Kehidupan Di Laut Bukan Milik Nelayan Saja ( Marine Life Is Not For Fishermen Only)


“Nenek Moyangku Seorang Pelaut” (“my ancestors was a seafarer“)

Bagaimana rasanya hidup di Laut?. Seperti  enggan untuk beranjak dari tempat tidur, atau enggan untuk keluar rumah tercinta,  inilah yang dirasakan oleh orang-orang yang hidup di lautan. Laut sebagai sumber mata pencaharian bagi kebanyakan orang  sehingga laut menjadi tempat teraman untuk tinggal demi melangsungkan kehidupan meski dalam dekade ini sering dihantui ketakutan akan terjadinya bencana laut seperti tsunami. Indonesia merupakan daerah yang memiliki wilayah laut terluas oleh sebab itu tidak heran jika hampir disetiap pulaunya terdapat kehidupan serta aktifitas kelautan yang cukup tinggi. Nelayan baik perorangan atau kelompok nelayan yang dikelola perusahaan swasta atau pemerintah banyak kita jumpai di Indonesia. Angkutan laut juga tidak kalah hiruk pikuknya di dalam kehidupan sehari-hari.

Marine Life What is it look like?. As reluctant to get out of bed, or as reluctant to leave  beloved home, that is what happened to the people who live in the ocean. Sea as a source of livelihood for most people so the sea became the safest place to live for the sake of survival even in this decade is often haunted by the fear of sea disasters such as tsunamis. Indonesia is an area that has the largest sea area therefore no wonder that clearly in every island there are a marine activities. Either individual fishermen or groups of fishermen who managed by private company or government may be found in Indonesia. Sea transport is also not lost in the hustle and bustle of everyday life.

Camera 360

Kondisi perairan ini telah melahirkan pelaut-pelaut handal yang telah ditempa oleh keadaan yang memaksa beberapa orang mampu bertahan dan menjadikan laut itu sebagai rumahnya. Memang sudah dari dulu angkutan laut ke pulau – pulau kecil seperti ini ujar salah satu operator perahu penyebrangan ke pulau Semau.

The  conditions then forming a lot of sailors who had forged by circumstances that forced to survive and make the ocean as their home. It has been from the past that sea transport to a small island like this,  Said one boat operator to the island of Semau.

Camera 360

Saya berjalan-jalan di sebuah dermaga perikanan milik Pemerintah Daerah Propinsi NTT dan sejenak saya melihat suatu aktifitas kehidupan kelompok nelayan di Kupang, dan barangkali juga di tempat lain, sepertinya melahirkan suatu stratifikasi sosial yang khas. Suatu rangkaian pengelolaan sumber daya ikan telah menempatkan orang-orang untuk bekerja , dengan kesempatan dan kemampuan yang dimiliki. Terbesit suatu pertanyaan apakah ada tengkulak, begitulah para pengumpul ikan tangkapan disebut, menjadi golongan elit yang menjadi tumpuan harapan sebagai penyedia jasa menjual ikan tangkapan yang akan mendahulukan pembayarannya dan sebagai pemberi pinjaman uang manakala paceklik terjadi.

I walk on a fishing pier owned by Provincial Government of NTT and at the moment I saw life and activity on group of fishermen  in Kupang, and perhaps also happened in other places, seems to form a typical social stratification. A series of fish management resources where has been put people to work, with opportunities and capabilities they have. Flashed in my mind a question of whether there are middlemen, is the nick name for fish collectors, turn into the elite group which become hope for every fisherman to sell their  fish and will put the payment faster or as a money lenders when drought occurs.

Camera 360

Kehidupan yang keras sebagai pemburu —yang hewan buruannya berkeliaran bebas di lautan yang tidak bisa benar-benar dipagari— menuntut mereka menjadi kuat untuk menghadapi situasi ini. Mereka mampu bertahan di dalam kapal berhari-hari dan tidak gentar akan bahaya laut yang mungkin tiba.

Hard life as a hunter of animals which roam freely in the ocean without a border demanding them to be strong to face this situation. They are able to survive in the ship for days and not afraid of the dangers of the sea that may arrive.

Camera 360

Selain golongan di atas, golongan Nelayan lain memiliki populasi yang cukup besar, namun kurang berpengaruh dalam masalah-masalah penting yang terjadi. Mereka menjalani hidupnya sebagai nelayan pemancing, pembubu atau penumbak. Mereka sering berpindah-pindah kegiatan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi musim dan alam. Karena keterbatasan modal juga, mereka bergantung pada tengkulak atau pemilik kapal ikan untuk menyambung hidup. Mereka memiliki kedekatan tertentu dengan golongan-golongan yang mampu itu dengan mengharapkan keuntungan-keuntungan tertentu, yang semata-mata tergantung pada kebaikan hati golongan yang diharapkan bantuannya itu.

In addition to the above groups, other groups of Fishermen have a fairly large population, but less influential in the important issues that occur. They run their life as an angler fishermanCapture with traditional tools and spear. They moved around place for fishing  to adapt to the natural conditions and the season. Due to limited of capital, then they rely on middlemen or fishing vessel owners to make a living. They have a certain closeness with the classes of people who  afford financially and expect certain benefits by that, which depends on solely of the generosity of the expected class of people.

Camera 360

Ikan, menurut mereka, akan tetap ada beranak-pinak, sebagaimana nelayan juga beranak-cucu. Akan tetapi wilayah kerja nelayan-nelayan kecil sudah semakin sempit dengan adanya penguasaan lautan oleh orang-orang atau oknum yang tidak tepat. Jagalah lautan tetap bersih untuk masa depan kita.

The fish, according to them, will remain offspring, as fisherman also be the same. But the work area of small fishermen is getting narrower by the mastery of the seas by the people or person who is not right. Keep the oceans remain clean for our future.

Camera 360

Ingat nenek moyang kita seorang pelaut dan mari membiasakan diri mengkonsumsi ikan agar generasi kita tumbuh sehat dan dengan berbelanja di pasar ikan dan nelayan maka akan mampu meningkatkan ekonomi makro nelayan di NTT —  ketika ada orang bertanya “Dimana saya bisa menemui nelayan?”, serta merta kita akan dengan bangga menjawab “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”

Remember of our ancestors was sailor and keep remain to get use to consume fish in order to make our generation grow up healthy and by buying directly fish in the traditional  fish market or fisherman will improve macroeconomic of the fishermen in the province when people ask “Where can I find a fisherman?”, Necessarily we will proudly say “my ancestors was a seafarer

 

Artikel : Ketut Rudi Utama

Picture By : Molina Olivia Utama

Location Tenau Kupang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s