Coretan Dalam Sebuah Kertas Putih (Graffiti In A White Paper)


Menulis sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan hal ini sudah dilakukan oleh nenek moyang kita jauh sebelum mengenal buku dan alat tulis. Tulisan adalah sebuah rangkaian komunikasi. Oleh sebab itu menjadi pertanda bahwa aktivitas menulis bukanlah hal yang baru, dan menulis pun dapat dimulai dengan apa saja yang ada di depan kita. Menulis sesuatu sudah pasti dalam wujud fisiknya adalah menggores sebuah kertas putih atau media kosong tanpa isi.

Writing has become part of everyday life, even this has been done by our ancestors long before familiarity of books and stationery. Writing is a communication chain. Therefore, this is a sign that the writing activity is not something new, and writing can begin with whatever is in front of us. Write something, definitely in the physical form is scraping a white paper or a blank media without content.

Goresan Pena1

Perhatikanlah, ada kalanya ketika kita sedang menulis, si anak akan menirunya dengan mengambil kertas dan membuat goresan-goresan, sekalipun goresan-goresan itu bagi kita tidak bermakna, tetapi nampak anak mendapat kepuasan. Jadi bukan makna dari goresan itu yang berarti bagi anak, tetapi kepuasan yang lebih diutamakan. Buktinya anak akan semakin senang dan semakin rajin menggores. (Baca selengkapnya mengenali karakteristik gambar anak – anak klik disini!)

Just take a look, once when we’re writing, Our child will imitate us by taking paper and make the cuts, though the cuts for us was not meaningful, but it look like our child got a satisfaction. So it is not the meaning of scratches that are meant for children, but the satisfaction is more preferred. As a proof that our children was more happy and more diligent in scraping. (Read more about to how recognize the characteristics of children’s drawings click here!)

goresan Pena2

Dimulai dari sebuah goresan yang sangat sederhana sejak kecil kemudian berkembang menjadi sebuah tulisan dan karya yang besar. Saya tidak membahas tentang makna sebuah goresan atau tulisan, namun pada intinya setiap goresan pada kertas putih memiliki sebuah makna. Namun kadangkala kertas – kertas itu hilang tidak tersimpan dengan baik atau terlewatkan untuk diabadikan sehingga hilang ditelan sang waktu.

Starting from a simple scratch then developed into a writing and masterpiece of works. I do not discuss about the meaning of a scratch or writing, but essentially any scratches on white paper has a meaning. But sometimes that paper is missing and it is not stored properly or sometimes the event is ignored and missed to be immortalized so lost in the time.

goresan Pena3

Sehingga pada akhirnya sebuah kamar penuh sesak dengan kumpulan foto – foto dan tulisan – tulisan yang sangat menggugah hati. Coba kita bayangkan pada saat usia kita sudah tua dan tubuh tidak kuat lagi untuk mengarungi kehidupan, maka mata dan hati kita masih kuat untuk menyaksikan foto – foto itu yang dirangkai dari waktu ke waktu. Pastinya kita akan meneteskan air mata karena terharu dipenuhi oleh rasa rindu akan teman – teman dan rasa lainnya yang tidak bisa dijelaskan. Foto atau sebuah catatan memiliki umur yang lebih panjang dari penciptanya. Oleh sebab itu anak – cucu juga akan menerima sebuah warisan sejarah dari sebuah foto atau buku. Semoga Keluarga, Istri dan anak,  teman – teman, dan para sahabat setia yang telah membaca tulisan saya akan selalu mengingat saya melalui blog ini meski kita hampir tidak pernah bertemu.

So at the end of time, a crowded room with collection of photos  and writing  that is very evocative. Let us imagine when we are reaching an old age and the body no longer strong enough to navigate our life, the eyes and our hearts are still strong enough to watch that images or pictures were strung from time to time. Surely we will shed tears with emotion filled with a sense of longing for a friend  and other expression that can not be explained. A photo or a diary are having a longer life than its creator. Therefore, children – and grandchildren will also receive a historical legacy through a photograph or a book. I hope family, wife and children, friends, and all of my faithful blog visitor who have read my writings will always remember me through this note even though we almost never met.

 

 

 

Article by Ketut Rudi

Creative Stuff by Putu Rias, Photos by Molina Olivia

Photos collection of Aandarmuji Aan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s