Mencari Sesuatu Yang Bermanfaat (Looking for Something Useful)


Api Unggun (bonfire)

Suatu hari aku berjalan – jalan melepaskan kepenatan di sebuah tempat yang jauh dari keramaian tepatnya tempat itu berada di daerah pegunungan. Tentu suhunya akan membuat diriku menghela nafas berkali – kali karena cuaca segarnya. Pepohonan yang banyak dan alam terbuka tidak akan pernah kulupakan.

One day I traveled to a place where was away from the crowded  and exactly located in a mountainous area to release my fatigue. Of course the temperature was going to make me sigh many times because of the fresh air at the time. Many trees and open nature will never forget.

api unggun1

Waktu bergulir begitu cepat dan Matahari sudah berada diufuk barat, hanya sinarnya yang bisa dilihat menyelinap dari balik bebukitan. Hawa terasa mulai dingin membelai tubuhku. Aku melihat sebuah mangkuk raksasa dan tampak beberapa orang mulai menumpuk potongan kayu dan mulai membakarnya. Akupun mulai mendekati dan melihat aktifitas itu. Ternyata mereka sedang mempersiapkan api unggun untuk menggantikan matahari yang telah pergi meninggalkan kita semua.

Time passed so quickly and the sun was already in west horizon, only it’s light could be seen sneaking out from behind of the hills. The temperature  felt cold start caressing my body. I saw a giant bowl and it seems some people started piling up pieces of wood and began to burn. I also started to get close and saw the activity. Apparently they were preparing a bonfire to replace the sun has gone leaving all of us.

 

api unggun2

Api pun semakin besar seperti sebuah tangan yang ingin menggapai benda untuk ditarik kedalam pelukannya. Api unggun itu sudah menyala dan orang yang berlalu lalang mulai mencari tempat diseputaran api unggun sambil menyiapkan makanan ringan dan minuman untuk menemani api unggun yang memberikan warna indahnya.

The fire was getting bigger like a hand that wants to reach objects to be drawn into it’s arms. The bonfire had been lit and people passing by started looking for a place around that campfire while preparing snacks and drinks to accompany the bonfire that providing a beautiful color.

 

api unggun5

Petugas secara berkala menambahkan kayu bakar agar api tetap menyala. Lama kelamaan banyak orang berkumpul mengelilingi api unggun ini. Mereka duduk dan saling berkenalan sehingga dilanjutkan dengan percakapan yang semakin serius saling bertukar pengalaman. Api unggun ini ternyata mampu meningkatkan keakraban melalui kebersamaan. Sama – sama ingin melewati malam yang dingin dengan merasakan hangatnya api unggun yang menyala seperti seorang penjaga yang menjaga kita semua dengan baik.

Officers regularly added firewood in order to keep the fire burning. Over time, many people gathered around this campfire. They sat down and got acquainted with each other until continued into the conversation and getting more homogenize by exchanging their experiences. The bonfire was able to increase intimacy through togetherness. The same expectation to spend the cold night with a warmth of a bonfire that was lit up like a guard that keeps us all well.

 

api unggun4

Aku mendekati api unggun itu dan merasakan panasnya bertambah menyengat tubuhku. Panas itu membuat aku perlahan – lahan mundur menjauh sampai merasakan suhu yang pas buat tubuhku. Sungguh indah api unggun itu sembari menikmati pemandangan pegunungan yang mulai redup ditelan malam.

I approached the fire and feel the heat stinging my body. The heat was making me slowly backed away to feel the right temperature for my body. It‘s a beautiful bonfire while enjoying views of the mountains began to dim into the night.

 

api unggun3

Terlalu dingin suasana menjadi tidak enak, terlalu panas juga sama halnya dengan suasana dingin. Yang paling enak adalah level tengah – tengahnya yaitu tidak panas dan tidak dingin. Apakah tinggal dibawah katulistiwa itu enak?. Garis katulistiwa adalah tengah – tengahnya bumi. Bisa merasakan dinginnya pegunungan dan bisa merasakan panasnya air panas alami. Akan tetapi tidak bisa kita rasakan setiap hari. Di kantor akan merasakan segarnya dingin air conditioner dan merasakan hangatnya kopi panas di musim hujan. Itu yang namanya keseimbangan. Hal ini membuatku sadar bahwa manusia adalah mahluk yang banyak maunya. Pada saat panas berdoa meminta hujan segera turun, dan pada saat hujan berdoa meminta hujan segera berhenti. Tuhan pasti kebingungan.

Too cold is bad atmosphere, too hot also the same as too cold atmosphere. The most delicious is the median which is not hot and not cold. Is it nice to stay below the equator ?. Equator is the middle of the earth. Could feel the chill of the mountains, and could feel the heat of the natural hot water. But can not feel it in daily basis. At the office we could feel the fresh of cool air conditioner and feel the warmth of hot coffee in the rainy season. That is what balance means. This made me realize that humans are creatures with many wants. At the hot seasson right down to pray for rain, and when the rain comes right down to pray for the rains stop to fall. God certainly confuse about that.

 

 

 

 

Article and Photos by Ketut Rudi Utama

Location :Cimahi Bandung West Java

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s