Pantai Rua (Rua Beach)


Survey menunjukan bahwa hampir sebagian besar orang menyukai Pantai, dan berimbang hasilnya dengan keindahan alam dari ketinggian. Oleh sebab itu saya merasa kebingungan pada saat menjumpai keindahan pantai dari ketinggian. Harus berhenti atau melanjutkan perjalanan menuju pantai itu.

Survey showed that most of people love beach, and balance result in loving to natural beauty of height. Therefore, I felt confuse when encountered to the beauty of the coast from a height. I should stop or continue the journey to the coast.

road to Rua 1

Memang benar dua tempat yang memiliki daya tarik tersendiri. Namun jika gunung dan lautan berpelukan maka disitulah terdapat alam yang indah. Seperti melihat surga.

It was true that that two type of places have its own charm. But if we found a hugging mountain and ocean  then that is where we found a beautiful nature. Like seeing a heaven.

road to Rua2

Tanah seperti dibentuk dan dikelola dengan baik. Mudah – mudahan persepsi saya akan hal ini benar adanya bahwa tidak ada konflik dan peperangan ditempat ini. Dan entah bagaimana perasaan orang lain yang melihat tempat ini.

Land  is look like established and well-managed by people there. And I hope my perception is wright regarding to this,  that there are no conflicts and wars in such this place. And I don’t know the feelings of others who see this place.

road to Rua3

Perasaan ingin tahu yang tinggi memaksa kakiku melangkah lebih jauh lagi untuk melihat realita dari keindahan alam ini. Tampak para petani menggarap lahan pertaniannya secara serius tanpa menghiraukan kedatangan orang lain. Sangat susah untuk mencari daerah persawahan di kota,  selain itu, jumlah daerah pertanian padi (sawah) masyarakat, kini mulai menurun, akibat alih fungsi lahan menjadi daerah pemukiman.

High curiosity forced my legs to take a further step  to see the reality happened on this natural beauty. Farmers were seriously working on the farm regardless of the arrival of others. It is difficult to find rice fields in the city in nowadays, in addition, the amount of agricultural area of rice (paddy), now is starting to decline, due to land conversion into residential areas.

road to Rua4

Entah siapa yang menanam pohon kelapa itu. Pohon kelapa berbaris seperti barisan penyambut tamu yang melambai – lambai seolah – olah menari menyambut kedatangan para tamu ke daerah ini.

Whoever planted the coconut tree. Lined up of palm trees like a row of waving greeters and flapping like dancing to welcome guests to this area.

road to Rua5

Dan akhirnya kembali hamparan ombak menyambut kedatangan kami. Jika anda pernah membayangkan berjemur dipantai Indonesia yang dikelilingi pasir putih yang indah, serta disekitar anda dipenuhi pemandangan alam yang sangat eksotis, ditambah lagi dengan pancaran sinar sang mentari yang menghangatkan tubuh setiap harinya, maka disinilah tempatnya Pantai Rua. Pantai yang terletak di Pulau Sumba Provinsi Nusa Tenggara Timur ini merupakan salah satu wisata pantai namun belum terkenal.

And finally, the stretch of waves were greeting our arrival. If you ever imagine on sunbathing in Indonesian beaches where surrounded by beautiful white sand, as well as the environment around you where filled with exotic natural scenery, coupled with the sun rays when warms the body every day, then this place is the answer called Rua Beach. The beach is located on the island of Sumba East Nusa Tenggara Province,  is one of the famous beach of the province, but not yet known by.

road to Rua6

Pantai yang sangat indah, namun sungguh berbeda hawa yang dirasakan sewaktu berada ditempat yang tinggi. Hawa panas membakar kulit ini, sehingga malas rasanya kaki ini melangkah. Namun hasrat untuk berenang sangat tinggi melihat warna birunya lautan.

Beautiful beach, but quite different in temperature feeling where perceived in a high place. The heat burned the skin, so my feet was getting lazy to move. But the desire on swimming was very high after observing  the blue color of the sea.

road to Rua8

Hamparan cokelat di sepanjang pantai adalah rumput laut yang dijemur oleh warga sebagai mata pencaharian warga sekitar pantai. Sungguh harmonis antara warga dan para pengunjungnya. Mereka tidak mengganggu saya, hanya beberapa anak – anak kecil yang merupakan anak – anak para nelayan yang berlarian meneriakan hallo dan akhirnya sekantong permen untuk mereka sebagai hadiah.

Brown expanse along the beach was the seaweed which dried by local citizen  as the livelihoods of citizens around the coast. It was harmony among residents and visitors. They did not bother me, only a few children of  fishermen’s who ran shouting hello over me and finally a bag of candy for them as a gift.

road to Rua11

Namun pada saat sore hari, tempat ini digunakan sebagai tempat untuk mengetest kuda – kuda berlari. Juga sebagai tempat anak – anak belajar menunggang kuda.

However, in the afternoon, this place was used as a track for testing the speed of their horse when running. And also as a place for children on learning to ride a horse.

road to Rua12

Hawa panas pantai memaksa saya untuk kembali ke atas pegunungan. Namun saya menjumpai hal – hal yang menegangkan yaitu angkutan local yang menunjukan aktifitas kesehariannya yang menurut saya sangat berbahaya. Namun mereka sudah terbiasa akan hal ini, “mana ada kecelakaan ditempat kami”, ucap salah satu sopir truk.

The heat of the coast forced me to go back to the top of the high place. But I saw  the hot thrill that local transport shown on their daily activities that I thought was very dangerous. But no matter anyway they are already accustomed to this, “There is no accident ever happened in our place”, said one trucker.

Road to Rua13

Dalam sekejap saya sudah berada ditempat yang tinggi meninggalkan pantai yang indah itu. Saat memandang kembali pantai itu, ada perasaan kangen untuk berkunjung kembali.

In an instant I was already in high place  leaving the beautiful beaches. When looked back at the beach, there was a feeling nostalgic for a return visit.

Road to Rua14

Hawa pegunungan yang dingin sudah pasti berbeda dengan hawa pantai yang panas. Dan sudah pasti saya membutuhkan sebuah jacket atau menyalakan api unggun untuk menikmati hawa dataran tinggi ini.

Cold of mountainous air was definitely different with hot beach weather. And certainly I need a jacket or light a bonfire to enjoy the weather of this plateau.

Road to Rua17

Oleh sebab itu sebuah perjalanan yang lengkap adalah apabila dilakukan menyusuri keindahan perjalanan lebih banyak dibandingkan hanya tidur disebuah kamar hotel berbintang yang penuh dengan hiburan maya semata.

Therefore a traveling activity categorized to a complete one when it is done through the beauty of a nature more than just sleep in a room of five star hotel  full of virtual entertainment only.

 

Article and Photos by Ketut Rudi

Location : Road To Rua Beach West Sumba

Another Beaches recommended to visit click here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s