Habis Gelap Terbitlah Terang (Out of Darkness to Light)


Duduk dibawah sinar lampu, namun bukan untuk membaca sebuah buku tapi bercakap – cakap dengan teman sungguh enak rasanya pada saat melalui malam yang dingin. Namun saya senang duduk sendiri dibawah lampu yang redup sehingga mampu melihat keindahan suasana yang terang.

Sitting under a light, but it is not for reading a book, just sitting for a small conversation with a friend and for sure it is really taste good at the time passing a cold night. However I am happy to sit alone under the  dimmed lights so I am able to see the beauty of the atmosphere of light.

DIBAWAH LAMPU1

Suasana seperti ini membuat saya terharu sebab saya teringat sebuah desa yang baru saja dibangun sebuah jaringan listrik yang baru. Sebelumnya mereka seperti kondisi saya sekarang ini yaitu melihat kebahagiaan duduk dibawah sinar lampu.

This kind of atmosphere made me moved because I remembered a village where recently a new electrical network built. Previously condition of that village is like my present condition which was seeing other  village happiness life under the lights.

DIBAWAH LAMPU2

Saya menjadi teringat dengan seorang tokoh perempuan yang kehadirannya selalu diperingati setiap 21 April ini terkenal dengan buku yang ditulisnya, Habis Gelap Terbitlah Terang . Beliau adalah R.A Kartini dan buku tersebut sebenarnya merupakan kumpulan surat-surat yang ditulis Raden Adjeng Kartini untuk para sahabat penanya. Dalam versi aslinya, buku itu ditulis Kartini dalam bahasa Belanda, yaitu Door Duistemis Tot Licht. Habis Gelap Terbitlah Terang adalah versi terjemahan Armijn Pane yang terbit tahun 1938. Surat-surat Kartini juga diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno yang diberi judul Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya. Sama halnya sekarang ini duduk dibawah terangnya lampu, semoga di desa itu banyak anak – anak dapat membaca buku dan menonton dunia luar. Semoga pembangunan mampu menerangi dan mencerdaskan.

I was reminded by a female figure whose presence is always celebrated every 21 April, famous book she wrote, Out of Darkness to Light. She is RA Kartini and the book is actually collection of letters written by Raden Adjeng Kartini to her friends pen. In the original version, the book was written by Kartini is in Dutch, namely Door Duistemis Tot Licht. Depleted Darkness to Light is Armijn Pane translation’s version published in 1938. The letters of Kartini also translated by Sulastin Sutrisno given  a title Surat-Surat Kartini, Muse About and For Her people. Similarly, now people are sitting under the bright lights, hopefully in the village many children can read a book and watch the outside world. Hopefully, development is able to illuminate and educate.

 

 

 

Ketut Rudi

Models : Unknown

Location : Somewhere in Kupang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s