Aku Menyesal Telah Pergi Meninggalkanmu (I Regret For Leaving You)


Coba engkau bayangkan, engkau mengikuti dirimu sendiri dari belakang maka banyak hal yang akan engkau sesali, (Try to imagine, you are following yourself for whole of the day than many things observed that you will regret on)

Suatu hari aku seperti berjalan membelakangi bayangan diriku sendiri. Mengikuti jejak bayangan langkahku sendiri. Aku melihat bayanganku berjalan menyusuri ruang dan waktu seperti sedang berkompetisi. Didalam kompetisi itu banyak sekali hal – hal yang membuat bayanganku berubah.

One day I felt like walking following the shadow of myself. Following the lead of my own shadow steps. I saw my shadow were walking down the space and time such in a competition. In that competition then many things  happened that made ​​a change on my shadow.

membelakangi 1

Ada banyak kejadian yang membuat bayanganku berhenti menghentikan perjalanannya dan menoleh menyimpang dari jalannya. Kadang bayanganku berubah menjadi sangat agresif sehingga aku tidak bisa mengikutinya.

There were many events that made ​​my shadow stopped on his journey and turned to deviate from the path. Sometimes I turned out  my shadow was very aggressive in moving so I could not able to follow where it go.

membelakangi 3

Begitu cepat sang waktu bergulir. Aku terkejut dan menangis melihat bayangan diriku pernah meninggalkan seseorang dan mengabaikannya karena dia adalah orang biasa dan banyak kekurangan. Dia pernah mengatakan “suatu saat kamu akan menyesalinya”.

The time passed so quickly. I shocked and cried to see myself ever leaving someone because at that time I seemed to ignore her because she was an ordinary person and many shortcomings that she have. She once said one day you will regret for “.

membelakangi 2

“Namun tak ku lihat terkadang malaikat tak bersayap, tak cemerlang dan tak rupawan”. Apa yang aku harapkan terdahulu hanyalah yang baik – baik, tinggi – tinggi sehingga buta tidak bisa melihat kebenaran itu. Kadangkala kita mengabaikan kebahagiaan kecil demi keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan yang semu. Semoga engkau membacanya. Aku menyesal.

“But I did not see sometimes wingless angel, not brilliant and not shapely”. What I expected in the past was just everything good, glamorous and high such I was blind can not see the truth. Sometimes we overlooked the small happiness with a desire to get a false happiness. May you read it. I’m sorry.

 

 

 

Poetry by Ketut Rudi Utama

Hosting Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s