Membeli Pernak Pernik Tanda Sebuah Kenangan (Buying Knickknacks For Remembering))


Saya berkunjung ke rumah teman yang sering bepergian ke daerah lain bahkan sampai ke beberapa negara di belahan bumi ini. Saya sangat kagum melihat hiasan rumahnya yang dipenuhi oleh barang – barang yang beraneka ragam dan jarang dijumpai. “Ketika duduk disini, saya rindu beberapa tempat yang saya kunjungi”, ungkap teman saya. Ya kalau menurut saya pernak – pernik itu menunjukan keanekaragaman budaya dan adat istiadat ada di muka bumi ini. Kali ini saya mau menampilkan salah satu pernak – pernik yang unik dari daerah Papua mungkin bisa membantu sebagai referensi jika berkunjung ke Papua. Ada banyak pernak pernik yang dimiliki oleh masing – masing daerah dan pernyataan teman saya benar yaitu membuat kita kangen untuk berkunjung kembali.

Once I visited the house of my friend who often travel to other areas even up to several countries in this hemisphere. I was amazed to see the house ornament which was full of diverse and rare stuff. While sitting here, I miss some of the places I visited,” said my friend. Yes true but according to me that those knickknacks are able to show the diversity of cultures and customs existing on this earth. In this occasion I would like to show you one of unique knickknacks of Papua  might be able to help you as a reference when traveling to that place. There are many knickknacks owned by each region or a place and true on my friend’s statement that each stuff makes us nostalgic for a return visit.

 

pernak pernik Papua1

Burung cendrawasih memiliki bulu yang paling unik dan indah sehingga digunakan oleh kepala – kepala suku di papua sebagai hiasan pada topinya sebagai simbul titipan kesejahteraan kepada seorang pemimpin. Khusus kerajinan yang satu ini memiliki harga yang cukup mahal dan hendaknya diganti dengan burung imitasi agar keberadaan burung cendrawasih di papua menjadi terlindungi.

Feathers of birds of paradise has the most unique and beautiful that is used by all of the head  of each tribe in Papua as a decoration on his hat as a symbol of well-being entrusted of a leader. Special for this craft  has a fairly expensive and should be replaced with a bird imitation that the presence of birds of paradise in Papua could be protected.

 

pernak pernik papua2

Papua terkenal alamnya yang indah dan semuanya sangat menarik untuk dikaji dan dinikmati. Bukan itu saja, masyarakatnya yang masih jauh dari modernisasi itu ternyata memiliki jiwa seni yang tinggi. Ini terbukti dari cara dan hasil mereka dalam menciptakan kerajinan yang bermuara kepada alam lingkungan kemudian menuangkannya dalam karya seni dengan peralatan yang cukup sederhana. Hasilnya sungguh mengagumkan dan mampu memperkaya khazanah seni dan budaya bangsa kita.

Papua famous to its beautiful natural and everything is very interesting to study and enjoy. Not only that, people are still far from modernization but it turned out to have a high artistic soul. This is as an evident from the way and their results in creating a craft that is geared towards the natural environment and then put it into a work of art with a fairly simple equipment. The results are amazing and capable to enrich the arts and culture of our nation.

 

pernak pernik Papua3

Seni karya masyarakat asli Papua yang tumbuh dan berkembang turun-temurun secara tradisional sejak dulu kala pada umumnya berkembang bersamaan dengan tradisi prehistoris (megalitik) yang banyak memiliki persamaan dengan daerah terasing lainnya di dunia. Oleh sebab itu seni karya masyarakat asli Papua dikelompokkan kedalam kategori seni primitif.

Art work of indigenous Papuans are hereditary growing and developing traditionally since immemorial time and generally grow along with the tradition of prehistory (megalithic) which have much in common with other isolated areas in the world. Therefore, the art works of indigenous Papuans are grouped into the category of primitive art.

 

pernak pernik Papua4

Noken merupakan kerajinan tangan khas Papua. Noken sebenarnya dipakai untuk membawa barang seperti kayu bakar, tanaman hasil panen, sampai barang-barang belanjaan. Namun seiring perkembangan jaman maka dibuatlah Noken yang berukuran kecil biasanya dikota yang sudah tersentuh peradaban  dipakai untuk membawa kebutuhan pribadi. Tak hanya itu, Noken juga dipakai dalam upacara dan sebagai kenang-kenangan untuk tamu.

Nokens is unique handicrafts of Papua. Nokens actually used to carry items such as firewood, yields crop, to grocery items. But as the development time then made a small Nokens. Usually in the city that has been touched by civilization used to carry personal needs. Not only that, Nokens also used in ceremonies and as a keepsake for guests.

pernak pernik papua5

Seni lukis dan seni patung Papua biasa mengambil tema mahluk hidup (manusia dan binatang). Seni lukis Papua ini kebanyakan bercorak primitif, karena banyak mendapat pengaruh seni Aborigin. Media kayu lebih mendominasi karya seni rupa daerah ini.

Painting and sculpture of Papua usually use the theme of living beings (humans and animals). Papua painting is mostly patterned primitively, as much influenced by Aboriginal art. Wood media artworks dominate this area.

