Airport Ngurah Rai Bali Indonesia, Merasa Enggan Untuk Menyebutkan Selamat Tinggal (Ngurah Rai Airport Bali Indonesia, Felt Reluctant To Say Goodbye)


Sebuah tempat menjadi saksi bisu seseorang mengenang apa yang telah dilewatinya atau dengan siapa melewatinya adalah ruang tunggu sebuah airport duduk sembari menunggu panggilan boarding maskapai penerbangan yang dipilihnya untuk pulang.

A place become a silent witness for someone to flash back the memory of what has passed or who passed with is an airport waiting room to sit while waiting for the boarding call of the chosen  airline to return home.

airport ngurah rai bali4

Namun saya tidak demikian, berat kaki saya melangkah meninggalkan ruang tunggu airport Ngurah Rai Bali karena Bali adalah rumah tempat saya pulang seharusnya. Sungguh berbeda rasanya tatkala melangkah di kedatangan pada saat tiba di Bandara Ngurah Rai Bali.

But I did not, my heart was heavy to leave the waiting room of  Ngurah Rai Bali airport because Bali is the place where I supposed to call “to go home”. What a difference feels when stepping on arrival during my arrival at Ngurah Rai Airport.

Airport Ngurah Rai Bali1

Bandar Udara Internasional Ngurah Rai adalah bandar udara internasional yang terletak di sebelah selatan Bali, Indonesia, tepatnya di daerah Tuban, Kuta, sekitar 13 km dari Denpasar. Kode IATA-nya adalah DPS, sedangkan Kode ICAO-nya WADD (dahulu WRRR). Bandara Ngurah Rai merupakan bandara tersibuk ketiga di Indonesia, setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Juanda. (Wikipedia)

Ngurah Rai International Airport is an international airport in the south of Bali, Indonesia, precisely in Tuban, Kuta, about 13 km from Denpasar. Its IATA code is DPS, while its ICAO code WADD (formerly WRRR). Ngurah Rai Airport is the third busiest airport in Indonesia after Soekarno-Hatta and Juanda International Airport. (Wikipedia)

airport Ngurah rai Bali2

Semua bandara yang ada sebenarnya memiliki standar yang sama yang tertuang dalam manual yang telah disepakati dalam dunia penerbangan yaitu basic aerodrome. Namun sungguh berbeda tatkala berada di bandara Ngurah Rai Bali. Bukan hanya keselamatan dan keamanan namun sebuah desain dan seni  yang menjadikan airport ini memiliki karakteristik tersendiri.

All existing airports actually have the same standards as stated in the manual that has been agreed in the aviation world that is basic aerodrome. But quite different when I was at the airport of Ngurah Rai Bali. Not only safety and security but an art and design that make this airport has its own characteristics.

airport ngurah rai Bali5

Banyak wisatawan menyebut Bali sebagai rumah kedua mereka. Dan apakah hal ini berarti bahwa mereka memiliki perasaan yang sama seperti saya?. Enggan untuk terbang pergi meninggalkan Pulau Bali, Pulau Dewata.

Many tourists call Bali as their second home. And does this mean that they have the same feelings as me ?. Reluctant to fly away leaving Bali, the Island of the Gods.

 

 

Article and photos by Ketut Rudi Utama

 

2 thoughts on “Airport Ngurah Rai Bali Indonesia, Merasa Enggan Untuk Menyebutkan Selamat Tinggal (Ngurah Rai Airport Bali Indonesia, Felt Reluctant To Say Goodbye)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s