Pijat Refleksi Sebuah Alternatif Penyembuhan (Reflexology An Alternative Healing)


Berjalan-jalan di Bandung banyak hal yang telah dijumpai dari keindahan alamnya, keanekaragaman budaya, makanan khas daerah serta buah-buahan tropikal yang nikmat. Banyak tempat yang menyediakan pakaian yang beraneka ragam modelnya sehingga tempat ini dijuluki paris van java. Suhu yang dingin membuat malam terasa berbeda pada saat berada dibalik selimut yang hangat di rumah kontrakan di seputaran Dago yaitu salah satu nama tempat di Bandung.

Walking around Bandung (West Java) many things that encountered from its natural beauty, cultural diversity, local foods and tropical fruits were so delicious. Many places are providing a wide range of fashion outfit  that’s why this place famously called Paris van Java. The cold temperatures made the night felt litle bit different to other place and  satisfied when laying down behind a warm blanket in a rented house in around Dago one of the place’s name in Bandung.

foto mbah dedi 2

Rasa lelah pun menyelimuti sekujur tubuh saat malam hari selepas melakukan kegiatan jalan-jalan di daerah ini sampai pada waktu malam saya bertemu dengan seorang Bapak Tua disuatu areal parkir didaerah Dago. Kami bercakap-cakap dan Bapak tua terlihat sangat ramah dan ada sesuatu yang unik dari pakaiannya yaitu menggunakan blangkon khas Jawa meski pakaian yang lainnya sudah modern yaitu dengan jaket kulit khas bandungnya.

Tired was covering the whole body  after sightseeing activities at night until one night I met an old man in one parking area of Dago. We chatted and he look very friendly and there was something unique about his clothes such wearing typical Java hat name “blangkon” although others modern outfit he has on such his typical Bandung leather jacket.

foto mbah dedi

Bapak tua bernama Aki Dedi Zakariah atau lebih akrab dipanggil Mbah Dedi. Aki atau Mbah adalah julukan terhadap orang yang sudah tua dan seseorang yang dihormati di daerah Jawa. Beliau lahir di Garut 23 April 1958 dan beliau mulai menuturkan keahlian dan kehidupannya. Beliau menyebut dirinya pelayan kesehatan dibantu dengan perantaraan doa menurut ajaran suci agama Islam. Beliau menuturkan bahwa semua Agama itu sama hanya segelintir orang yang doanya didengar oleh Tuhan Yang Maha Kuasa tergantung latihan dan kebersihan hati dari masing-masing insani.

The old man name is Aki Dedi Zakariah or  familiarly called Mbah Dedi. Aki or Mbah is the nickname of the elderly person and someone who is respected in the area of Java. He was born in Garut 23 April 1958 and then he started to share his life and skills to me. He calls himself health carers assisted by praying services according to the holy religion of Islam. He said that all religion is the same only a handful people wish are heard by God Almighty and everything was depend on exercise and probity of each human.

foto mbah dedi 6

Saya pun tertarik dan meminta beliau untuk memberikan terapi kepada saya dan sambil bercerita menemani malam saya. Mbah dedi kemudian melihat kamera yang saya pegang dan beliau menanyakan apakah saya seorang wartawan dan saya pun menjawab sambil tertawa kecil ” tidak mbah saya bukan wartawan tapi saya pelayan huruf untuk dirangkai”. Mbah Dedi mengeluarkan sebuah potongan kayu yang unik dan diujungnya terdapat satu butir merica yang nantinya digunakan untuk pijat refleksi ke kaki saya. Sebelum diterapi beliau menanyakan keluhan penyakit yang saya hadapi selama ini. Dan yang terpenting saya harus berserah diri kepada Yang Maha Kuasa sambil berdoa menurut ajaran agama yang saya anut. Kemudian beliau mulai berdoa dan memulai terapinya. Sambil memegang kayu alat untuk terapi Mbah Dedi tersenyum tipis seraya berkata “maaf dik kayu ini cuma alat saja, saya mengukirnya biar kelihatan cantik”.

I was interested and asked him to give me a short therapy  while accompanying my night time. Mbah dedi then saw my camera in my hand and he asked me whether I am a journalist and I replied with a chuckle I am not a journalist but I loved letters and always try to serve by writing it“. Then Mbah Dedi issued a unique piece of wood and grain of pepper on the top of the unique wood which will be used for foot reflexology on me. Beforethat he was asking me about my health history. And most important was he asked me to submit to the Almighty and pray according to my religion. Then he begun to pray and started the therapy. Holding a wooden tool for therapy, Mbah Dedi smiled slightly and said sorry bro it’s just a tool , I carve it in order to look pretty and cool”.

