Dari Balik Jeruji Besi (Behind The Jail )


Saya tertarik menulis kehidupan  seorang teman dipenjara, dimana saat ini ia sudah menjalani 2 tahun dari 6 tahun vonis yang harus dijalaninya. Ia melakukan kesalahan besar dalam hidupnya sehingga waktu yang dia miliki harus dihabiskan dibalik jeruji besi. Ini adalah kisahnya selama dipenjara sebagai gambaran buat kita semua agar tidak pernah merasakan akan hal ini.

I am interested in writing the life of a friend in prison, at this time he has undergone two years of a six-year penalty that must be lived. He made a big mistake in his life so that he has time to run behind bars. This is his story during in a jail as an example for us in order to get never feel on that situation.

 

jeruji2

Sehari-hari ia berada didalam sebuah ruangan sempit terkurung dan dijaga ketat bersama lima orang penghuni lainnya dengan berbagai kasus seperti kasus pencurian, narkoba, penganiayaan, pembunuhan berencana, sampai dengan kasus asusila seperti pemerkosaan terhadap anak kandung sendiri. Di malam hari mereka harus bisa mengatur diri masing – masing agar bisa tidur diantara penghuni lainnya mengingat jumlah penghuni kamar yang ia tempati jumlahnya 2 kali dari kapasitas normal. Belum lagi lantai penjara yang dingin tanpa alas sehingga setiap malam terasa tidak nyaman sehingga malam terasa sangat lama untuk dilalui. Semua aktifitas dilakukan didalam kamar itu sampai buang air besar atau buang air kecil. Yang paling jelek adalah adanya senioritas antara sesama tahanan. Untungnya teman saya berada dengan tahanan lain yang memiliki sifat yang baik.

Everyday he was confined in a small room and closely guarded along with five other residents with a variety of cases such as theft, drugs, assault, murder, up to immoral cases such raping their own children. In the evening they should be able to organize themselves on sleeping due to the number of occupants of the room he occupied is two times of the amount of normal capacity. The other situation is the cold barefoot of prison floor which was causing uncomfortable and disturbing situation increased the length of the night to go through. All activities carried out in the same room including defecating or urinating. The most ugly thing is seniority existence among fellow prisoners. Luckily my friend was with other prisoners who have good attitudes.

 

jeruji1

Pada pagi harinya mereka diharuskan bangun pagi dan berolah raga. Kadang kala dikirim untuk membersihkan kamar mandi, ruangan – ruangan atau kebun – kebun kota dan sudah pasti dengan pengawalan ketat. Jika melarikan diri maka akan mendapatkan pukulan dan tinju yang keras dari para penjaga bahkan tembakan di kaki dengan alasan untuk melumpuhkan. Kadang para narapidana lupa dengan yang namanya haus dan lapar. Dan kemudian pada saat mandi mereka harus antri dan berebut  air karena pasokan air bersih yang terbatas, jadi jangan heran kalau penyakit kulit banyak menghinggapi tubuh mereka. Diwaktu sarapan, makan siang, atau makan malam pun tidak kalah menyedihkan. Jangan harap penghuni lapas dapat makan nasi dan lauk dengan layak atau sampai kenyang, karena sudah biasa bagi mereka makan hanya dengan singkong rebus atau segenggam nasi dengan lauk sayur bening tanpa garam. Berlanjut ke perlakuan sesama napi dan sipir penjara. Bagi penghuni baru lapas, biasanya diadakan semacam plonco oleh sesama napi terutama teman sesama satu kamar. Pukulan dan tendangan sepertinya sudah menjadi semacam upacara penyambutan kepada penguni baru. Belum lagi perlakuan lainnya seperti disuruh memijat penghuni lama setiap hari. Jika tidak bersedia, maka bersiap-siap saja dipaksa rame-rame meminum air WC/comberan yang biasanya ada didalam kamar penjara atau digebuk sampai teler. Ini bukan berada dibalik terali besi pagar rumah yang masih bisa menghirup udara segar dan merasakan sinar matahari. Berada di ruangan ini seperti berada didalam neraka. Teman saya pun menangis sembari bertobat. “Ini memang sudah jalan tuhan”, ” Saya cuma korban hiruk  pikuknya proses pembangunan di Indonesia sehingga saya menjadi begini”, ungkap teman saya.

In the morning they were required to get up early and exercise. Sometimes delivered to clean the bathrooms, the office rooms or the public garden and certainly with escort of guard. If escape they will get hard punch and boxing by the guards even shot in the leg with a reason for disabling. Sometimes inmates were forgotten with thirst and hunger. And then in the bath they have to queue for a bucket of water because water supply is limited, so they won’t be surprised if many skin diseases attacked their bodies. At a time when breakfast, lunch, or dinner no less depressing. Never expect to eat rice and side dishes until satisfied, because it usual for them to eat only with a handful of boiled cassava or rice with vegetable nodes without salt. Continued on treatment of inmates and prison guards. For new prisoners, usually held some sort of rookie by fellow prisoners, especially who stay in one room. Punches and kicks seem to be a sort of welcoming ceremony for new prisoners. The other treatments such as massage to old occupants in every day. If you are not willing, then get ready to be forced to drink toilet  / sewage water that normally exist in the prison room or kicked in the asshole. This is not to be behind bars of fence where can still breathe to the fresh air and feel the sun. Being in this room is like being in hell. My friend was in tears as he repented. It is already the god way to me“, I’m just a victim of hustle bustle of the development process in Indonesia, so I became like this,” said my friend.

 

 

 

Ketut Rudi Utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s