Lukisan Dalam Sebuah Photo “Painting In A Photo”


Seorang pemuda sedang duduk gelisah di sebuah ruang tunggu keberangkatan yang mana pada waktu itu pesawatnya sedang mengalami keterlambatan yang panjang. Kemudian ia membuka biolanya dan memainkannya untuk menghilangkan kejenuhan sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh pihak airlines yang mengalami keterlambatan itu. Dia memainkan lagu yang cukup indah sehingga seorang wanita ikut mengambil gitarnya untuk menemani pemuda pemain biola itu memainkan sebuah lagu. Pemuda itu pun tersenyum memberikan sebuah kode senang akan hal itu. Lagu yang dibawakan menjadi lebih indah ditambah petikan gitar yang cukup memukau. Tak lama kemudian seorang pemuda menghampiri sembari memukul meja yang ada disebelah mereka memainkan sebuah lagu seperti memainkan sebuah drum. Suasana pun berubah menjadi gembira dan beberapa penumpang lainnya secara bergiliran menyanyi dan bahkan sempat bernyanyi bersama – sama. Hampir semua penerbangan tertunda dikarenakan oleh cuaca buruk yang sedang terjadi. Waktu pun bergulir sehingga satu persatu dari mereka berpisah untuk melanjutkan perjalanannya.

A young man was sitting anxiously in a departure waiting room at the time where the aircraft was experiencing a long time delay. Then he opened his violin and playing it softly to relieve boredom while enjoying a meal provided by the airlines as a compesation. He played pretty good that was making a woman interesting to come and taking her guitar to accompany him playing a song. The young man smiled as a code of happy about it. The song  sung more beautiful plus guitar was quite riveting. Soon a young man approached the table was next to them hitting the table such playing a drum. The atmosphere changed to joy and several other passengers took turns singing and was even singing along together. Almost all flights delayed due to bad weather was going on. Time rolled so that each one of them splat up to continue their journey.

lukisan dalam sebuah photo9

Disebuah kemacetan, tampak seorang bapak tua bersusah payah meminggirkan mobilnya yang mogok karena sendirian harus mengarahkan dan mendorong mobilnya. Pada waktu itu hujan mulai turun sehingga tampak beberapa pemuda keluar dari mobilnya dan turun membantu mendorong mobil membawanya ketepi jalan untuk diperbaiki. Beberapa pemuda itu tidak bisa membantu lebih lama lagi karena mobil mereka masih berada di tengah jalan. Waktu pun bergulir sehingga satu persatu dari mereka berpisah untuk melanjutkan perjalanannya.

In a traffic jams, observed an old man struggling to marginalize his broke down car standing alone  steering and pushing the car. At that time was starting to rain, it appeared some youths came out from their car and  helping to push the car to the road edge. Some of that young man could not help any longer because their car was still in the middle of the road. Time rolled so that each one of them splat up to continue their journey.

lukisan dalam sebuah photo8

Seorang wanita menangis tersedu – sedu dan tampak bingung meminta pertolongan kesetiap orang yang berpapasan dengannya. Semua orang tampak tidak perduli dengan masalah yang sedang dialami oleh wanita itu. Sampai seorang pemuda menenangkan dia dan menolongnya memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Ternyata dia terpisah dengan anaknya yang masih kecil di supermarket yang cukup besar dan penuh dengan orang – orang yang sedang berkunjung. Pemuda itu pun mengantar wanita itu menuju ke bagian security untuk membantu mencari anaknya yang hilang. Wanita itu kemudian tampak tenang ketika telah mendapatkan anaknya yang sedang menangis di bagian informasi supermarket itu. Waktu pun bergulir sehingga satu persatu dari mereka berpisah untuk melanjutkan perjalanannya.

