Pentingnya Istirahat dalam sebuah perjalanan (The importance of Rest in Every Journey)


Istirahat Bukan Berarti Mati (Rest Is Not Mean Death)

Di dunia ini, perjalanan manusia melalui proses yang sangat panjang. Dari mulai bayi yang hanya minum air susu ibu lalu bertumbuh menjadi anak-anak, remaja dan selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal. Proses ini tidak berjalan sama antara satu manusia dengan yang lainnya. Kematian akan datang kapan saja menjemput manusia dan tidak mengenal usia. Sebagian meninggal saat masih bayi, sebagian lagi saat masa anak-anak, sebagian yang lain ketika sudah remaja dan dewasa, sebagian lainnya ketika sudah tua dan pikun.

In this world, man journey through a very long process. From infants who only drink breast milk and then grow into children, adolescents and then getting old and ended with death. This process is not the same from one human to another. Death will come anytime to end life of all human and never know when. Some died in infancy, some in children, others when it is a teenager and adult, while others are old and senile.

 

Tahu sumedang2

Setiap manusia dalam perjalanan hidupnya pasti pernah melakukan sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan menempuh waktu dan jarak. Diseluruh dunia setiap jalan raya penghubung dua buah tempat pasti dijumpai tempat peristirahatan. Kalau dengan transportasi udara disebut dengan tempat transit atau stop over. Mungkin dapat disimpulkan bahwa perjalanan itu adalah sesuatu yang melelahkan. Saya memiliki seorang teman yang tidak pernah mau beristirahat di setiap perjalanannya. Dia akan beristirahat di titik akhir sebuah perjalanan darat. Dipikiran saya adalah semoga dia beruntung jangan sampai dia beristirahat selamanya di tengah perjalanan.

Every human being in running their life certainly ever conducting a trip. A trip  traveling the time and distance. Every highway in the world  connecting two places then definitely found a resting place in a place between that two places. In the air transport called a transit point or stop over point. It may concluded that traveling is a tiring thing to do. I have a friend who never agree to take a rest in every trip he take. He will take a last rest at destination. I hope he is lucky and not taking “rest in peace” in the middle of his journey.

 

bercakap - cakap1

Dalam menjalani kehidupan sangat susah membedakan antara beristirahat atau bermalas – malasan. Saya juga mempunyai seorang teman yang selalu minta beristirahat di setiap perjalanan menuju ke suatu tempat. Ada banyak alasan yang dia kemukakan untuk menghentikan perjalanan kita seperti lapar, haus, pegal ingin meluruskan badan dan yang paling sering adalah berhenti untuk mengambil foto. Ada sesuatu yang mengagumkan dari hidupnya itu tatkala saya melihat koleksi fotonya yang beraneka ragam dari setiap perjalanannya.

It is very difficult to distinguish between a rest or laziness. I also have a friend who always ask for a rest in every way to somewhere. There are many reasons that he pointed out to stop our journey such as hungry, thirsty, sore such to straighten the body and most often is to take photos. There is something remarkable on his life was when I saw his photos showing diverse collection of photography of every journey.

rudi vera1

Aku ingin beristirahat. Aku ingin tidak diganggu. Aku ingin keluar dari kepenatan ini. Seperti keluar dari rumah kita, maka menemukan sesuatu yang baru diluar rumah. Seperti itulah istirahat menurut saya. Istirahat dari segala sesuatu yang rutin dilakukan atau yang disebut dengan rutinitas. Akan tetapi pikiran itu sangat sulit untuk diajak beristirahat berbeda dengan tubuh ini yang sangat mudah dibujuk untuk beristirahat. Tapi kadangkala kejadiannya bisa terbalik, pikiran itu yang mengajakku bermalas – malasan dan bersenang – senang.

I want to take a rest. I wish not to be disturbed. I want to get out of this fatigue. Likened to leaving of our house, then find something new outside the house. Such that then resting means in my opinion. A break from everything routinely conducted or called ruotinity. But “mind” was very difficult to be invited on taking the rest which is different with the body is very easy to be persuaded on taking a rest. But sometimes the situation reversed, the thought that led me to be lazy on everything and take me to get a fun – happy thing.

 

 

 

 

 

Article and Photos by Ketut Rudi Utama

A trip to Garut West Java

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s