Sei Di Baun Amarasi Nusa Tenggara Timur (Sei In Baun Amarasi East Of Nusa Tenggara)


Bagi Anda pencinta traveling, pasti anda selalu tergoda untuk mencoba sebuah masakan yang baru dan asing di setiap tempat yang anda kunjungi. Nah anda harus mencoba salah satu masakan khas jika berkunjung ke pulau Timor khususnya ke Kupang. Menu makanan khas ini adalah  daging Se’i , kalau anda pernah ke kota Kupang, tapi belum pernah mencoba namanya daging Se’i, rasanya kurang lengkap deh perjalanan anda. Namun dari sekian banyaknya daging sei di Kupang, anda harus pergi Ke suatu daerah tempat asal muasalnya daging Sei yaitu di Baun Amarasi kurang lebih satu jam dari Kota Kupang. Disinilah tempat daging sei terenak di Pulau Timor.

For you the lovers of traveling, then definitely you’ always tempt to try a new and unfamiliar dishes at every place you visit. Well you should try one of the typical dishes when visiting the island of Timor particularly to Kupang. Menu is daging Se’i, if you’ve been to the city of Kupang, but have never tried Se’i , then it is not complete  on your trip to Kupang. But in many sei seller in Kupang, you have to go into an area where the origin of sei come from is in Baun Amarasi approximately one hour from the city of Kupang. This is where the most delicious sei meat in Timor Island.

Sei Di Baun4

Apa sih daging sei itu?. Daging Se’i adalah daging babi disebut dengan sei babi atau daging sapi yang disebut dengan sei sapi, namun di Kupang lebih banyak berasal dari daging babi. Sei mempunyai ciri khas yang tersendiri, karena  daging diolah secara tradisional dengan dipotong memanjang dengan 2-3 cm lebarnya, lalu diolah dengan pemberian garam dan sedikit rempah rempah  dan dilanjutkan dengan pengasapan dengan menggunakan kayu Kosambi, Pengasapan untuk dibeberapa tempat makan telah menggunakan grill bar terbuat dari besi, namun berbeda untuk di Desa Baun yang masih menggunakan kayu dan daun pohon Kosambi yang hanya tumbuh di Pulau Timor.

What is sei meat?. Se’i meat is made of pork called sei babi or beef called sei sapi, but in Kupang more derived from pork. Sei has a characteristic of its own, because the meat was processed traditionally cut to length by 2-3 cm in width, and then treated by administering a salt and a bit of spices and smoked using  Kosambi wood, Grilling for some seller is using grill bar which made of iron, but different in the village of Baun which still uses wood and leaves of Kosambi tree that only grows on the island of Timor.

Sei Di Baun3

Daging Se’i ini hendaknya dimakan dalam keadaan panas yaitu langsung pada saat selesai diasapi,  saat panas itu kita bisa mencium bau aroma daging asap dengan rempah rempahnya, yang nikmat  membuat selera makan makin bertambah. Baun adalah daerah pegunungan sehingga sangat cocok menikmati menu ini sehabis melakukan perjalanan yang memukau menuju tempat ini.

This Se’i meat should be enjoyed in hot conditions which directly upon completion of smoked, in this condition then we could smell the aroma of smoked meat with spices, by its favors then making our appetite grew more. Baun is a mountainous area so it is perfect to enjoy this menu after doing a dazzling journey to this place.

Sei Di Baun2

Kecamatan Amarasi Barat adalah merupakan kecamatan pemekaran dari Kecamatan Amarasi,  Pusat pemerintahannya di Kelurahan Teunbaun atau yang lebih dikenal dengan nama “BAUN”, terletak 25 km dari Kota Kupang, dapat di tempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 1 jam. Baun dahulunya merupakan pusat Kerajaan Amarasi, semua raja-raja Amarasi berasal dari Baun.

District of West Amarasi is a sub division of the  Amarasi District, reign of the district is in the Village Center of Teunbaun or better known by the name of “Baun”, located 25 km from the city of Kupang, can be traveled by motor vehicle about 1 hour. Baun was once a center of the Kingdom of Amarasi, all the kings Amarasi derived from Baun.

Sei Di Baun6

Untuk tempat makan daging sei di Baun masih tergolong sangat sederhana dan dibuat memang tidak seperti restoran pada umumnya. Bahkan pada saat menikmati hidangan kita akan melihat pemandangan kehidupan sosial daerah ini. Bahkan jangan heran masih banyak anjing peliharaan warga berkeliaran di sekitarnya. Namun hal ini memberikan nuansa tersendiri

Place to enjoy this menu in Baun still relatively very simple and did not arranged  like restaurant in general. Even when enjoying the meal we will see the sights of  social life. In fact, do not be surprised that still many pet dogs of surrounding residents are roaming. But this gives a difference nuance.

Sei Di Baun6

Saya membuktikan bahwasannya daging ini terasa enak dan wajar seluruh masyarakat perkotaan menyebut daging sei di Baun memiliki rasa yang paling enak dibandingkan tempat penjualan daging sei yang ada. Dan setiap harinya tempat ini ramai pengunjungnya.

I proved that This meat tastes good and reasonable thing that throughout the urban community mention the sei meat of Baun has the most delicious flavor compared to the other seller existing in Timor Island. And every day the place is crowded by visitors.

Sei Di Baun5

saya tidak takut makan daging walau banyak orang menyebutkan bahwa makan daging adalah penyebab timbulnya penyakit – penyakit keras di jaman modern ini seperti darah tinggi atau kolesterol. Namun saya yakin dengan kegiatan travelling semua penyakit itu akan hilang.

I’m not afraid to eat meat even though a lot of people mention that eating meat is the cause of  intractable diseases of the modern era such as high blood pressure or high cholesterol. But I believe the activities of traveling made all diseases  will be lost.

 

 

Article and photos by Ketut rudi

2 thoughts on “Sei Di Baun Amarasi Nusa Tenggara Timur (Sei In Baun Amarasi East Of Nusa Tenggara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s