Peternakan dan Perkebunan Sangat Baik Untuk Dikembangkan di Nusa Tenggara Timur (Farms and plantations Are Very Well To be Developed in East Of Nusa Tenggara)


Pulau Timor yang terletak di Nusa Tenggara Timur memiliki hamparan area kosong yang masih luas. Hamparan tanah karang mulai digantikan dengan hamparan tanah kosong yang ditumbuhi oleh tanaman dan rerumputan yang jumlahnya cukup luas ketika menyusuri daerah diluar kota Kupang sebagai kota provinsi NTT. Sapi merupakan salah satu ternak yang dimiliki warga setempat yang dapat dilihat paling dominan berkeliaran bebas dihamparan tanah yang luas itu. Bahkan menyeberang jalan raya. Sapi  yang  dipelihara  masyarakat  di  NTT  khususnya  di  pulau Timor bervariasi mulai dari dua ekor sampai puluhan ekor, dengan sistem pemeliharaan yang tidak intensif. Sistem  pemeliharaannya  siang  hari  ternak  sapi  dilepas  di  padang pengembalaan  sehingga  produktifitas  ternak  mereka  menurun.  Masyarakat  yang mempunyai  jumlah  ternak  lebih  banyak  tidak  cukup  tenaga  untuk  mengambil pakan. Para peternak belum biasa menanam rumput pakan ternak, oleh karena itu sistem ternak dilepas atau ternak yang digembalakan menjadi pilihan mereka.

Timor Island located in East Nusa Tenggara has a stretch of wide empty area. Expanse of coral land began to disappear and replaced by a stretch of plentiful and grasses land when down outside the city of Kupang as NTT provincial city. Cow is one of the cattle owned by local residents which may be the most dominant cattle  which freely roaming the vast land. Even crossing the highway. Cattle which are raised by the local people of the province, especially in the island of Timor ranged from two to tens tail in amount, with intensiveness maintenance system. By the time in the day, cattle are released in the grazing cattle paddock to feed themselves so this system is causing their livestock productivity starting to decline. People who have more number of cattle is not having enough manpower to take the feed. The farmers have not been used to grow fodder grass, therefore released livestock system  or grazing system as their choice.

 

11

Jagung  dan  sapi  merupakan  komoditas  utama  dalam  usaha tani  lahan  kering bagi hampir sebagian besar petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).  Jagung  berperan  sebagai  sumber  pangan  utama  untuk  menjaga  ketahanan  pangan  (food security)  bagi petani setempat, dan sapi adalah komoditas yang berperan sebagai sumber pendapatan  (cash income)  sehingga kedua komoditas ini merupakan bagian  yang tidak terpisahkan dari sistem ekonomi masyarakat NTT. Selain itu budaya orang NTT membutuhkan ternak untuk kegiatan sosial mereka seperti acara pesta syukuran, pernikahan dan lain sebagainya.

Corn and cattle  are major commodity of farmers in the dry land of East Nusa Tenggara (NTT). Corn serves as the primary food source for  local farmers, and cattle are  commodities that serve as a source of income  so that these two commodities are one part of the economic system of society in NTT. Besides the culture of NTT requires livestock for their social activities such as party or celebration, weddings and others.

4

Populasi  ternak  besar  di  NTT  yaitu  sapi ,  kerbau dan kuda. Untuk populasi sapi sebagian  besar  berada  di  Kabupaten  Kupang,  TTS  dan  Belu  sementara  untuk kerbau dan kuda sebagian besar berada di  daratan Sumba, Manggarai Barat, Rote Ndao dan Kupang.

Large livestock population in the province of NTT are the cow, buffaloes and horses. And cow population mostly found in Kupang district, TTS and Belu while for buffalo and horses are mostly found in mainland Sumba, West Manggarai, Rote Ndao and Kupang.

 

3

Kondisi iklim wilayah Nusa Tenggara Timur yang didominasi oleh lahan kering,  beriklim  kering  dipengaruhi  oleh  angin  musim.  Periode  musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember),  sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27,6° C,  suhu  maksimum  rata-rata  29°  C,  dan  suhu  minimum  rata-rata  26,1°  C.  Pada kondisi  lahan  kering  beriklim  kering  seperti  ini  justru  sangat  potensial  untuk pengembangan usaha peternakan.Luas padang penggembalaan di NTT mencapai 888.273 Ha, dengan jenis ternak yang dipelihara masyarakat seperti sapi, kerbau, kambing yang tersebar di masing-masing  daerah  kabupaten/kota,  merupakan  salah  satu  keunggulan  dari daerah ini.    Selain usaha ternak masyarakat petani di  NTT  mengusahakan  berbagai  jenis  komoditi  pangan  seperti  padi,  jagung, kacang-kacangan  dan  ubi-ubian  untuk  kencukupan  pangan  masyarakat,  namun yang  menjadi  permasalahan  sistem  usahatani  belum  berorientasi  bisnis.

Climatic conditions of East Nusa Tenggara region dominated by dry land, dry climate characterized by monsoons. Over a long period of dry season, which is 7 months (May to November), because only 5 months of the rainy season (December to April). The average air temperature of 27.6 ° C, means most temperature is 29 ° C, and the average minimum temperature is 26.1 ° C. This dry land and dry climate conditions is very potential for livestock business development. Meadow in the province reached 888. 273 ha, with the type of livestock kept by the communities such as cows, buffalo, goats scattered in each district / city, is one of the hallmarks of this region. In addition to the livestock  farmers in NTT, many local people have tried planting on many types of food commodities  such as rice, corn, beans and potatoes but only for self  consumption, and not for business-orientation.

 

2

Seiring  dengan  pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat telah merubah pola konsumsi  masyarakat  dari  kuantitas  (bahan  pokok  tinggi  karbohidrat)  menjadi kualitas (bahan pokok tinggi protein). Disisi lain dengan bertambahnya penduduk, meningkatnya  pendidikan  dan  pengetahuan,  serta  pendapatan  dan  daya  beli masyarakat  akan  mempengaruhi  perubahan  pola  pikir  dan  cara  pandang masyarakat  tentang  keseimbangan  konsumsi  makanan  bergizi  untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan sumberdaya manusia. Jadi daging bukan hanya untuk acara pesta atau diekspor keluar saja. Anak -anak NTT harus makan daging dan bahan pokok tinggi protein lainnya agar tambah kuat, cerdas dan berprestasi.

Along with the population growth and increasing of the economic growth than has changed the consumption patterns from the measure (high-carb staples) into quality (high-protein staples). On the other hand, the increasing on population, education and knowledge, as well as the income and purchasing power will affect on mindset and public perception about the balance of having nutritious food to improve the health and intelligence of human resources. So the meat is not just for the party or exported out.  Children of NTT should eat meat and other high-protein staple to become stronger, intelligent and well achievement.

 

 

 

Ketut Rudi Utama

Photo by : Molina Olivia

Location : Kabupaten Kupang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s