Penyesalan (Contriteness)


Hampir semua manusia di bumi ini memiliki pengalaman masa kecil yang indah. Bermain dan bermain sudah menjadi sebuah aktivitas yang pasti dilewati oleh seluruh anak – anak di dunia.

Almost all human in this earth has a wonderful childhood experience. Play and play has become an activity that certainly passed by the child of the world.

 

Bermain Pasir1

Bermain dengan berlari sekuat tenaga, melompat dan memanjat dan menjelajah sesuatu yang baru meski orang tua mengawasi dengan penuh rasa cemas. Ada beberapa anak – anak di dunia ini memiliki watak yang sungguh keras yaitu susah untuk diatur. Ketika melihat anak – anak jaman sekarang, maka aku teringat akan jasa orang tuaku yang sedemikian beratnya mengawasiku hingga tumbuh dewasa sampai dengan detik ini.

Showing the best run, jump and climb and exploring something new even parents watched with anxiety. There were several children in this world has a hard character that hard to set up. When looking at today children, than I remembered my parent’s hard effort on watching me to grow up until now.

bermain Pasir2

Bermain tanah itu lebih asyik dibandingkan bermain api atau air. “Jangan bermain api, nanti terbakar”, kata orang tua dulu. Atau “jangan bermain air, nanti basah”. Lantas bermain tanah juga tidak boleh nanti kotor. Jadi sebelum bermain sesuatu seorang anak diharapkan oleh orang tuanya harus mengerti segala resiko yang akan dihadapi. Sama halnya seperti waktu kecil dulu, sekarang aku sering lupa akan resiko sebuah peran yang dimainkan karena penyesalan selalu ada dibagian akhir sebuah perjalanan. Akan tetapi tidak ada kedawasaan yang sebernarnya akan terjadi tanpa di awali dengan penyesalan yang di alami sejak kecil yaitu sejak bermain api, air atau tanah.

Playing mud was more fun than playing fire or water. “Do not play with fire, later burned,” said by my parents. Or “do not play water, than wet”. Then playing mud also prohibited to avoid dirty. So before playing something a child is expected by their parents to understand all the risks that would be faced. Just the same as a childhood story above, now I often forget the risk of a role played, regret is always at the end of a journey. But there will be no adultery that are actually going to happen without starting with regret that naturally happened since childhood when playing with fire, water or mud.

 

 

 

 

 

Ketut Rudi Utama

Model : Putu Rias

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s