Benarkah Orang Lugu Dilindungi Oleh Tuhan? (Is it true that Innocent People Protected By God?)


Suatu hari saya melakukan sebuah experimen yaitu mengamati tingkah laku anak-anak dan melihat keluguan mereka. Eksperimen ini saya lakukan sekedar hanya untuk mencari sebuah jawaban tentang makna berbuat baik dengan menjadi orang yang lugu. Apakah ada hubungannya?.

One day I did an experiment was to observe the behavior of my children and seeing their innocence behavior. I did this experiment just simply to find an answer to the meaning of doing good by being naive. Is there a connection ?.

anak kecil banyak maunya3

Ada satu fakta yang saya temukan saat bersama dengan anak-anak yang masih lugu ini, sebelumnya saya tidak tau artinya lugu itu apa,  saya akhirnya tau arti sebenarnya lugu yaitu tidak banyak tingkah meski akhirnya banyak tingkah tatkala menemukan sesuatu yang baru; bersahaja; sewajarnya; apa adanya. Anak-anak saya akan ikut kemana saya ajak pergi dan menanyakan apapun yang mereka belum mengerti dan akan menikmati apapun kondisi pada waktu itu.

There was one fact that I found at the time gathering with my children who are innocent, previously I do not know what innocent means , I finally know the true meaning of it such not a lot of behavior although at the end a lot of behavior occurred when finding something new; homely; naturally; as it is. My children was following where I was telling them to go and they were asking anything that they do not understand at the time and enjoying on any conditions met at that time.

anak kecil banyak maunya1

Anak-anak lebih tertarik dengan apa yang mereka sukai dan mengatakannya dengan jujur dan selalu mendekati saya tatkala merasa terancam. Seolah-olah saya ini adalah malaikat penolong mereka tatkala sedang menghadapi kesusahan atau menginginkan sesuatu.

My Children were more interested in what they like and were telling me honestly while also have always approached me when they felt threatened. It was as if I was their helper angel when facing any trouble or intending on something.

anak kecil banyak maunya2

Seperti anak-anak yang masih lugu itu, maka perlu sebuah pelajaran khusus buat orang – orang desa yang disebut oleh kebanyakan orang sebagai orang yang masih lugu.  Sebuah pelajaran yang berharga yang hanya didapatkan dikehidupan nyata orang-orang dewasa tatkala melakukan negosiasi terhadap sebuah bisnis dan berhubungan dengan uang. Saling tipu menipu dan makan memakan seperti didalam hutan rimba. Namun ada satu hal yang perlu dipikirkan bahwa mati tidak membawa harta kekayaan yang dimiliki akan tetapi hasil perbuatan baik dari jiwa-jiwa yang lugu yang selalu menemani. Oleh sebab itu tetaplah menjadi orang yang lugu dan orang -orang yang sering menipu orang-orang yang lugu maka suatu saat ada malaikat penjaga yang akan menghukumnya seperti apa yang anak-anak saya lakukan tatkala merasa terancam. Sampai sekarang saya bingung mengartikan sebuah pernyataan dari seorang teman yang mengatakan “Kamu itu baik cuma terlalu lugu”.

Such as my children who are innocent, then it needs a special lesson for villagers who mostly called those who are innocent. A valuable lesson which can be learned at  adults real life when negotiating on a business and dealing with money. Deceit, cheat and kill each other like in the jungle. But there is one thing to remember that death does not bring wealth which is owned but the handiwork which is come from the innocent souls that always accompany. Therefore, keep stay to be an innocent man and person who  often deceive innocent people then believe it or not one day there will be a guardian angels who will punish them as what my children do when feeling threatened. Until now I am still confuse on interpreting a statement from a friend who said, “You are nice guy but just too naive”.

 

 

 

 

Article and Photos by Ketut Rudi Utama

Models : Putu Rias and  Friend

Location : Kupang NTT

2 thoughts on “Benarkah Orang Lugu Dilindungi Oleh Tuhan? (Is it true that Innocent People Protected By God?)

  1. Connie Flanagan

    Thank you for this beautiful post. Children have not yet been taught the judgements that we later learn to place on people and things as good/bad, ugly/beautiful, wise/foolish. They are more curious than judgmental. An interesting story about naiveté was written by Isaac Bashevis Singer and translated into English by Saul Bellow in 1953. It’s entitled “Gimpel the Fool” and can be found at http://www.srs-pr.com/literature/singer-gimpel.pdf. The story follows the exploits of Gimpel, an ingenuous baker who is universally deceived but who declines to retaliate against his tormentors. In the story, Gimpel’s rabbi advises him that “it’s better to be a fool than for one hour to be evil.”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s