Manajemen Crew Dalam Sebuah Penerbangan (Aircraft Crew Resource Management )


Crew Resource Management

Satu Set Crew dalam sebuah penerbangan adalah satu team yang berperanan penting dalam keselamatan penerbangan. Crew tersebut terdiri dari cockpit crew dan cabin crew. Namun sebelum sebuah pesawat itu mengudara, tidak kalah pentingnya adalah keberadaan crew di darat yaitu ground handling dan teknisi. Seperti layaknya pemain bola, maka kerjasama yang baik akan menghasilkan sebuah gol, maka dengan adanya kerjasama yang baik pada semua crew pesawat udara, maka akan menghasilkan penerbangan yang aman dan menyenangkan.

One Set Crew on a flight is a team that plays an important role in aviation safety. The crew consists of cockpit crew and cabin crew. But before the plane was airborne, no less important is the presence of the crew on the ground (ground handling) and technicians. Like football players, a good cooperation will result in a goal, then the good cooperation of all the aircraft crew, it will produce a safe and enjoyable flight.

Pada 1970-an, peneliti menemukan bahwa lebih dari 70 persen dari kecelakaan udara yang terjadi akibat dari kesalahan manusia daripada kegagalan peralatan atau cuaca. Sebuah lokakarya di NASA yang meneliti peran kesalahan manusia dalam kecelakaan udara menemukan bahwa sebagian besar kesalahan awak terdiri dari kegagalan dalam kepemimpinan, koordinasi tim dan pengambilan keputusan. Komunitas penerbangan menanggapi dengan mengacu kepada psikolog seperti John K. Lauber, PhD, dan Robert Helmreich, PhD, untuk mengembangkan jenis baru dari pelatihan psikologis bagi awak penerbangan. Pelatihan yang berfokus pada dinamika kelompok, kepemimpinan, komunikasi interpersonal dan pengambilan keputusan. Pelatihan ini dikenal sebagai manajemen sumber daya Crew (CRM).

In the 1970s, investigators discovered that more than 70 percent of air crashes involved human error rather than failures of equipment or weather. A NASA workshop examining the role of human error in air crashes found that the majority of crew errors consisted of failures in leadership, team coordination and decision-making. The aviation community responded by turning to psychologists such as John K. Lauber, PhD, and Robert Helmreich, PhD, to develop new kinds of psychological training for flight crews. That training focuses on group dynamics, leadership, interpersonal communications and decision-making. The training is known as crew resource management (CRM). 

one crew as a team1

Aplikasi Praktis dari CRM

Berdasarkan bukti yang selanjutnya terjadi  bahwa CRM adalah metode yang sangat  efektif, International Civil Aviation Organization, sebuah badan pembuat regulasi penerbangan di PBB, mulai membutuhkan program CRM bagi negara-negara anggotanya. Didalam CRM juga menginformasikan perkembangan manajemen para tehnisi penerbangan, sebuah upaya untuk meningkatkan kerja sama tim di antara para pekerja perawatan dan pemeliharaan pesawat. Angkatan Udara AS, antara lain, sekarang menggunakan program pelatihan MRM untuk meningkatkan komunikasi, efektivitas dan keamanan di antara kru yang menjaga dan melakukan perbaikan pesawat mereka. Komunitas medis juga menanggapi temuan kesalahan dan kegagalan manusia dengan mengadaptasi pendekatan yang dilakukan dalam dunia penerbangan untuk koordinasi crew mereka. Departemen Kesehatan AS dan Layanan Kemanusiaan telah mengembangkan sebuah program yang disebut dengan TeamSTEPPS untuk meningkatkan komunikasi dan keterampilan kerja sama tim kalangan profesional perawatan kesehatan, dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan keselamatan pasien. Program ini dilaksanakan melalui enam sekolah medis di AS  yang berfungsi sebagai pusat pelatihan regional. Secara konseptual, TeamSTEPPS sama seperti CRM dan krisis manajemen. Pelatihan CRM juga digunakan dalam kontrol lalu lintas udara, pemadam kebakaran dan pengaturan industri, termasuk operasi minyak lepas pantai dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Pelatihan ini membantu pekerja di ruang kontrol dan pusat komando darurat untuk dapat menghindari segala bentuk kesalahan operasional yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Sangat baik untuk ditiru dan diimplementasi di Negara kita Indonesia. Tulisan ini saya share agar kita semua warga negara mampu bekerja sama dengan baik demi kemajuan negara melalui keselamatan kerja dan meningkatkan produktifitas.

Happy Landing dan Selamat Tahun Baru 2016.

Practical Application

Based on the evidence that CRM is effective, the International Civil Aviation Organization, a regulatory component of the United Nations, began requiring CRM programs for member countries. CRM also informed the development of maintenance resource management, an effort to improve teamwork among aircraft maintenance workers. The U.S. Air Force, among others, now uses MRM training programs to boost communication, effectiveness and safety among the crews that maintain and repair aircraft. The medical community is also responding to findings of human error and failures by adapting aviation’s approach to crew coordination. The U.S. Department of Health and Human Services has developed a program called TeamSTEPPS to improve communication and teamwork skills among health care professionals, with the goal of improving patient health and safety. The program is being implemented nationwide via six medical schools that serve as regional training centers. Conceptually, TeamSTEPPS parallels CRM and crisis management. CRM training is also being used in air traffic control, firefighting and industrial settings, including offshore oil operations and nuclear power plants. The training helps workers in control rooms and emergency command centers avoid making operational errors that may lead to accidents.

Very well to emulate  and to be implemented in our country of Indonesia. This article I share for the purposes of encouraging all citizens to be able to work well together for the better country through  safety team work and increase productivity.

Happy Landing and Happy New Year 2016 .

Ketut Rudi Utama

Models Capt Dandi Nugroho and friends

Photo taken from Capt Dandi Nugroho’s facebook account

Sources  : American Psychological Association (http://www.apa.org)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s