Saya Menggenggam Sebuah Batu ( I got The Stone in My Hand)


Saya tidak mau menggenggam dunia. Kenapa demikian, karena saya tidak mau merusak dan dibilang seorang penguasa dunia. Tapi saya hanya mampu menunjukan sebuah foto pada saat mengarungi dunia ini. Yaitu foto saya menggenggam sebuah batu kecil.

I don’t like the word “I got the whole world in my hand”. Why is that, because I don’t want to spoil and conquer the world just like the king of the world. But I was  able to show a photograph at the time wading through this world. That is my photo “I Got a small stone in my hand”.

I got the stone in my hand1

Anggap saja sebagai simbul cinta saya kepada dunia yang mirip dengan batu kecil ini.

Let’s say  it is a symbol of my love to the world that is similar to this little stone.

I got the stone in my hand2

Saya tidak tega melempar batu ini. Saya kembalikan saja ke asalnya. Tulisan ini hanyalah sebuah perumpamaan bahwa saya tidak akan pernah bisa menggenggam dunia ini, namun saya bisa menggengam sebuah batu kecil. Ada dua kemungkinan yang terjadi dari cerita ini. Akankah saya melemparnya atau merawatnya.

I do not dare to throw this stone. Then I returned it to its origin. This article is just a parable that I would never have ability to grasp the world, but I can grasp a small stone. There are two possibilities that may occur from this story. Will I throw it or taking care of? .

Ketut Rudi Utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s