foto mbah dedi 5

Terapi layaknya seperti refleksi – refleksi yang ada, cuma hal lain yang bisa saya lihat bahwa saya diajarkan oleh beliau untuk ingat berdoa. Tuhan bisa menyembuhkan segala macam penyakit asal kita berdoa dengan tulus. Terapi berlangsung kurang lebih empat puluh lima menit dan hasilnya memang enak dan lelah hilang serta kaki terasa fresh kembali. Mbah Dedi sudah menggeluti kegiatan ini sejak tahun 1979 dan beliau mendapatkan ilmu terapi ini dari Ayah angkatnya di Garut Jawa Barat sejak kelas 4 SD. Ayah angkatnya bernama Abah Ratma Atmadja yang juga menggeluti profesi yang sama. Pengobatan yang dilakukan yaitu menggunakan metode terapi terhadap titik-titik saraf yang ada di telapak kaki yang berhubungan dengan organ tubuh yang lain.

Therapy method was just like another existing reflection therapy, but the differences which I could observed that I was taught by him to remember to pray. God can heal all kinds of diseases as long as we sincerely pray. Treatment lasted approximately forty-five minutes and the results was very good and tired of my feet was disappear and fresh again. Mbah Dedi have conducted this activity since 1979, and he received this knowledge from his  adoptive father in Garut West of Java since child at the 4th grade. Adoptive father named Abah Ratma Atmadja who also cultivate the same profession. Treatment is performed through the method of pressing  certain areas against nerve points on the soles of the feet which relate to other organs.

foto mbah dedi 4

Sambil mengusap peluhnya, mbah Dedi mengatakan bahwa kesehatan itu mahal harganya. Kalau sakit memang dijaman modern ini penuh dengan analisa yang canggih yang kemudian dilanjutkan dengan terapi obat-obatan. Obat-obatan yang berlebihan sering berefek kepada kesehatan ginjal. Beliau bisa berumur sampai sekarang dengan kondisi yang sehat dikarenakan oleh kegiatan berdoa dan berbuat yang baik serta terapi refleksi kaki secara bergantian dengan istrinya.

While wiping his sweat, Mbah Dedi said that health care is expensive. In this modern era that a full way in curing a disease is by powerful analysis then followed by drug therapy. Excessive drugs often affect the health of the kidneys. He can live up to now with the health condition caused by his activities full of praying and doing a positive thing as well as foot reflexology therapy together alternately with his wife.

foto mbah dedi 3

Beliau sudah cukup terkenal di daerah Bandung dan sudah memberikan terapi panggilan kepada beberapa pelanggan baik yang sehat atau yang sedang mengidap penyakit seperti hypertensi, diabetes, kolesterol tinggi, stroke dan penyakit lainnya dibandung dan bahkan ada pejabat, dosen serta beberapa dokter spesialis juga menggunakan jasanya. Terapi dilakukan dengan batas minimum dua belas kali terapi. Beliau mengatakan, kalau sedang menjalani pengobatan lanjutkan saja pengobatan itu dan kalau tidak sembuh bukan berarti dia mampu menyembuhkan semua orang. Sama halnya dengan memilih baju kalau cocok berarti baju itu akan bagus membalut tubuh.” Intinya berserah diri kepada Yang Maha Kuasa”, kata beliau.

Nah kalau mungkin anda sedang berjalan-jalan diBandung, atau membutuhkan obat alternatif, beliau menitipkan nomor telpon 085721544413 agar bisa menghubungi beliau. Tapi mungkin saja jadwal beliau sangat padat. Soalnya pernah keluarga Cendana beliau tolak dikarenakan banyaknya orang yang meminta jasa beliau bahkan selain refleksi juga melayani doa untuk kemajuan usaha, pekerjaan, jodoh dan motivasi. “Saya hanya perantara Allah SW”, kata beliau.

He is quite well known in Bandung area and already providing therapy to some customers on call either healthy man just for relaxing their body or who are suffering from diseases such as hypertension, diabetes, high cholesterol, stroke and other diseases  and even there officials, lecturers and some specialists also use his services. Therapy is done with a minimum limit of twelve times therapies. He said, when customer was undergoing treatment just keep continue the treatment and it does not mean that he is able to heal everyone and everything. Similar to choose clothes that fit to body means that the dress will be a good body wrap. “Essentially submit to the Almighty,” he said.

Well maybe if you‘re visiting bandung, or in need of alternative medicine, he entrusts 085721544413 phone number in order to contact him. But maybe he has a very solid schedule. Cendana family ever been rejected due to over booking and the number of people who ask for his additional services such praying service for the progress of the business, work, marriage and motivation are high. I just intermediaries of God SW”, he said.

 

 

Artikel dan Photo : Ketut Rudi Utama

 

 

 

 

One thought on “Pijat Refleksi Sebuah Alternatif Penyembuhan (Reflexology An Alternative Healing)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s