Menjembatani (Bridging) atau dijembatani (or bridged)


Pada saat pagi hari, burung berkicau dan matahari perlahan-lahan mulai menyinari hampir ke setiap sudut yang menjadikan gelap berubah menjadi terang. Akupun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri bersiap-siap beraktifitas dengan riang gembira. Tanganku memegang erat keran air dan seraya membukanya untuk mengalirkan air shower ke sekujur tubuhku. Air pun mengguyur sekujur tubuhku. Pada saat mataku terpejam oleh guyuran air shower terlintas dipikiranku waktu aku bertugas disebuah desa terpencil. Pada saat itu pagi hari anak-anak dan ibu-ibu beramai-ramai menuju ke sungai untuk aktifitas pagi hari seperti mandi, menimba air untuk minum dan masak. Aku merasakan betapa berat hidup seperti itu. Aku hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk mendapatkan air bersih.

In the morning, the birds chirping and the sun slowly begins to illuminate almost to every corner of my house which makes a dark turn into light. I also hurried to the bathroom to clean myself getting ready happily. Hold tightly the water tap open the shower and  water began to flow through my body. Water was flushed through my body. By the time my eyes covered by the water then splash comes to my mind when I was on duty in an isolated village. At that time in the morning children and their mothers crowded into the river for the morning activities such as bathing, draw water for drinking and cooking. I felt their hard life. I only takes a few minutes just to get clean water for showering.

hitch a ride

Selanjutnya aku bergegas berlari menuju ke sebuah halte bis untuk menunggu bis pertama menuju ke tempat kerjaku. Bis itu pun berhenti tepat didepanku seolah-olah memaksa diriku untuk segere melompat masuk ke dalam bis. Penumpang pun semua mendapatkan tempat duduk yang nyaman sesuai dengan pilihan mereka masing-masing. Namun sayang aku harus berdiri dikarenakan tempat duduk yang penuh terisi oleh penumpang lainnya. Sembari memegang erat safety belt untuk penumpang berdiri bayangan masa lalu kembali datang dalam lamunan. Waktu itu disebuah desa harus berjalan kaki berpuluh-puluh kilometer dikarenakan angkutan yang sangat susah pada saat malam hari. Pada waktu itu rekanku terkena demam akibat malaria dan harus dibawa ke puskesmas terdekat. Goyangan bis membangunkan aku kembali seraya menggenggam erat safety belt bis dan menjaga kembali keseimbangan tubuhku.

Next I rushed towards to the bus stop to wait for the first bus heading to my workplace. The bus stopped right in front of me as if to force myself to get hurry jump into the bus. Passengers were all getting comfortable seating according to their own choice. But unfortunately I had to stand because the seats were fully occupied by other passengers. While holding tightly to passenger standing safety belt then flashed images of the past come back in reverie. At that time in a village had to walk tens of kilometers due to lack of transportation which was very difficult at night. At that time my partner hit a fever due to malaria and had  taken to the nearest health center. Wobble bus woke me back as I clutched bus safety belt and keep back balance of my body.

sebuah jembatan 3

Sesampai dikantor saya sadar bahwasannya kita telah dijembatani oleh pembangunan yang ada. Jadi ingat slogan PT. ASDP  “We Bridge The Nation” sungguh mulia jasamu. Pembangunan di suatu negara adalah menjembatani segala aktifitas warga negaranya. Terus apa peranan saya dalam menjembatani orang lain. Jawaban dalam benaku adalah menjadi insan yang bekerja keras sesuai aturan yang telah ditetapkan sehingga bisa menjadi bagian dalam sebuah system yaitu perusahaanku.  Jadi perusahaan-perusahaan yang ada itu adalah sebuah jembatan juga bagi kesejahteraan karyawannya.

Arriving at the office I realized that we have bridged by existing development. So remember the quote of  PT. ASDP Indonesian sea voyage company We Bridge The Nationyour services are truly noble. Development in a country is to bridge the activities of its citizens. So what my role in bridging the others. Answer deep in my mind is to be a human being who worked hard within the rules that been set so take part into a system in my company. So the existing companies are a bridge for the welfare of its employees.

sebuah jembatan 6

Seharian penuh bekerja dengan bantuan alat-alat elektronika yang canggih yang mampu menjembatani diriku mengantar pekerjaan hari ini selesai tepat pada waktunya. Akupun bergegas pulang dengan bis yang sama menuju rumah kontrakanku. Disepanjang jalan berjejer kendaraan-kendaraan berlalu – lalang menyebrangi jembatan dan jembatan layang untuk menghantar setiap penumpang untuk kembali berkumpul dengan keluarga tercinta mereka masing-masing. Dibenaku aku ingin secepatnya sampai di kamarku. Rumahku adalah istanaku.

A full day working with the aid of advanced electronic devices that can bridge me today to complete the work on time. I also rushed back to the same bus heading to my rent home . Along the streets lined vehicles pass and passing across a bridge and overpass to deliver every passenger to regroup with their beloved families . In my mind I want to immediately get in my room. My house is my castle.

sebuah jembatan 4

Jembatan sudah ada untuk menjembatani dan mempermudah kita semua di kota ini. Malam hari saya merasa cukup mengantuk dan lelah akibat aktifitas keseharianku yang padat. Sebelum tidur sayapun berfikir apakah mereka di daerah terpencil juga mengalami hal yang sama?. Sudah pasti tentu sama, mereka juga akan tidur untuk menghadapi hari esok. Akupun mematikan lampu kamarku, jangan lupa hemat energi agar kelak dapat menjembatani anak cucu kita.

The bridge is bridging all of us in this city is almost available for our simplicity. At night I felt sleepy and tired from my daily activities were pretty solid. Before bed I thought whether everyone in remote areas are also experiencing the same thing ?. Surely the same course, they will also sleep to face tomorrow. turned off my bedroom lights. Do not forget that the energy-saving can bridge the future of our grandchildren.

Ketut Rudi Utama

Models : Molina Olivia, Alam, Fransisco Nggolut

Photos by Ketut Rudi

Location : Ciater and Bekasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s