Menunggu Janji (Waiting a Promise)


Saya membaca sebuah quota yang sangat menggugah hati bunyinya seperti ini : ” Ketika saya meninggalkan anak istri tercinta untuk bertugas keluar daerah jauh dari rumah, maka sudah pasti kita akan meninggalkan bekal untuk mereka selama jangka waktu saya meninggalkan mereka. Nah bagaimana jika saya meninggalkan mereka untuk selamanya karena kematian?”.

I have ever read a very inspiring quote sounds like this: When I left my beloved wife and kids for a duty  out  away from home, then surely I would leave food and money for them during the time I left them. So what if I left them forever because of death? .

 

seorang anak yang menunggu

Sadar atau tanpa sadar kita sering meninggalkan janji baik untuk keluarga, kerabat atau orang lain. Lebih tepatnya berjanji untuk orang lain. Sebuah janji dalam pernikahan untuk hidup semati artinya berjanji menjaga keluarga sampai mati. Janji ini bahkan  diucapkan kehadapan tuhan dan sakral adanya, akan tetapi dijaman sekarang ini banyak yang menyepelekan akan janji sakral itu. Banyak cerita yang menjadikan janji sebagai latar tema utamanya. Seorang pilot sebelum berangkat bertugas menerbangkan sebuah pesawat mencium anak istrinya dan berbisik “doakan papa sayang, nanti papa pulang membawa oleh -oleh”, namun dalam perjalanannya pesawat mengalami kecelakaan dan Si pilot tidak pernah pulang kembali. Sungguh cerita yang menyedihkan. Sanak keluarga yang ditinggalkan pasti bersedih dan terus menunggu janji itu.

Conscious or unconsciously we often leave a good promises for  family, relatives or others. Precisely let’s say more promised to someone else. A promise in marriage to live ever after means promised to keep the family till death. Promise was presented in the name of God  and a sacred presence, but now in this era many of human is underestimating that sacred promise. Many of the stories that make promises as its main background theme . A pilot before leaving for a duty to fly a plane kiss his wife and child while whispered good luck for papa, and papa will come home later with many present for you“, however, as a plane crashed and that pilot never returned home again. It’s a sad story. Relatives who abandoned definitely sad and kept waiting for that promises.

seorang anak yang menunggu

Seperti berjanji dengan seorang anak kecil yang masih polos, penuh harapan agar janji itu ditepati. Saya sering melanggar janji saya namun bukan karena kesengajaan akan tetapi lebih kepada terbatasnya ingatan dan kesibukan kerja. Jika diingatkan baru saya terkejut dan meminta maaf atas keterlambatan pemenuhan janji ini. Dalam dunia politik seorang pemimpin negara sering menjanjikan sesuatu dalam kampanye pemilihannya, oleh sebab itu diibaratkan seperti anak kecil maka semua warganya sedang menunggu janji – janji itu terealisasi.

As promising to an innocent little boy, of course full of hope on that promises to be fulfilled will always remembered by that boy. I often break my word but not because of deliberate action but rather to the limited of my memory and busy work. Once it reminded then made me shock and apologize for the delay on fulfillment of that promises. In the political world, a state leaders often promise something on their election campaign, therefore, be likened to the story above then all citizens are waiting for the promise to be realized.

Ketut Rudi

Model : Putu Rias

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s