Pendidikan Di Negara Berkembang Seperti Manisan Didalam Toples (Education In Developing Country Is Likened To Sweets in the Cans).


Pada dasarnya proses belajar tidak akan lepas dari kehidupan Manusia. Oleh sebab itu ada istilah “Long life education” atau seumur hidup kita belajar. Belajar di Negara berkembang tergolong aneh kalau menurut saya. Pilosofi belajar di Indonesia sebagai contohnya adalah berbeda dengan belahan negara Maju atau berkembang lainnya, yang mana mereka belajar untuk “bisa” akan tetapi di Indonesia dapat dikatakan Belajar untuk mencari “kerja”.

Basically, the learning process will never separated from human life. Therefore a term Long life educationor our lifelong learning is existing. Learning in developing countries classified as a weird thing if you ask me. Philosophy of study in Indonesia is different from the forward hemisphere or other developing countries, where the purposes of learning is to be “able” on the subject learned but in Indonesia learning  is an activity in order to find a certificate to “gain a Job”.

Toples

Artinya kebanyakan orang-orang Indonesia lebih mengutamakan mendapat sertifikat atau ijasah keahlian lainnya yang mana dipersyaratkan didalam mencari sebuah pekerjaan nantinya. Mungkin berbeda dengan kalangan yang sudah berhasil di Indonesia, mereka akan menyekolahkan anak-anaknya untuk melanjutkan usaha yang ada. Atau bahkan melarang anaknya untuk bersekolah formal. Nah yang ini dinamakan pendidikan untuk menjadikan manusia “Bisa”.

This means that most Indonesian will rank to get a certificate or diploma of some skills which is required in searching for a job later. Maybe different from those who are already success in Indonesia, they will send their children to continue their existing businesses. Or even forbid their children for formal schooling. Well that is called education to make humans “able to work”.

 

Coklat

Belajar dengan konsep “menjadi bisa” akan dapat menciptakan Manusia dengan berbagai talenta atau yang disebut dengan multi talenta. Memang di Indonesia sejak kecil sudah dididik dengan pendidikan dasar wajib sembilan tahun dan kemudian dilanjutkan kepada pendidikan tingkat atas dan universitas. Pengelompokan bakat dan minat manusia mulai ada sejak pendidikan tingkat atas.

Learning with the concept of “being able towill able to create man with a variety of talents, or called multi-talented man. It is in Indonesia since childhood has been educated with compulsory nine year basic education and then continue to the upper level and university education. Grouping talents and interests existed since humans began to top-level of education.

 

Kue kering 1

Bahkan dalam proses pengelompokan bakat dan minat, anak-anak Indonesia seperti kebingungan memilih pendidikan yang sesuai untuk dirinya. Bahkan presure dari orang tua juga menjadi faktor utama kebingungan anak. Hampir kebanyakan anak-anak akhirnya tidak mengerti apa yang harus mereka pilih untuk dipelajari.

Even on talents and interests grouping, children of Indonesia then confuse in choosing proper education for each of them. The pressure of their parents is also a major cause in child confusion. Finally Almost of them then turned to become not understand to what subject should they choose to learn.

 

Lumpia Pisang

Kebanyakan anak-anak akhirnya mengikuti trend yang ada. Seperti di Bali, Pariwisatalah yang menjadi trending topic sehingga memaksa anak-anak di Bali untuk belajar Pariwisata dan ilmu-ilmu yang mendukungnya.

Most children eventually follow the trend. As in Bali, tourism as a trending topic  forcing children to study in Tourism and sciences that support it.

 

Manisan Salak

Penjelasan dari perubahan dalam definisi belajar kurang lebih sebagai berikut:

  • Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja.
  • Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula.
  • Proses perubahan tingkah laku dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap sikap dan nilai-nilai pengetahuan yang terdapat dalam berbagai bidang studi atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan.
  • Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman, praktik atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
  • Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima – hadiah atau hukuman – sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut.
  • Proses perubahan dalam belajar menuju ke arah tujuan yang lebih baik dan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.
  • perasaan bangga dalam diri karena dapat mengerti dan paham akan apa yang di pelajari.

Explanation of the change as a result of learning as follows:

  • Changes happened by learning occur in variety of forms of behavior. Not limited to the improvement of knowledge only.
  • The nature of the changes are relatively permanent, will not return to its original state
  • The process of behavior change expressed in the form of control, use, and assessment of the attitudes and values ​​of knowledge contained in the various fields of study, or moreover in many aspects of life.
  • The changes are the result of an experience, practice or workout. In contrast to necessarily change as a result of reflex or instinctive behavior.
  • The changes will be more apt to occur when accompanied by reinforcement, in the form of rewards or punishment as a result of a change in the behavior.
  • Changes in the learning process toward the goal of better and beneficial for themselves and others.
  • Sense of pride because they can understand and will understand what is learned.

Manisan kedongdong

Biaya pendidikan juga menjadi faktor pendukung terhadap proses belajar. Mungkin saja biaya belajar di luar negeri sangat rendah dari masing-masing pemerintah negara tersebut sehingga warganya bebas untuk belajar apa saja yang mereka mau pelajari. Di Indonesia dikenal dengan sekolah negeri dan sekolah swasta, bahkan sekolah unggulan dan non unggulan dan beda biaya beda fasilitas pendidikannya.

The cost of education is also as a contributing factor to the learning process. Maybe the cost of study in other country is very low from their state governments so that citizens are free to learn what they want to learn. In Indonesia known as public schools and private schools, even excellent  and unseeded schools with different costs and different educational facilities.

 

manisan mangga

Setelah manusia pintar, mereka memiliki identitas berupa ijasah akan tetapi kebanyakan Manusia Indonesia bekerja pada tempat yang memiliki  latar pendidikan yang tidak sama. Seperti belajar ulang kembali. Pada era sekarang lebih cendrung dibutuhkan fresh graduated untuk bekerja agar biaya tenaga kerja menjadi murah, akan tetapi untuk tenaga ahli pasti dari belahan bumi luar.

After transformed to a smart men, who has identity with certificate of completion but mostly Indonesian work in the company and having a position which is different to their educational background. Such a re-learning again. In the present era, most company tends to recruit  fresh graduated Indonesian in order to reduce the labor cost, but for certain experts for sure from outside of the country.

manisan buah

Oleh sebab itu, saya tidak mau menjadi seperti “Manisan di dalam Kaleng”. Rasa manis dan rupa-rupa warna telah disiapkan didalam kaleng dan siap untuk dijual di pasar bebas.

Therefore, I do not want to be like Sweets in the Cans“. Sweet taste and miscellaneous color prepared in cans and ready to be sold in the free market.

 

 

Photos and Article by Ketut Rudi Utama (Also from many sources)

2 thoughts on “Pendidikan Di Negara Berkembang Seperti Manisan Didalam Toples (Education In Developing Country Is Likened To Sweets in the Cans).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s