A woman crying and confused for help through every person who her met. Everyone seemed don’t care about the problems that being experienced by the woman. Until a young man to calm her down and help her to solve the problem. Apparently she was detached with her small children in the large and crowded supermarket. The young man was ushered into the head of security to help in finding her missing children. The woman then looked happy when she found her son crying in the information area of the supermarket. Time rolled so that each one of them splat up to continue their journey.

lukisan dalam sebuah photo7

Disebuah kantor seorang karyawan tampak kesal berkali – kali memukul printer yang ada didepannya. Tampaknya dia sedang dikejar deadline sebuah pekerjaan yang dibebankan oleh atasannya. Seperti sebuah pertarungan hidup dan mati. Rekan kerjanya yang duduk disebelahnya tidak menghiraukannya dikarenakan kesibukan yang sama. Dua orang tehnisi Airconditiner yang sedang bertugas dikantor itu pun mendekatinya. Ternyata mereka dulunya adalah seorang tehnisi printer. Waktu pun bergulir sehingga satu persatu dari mereka berpisah untuk melanjutkan pekerjaannya.

In an office  an employee seemed annoyed many times he was hitting the printer in front of him. Apparently he was imposed by a job deadline by his superiors. Such a battle of life and death. Coworkers who sat next to him couldn’t help due to busy facing the same problems. Two Air conditioner technician who was on duty at that office then approached to help. Apparently they used to be a printer technician. Time rolled so that each one of them splat up to continue their work.

 

lukisan dalam sebuah photo6

Seorang pegawai kasir tampak murung seperti tubuh dan jiwanya tidak menyatu. Tubuhnya sedang duduk dibelakang mejanya akan tetapi pikirannya melayang entah kemana. Seorang rekannya menghampiri dan mengajak bercanda namun dia kelihatan seperti tidak bernafsu untuk bercanda meski dia biasanya yang paling suka bercanda. Sampai saatnya dia berjumpa dengan seorang lelaki kaya raya yang sedang melakukan sebuah pembayaran.  Lelaki itu pun mengeluarkan uang dan memberikan tips kepada kasir itu tanpa alasan yang pasti. Pegawai kasir itu kembali ceria dia telah mendapatkan uang untuk biaya anaknya yang sakit. Waktu pun bergulir sehingga satu persatu dari mereka berpisah untuk melanjutkan kehidupannya.

A cashier employee looked glum as the body and soul are not fused. Her body was sitting behind her desk but her mind was somewhere. A colleague approached and invited to joke, but she does not look to have any desire on joke even though she usually the most playful. Until he met a rich man who was doing a payment. The man took out the money and  tip was given to the cashier for uncertain reason. That cashier employee cheered that she had earned money for her sick child cost. Time rolled so that each one of them splat up to continue their life.

lukisan dalam sebuah photo5

Musim gugur 1973, Bill Gates terdaftar sebagai siswa fakultas hukum di Havard University. Bill mampu mengikuti aktifitas perkuliahan dengan baik, namun sama seperti ketika dia masih berada di bangku Sekolah Menengah Atas, perhatiannya berangsur -angsur beralih ke bidang komputer. Selama di Harvard, Bill dikenal sebagai seorang yang jenius. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah programmer yang luar biasa jenius, namun juga seorang manusia yang menyebalkan.

In fall 1973, Bill Gates was listed as a law school student at Harvard University. Bill was able to follow every activities of the course well, but just like when he was still in a high school, his attention gradually switched to the computer field. While at Harvard, he was known as a genius student. Even one of his teachers said that Bill was an incredible genius programmer, but also a man that sucks.

 

lukisan dalam sebuah photo4

Pada tahun 1974, Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul “World`s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates. Mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk komputer – komputer tersebut sangat dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka. Kembali ke masa lampau, bahwasannya kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia masih bersekolah di Lakeside. Dimulai dengan meng-hack komputer sekolah, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka benar- benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.

In 1974, Paul Allen read Popular Electronics magazine article titled World`s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. This article contains the first microcomputer Altair 9090. Allen then discussed with Bill Gates. They realize that the era of the “home computer” will be coming soon and exploded, making the availability of software for the computer  is required. And this is a great opportunity for them. Back to the past, Bill Gates with his computer capabilities have been recognized since his school days in Lakeside. Starting with hacking the school computers, changing schedules, and placement of students. In 1968, Bill Gates, Paul Allen, and two other hackers hired by the Computer Center Corporation to be a tester of security system on that company. In return, they are given the freedom to use the company computer. According to  Bill, that time was the oportunity for them that really could “enterthe computer. And this was where they begin to develop skills toward the creation of Microsoft’s, 7 years later.

