Penangkaran Buaya Entrops Jayapura Papua


Keberadaan hewan di indonesia semakin hari semakin berkurang, perilaku manusia yang menyebabkan langka nya spesies hewan ini adalah dampak buruk bagi kelestarian alam semesta. (Septian H Putro). (The existence of animals in Indonesia is increasingly reduced day by day, human behavior that led to this situation is a bad impact on the preservation of the universe. (Septian H Putro)

Anda ingin melihat buaya?. Tidak usah datang ke sungai-sungai atau muara-muara yang masih alami untuk melihat sosok binatang yang mengerikan ini. Apalagi anda bukan seorang ahli. Buaya adalah predator yang mematikan seperti dalam film “lake placid” yang menceritakan bagaimana ganasnya seekor buaya besar. Di Indonesia, buaya adalah binatang langka dan hanya dapat dilihat di kebun binatang dan buaya-buaya itu tampak diam membisu seperti sepotong kayu yang tergeletak ditanah. Namun sesungguhnya keberadaan buaya sudah mulai berkurang di beberapa daerah di Indonesia, meski masih saja kita dengar sedikit berita kematian warga karena serangan buaya. Sebuah obyek wisata penangkaran buaya di Jayapura mampu memberikan wawasan kepada pengunjung dan yang paling penting adalah kepada anak-anak bahwa buaya itu adalah binatang yang patut dilindungi. Akan tetapi hanya bisa dilihat dari pagar yang kokoh. Sebab apapun alasannya, buaya adalah binatang buas yang berbahaya.

Do You want to see alligators ?. So you do not have to come into natural rivers or estuaries just to see this terrible animal figure. Moreover, you are not an expert. Crocodile is a deadly predator like in the movie “lake placid” which tells how fierce of a large crocodile attack. In Indonesia, the crocodile is a rare animal and can only be seen in zoos and crocodiles seemed silent like a piece of wood lying on the ground. But in fact the presence of crocodiles have started to decrease in some regions in Indonesia, although we still hear a little news of deaths due to crocodile attacks. A crocodile farm as a tourism attraction in Jayapura is able to provide insight to visitors and most importantly to the children which is showing that crocodile is an animal that should be protected. But can only be seen from a solid fence. For whatever reason, the crocodile is a dangerous beast.

penangkaran buaya

Lokasi penangkaran buaya entrop ini tidaklah jauh dari Kota Jayapura. Tepatnya berada di wilayah Entrop, Kecamatan Jayapura Selatan, sekitar lima Kilometer dari Kota Jayapura atau sekitar 30 Kilometer dari Kota Sentani. Jika anda berada di Kota Jayapura maka hanya memakan waktu perjalanan sekitar 15 menit. Tempat penangkaran buaya di Entrop ini sering dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Setiap harinya tak jarang sekitar 20 orang datang untuk mengunjungi tempat penangkaran ini. Saat pertama datang anda akan dikenakan karcis masuk sebesar Rp 2.500 per orang. Tempat penangkaran buaya ini dibuka setiap harinya untuk umum, jadi anda bisa kapanpun datang ke tempat ini. Di dalam penangkaran buaya terdapat 40 kolam yang masing-masing kolam memiliki luas sekitar 160 meter persegi.yang terdapat di penangkaran ini dikelolah oleh CV. Bintang Mas yang sudah ada sejak tahun 1985. Perusahaan tersebutlah yang memelihara dan melakukan perdagangan buaya. Perusahaan ini sudah mendapat izin dari Departemen Kehutanan dan juga Departemen Peternakan yang perkembangannya akan dipantau terus, seperti laporan jumlah buaya yang di pelihara dan yang di perjualbelikan dalam tiap tahunnya. (Dikutip langsung dari Web Pemerintah Provinsi Papua)

Entrop crocodile breeding location is not far from the city of Jayapura. Precisely in the area of Entrop, District of South Jayapura, about five Kilometers from the city of Jayapura, or about 30 Kilometers from the city of Sentani. If you are in the city of Jayapura, the trip takes only about 15 minutes. Entrop crocodile breeding is often visited by tourists, both local and foreign tourists. Every day about 20 people often come to visit this captivity. When you first arrive you will be charged admission at Rp 2,500 per person. This place is open daily to the public, so you can anytime come to this place. There are 40 ponds available, each pond has an area of ​​about 160 meters square for each stage. This place is managed by CV. Bintang Mas  that has existed since 1985. The company maintains  and trade crocodiles. The company has already received permission from the Ministry of Forestry and the Department of Livestock that progress will be monitored, such as the number of crocodiles shall be reported continuously  and also the number of crocodiles sold in each year. (Quoted directly from the Web Government of Papua Province)

 

 

Article by Ketut Rudi

Model : Farhan Utama Jayapura

Photos taken from Ketut Ari Utama’s Facebook Account

 

4 thoughts on “Penangkaran Buaya Entrops Jayapura Papua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s