Wajah Kota Melawan Wajah Desa (City Scenes Vs Village Scenes)


Jika ditanya mengenai  kota atau desa, maka ada segudang jawaban akan pertanyaan itu. Namun sudah bukan rahasia umum lagi salah satu contoh jawabannya adalah orang – orang kota sering mengejek orang – orang desa yang disebut “kuper” singkatan dari Kurang pergaulan.

When we asked about  town or village, then there will be a myriad of answers regarding to that question. Yet it isn’t a secret anymore for one example of the answer such the town people often mocking the rural called “Kuper” stands for Less slang.

city vs garden

Namun jawaban diatas adalah jawaban yang belum terbukti kebenarannya. Interaksi-interaksi yang terjadi di Kota lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum. Sehingga kebanyakan orang desa itu lugu dan suka berterus terang dan mudah kena tipu di kota besar.

But the above answer is the unsubstantiated answer. Interactions that occur in the city is based more on personal interests rather than public interest. So most of the villagers were innocent and outspoken and easily cheated in a big city.

city vs garden2

Namun saya tidak berani menyebutkan bahwa orang kota itu kebanyakan penipu. Namun kerasnya kehidupan kota mungkin saja memaksa warga kota untuk pintar yaitu pintar bersaing satu sama lainnya.

But I am afraid to mention that the people of a city were mostly fraudsters. But the rigors of city life may compel citizens to smart where smart to compete with each other.

city vs garden4

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:

1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.

2.  orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain

3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.

4. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.

5. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.

There are some prominent features of the city community, such as:

1. The religious life is reduced when compared to the religious life in the village. Urban communities conduct their religious activities only in the house of worship such as mosques, churches, and others.

2. The people of city in general can take care of their-self without relying on others.

3. in the cities, family or gathering activity related is often difficult to put together, because of differences political and religious , and so on.

4. Rational way of thinking embraced by the urban community.

5. The interactions that occur mostly based on personal interests rather than the public interest.

city vs garden3

Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.

This is exactly distinguishing between the characteristics of urban and rural communities, therefore, a lot of people from urban areas who moved to the countryside to find peace, while on the contrary, rural communities go from village to town looking for life and decent work for their welfare.

city vs garden5

Pada mulanya yang dibilang masyarakat kota sebelumnya juga adalah masyarakat pedesaan, dan seiring perputaran waktu desa bertumbuh menjadi kota dan kota kecil berubah menjadi kota besar dan selanjutnya berkembang menjadi metropolitan dan sampai menjadi kotanya negara super power. Tentu masyarakatnya berubah menjadi masyarakat kota dan membawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.

At first, the community is arguably as a city community is also previously as a rural community, and turnaround time and time by time passed over, villages grew into towns and small cities turn into a big city and then developed into a metropolitan city and to become a superpower city. Of course they turned into urban society and carrying  traits as an urban community, and unlearning  as a rural community.

city vs garden6

Kota dan desa adalah dua tempat yang memiliki kondisi yang sangat berbeda. Tidak usah dijelaskan panjang lebar, bahwasannya para pembaca juga pernah hidup dikedua tempat ini. Meski anda berasal dari negara superpower sekalipun, pasti anda pernah berada di desa atau pinggiran kota.

Towns and villages are two places that have very different conditions. No need to be explained more, readers also have ever lived in both of these places. Although you come from a superpower, probably you ever stay in rural or suburban.

city vs garden7

Duduk disebuah desa, mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan alami namun harus dilewati dengan menempuh sebuah perjalanan yang susah agar bisa menyaksikan keindahan alam itu.

Sitting in a village, then our eyes will be spoiled by the natural landscape, but achieved  by taking a tiring journey passing a difficult road and lack of facility to see the natural beauty of it.

city vs garden8

Kota juga merupakan tempat indah namun dibangun oleh manusia. Inilah bedanya pada saat berada dikota kita akan terkagum – kagum melihat indahnya gedung pencakar langit dan indahnya lampu pada saat malam hari.  Meski sebenarnya lampu – lampu itu adalah sebuah kompetisi balapan para karyawan yang bekerja di kantor – kantor pulang ke rumahnya masing – masing untuk segera bertemu keluarga tercinta.

The city is also a beautiful place, but was built by humans. This is the difference when we’re in the city will be amazed  to see the beautiful skyscrapers and the beautiful lights at night. Although the actual condition is a racing competition of the employees who are working in the beautiful skycrapers on their way to go home immediately to meet their beloved family.

city vs garden10

Pedesaan itu memang indah akan tetapi fasilitas yang tersedia cukup minim. Orang dari kota besar paling lama bertahan selama seminggu berada disebuah tempat terpencil dengan alasan berlibur. Namun setelah itu bergegas meninggalkan daerah terpencil itu dan kembali merindukan keramaian kota. Untung saja saya berasal dari desa sehingga saya mampu hidup dimana saja. Hidup terasa sengsara jika tidak memiliki uang untuk memenuhi segala kebutuhan. Orang kota yang memiliki uang yang banyak justru membangun villa didesa yang digunakan sebagai tempat yang sangat privacy terhindar dari gangguan siapa saja. Entah kenapa dia bersembunyi, atau sedang menyembunyikan sesuatu.

