Panti Asuhan Wisma Karya Bakti Yayasan Oto Iskandar Dinata


Sebuah Karya Anak Panti Asuhan (A work of Orphanage)

Kerasnya Kehidupan Kota menghasilkan sebuah ketimpangan status sosial yang sangat jelas. Memang seperti inilah dampak negatif sebuah kota besar dimanapun di muka bumi ini. Kerasnya kota pada akhirnya menelurkan banyak anak-anak jalanan, yatim, yatim-piatu, dan anak – anak duafa (memiliki orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka). Bukan hanya kerasnya kehidupan kota, bencana alam tsunami yang telah meluluhlantahkan beberapa daerah juga meninggalkan beban berat kepada anak-anak yang tidak berdosa. Kehidupan kota adalah kehidupan yang kebanyakan orang ketahui serba individual oleh kesibukan menghadapi sebuah persaingan hidup. Namun ditengah individualisme orang kota, seorang pemuda Indonesia tergerak untuk merangkul anak-anak tersebut untuk dibawa kedalam kehidupan anak-anak Indonesia yang memiliki kehidupan yang normal seperti anak-anak lainnya yang penuh kasih sayang orang tua. Sebuah Panti Asuhan yang berlokasi di daerah Curug Bojong Sari Depok Indonesia dibentuk untuk memberikan kasih sayang kepada mereka.

The rigors life of a city then generating inequality of social status. Indeed, this is reality of the negative impact of a large city anywhere in the world. The rigors of city then eventually generating many street children, orphans, and duafa children (who have parents that can not afford to settle their children’s study). In-fact it is not only the rigors of city life, the tsunami disaster has slammed several areas which also left a heavy burden to some innocent children. The city life is the life that most people known as personal world where filled by busy environment to face a life competition. But amid of individualism of a city, a young Indonesian man moved to embrace these children to be brought into the lives of Indonesian children who have a normal life-like other children with love and caring parents. An orphanage in the area of Bojong Sari Depok Indonesia was formed to continue on giving love and care for them.

Sebuah lagu berlable indie berjudul “Sahabat Marge” hasil karya anak-anak Panti asuhan memiliki sebuah makna ajakan dari anak-anak agar semua kalangan terutama para orang tua untuk mengingat kepada Tuhan agar tidak ada lagi anak-anak yang bersedih di bumi Nusantara ini. “Marge” adalah kependekan dari “Marawis Group”, yaitu group anak-anak panti asuhan yang telah dilatih oleh para relawan yang turut serta menyingsingkan lengan baju demi tercapainya anak-anak yang berprestasi tanpa harus bersedih berlarut-larut. Selain karya seni musik dan videografi, pendidikan umum dan pendidikan rohani secara berkesinambungan terus dilakukan. Terima kasih bagi semua pihak yang telah memberikan ruang untuk mereka pentas menunjukan kebolehan mereka. Memang segudang masalah sedang dihadapi oleh Negara Indonesia tercinta ini, namun banyak kalangan yang sering melupakan, menterlantarkan anak-anak yang kurang beruntung dalam hidupnya di Negara yang dikategorikan telah merdeka 70 tahun lamanya. Para relawan telah menunjukan sebuah usaha keras tanpa henti bersuara dan membawa anak-anak ini menjadi bintang kelak. Anak-anak adalah masa depan bangsa, oleh sebab itu movie ini dibuat untuk memanggil para dermawan dunia dan Indonesia yang entah masih bersembunyi tidak perduli atau belum mengetahui untuk menjadi “Sahabat” dan menunjukan bahwa dibalik sebuah kondisi suram ternyata ada bakat-bakat yang terpendam. Tidak ada yang tidak selesai asalkan ada yang memulainya. Salam

An Indie label song called “Friends of Marge” the work of orphanage’s children which has a meaning of solicitation of children to all people, especially for parents to remember to the Lord way so that no more children will sad in this archipelago. “Marge” is short for “Marawis Group”, the group of orphanage children who have trained by the volunteers who participated  for continuation of children education and never let drawn by sad. In addition to works of art of music and cinematography, normal education and spiritual education continues to be done on an ongoing basis. Thank you for all those who have given their stage space to show their skill. Indeed Indonesia is facing myriad of problems, but many people often forget and strand the children who have less fortune on their life in the State where has categorized to an independent country since 70 years ago. The volunteers have shown a relentless effort in voicing to public and intended to bring these children into a future star. Children are the future of the nation, therefore, this movie was made to call the benefactors of the world and Indonesia were somehow still hiding not care or do not know about to become “Friends” and try to show something that behind a grim realities there are talented children. Nothing is not completed as long as there are started. Regards

 

Sumbangan dalam bentuk dana dapat ditujukan kepada PSAA Wisma Karya Bakti Rekening BRI 080901024340535

Sumbangan dalam bentuk usaha yang bermanfaat untuk kepentingan anak-anak dapat ditujukan ke sekretariat PSAA Wisma Karya Bakti Kelurahan Curug Kecamatan Bojongsari RT3 RW10 Depok Jawa Barat Indonesia, telp +628159965690 / +6282210020224

Kondisi Panti Asuhan Saat ini:

Ijin Resmi Departemen Sosial Republik Indonesia No. 06062/3407/PPSKS/08/2014 Tgl 07 Desember 2014 Penyantunan Anak Terlantar, Lanjut Usia Dan Fakir Miskin.

Jumlah anak-anak : 70 anak

Ruangan tempat tinggal : Rumah Panti Asuhan untuk anak laki-laki dan Pondok Pesantren AL Karimiah untuk anak perempuan.

Dana dikelola untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya pendidikan sampai berhasil

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Donations in the form of funds can be directed to PSAA Wisma Karya Bakti  Account Number 080901024340535, Bank Name : Bank Rakyat Indonesia

Donations in the form of beneficial efforts to make children’s creation meaningful  can be addressed to the secretariat of the PSAA Wisma Karya Bakti, Office address: Kelurahan Curug Kecamatan Bojongsari RT3 RW10 Depok West Java Indonesia, telp number: +628159965690 / +6282210020224

Recent Conditions of Orphanage : 

Licence and approved by Ministry of Social Affairs of Republic Indonesia No.  06062/3407/PPSKS/08/2014 Dated 07 Desember 2014 Sponsorship for Neglected Children, Elderly and Needy.

Number of children: 70 children

Room residence: Orphanage House is for boys and AL Karimiah boarding school for girls.

Funds managed for daily living expenses and the cost of education till succeed

 

 

 

Article by Ketut Rudi

Movie Producer : Muryadi, Taufik,  Boan

Special thanks to all parties mentioned inside the movie.

Dedicated to Oto Iskandar Dinata for his unsung effort to give hand together with all volunteers on educating poor and unlucky children of Indonesia 

 

Panti Asuhan Wisma Karya Bakti Yayasan Oto Iskandar Dinata

Non-Profit Organization

 

2 thoughts on “Panti Asuhan Wisma Karya Bakti Yayasan Oto Iskandar Dinata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s