Tua Tua Keladi Semakin Tua Semakin Menjadi (The Older The Worse)


Setiap orang pasti pernah berhubungan dengan orang lain yang memiliki umur yang lebih tua.  Sebelum membahas akan hal ini, saya mengajak untuk bersama – sama melihat sebatang keladi. Keladi kalau semakin tua maka semakin enak rasanya jika direbus dan diolah menjadi masakan yang enak.

Each person definitely have ever experienced in touch with others who have an older age. Before discussing on this, I am asking all of you to imagine  a piece of taro. The older taro the more tasty it will when boiled and processed into delicious dishes.

Tua Tua Keladi1

Namun dalam peribahasa menyebutkan bahwa “Tua – tua keladi, semakin tua semakin menjadi”, entah bagaimana seseorang mengumpamakan keladi menjadi sebuah peribahasa yang memiliki arti Orang tua yang tidak tahu diri karena berkelakuan seperti anak muda.

But in the adage said that “The Old Taro, The Older The Worst”, somehow that someone has chosen taro to become a maxim that has meaning of getting older but instead of getting wiser, one gets naughtiest such an old man who do not know selves as behaving like young children.

Tua Tua Keladi2

Puisi yang ini dikutip dari “Mother” karya Tyrene Gibert ini,  menggambarkan seorang  tua, sendirian, kesepian dan membayangkan masa mudanya serta  mendambakan perhatian anak-anaknya yang terlalu sibuk untuk mengirim kartu, bunga atau sekadar menelpon. Sebuah gambaran yang suram mengenai masa tua. Padahal sebenarnya, masa tua sudah layak dan sepantasnya menjadi masa yang amat indah. (Baca Selengkapnya)

A poem taken from “Mother” by Tyrene Gibert, depicts an old lonely man, alone, lonely and imagined his youth and crave attention of children who are too busy to send cards, flowers or simply call. A bleak picture of the old age. When in fact, an old age is possible and become a very beautiful period. (Read more)

Tua Tua Keladi3

Memang berjalan – jalan dengan orang tua  sudah sangat jarang dilakukan oleh generasi muda disamping kurangnya kebebasan melainkan sebuah perjalanan menjadi seperti bekerja sebagai seorang waiter di restoran yang sangat ramai pengunjung.

Indeed traveling activity with parents are very rarely performed by the younger generation in addition to the lack of freedom, but a journey  likened to work as a waiter in the crowded restaurant.

Tua Tua Keladi4

Coba anda bayangkan harus berjalan – jalan bersama seorang nenek tua yang tentunya bisa membuat repot semua orang. Tapi seperti pepatah mengatakan “Tua – Tua Keladi, semakin Tua semakin enak”. Maka berjalan – jalan dengan mobil yang sangat Tua sangat memberikan arti.

Please imagine that have to travel  with an old woman who certainly can make a fuss for everyone. But as the proverb says “The older The Worst”. Then driving out with  very old  cars is definitely  give a meaning.

 

 

Article by ketut Rudi

Photo sent by : Aandarmuji Aan

Models : Aandarmuji Aan

 

Biography :

Aandarmuji Aan   (Member of JAJ Jakarta American Jeep Comp CODOT)

Marketing Manager of PT. Sutra Kabel Intimandiri (Cable Manufacturer) Mobile : +6282112509747

 

Vehicle description : Name : Willys, Type : Jeep, Production Year : 1948 Category: Old and Classical

Location : Mountain Bromo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s