 

pernak pernik papua6

Suku Asmat di Papua telah dikenal dunia dengan keterampilan mengukirnya sejak tahun 1700an. Kesenian mengukir di Asmat merupakan bentuk kepercayaan terhadap arwah nenek moyang. Menurut tradisi, nenek moyang suku Asmat disimbolkan dalam bentuk patung serta ukiran.

Asmat tribe in Papua has been known to the world with the skills of carving  since the 1700s. Carving art in Asmat is a form of belief in ancestral spirits. According to tradition, the ancestor of the Asmat tribe symbolized in the form of sculptures and carvings.

pernak pernik papua7

Budaya mengukir di Asmat lahir dari upacara keagamaan. Di sebagian daerah, upacara adatnya mengharuskan adanya pemotongan kepala manusia dan kanibalisme untuk menenangkan arwah nenek moyang. Supaya tidak harus melakukan hal itu tapi tetap menghormati arwah nenek moyang, mereka membuat patung-patung yang menyerupai arwah nenek moyang tersebut. Menurut kepercayaan mereka bahwasannya nenek moyang mereka menampakkan dirinya dalam mimpi. Penampakan dalam mimpi inilah yang dituangkan menjadi tradisi mengukir dan memahat patung kayu.

The culture of Carving in Asmat was born by religious ceremonies. In some areas, customary ceremony requires the cutting head and cannibalism to appease the ancestors. In order to erase the cannibalism but still honoring the ancestors, then they made sculptures that resembling the ancestral spirits. According to their beliefs that their ancestral will manifest themselves in dreams. Those apparitions then to be what is poured into a tradition of carving and sculpturing the wood.

 

pernak pernik papua8

Pada mulanya, patung-patung dibuat secara kasar dan setelah digunakan dalam upacara agama tertentu lalu ditinggalkan di dalam rawa. Ini sebagai wujud para arwah yang tinggal untuk menjaga hutan sagu dan pohon palem yang merupakan sumber makanan utama masyarakat Asmat di Papua. Sejak era kolonial Belanda, patung Asmat yang tadinya dinilai sebagai benda primitif dan wujud kepercayaan terhadap arwah-arwah jahat. Tapi pada akhirnya menjadi terkenal dan disimpan di sejumlah museum di dunia.

At first, sculptures were roughly made and after it is used in a certain religious ceremonies then abandoned in a swamp. This is a manifestation of the spirits who live to protect the forest and the sago palm tree which is the main food source of Asmat in Papua. Since the Dutch colonial era, Asmat statue that had been assessed as primitive objects and a form of trust against evil spirits. But in the end became famous and stored in a number of museums in the world.

 

pernak pernik papua9

Koteka adalah pakaian asli masyarakat Papua, khususnya Suku Dani di Wamena. Inilah pembungkus kelamin pria yang terbuat dari labu. Bentuknya pun bermacam-macam. Cara membuatnya pun khusus. Jika Anda berkunjung ke Wamena, maka pemandangan koteka tidak sulit ditemukan. Tak sedikit, penduduk setempat masih menggunakan pembungkus kelamin pria tersebut. Selain itu, koteka juga menjadi suvenir khas dari Wamena.

Koteka is an original clothes of people in Papua, especially Dani tribe in Wamena. This is the male sex wrapper made of pumpkin. The shape also vary. And need a special technique to make it. If you pay a visit to Wamena, the view of the Koteka is not hard to find. Not least, the locals still use the male genitalia wrapper as their original clothes. In addition, Koteka also be a famous souvenir of Wamena.

 

pernak pernik papua10

Tifa adalah alat musik yang berasal dari maluku dan papua, Tifa mirip seperti gendang cara memainkannya adalah dengan dipukul. Terbuat dari sebatang kayu yang isi pada bagian tengahnya dihilangkan untuk menghasilkan rongga dan pada salah satu sisi ujungnya ditutup rapat, dan biasanya penutupnya menggunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. bentuknya pun biasanya dibuat dengan ukiran. tiap suku di maluku dan papua memiliki tifa dengan ciri khasnya masing-masing. Tifa biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian tradisional asmat, dan Tarian gatsi. Tarian ini biasanya digunakan pada acara-acara tertentu seperti upacara-upacara adat maupun acara-acara penting lainnya.

Dan masih banyak lagi pernak – pernik yang ada, oleh sebab itu bepergian itu tidak enak jika tidak membeli souvenir dari daerah itu.

Tifa is a musical instrument that originated from Maluku and Papua, Tifa just like a drum which is hitting as the way of playing itMade from a piece of wood and removing the middle part to create a cavity and on one side of the ends sealed, and covered using reindeer skin that has been dried to produce a good sound and beautiful. Its shape was usually made with carvings. Each tribe in Maluku and Papua have their own Tifa with their respectively trademark. Tifa is usually played to accompany traditional dances, such as the war dance, a traditional dance of Asmat, and dance of Gatsi. This dance is usually played on special occasions such as religious ceremonies and other important events.

And many more knickknacks that exist, therefore it was a sad thing if not buying a souvenirs from a place where we visited.

 

 

 

 

 

Article And Photo by :Ketut Rudi Utama

From : Many Sources

Pernak Pernik Papua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s