Hasil Bumi Itu Berlimpah (Abundant Natural Wealth)


Ungkapan “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo“ merupakan sebuah kalimat sederhana yang menggambarkan bahwa keadaan bumi pertiwi  indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah, dan kalimat toto tentrem karto raharjo berarti suatu keadaan yang tenteram diantara warganya.

The phrase “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo“ is a simple phrase that describes the state of land of Indonesia has abundant natural resources, and sentence of “toto tentrem Karto raharjo” means a state of peace among its citizens.

kopi

Lantas bagaimana keadaan sekarang?, Banyak yang menyebutkan tidak tentram lagi, benarkah akan hal ini? dan bahkan dimedia-media sosial sering memberitakan demo-demo serta kejahatan terjadi. Hal ini tentunya sangat membingungkan tatkala dulu gemah ripah loh jinawi dikumandangkan dimana-mana dan istilah tersebut sangat identik dengan bangsa Indonesia ini.

So how about the present situation ?, Many states are not peaceful anymore, is it true about this? and even in social media mostly reported on demonstrations as well as the crime occurred. This is certainly very confusing when at long time ago gemah ripah loh jinawi echoed everywhere and that the term is synonymous with nation of Indonesia.

ikan tongkol

Sebuah semboyan yang sangat indah dan bayangkan saja jaman dulu kehidupan yang tentram dapat terjadi. Sekarang tidak lagi, istilah itu sepertinya sesuatu yang sangat spesial bagi kalangan tertentu, dan mungkin saja tidak bagi saya atau teman-teman yang sedang membaca ini. Saya malu melihat peristiwa – peristiwa yang terjadi belakangan ini.

A very beautiful motto is and just imagine that in the past life, peace possibly occurred. But not anymore, that term seems something very special for certain circles, and perhaps not  for me or friends who are reading this. I embarrassed to see events that happened recently.

cengkeh1

Namun sejatinya Semboyan di atas sebenarnya masih ada sampai sekarang di negeri kita tercinta ini. Dalam lirik sebuah lagu “Orang bilang tanah kita tanah surga”  yang berjudul kolam susu, “kail dan jala cukup menghidupimu, ikan dan udang datang menghampiri dirimu”. Saya melakukan perjalanan ke desa-desa dan membandingkan dengan kehidupan di Kota sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa desa sebenarnya adalah kekuatan ekonomi.

But actually the motto above is in fact still exist till today in our beloved country. In the words of a song “I say our land piece of paradise” called milk pool, the “hook and nets are enough tools to make you happy” , “fish and prawns come over to you.” I traveled to villages and compared to the life in the city so that it can be drawn a conclusion that the village is actually the strength of the economy.

ikan tongkol 1

Namun entahlah kenapa system ini tercipta. Apakah merupakan peninggalan penjajahan? ya mungkin saja bisa merupakan salah satu penyebab. Namun sampai kapan negara ini dapat dikategorikan terbebas dari belenggu penjajahan?. Semua orang yang menghendaki kemakmuran hendaknya memiliki pola pikir bahwa “Mana mungkin dapat menjalani kehidupan ini kalau pertumbuhan pembangunan hanya untuk golongan masyarakat tertentu saja yang memiliki banyak uang dan modal tanpa mau perduli dengan kehidupan orang-orang susah di pedesaan”. Tapi sekarang ini pembangunan telah dilaksanakan sampai ke pelosok negeri melalui pembangunan akses jalan, listrik, air dan kebutuhan sosial dengan maksud pemerataan pembangunan dan mensejahterakan serta mengedukasi masyarakat sehingga hasil bumi yang melimpah ini tidak hanya dinikmati oleh para pencuri ikan atau para tengkulak. Ingat di kota besar tidak ada petani, nelayan atau buruh, jadi memang benar adanya bahwa desa adalah kekuatan ekonomi.

But I do not know why this system created. Is it a colonial relic? ya might just be one of the causes. But until when this country can be considered free from the shackles of colonialism ?. Everyone who dreams prosperity should have the same mindset that “How can we live our lives when the growth of developments is only for certain segments of society who have a lot of money and capital without going to care about the hard lives of people  in the countryside”. But now the development has been carried to every corner of the country through construction of access roads, electricity, water and social needs for the purpose of equitable development and welfare as well as educating the public so the abundant natural wealth is not only enjoyed by the fish thieves  or middlemen. Remember in the big cities there are no farmers, fishermen or low-level workers, so it is true that the village is the economic power.

 

Ketut Rudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s