Mobilisasi dari Kota Besar Ke Desa “Gampang-gampang susah” (Mobilization From the Great City to Villages “is tricky”


Urbanisasi mungkin sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia, terutama di kota kota besar. Setiap tahun penduduk yang tinggal di desa pasti datang ke kota kota besar untuk mencari mata pencaharian. Urbanisasi memang hal yang wajar, tapi jika melonjaknya arus Urbanisasi juga akan membawa dampak buruk dan masalah yang diterima. Salah satu contoh adalah padatnya penduduk, kemacetan, kesenjangan sosial, dan masalah masalah sosial lainnya. Akan tetapi Kota merupakan pusat dari segala macam kegiatan produksi material pembangunan sehingga di kota dapat dijumpai sarana dan prasarana yang cukup memadai dan membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Dari Kota sampai perbatasan Kota bisa dibilang tidak ada kendala dalam mobilisasi material pembangunan. Disamping moda transportasi darat, laut juga mengalami hal yang sama apalagi Indonesia adalah Negara Kepulauan.

Urbanization may have become common issue in Indonesia, especially in big cities. Every year the population living in rural definitely come to big cities for a living. Urbanization is a natural thing, but if the growth in abnormal value  will also bring adverse effects and problems. One example is the dense population, congestion, social inequality, and other social issues. However the city then become a center of all kinds of material development and production activities with its enough infrastructure and requires much staffing requirements. From the City until reach the border of town practically no obstacles in the mobilization of construction materials. Besides land transport modes, the sea is also experiencing the same thing especially Indonesia are island countries.

foto0629

Berbeda dengan mobilisasi di daerah pedesaan. Sarana Jalan belum memadai bahkan sarana transportasi belum cukup memadai. Bahkan paling jeleknya kelangkaan bahan bakar juga sering dijumpai di beberapa daerah di luar kota besar sehingga pembangunan di desa-desa memerlukan kreatifitas dan kerja keras serta biaya yang cukup tinggi. Belum halnya menghadapi perubahan cuaca yang kian tidak menentu.

Really contrast different with  mobilization in rural areas. The road has not been an adequate means and transportation is not even enough. Even the lack of fuels or power  are also often found in some areas outside the major cities as a reasons that the development in villages requires creativity and hard work and high cost. In other hand, have to face  climate change which is increasingly in uncertainty.

foto0658

Sebenarnya ini adalah upaya pemerintah Indonesia untuk mengatasi lonjakan Urbanisasi, salah satunya adalah pemerataan pembangunan di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan sejarah pertumbuhannya, kota-kota di Indonesia bermula dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

1. Kota yang berawal dari pusat perdagangan.
Di Indonesia kota-kota yang berasal dari kegiatan perdagangan, antara lain adalah Surabaya, Jakarta dan Makassar. Kota-kota ini merupakan kota perdagangan yang ramai.

2. Kota yang berawal dari pusat perkebunan.
Pembukaan lahan baru untuk areal perkebunan berdampak pada pembuatan permukiman baru yang kemudian berkembang menjadi kota. Contohnya: Sukabumi (perkebunan teh), Ambarawa (perkebunan kopi), dan Jambi (perkebunan karet).

3. Kota yang berawal dari pusat pertambangan.
Kota-kota di Indonesia yang berkembang dari perluasan daerah pertambangan, antara lain Pangkal Pinang dan Tanjung Pandan (pertambangan timah), Palembang dan Plaju (tambang minyak bumi), Samarinda, Tarakan, Balikpapan (tambang minyak Bumi).

4. Kota yang berawal dari pusat administrasi pemerintah.
Pada zaman penjajahan Belanda, Batavia merupakan pusat pemerintahan Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, Kota Batavia (Jakarta) menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia.

In fact this is the Indonesian government’s efforts to cope the increasing Urbanization. One example is distribution of development in some parts of Indonesia. Based on historical of development growth, the cities in Indonesia stems from the following activities.


1. Town that originated from the trade center.
In Indonesian cities derived from trading activities, among others, are Surabaya, Jakarta and Makassar. These cities are a bustling trading town.

2. Town that starts from the center of the estate.
Opening new land for plantations impact on the making of the new settlements that evolved into cities. Examples: Sukabumi (tea plantations), Ambarawa (coffee plantations), and Jambi (rubber plantations).

3. Town that originated from the mining center.
Cities in Indonesia, which evolved from expansion of the mining area, including Pangkal Pinang and Tanjung Pandan (tin mining), Palembang and Plaju (petroleum mining), Samarinda, Tarakan, Balikpapan (petroleum mining).

4. Town that originated from the central government administration.
In the Dutch colonial era, Batavia was the administrative center of the Dutch East Indies. After Indonesian independence, the City of Batavia (Jakarta) became the centre of government of the Republic of Indonesia.

p1070105

Gambar-gambar diatas adalah salah satu contoh alur angkutan dari kota ke desa. Bukan gampang dan juga tidak susah. Semua dilakukan agar kelak daerah ini menjadi Kota Kasih bukan Kota besar.

The pictures above is one example of the flow of freight from the city to the village. Not easy and also not too hard. All is done for the purpose to make “the city of love “and not  “a big city” in the future.

 

 

Artikel dan Foto Oleh Ketut Rudi Utama

(dari berbagai sumber)

Article and Picture by Ketut Rudi Utama

(also from many sources)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s