Saya Takut ( I am Afraid )


Pada suatu malam, anak saya berteriak kesakitan dan sontak membuat saya dan istri saya panik setelah mendapatkan anak saya sedang mengalami sakit gigi. Saya dan istri akhirnya segera mengantarnya ke sebuah medical centre meski malam hari dan tubuh ini sudah terasa sangat lelah.

One night, my son was screaming in agony and instantly made me and my wife panic after getting my son was having a toothache. Then we promptly escorted him to a medical center even though already late in the night and tired.

ke dokter1

Sakit adalah hal yang biasa dan dapat terjadi pada siapa saja. Namun ada sebuah moment yang menarik yang dapat saya lihat ketika melihat anak saya ketakutan untuk diobati. Untung saja dokter yang menanganinya sangat pintar untuk menenangkan pasiennya. Begitu juga kami para orang tua.

Illness is a common thing and can happen to anyone. But there was an exciting moment that I can found when I saw my son fears when treated. Fortunately, the treating doctor was a very smart person to calm her patients. We got involved also.

ke dokter2

Takut pasti pernah dirasakan oleh semua orang dan malam itu saya melihat expresi takut ada pada wajah anak saya. Namun dia juga pasrah menghadapi ketakutannya. Rasa takut biasanya memiliki efek yang berbeda-beda ke tiap orang. Ada yang menyimpan rasa takutnya, ada juga yang tidak bisa menyimpan rasa takutnya dan akhirnya menjadi stress ketika bertemu dengan hal yang menakutkan. Orang yang takut perlu ditemani karena  rasa takut yang berlebihan dapat mengganggu aktivitas seperti penyembuhan dan aktifitas lainnya, dan mungkin akan mencapai tingkat ketakutan yang paling parah yaitu phobia.

Fear must have been felt by everyone and That night I saw expression of fear on my son’s face. But he also resigned to face his fear. The fear usually has different effect to each person. There are fears that kept, due to some are not able to release their fear and eventually become stressed when meeting with a scary thing. People who scare on something then need to be accompanied, this is because an  excessive fear possibly could distracting activities such as healing and other activities, and will probably reach the most severe level of fear is a phobia.

ke dokter4

Pengertian takut secara arafiah adalah merasa gentar untuk menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana atau rasa sakit. Sehingga tidak berani berbuat, menempuh, menderita, dan lain sebagainya yang mengakibatkan rasa gelisah dan khawatir.

Understanding fear by literally  is felt daunted to face something that considered to be catastrophic or pain. So afraid on, doing, suffering, and others that lead to anxiety and worry.

ke dokter3

Pada dasarnya semua orang memiliki rasa takut dan bisa beragam jenis keadaan atau sesuatu yang dapat menimbulkan rasa takut. Seperti misalnya ada yang takut hidup dalam kemiskinan, ada yang takut pada pimpinan, ada yang takut kalau tidak memiliki pekerjaan, takut pada hantu dan cerita horor, dan sudah pasti takut pada proses pengobatan. Tapi melalui kejadian ini, saya melihat sebuah suasana pasrah dan keinginan untuk sembuh menyebabkan rasa takut itu hilang. Dan usaha orang lain yang mampu menghilangkan rasa takut itu.

Basically everyone has their own fear on something and vary according to the type of situation or something that could create a fear. For example fear of living in poverty, fear to see boss, fear of not having a job, fear of ghosts and horror stories, and it is definitely afraid of the treatment process. But through this incident, I saw an atmosphere of resignation and the wish to recover causing the fear lost and disappear. And the efforts of others who were able to drop that fear.

ke dokter6

Dari kejadian malam itu, lantas saya menyimpulkan bahwa sekarang ini manusia tidak takut lagi akan keberadaan Tuhan, karena lihatlah korupsi, penipuan, perselingkuhan, pornografi, kejahatan intelektual dan perbuatan berdosa lainnya terjadi dimana-mana tanpa rasa takut akan masuk ke neraka jika mati kelak. Surga dan Neraka sepertinya dianggap cerita orang tua kepada anaknya untuk menenangkan mereka pada saat pertama kali menghadapi ketakutan pada saat pemeriksaan kesehatan giginya.

Of the incident that night, then I conclude that today man does not fear on existence of God, for behold corruption, fraud, infidelity, pornography, intellectual crime and acts sinful happening everywhere without fear of going to hell when dies soon. Heaven and Hell seem to be considered as a story of parents to their children to calm downing them at the first when facing of fear during the medical examination of their teeth.

 

 

 

 

 

 

Article by Ketut Rudi

Models : Drg. Ika and Putu Rias

Location : Graha Medika Kupang NTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s