The countryside is beautiful but with minimal facilities available. People of a big city will able to stay such the longest period of a week for the reason of vacation. But after that rushing to leave the remote area and returned home misses the hustle of the city. Luckily, I come from a village so that I can live anywhere. Life is miserable if we do not have money to meet all needs. City people who have a lot of money actually build a villa in a village where used as a privacy place to avoid interference from anyone. Somehow, why they are hiding, or perhaps hiding from something.

city vs garden11

Memang kebanyakan orang dijaman sekarang lebih cendrung suka pergi ke perkotaan dibandingkan ke pedesaan. Dunia kota yang menyenangkan dan dipenuhi dengan kenikmatan dunia merubah semua orang untuk datang dan berlomba – lomba menjadi raja atas nama wakil daerahnya masing – masing dan entah kemudian orang desa meninggikan status dan sangat menghormati orang kota tersebut yang menyebut dirinya penyambung lidah bangsa. Dunia persaingan bisnis yang tinggi menjadikan semua orang berburu ilmu pengetahuan yang tinggi dan dibuktikan dengan ijasah kelulusan di sebuah perguruan tinggi favorit di kota. Bahkan sampai ada yang memalsukan ijasah kelulusannya.

Indeed, Now most people are more inclined  to go to urban areas compared to rural areas. Cities World are fun and filled with the pleasures of the world as a causal for everyone to come and competing – the race to be a king in the name of local representative of each person on and somehow then villager elevate the status of those people and very respectful to the city people who mostly call their-self the nation’s mouthpiece. High business competition makes everyone hunting a high education and evidenced by a favorite university college graduation certificate. Even until there were found a fake graduation certificate.

city vs garden13

Kunjungan ke sebuah kota, memang memiliki manfaat yang besar. Seperti negara Indonesia yang masih minim pengalaman dibandingkan negara – negara maju lainnya, sehingga negara yang sedang berkembang memerlukan kunjungan kerja ke luar negeri dengan alasan agar menjadi lebih maju. Diibaratkan orang desa yang lugu pergi ke kota besar untuk mencari ilmu pengetahuan yang lebih banyak. Namun kunjungan ini sangat susah dilakukan. Coba lihat nilai tukar dolar terhadap rupiah yang terus menanjak menyebabkan biaya yang dibutuhkan akan besar jika berkunjung ke luar negeri.

A visit to a city, it is true that has great benefits. Indonesia as the country that having lack experience compared to the other state and other developed countries, so as a developing countries certainly require a working visit abroad for the reason of to increase experiences and become more advanced. Likened to the innocent villagers go to a big cities to seek more education. But of course this visit is very hard to do. Take a look at the exchange rate of the dollar against  rupiah continues to rise up high causing the cost of traveling overseas and any activity involved would be great too.

city vs garden12

Baru – baru ini dilakukan kunjungan rombongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ke Amerika Serikat yang dipimpin oleh Ketua  dan wakilnya dinilai tidak mengasilkan hal yang berguna, dan hanya memboroskan uang negara.  Entah apa yang dilakukan di Kota mega metropolitan itu, dan sekarang mendapatkan kecaman dari warga negara yang kebanyakan orang desa. Lantas hal ini mengingatkan saya akan sebuah kalimat dari seorang Uskup sebagai berikut ” Untuk apa sebuah gereja yang megah, namun umatnya busung lapar”. Mengunjungi kota besar sudah pasti memerlukan biaya yang cukup tinggi. Seharusnya orang kota berkunjung ke desa dan berbelanja di desa sehingga perekonomian di desa menjadi lebih maju.

Recently, Representatives of the Republic of Indonesia have conducted a delegation member visit  to  United States, led by the chairman and his deputy which considered no useful things gained by that visit, and only wasting of the state money. Whether what was done by them in the mega metropolis city, and now is getting criticism from citizens that most of them are villagers. So it reminds me of one  sentence of a bishop as follows: ” a magnificent church will have no means,  when surrounded by starvation people”. Visiting a great city it is definitely requires a fairly high cost. Supposedly the people of a city goes to village and shopping in the village so by this activity then the rural economy will be better.

Article by Ketut Rudi

Photos by : Lelly Jeane

Location : Indonesia

2 thoughts on “Wajah Kota Melawan Wajah Desa (City Scenes Vs Village Scenes)

  1. Nasuko

    I lived center of the city.I grew up rocal town near the sea.Central city gave us excitimg,and I enjoyed ,studyed,excited.
    Now i tired living in the no nature.So i changed my house near the nature.someday,i want to live near the sea🚣🏊

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s