipa 1/2 dim besi lebih karena hasil ukur belum menunjukan standar tahanan yaitu dibawah 5 ohm. Atau paling minimal yang masih diperbolehkan menurut PUIL adalah dibawah 10 Ohm. Biasanya terjadi pada tanah karang seperti di Kupang ini. Demikian foto-foto ini ditampilkan agar bisa dijadikan referensi dan Semoga bermanfaat. Salam

 

 

Ketut Rudi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s