Seperti Apakah Pengawasan Proyek Seharusnya Dilakukan? Yuk lihat sistem Pengawasan Di Tempat Lainnya!


Sebuah proyek pembangunan akan mencapai keberhasilan jika terdapat pengawasan yang handal terhadap jalannya sebuah proyek pembangunan yang dilaksanakan. Lantas bagaimanakah seharusnya pengawasan yang baik yang akan dijalankan.

Sebelumnya mari kita cermati teori-teori tentang definisi sebuah pengawasan sebagai berikut:

George R. Tery (2006:395) mengartikan pengawasan sebagai mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tidankan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Dale (dalam Winardi, 2000:224) dikatakan bahwa pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakan.

Robbin (dalam Sugandha, 1999 : 150) menyatakan pengawasan itu merupakan suatu proses aktivitas yang sangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manajer untuk menjalankan tugas dan pekerjaan organisasi.

Kertonegoro (1998 : 163) menyatakan pengawasan itu adalah proses melaui manajer berusaha memperoleh kayakinan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaannya.

aku mengawasimu2

Saya mencoba membuat sebuah latihan sederhana yaitu melakukan sebuah uji coba pengawasan terhadap operasional pelayanan di sebuah restoran ternama yang telah membuka cabangnya di berbagai tempat di Indonesia dengan menerapkan teori-teori diatas. Dan mungkin sama saja jika saya terapkan pada sebuah proyek pembangunan. Hasilnya dapat saya uraikan sebagai berikut :

Pengawasan Pada Waktu Kerja Berlangsung (concurrent control)

Pengawasan pada waktu kerja  yaitu terdiri dari tindakan-tindakan pengawasan oleh para supervisor yang mengarahkan pekerjaan yang dilakukan oleh  bawahan mereka sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pengamatan saya mendapatkan bahwa segala aktifitas supervisor melakukan pengawasan yang berhubungan dengan tindakan-tindakan para pekerja serta berupaya untuk:

  1. Mengajarkan para bawahan mereka bagaimana cara penerapan metode¬-metode serta prosedur-prsedur yang tepat. Dalam melaksanakan sebuah proyek sangat tepat menempatkan seorang pengawas yang mampu melaksanakan hal ini.
  2. Mengawasi pekerjaan para pekerja agar pekerjaan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
    Dijumpai sebuah proses memberikan pengarahan bukan saja cara dan dengan apa mengerjakan tetapi juga meliputi  sikap dan tutur kata yang baik kepada pelanggan. Jadi dalam sebuah proyek pembangunan maka diperlukan skill berkomunikasi dengan siapa saja yang berhubungan dalam proyek tersebut termasuk warga tempat proyek dilaksanakan.

Dalam melakukan pengawasan terhadap bawahan yang bekerja yang dilakukan oleh seorang pengawas ataupun atasan di lapangan maka perIu dilakukan tahapan atau proses pengawasan. Langkah-langkah proses pengawasan yaitu:

  1. Menetapkan Standar

Karena perencanaan merupakan tolak ukur untuk merancang pengawasan, maka secara logis bahwa langkah pertama dalam proses pengawasan adalah menyusun rencana. Perencanaan yang dimaksud disini adalah menentukan standar kerja.

  1. Mengukur Kinerja

Langkah kedua dalam pengawasan adalah mengukur atau mengevaluasi kinerja yang dicapai terhadap standar yang telah ditentukan.

  1. Memperbaiki Penyimpangan

Proses pengawasan tidak lengkap jika tidak ada tindakan perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. proses pengawasan terbagi atas 4 tahapan, yaitu:

  1. Menentukan standar atau dasar bagi pengawasan.
  2. Mengukur pelaksanaan
  3. Membandingkan pelaksanaan dengan standar dan temukanlah perbedaan jika ada.
  4. Memperbaiki penyimpangan dengan cara-cara tindakan yang tepat.

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa proses pengawasan dilakukan berdasarkan beberapa tahapan yang harus dilakukan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan standard sebuah pengawasan termasuk jalur komunikasinya terhadap pengambil keputusan. Hal ini mutlak dilakukan sehingga dalam melakukan pengawasan seorang pengawas mempunyai standard yang jelas.

Hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengukur kinerja pegawai, sejauh mana pegawai dapat menerapkan perencanaan yang telah dibuat atau ditetapkan perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya secara optimal. Kemudian setelah menetapkan standar dan mengukur kinerja maka hal yang perlu dilakukan adalah membandingkan pelaksanaan dengan standar yang telah ditetapkan yaitu dengan membandingkan pelaksanaan dengan standar yang telah ditetapkan. Dan yang terakhir adalah melakukan perbaikan jika ditemukan penyimpangan­-penyimpangan yang terjadi.

aku mengawasimu1

Sangat mudah dilakukan bukan, namun hasil pengawasan internal harus disampaikan kepada pengawas pemilik kerja baik berupa laporan prestasi fisik harian, mingguan sampai pekerjaan selesai dilakukan. Ternyata sama saja ya, usaha apapun yang kita lakukan. Tentu bidang lainnya juga demikian.  Jadi jika terjadi kegagalan pada proyek anda, maka bukan berarti mutlak terjadi kesalahan pada pengawas proyek anda, akan tetapi pada manajemen proyek anda. Anda harus sering melihat usaha-usaha lainnya sebagai sebuah perbandingan. Yang baik dijalankan dan yang tidak baik dibuang saja..

 

 

Dari berbagai sumber Semoga bermanfaat

Photos by Ketut Rudi

Hosting Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s