 

lukisan dalam sebuah photo3

Siapa yang tidak tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran. Einstein dikeluarkan dari sekolahnya pada usia 16. Tanpa toleransi, gurunya mengeluarkan Einstein dari sekolah akibat sifat suka memberontak dan melawan dikhawatirkan mempengaruhi teman-teman sekelasnya dan dia tidak menyukai ilmu – ilmu sosial yang menyebabkan ia menjadi tidak konsentrasi. Einstein mencoba mendaftarkan diri ke Federal Institute of Technology (FIT) di Zurich, Switzerland, tapi pengetahuan non-eksaktanya tak sepadan sebagaimana nilai matematiknya dan ia gagal dalam ujian masuk Universitas itu.

Who does not know Albert Einstein? He is a famous scientist of the 20th century famous for his theory of relativity. He is also one of the Nobel laureates. Who would have thought she was a boy who was also suffering from delayed speech and Autism. As a child he also likes negligent with lessons. Einstein was expelled from school at the age of 16. Without tolerance, the teacher issued Einstein from school due to his rebellious nature and against causing fear of affecting to his classmates and he does not like social sciences as a causal of become distracted. Einstein tried to register with the Federal Institute of Technology (FIT) in Zurich, Switzerland, but the knowledge of non-exact was not worth as the value of maths and he failed the entrance examination of it.

 

lukisan dalam sebuah photo2

Terlahir sebagai seorang cacat dengan banyak kekurangan itulah yang dialami oleh seorang Nick Vujicic untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Sempat depresi dan ingin bunuh diri diusianya 8 tahun, namun kemudian dia sadar bahwa hidup ini harus dia jalani terus berkelanjutan apapun keadaannya. Akhirnya perlahan dia menjadi seorang motivator hebat yang mendunia dan berhasil memotivasi jutaan orang di seluruh dunia untuk terus meraih mimpi.

Born as a flaw with many flaws that are experienced by a Nick Vujicic to be a useful person to be around. Got depressed and wanted to commit suicide at the age of 8 years, but then he realized that his life should be continued in any circumstances. Finally, he slowly became a great motivator and already successful in motivating millions of people around the world to continue to achieve a dream.

 

lukisan dalam sebuah photo1

Nick akhirnya mulai menyadari bahwa prestasi adalah inspirasi bagi banyak orang, dan mulai bersyukur kepada Tuhan karena hidupnya.

Nick eventually began to realize that achievement is an inspiration to many people, and began to thank God for his life.

 

a photo1

Kejadian – kejadian itu seperti foto sebuah lukisan, sebuah pengalaman orang lain bisa menjadi pengalaman kita juga. Semakin banyak pengalaman semakin banyak hal yang akan bisa diceritakan. Lukisan – lukisan dikumpulkan dalam sebuah ruangan sehingga penuh dengan warna – warni yang cukup indah. Kalau kita menoleh ke masa lalu kita, sungguh banyak kejadian yang terjadi yang kadang kala membuat kita tersenyum dan meneteskan air mata.  Ada saja orang yang membantu jika kita sedang dihadapkan kepada suatu permasalahan. Seperti malaikat dari surga yang datang menolong memberikan sebuah jalan keluar.

Genesis it was like a photograph of a painting, an experience of others can be our experience too. The more experience the more things you will be told in a story. Paintings collected in a room so full of colors are quite beautiful. If we look into our past, quite a lot of events going on that sometimes makes us smile and tears. There were people who help when we were faced with a problem. Like an angel from heaven who came to help and providing a way out.

 

a photo 2

Aku berjalan melewati sebuah lorong dan kulihat banyak sekali lukisan terpampang di dinding. Aku melihat banyak keindahan akan lukisan – lukisan itu akan tetapi sayang bukan aku yang melukisnya. Itu adalah lukisan orang lain dan aku senang melihatnya.

I walked past an alley and I saw a lot of paintings hanging on the wall. I saw a lot of beauty of the painting but unfortunately it was not my paintings. It is a painting of someone else and I’m glad to see it.

 

 

 

 

 

 

 

Ketut Rudi Utama

(Also from many sources)

Location : Cicendo Eye Hospital Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s