Kenapa Membutuhkan Sebuah Rumah? (Why need a home)


Seekor Kerang dan Sebuah Rumah (A Shellfish and A Home)

Menikmati keindahan rumah tidak hanya dilihat dari bentuk fisik rumah tersebut,  akan tetapi penghuni sebuah rumah juga menjadi bagian dari pemandangan dan berpengaruh kepada suasana didalamnya. Rumah adalah sebuah kebutuhan primer yang mutlak harus dipenuhi oleh manusia.

Enjoying the beauty of the house is not according to the physical form of the house, but the occupants of a house will also be a part of the landscape and effecting the atmosphere there. The house is a primary need that absolutely must be met by humans

bilolo

Tanpa Rumah keluarga akan kesulitan untuk berkumpul, beristirahat, bercengkrama dan sebagainya. Untuk itu rumah merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kelurga. tidak hanya sebatas tempat beristirahat, rumah juga menjadi sebuah perlindungan terhadap diri dan barang yang dimiliki. Sebuah kesejahteraan suatu negara bisa dilihat dari rumah yang dimiliki oleh warga negaranya.

Without a house family will be difficult to gather, relax, chat and so on. That’s why home is a very important need for ancestry. not only merely as a place to rest, house also became a protection against self and belonging. A well-being country  seen from the house of its citizens

 

 

kerang 3

Orang yang memiliki penghasilan tinggi maka rumahnya akan semakin baik dan semakin besar bahkan banyak rumah dimiliki. Suatu kewajaran bahwa manusia cendrung untuk selalu menambah apa yang mereka miliki dan ini sudah menjadi kodrat manusia yang selalu ingin berkembang dan apa yang dimiliki selalu dikembangkan termasuk rumahnya.

People who have high income, then their house will be better and bigger even many houses owned. A fairness that humans tend to add to what they have and this has become a human nature that they always wants to grow and developing to what they have, including their houses.

kerang 4

Hanya gelandangan saja yang bisa hidup tanpa sebuah rumah. Namun mereka akan berteduh memenuhi kolong jembatan berteduh dari dinginnya malam dan teriknya matahari. Belajar dari sebuah kerang . Binatang dalam kerang sudah dilahirkan dengan sebuah rumah dipunggungnya. Nah Kalau manusia dilahirkan dalam sebuah rumah yang telah disiapkan oleh orang tuanya.

Only bums who can live without a home. But they will take shelter under bridges sheltered from the chill of the night and heat of the sun. Learning from a shellfish. A shellfish born with a house on his back. But humans are born in a house that had been prepared by their parents.

kerang 5

Tulisan ini terinspirasi dari seekor kerang dipantai. Orang Papua menamai kerang ini “Bilolo”. Biasanya anak – anak kecil mencari kerang ini untuk dipakai sebagai umpan untuk memancing ikan di laut.  Bilolo selalu membawa rumahnya berkeliling kemana saja dia pergi. Pasti cukup berat beban yang dipikul oleh kerang ini. Sama halnya dengan diri saya ini, pergi kemana saja harus menyewa rumah sehingga menambah beban hidupku ini.

This article inspired by a shell in the sea-shore. Papuans call this shell Bilolo”. Usually children are searching  for this kind of shells to be used as a bait for fishing in the sea-shore. Bilolo always bring their home around wherever they go. Certainly heavy load carried by these shells. Similarly with me, I go anywhere and rent a house to live so adding to the burden of my life.

 

 

 

 

 

Ketut Rudi Utama

Bilolo (Papua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s