Manusia Adalah Homo social (Man is Homo socius)


Pernahkah kita dalam sehari tidak berhubungan dengan orang lain?, mungkin ada yang pernah yaitu seorang pertapa atau seorang introvert. Namun tidak akan bisa bertahan selamanya. Andaikata manusia tidak berhubungan dengan manusia lainnya, mungkin tidak akan ada perselisihan antara manusia. Namun, jika demikian maka manusia boleh dikatakan seperti seekor cacing yang hermaphrodite yaitu berkembang biak dengan memotong tubuhnya. Kita memang ditakdirkan sebagai homo social yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Dari sinilah kemudian di dunia modern dibutuhkan sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang manusia didalam berhubungan dengan manusia lainnya yang disebut dengan  interpersonal dan bahkan berkembang dalam ilmu pengetahuan yang terus dipelajari oleh manusia. Yuk melihat sebuah ilustrasi bagaiman manusia dikatakan tidak dapat hidup sendiri.

Have we in a day are not dealing with others ?, maybe yes is an ascetic or introvert. But will not last forever. When the man does not relate to other humans, there may be no discord between humans. However, if so then the man may be regarded as a hermaphrodite worms that proliferate by cutting its body. We were meant as homo social that always interacting with each other. From above statement then in the modern world requires an ability to be possessed by a man in touch with the other man called interpersonal and even thrive in the science which continues to be studied by humans. Let’s look at an illustration of how human beings can not live alone.

kebersamaan6

Dalam sebuah kegiatan sebagai contohnya ilustrasi diatas menunjukan bahwa seorang anggota komunitas pencinta alam dan extrem otomotif tidak akan mampu melewati halangan yang berat tanpa bantuan dari sahabatnya dalam satu komunitas atau bahkan membutuhkan pertolongan warga sekitar jalan yang mereka lalui.

In an example of an activity, the illustration above shown that a member of one community of nature  and  extreme automotive lovers will not be able to break through heavy barriers without  friends in a community support or even need people around the road they go to help.

kebersamaan5

Ilustrasi ini sengaja saya tunjukan dalam artian bahwa semua tidak akan menjadi hal yang mustahil dapat dicapai jika dilakukan bersama-sama. Dan dalam kebersamaan terdapat keberanian dan sebuah kekuatan.

This illustration  deliberately I shown to describe that all is not going to be impossible thing to achieve as long as run together. And in unity there is a courage and a strength.

kebersamaan1

Latar belakang sosial, karakter dan kepribadian, pengalaman hidup, termasuk pula dengan siapa seorang manusia berinteraksi akhirnya membentuk tiap indifidu menjadi “homo social” dan saling mengerti antara satu dengan lainnya dan bahkan mampu menciptakan empati.

Social background, character and personality, life experiences, including with whom someone interacts with others eventually forming each individual turned to be “homo social” and forming mutual understanding between each other and also able to create empathy.

kebersamaan11

 

Setiap pengalaman yang tidak dinilai baik oleh dirinya sendiri ataupun orang lain akan tinggal menjadi sesobek kertas dari buku hidup yang tidak punya makna. Padahal setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan ” — Pramoedya Ananta Toer dalam Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2. (sumber : http://sobekan.tumblr.com/)

Every experience which are disappointing either felt by self or other people then will live to be a scrap of paper out of a book of life which has no meaning. Yet every experience is none other than the foundation of life “- Pramoedya Ananta Toer in Mute’s Soliloquy 2. (source: http://sobekan.tumblr.com/)

kebersamaan3

Cara manusia berinteraksi dengan sesamanya sebagai homo social memang sangat tergantung pada pribadi masing-masing. Dan manusia harus terus belajar bagaimana memahami sebuah kenyataan bahwa Tuhan menciptakan manusia beraneka rupa, suku bangsa, budaya untuk saling mengenal dan mampu hidup berdampingan. Pengalaman dalam aktifitas komunitas itu mampu menunjukan bahwa kebersamaan untuk mencapai tujuan mampu menjadikan manusia satu dengan lainnya seperti sebuah satu kesatuan keluarga.

The way humans interact with each other as homo social is highly dependent on each individual conditions. And man have to continue to learn how to understand a fact that God created human beings in such a range, ethnicity, and culture to know each other and able to coexist. Experience shown in above community activities was able to show that togetherness to achieve the objectives could predispose humans to one another as a single family unit.

kebersamaan2

Intinya adalah manusia adalah mahluk sosial oleh sebab itu kenapa di Indonesia semua orang dapat hidup dengan rukun meski ditengah perbedaan baik suku, budaya ataupun agama yang lebih besar dikarenakan oleh ikatan saling membutuhkan dan saling mencintai satu sama lainnya. Negara lainnya hendaknya tidak memecah belah persatuan yang indah ini meski sejarah membuktikan bahwa tidak ada yang berhasil melakukannya di Indonesia. Namun sekarang saking banyaknya petapa -petapa Indonesia dan berguru atau mendapat pengaruh dunia luar merubah teori bahwa manusia adalah mahluk sosial menjadi mahluk indifidualis.

The point is humans are social creatures so why in Indonesia everyone can live in harmony despite on the differences amid good race, culture or religion is more due to the bond of mutual need and love each other. Other countries should not divide this  lovely unity though history has proven that no one managed to do so in Indonesia. But now so many Indonesian ascetics  and studied or influenced by the outside world to change the theory that humans are social creatures into beings individualists.

 

 

Article by Ketut Rudi

Photos taken from Andarmuji Aan’s Facebook Profile (Photography of Wendy Portnoy…click here to see his profile and portfolio)

Models : Andarmuji Aan And Albert Ibrahim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s